Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 136 ~ Menjadikan Bawahan


__ADS_3

Tepat setelah dua unsur elemen berlawanan itu telah habis, Zhang Ziyi langsung melancarkan serangan berikutnya.


"Tahap pertama Pedang Naga Langit. Tahap kedua Pedang Naga Langit! Naga Langit Pemotong!"


Aura pedang terpancar hebat pada pedang Zhang Ziyi. Setelahnya anak itu maju dan melibaskan keras pedangnya pada tubuh leluhur klan Zhang.


"Aarrghhhh!"


Duarr!!


Teriakan yang di selingi oleh ledakan besar. Zhang Ziyi muncul dan membelakangi ledakan itu. Untuk beberapa saat, dia lalu berbalik dan menengok ke arah Leluhur Klan Zhang, ingin mengetahui bagaimana kondisinya.


Ledakan api, kini telah padam. Memperlihatkan tubuh seseorang yang telah hangus sebagiannya.


Zhang Ziyi mendekati tubuh itu. Memperhatikannya untuk beberapa saat. Mengira bahwa leluhur klan Zhang telah mati, namun ternyata dirinya salah beras. Masih tampak tanda-tanda pergerakan pada jari tangannya.


"A–a–k–u—!" Berbicara namun terbata. Zhang Ziyi mengernyit.


"Apa yang kau bicarakan, Pak Tua. Jika tidak bisa mengeluarkan suara, lebih baik kau diam saja, takutnya itu malah semakin mempercepat kematian–mu!" ucap Zhang Ziyi.


"Sialan, berani sekali dia mengataiku seperti itu," batin leluhur klan Zhang.


Tenaganya masih tersisa sedikit. Dikarenakan tubuhnya yang abadi, maka di tidak akan mati oleh serangan bocah ingusan seperti Zhang Ziyi ini. Setidaknya begitulah yang ada di pikiran pak tua itu.


Leluhur klan Zhang mulai memanfaatkan energi yang melimpah di luar angkasa itu itu untuk merubahnya menjadi Qi. Tentu saja dia melakukannya secara diam-diam untuk memulihkan kembali tubuhnya.


"Nampaknya kau mengonsumsi suatu makanan tertentu yang menunjang keabadian pada tubuhmu!" gumam Zhang Ziyi.


"Sayang sekali pak tua, meski kau ahli dalam hal mencuri, namun kalau soal menipuku, kau belum ada keahlian dalam bidang itu!" Zhang Ziyi memasang seringai sinis.


"Mati aku!" umpat Leluhur Klan Zhang dalam hati. Kini dia mulai khawatir.


Benar saja, Zhang Ziyi kini telah melapisi kepalan tangannya dengan energi berwarna emas. Setelahnya dia langsung mengarahkan tangan tersebut ke arah dantian leluhur klan Zhang.


Whush!


Pufftt


Hendak berteriak, namun tak bisa dia lakukan, membuat rasa sakit yang dia alami bertambah dua kali lipat. Kini leluhur Klan Zhang hanya bisa menangis dan menjerit dalam hati.


Zhang Ziyi telah selesai menghancurkan dantian leluhur klan Zhang.

__ADS_1


"Aku penasaran, dengan tubuh keabadian yang kau punya. Sepertinya akan sangat seru jika aku bisa menghancurkannya!" kata Zhang Ziyi.


Sekilas, air mata mulai menetes ke telinga leluhur klan Zhang. Mungkin ini adalah pertama kalinya setelah ratusan tahun tak pernah di alami olehnya. Zhang Ziyi menyadari akan hal itu, namun bukannya kasihan, entah mengapa dia malah merasa sedikit lega. Rasa arogan yang tadi sempat di lihat, saat ini telah hilang. Berganti dengan rasa khawatir yang tergambar dari wajah leluhur Klan Zhang.


Zhang Ziyi menyimpan Pedang Naga Langit. Setelahnya dia mengeluarkan Pedang Pembalik Langit.


Memperhatikan pedang itu sejenak. Telah lama sekali dia tidak mengeluarkannya dari cincin ruang. Selama ini dia selalu menggunakan pedang Naga Langit sementara ketujuh pedang lainnya tersimpan rapi dalam cincin ruang.


"Hmm, mari kita mencoba ketajaman pedang ini!"


Zhang Ziyi kemudian melapisi pedang itu dengan enegi emas. Mengangkat pedang dan mengayunkan ke arah lelaki itu.


Whush!!!


***


Tangga telah berhasil di lewati. Zhang Zhili serta Shui Lan duduk di sisi ruangan. Menunggu yang lainnya selesai menyelesaikan ujian anak tangga.


Kultivasi mereka juga telah banyak meningkat, setelah melewati ujian seratus anak tangga, kini Zhang Zhili telah berhasil menerobos hingga ke ranah Dewa Surgawi tahap 7. Di sisi lain, Shui Lan juga telah berhasil mencapai terobosan hingga ke ranah Dewa Surgawi tahap 8.


Saat ini, Zhang Meng, Zhang Lan serta Zhang Bie telah berada di satu anak tangga yang sama, yaitu tangga ke 95. Di atasnya ada Zhang Yin yang berada di anak tangga ke-96. Di atas mereka ada Shui Bing yang tinggal dua ank tangga lagi sebelum berhasil mencapai anak tangga ke seratus.


Beranjak dengan berjalan kaki keluar Istana. Dia berpapasan dengan Dewa Api dan Dewa Gou Liang di luar istana.


"Mohon maaf Dewa! Apakah kalian bisa mengantar aku untuk turun ke bawah?" Zhang Zhili melihat aktivitas para ras Centaurus serta sekte Tujuh Elemen yang ada di bawah, setelah mengatakan itu.


"Kau bisa terbang sendiri ke bawah. Mengapa kau masih meminta tolong kepada kami?"


Zhang Zhili mengernyit mendengar apa yang dikatakan oleh Dewa Api.


"Kalau saja aku bisa terbang, mungkin aku telah terbang ke bawah sejak tadi!"


"Kultivasi-mu sudah mencapai ranah Dewa Surgawi, seharusnya kau sudah bisa terbang sekarang!" Dewa Gou Liang melerai.


Zhang Zhili mengangguk. Dia sekarang mengerti. "Lalu, apakah Dewa bisa memberikan arahan kepadaku terkait dengan cara terbang!"


"Tentu saja."


Pelan, Dewa Gou Liang memberikan arahan kepada Zhang Zhili. Tak butuh waktu lama bagi Zhang Zhili untuk memahami penjelasan dari dewa Gou Liang. Berkat dengan teori yang dia miliki, sehingga belum juga Dewa Gou Liang menjelaskan semuanya, Zhang Zhili sudah bisa untuk melakukan praktek terbang.


"Baik, Terima kasih Dewa! Berkat dirimu, aku akhirnya bisa terbang sekarang!" Zhang Zhili berterima kasih dalam keadaan melayang di udara.

__ADS_1


"Kau tidak perlu berterima kasih. Bahkan aku belum menjelaskan intinya dan kamu sudah mengerti. Juga kau telah bisa mempraktekkannya sekarang." Dewa Gou Liang berkata dengan memasang senyum kecil. Dia sedikit kagum dengan kejeniusan manusia satu ini, namun berbeda dengan Dewa yang di sebelahnya yang justru memasang ekspresi tidak enak.


Zhang Zhili meninggalkan mereka berdua setelah memberi hormat. Dia terbang ke bawah, untuk melihat bagaimana perkembangan dari Ras Centaurus serta Sekte Tujuh Elemen.


"Mengapa kau mengajarinya?" kesal Dewa Api.


"Apakah ada salah dengan itu?" tanya balik Dewa Gou Liang. "Lagipula, dia adalah salah satu dari pendukung putra Kaisar Langit, seharusnya tidak ada masalah jika kau memberikan arahan padanya."


Dewa Api tidak menanggapi. Kembali dia menyesap teh surgawi yang memang dari tadi ada di atas meja emas.


***


Pedang terlapisi emas itu menebas keras, hingga menciptakan bulan sabit emas yang melesat lurus nyaris mengenai kepala seseorang yang telah gosong sebagiannya. Terus melesat dan berakhir dengan kehancuran salah satu planet tak berpenghuni.


Whush!!


Baamm!!


Duarr!!!


Tampaknya, Zhang Ziyi mengeluarkan energi Qi yang begitu besar pada saat melepaskan serangan tadi, sampai-sampai langsung menghancurkan planet itu.


Di sisi lain, seorang lelaki yang tidak lain adalah leluhur Klan Zhang yang saat ini tengah melayang, sedang dilanda rasa khawatir sekaligus takut. Takut tubuh keabadian miliknya akan hancur oleh serangan terkahir yang di lancarkan anak ini.


Namun setelahnya dia bernafas lega kala merasakan serangan yang di lancarkan Zhang Ziyi hanya melewatinya. Meski demikian jantungnya belum bisa di ajak untuk tenang.


"Aku ingin menjadikanmu sebagai bagian dariku," ucap Zhang Ziyi tiba-tiba.


Tak ada respons dari leluhur klan Zhang. Zhang Ziyi lantas membantu menyembuhkan luka yang menenteng di tubuh lelaki itu, baik luka luar maupun dalam.


Tak butuh waktu lama bagi leluhur klan Zhang untuk kembali pulih sepenuhnya. Namun hal itu masih tidak bisa membuat dia tenang dan senang.


"Mengapa tidak langsung kau bunuh aku saja? Meski saat ini aku memiliki tubuh keabadian bersamaku, namun kau telah menghancurkan dantianku ... Apa gunanya aku hidup, jika pada akhirnya hanya menjadi seorang yang cacat!" Terdengar kata pasrah dari intonasi yang dikeluarkan leluhur klan Zhang.


"Kau tenang saja. Asalkan kau mau menjadi bagian dari bawahan–ku, maka aku akan membantumu mengembalikan kembali dantian mu yang telah rusak itu."


Secercah harapan dapat leluhur klan Zhang lihat. Namun saat mendengar kata bawahan, dia langsung membuang jauh-jauh harapan itu.


"Aku lebih baik mati daripada harus menjadi bawahan seseorang!" ucapnya. Seumur-umur, belum pernah Leluhur Klan Zhang ini menjadi bawahan seseorang. Apalagi menjadi bawahan seorang bocah yang baru belajar kultivasi.


"Apakah kau yakin! Namun bagaimana jika seandainya kamu tidak mati. Saat dua tubuhmu itu terbelah, dan kau tetap hidup, tentu saja rasa menyakitkan akan selalu melilit di tubuhmu untuk setiap saat. Apalagi kau tidak bisa menyembuhkan dirimu sekarang!" Zhang Ziyi mencoba untuk memprovokasi.

__ADS_1


__ADS_2