Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 153 ~ Dalam Masalah


__ADS_3

"Apakah kau menemukan keberadaannya?" Dewa Api bertanya kepada Dewa Gou Liang.


Membuka kedua mata seraya menarik kembali kekuatan jiwa yang tersebar. Dewa Gou Liang menghela napas kasar.


"Aku tidak menemukan aura keberadaan Zhang Ziyi." Dewa Gou Liang membalas pertanyaan Dewa Api dengan nada pasrah.


Terhitung sudah dua jam mereka bergantian mencari keberadaan Zhang Ziyi menggunakan kekuatan mental. Akan tetapi tetap tidak mereka temukan keberadaannya, menandakan bahwa anak itu di bawa Dewa Ruang ke tempat yang sangat jauh.


"Apakah tidak sebaiknya kita kembali ke Dunia ciptaan mu dan memeriksa di sana. Bukan tidak mungkin kan dia kembali ke sana, setelah mengalahkan Dewa Ruang?!"


"Perkataan mu ada benarnya. Tapi aku tidak yakin Zhang Ziyi bisa mengalahkan Dewa Ruang. Meski diantara aku dan dia, aku yang lebih kuat, namun kekuatannya tidak bisa untuk di remehkan. Di tambah dia sangat licik. Yakin dan percaya Zhang Ziyi tidak akan mampu untuk mengalahkannya. Kalaupun dia bisa lari, namun tidak akan berlangsung lama Dewa Ruang akan kembali menemukan Zhang Ziyi!" ucap Dewa Gou Liang.


Sedikit terkenang akan masa lalunya. Dimana dewa Gou Liang dan Dewa Ruang ini dulunya adalah teman dekat. Sering bermain bersama hingga pada akhirnya mereka berdua tidak sengaja menemukan dua buah kitab.


Dewa Gou Liang mempelajari Kitab Waktu sementara Dewa Yun Biao mempelajari kitab Ruang. Sehingga dari sini lah mereka berdua mencapai puncak jayanya sebagi seorang kultivator. Bahkan mereka sampai di kenal dengan sebutan Dewa Ruang dan Waktu.


Namun berada di puncak kejayaan membuat Dewa Yun Biao serakah. Dia menggunakan hal itu untuk membuat kekacauan. Sampai-sampai Dewa Waktu mengambil tindakan untuk menghentikannya. Sempat terjadi pertarungan diantar kedua teman itu.


Dewa Yun Biao kalah dalam pertarungan tersebut. Tapi saat Dewa Gou Liang hendak mengambil kekuatan Dewa Yun Biao, Dewa Yun Biao malah melarikan diri menggunakan triknya.


Dewa Gou Liang yang terkecoh kehilangan jejak. Sampai saat itu kedua teman itu tak lagi akur dan malah sebaliknya. Keduanya menjadi musuh sekarang.


"Haissh, semoga saja tidak terjadi sesuatu pada Zhang Ziyi." Dewa Gou Liang menghela napas berat. "Baiklah, tidak ada salahnya kita ke sana untuk memeriksa keberadaan Zhang Ziyi!"


"Tapi menurut kamu, apakah para penghuni Alam Atas telah pergi meninggalkan Dunia itu?"


"Mungkin ia mungkin juga tidak," ucap Dewa Gou Liang. "Tapi mari kita lihat sekarang. Bisa menghilangkan aura keberadaan sampai titik terendah, usahakan mereka tidak mengetahui keberadaan kita!"


Dewa Api mengangguk. Lalu mereka menghilang dari sana.


Whush!


***


Merasakan aura Pil yang begitu kuat, para penghuni Alam Atas mulai berlomba-lomba ke arah sumber cahaya yang begitu menyilaukan yang berada di arah barat.


Tak ingin membiarkan fraksi lain mendapatkan lebih dulu pil tersebut. Masing-masing fraksi berusaha untuk mendahului fraksi lain.


Di sisi lain, Zhang Ziyi tidak sempat untuk menutupi cahaya menyilaukan yang terpancar dari pil Tingkat Suci Agung. Dia panik, apalagi aura yang terpancar dari pil ini yang semakin menjadi-jadi, membuat keberadaannya kian di ketahui oleh para penghuni Alam atas.


Cahaya pada pil telah redup. Segera dia mengeluarkan Topeng Hantu dan mengenakannya. Pil tingkat Suci Agung telah dia masukkan ke dalam cincin ruangnya. Baru setelahnya dia melangkah dan melarikan diri.

__ADS_1


Para Penghuni Alam Atas sampai di tempat Zhang Ziyi. Namun sama sekali mereka tidak menemukan keberadaan Zhang Ziyi, bahkan pil yang mereka cari semula mereka mengetahui berpusat di wilayah ini, namun tak lagi mereka rasakan keberadaannya.


"Cepat menyebar. Cari pil itu sampai dapat. Jangan sampai faksi lain yang menemukannya lebih dulu!" Dewa Pedang memerintahkan para muridnya untuk bergerak mencari pil tersebut.


Tanpa ada yang menolak, semua muridnya bergerak melakukan seperti apa yang dia perintahkan.


Begitupun juga dengan tetua kaln Cahaya yang memerintahkan murid-murid yang di bawanya untuk mencari keberadaan pil Suci Surgawi. Faksi yang lain pun juga melakukan hal demikian.


-


Zhang Ziyi terus berlari, melompati pohon demi pohon. Terlihat beberapa orang yang bergerak ke arahnya dari depan. Zhang Ziyi menghentikan langkah. Bahkan nafasnya pun ia biarkan berhenti menderu untuk beberapa saat, setidaknya sampai orang-orang itu beranjak dari sana, melewatinya.


Benar saja, beberapa orang penghuni Alam atas hanya melewati Zhang Ziyi. Namun mereka tidak mengetahui keberadaannya.


Sialnya saat lima orang itu melewati Zhang Ziyi dan sudah berjarak sepuluh meter darinya, mendadak durasi mode tubuh Hantu telah berakhir.


"O–ow!"


Tentu saja lima orang murid penghuni Alam atas tersebut langsung berbalik kala merasak aura keberadaan seseorang yang begitu asing


"Dia di sana!" Teriak salah seorang diantara kelima orang itu kala melihat seseorang yang mengenakan topeng putih, berdiri di sebuah ranting pohon.


Kontan kelima orang itu langsung mendatangi Zhang Ziyi dengan pedang yang telah mereka keluarkan dari sarung.


Kesemuanya merupakan kultivator Ranah Alam Surgawi tahap 5. Berada satu tingkat di atas Zhang Ziyi.


Pertarungan berat sebelah itu terjadi. Namun mengahadapi mereka bukanlah sesuatu yang sulit bagi Zhang Ziyi. Butuh waktu lima menit baginya untuk membereskan kelima orang itu.


Dia membunuh langsung kelima kultivator penghuni alam atas. Setelahnya dia berlalu dari sana, tanpa menghiraukan mereka.


Topeng Hantu masih terpasang di wajahnya. Zhang Ziyi melesat dengan kecepatan tinggi. Beberapa aura dia rasakan berkeliaran ke sana ke mari. Beberapa kali pula dia berhadapan dengan mereka.


Sudah puluhan orang murid penghuni Alam atas yang mati di tangannya di tempat terpisah.


Tapi Zhang Ziyi sebisa mungkin untuk tidak bertemu dengan tetua serta pemimpin dari Fraksi-fraksi tersebut. Sebab dia tahu kekuatan mereka berada jauh di atasnya.


Juga dia mencoba untuk menghindari mereka yang berada tiga tingkat kultivasi di atasnya, guna tak mengundang masalah terlalu lebih. Takutnya saat berhadapan dengan murid yang memiliki kultivasi ranah Alam Surgawi tahap tujuh ke atas, itu malah membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan mereka, sehingga tidak menutup kemungkinan para tetua datang kepadanya. Atau bisa jadi dia yang akan kalah melawan mereka.


Zhang Ziyi baru saja membunuh beberapa murid dari klan Cahaya. Kini dia beranjak dan berlari dari sana.


Sialnya dia malah di cegah oleh beberapa orang. Dimana tiga di antaranya adalah tetua klan Cahaya, sementara yang lainnya murid-murid klan Cahaya.

__ADS_1


"Bocah sialan. Berani sekali kau membunuh angota klanku. Mati kau!" Kemarahan yang tak terbendung kala melihat murid-muridnya yang mati di tangan pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Zhang Ziyi. Salah satu Tetua klan Cahaya lantas melepaskan serangannya ke arah Zhang Ziyi.


"Tapak Cahaya!"


Dia mengarahkan tapaknya ke depan. Bersamaan dengan itu, bayangan tangan langsung tercipta. Begitu besar dan mengeluarkan cahaya silau. Itu kemudian melesat lurus ke arah Zhang Ziyi.


Zang Ziyi tidak bisa melihat dengan jelas arah tapak itu, sebab cahaya yang begitu menyilaukan, sampai-sampai suasana siang berubah menjadi gelap dimatanya. Di tambah, energi yang terpancar begitu besar serta mengeluarkan tekanan lumayan besar pula.


Zhang Ziyi tak ada waktu untuk menghindar. Dia memilih untuk mengeluarkan menciptakan sebuah array untuk menyambut serangan itu.


"Teknik Ilusi, Array Ilusi!"


Sebuah dinding transparan tercipta di depannya. Sebelumnya dia memilih untuk menyambut serangan itu dengan Array Ilusi sebab Zhang Ziyi tahu bahwa Array ini akan langsung memantulkan serangan lawan.


Tapi sayangnya perkiraannya sangat jauh dari harapannya. Kekuatan dalam tapak Cahaya itu nyatanya begitu besar, hingga membuat Array Ilusi ciptaan Zhang Ziyi langsung retak saat itu juga. Retak dan berakhir pecah, membuat Tapak Cahaya berhasil lolos.


"Sial... Mati Aku!" Ucap Zhang Ziyi panik.


***


Dewa Api dan Dewa Gou Liang sampai di dunia sebelumnya bawahan Zhang Ziyi menetap.


Cukup lama mereka menilik sekitar tempat itu , mencari-cari keberadaan Zhang Ziyi menggunakan auranya. Namun dia tidak menemukan Zhang Ziyi.


"Bagaimana?" tanya Dewa Waktu.


"Anak itu sepertinya tidak ada di sini... Tunggu, aku merasakannya!" Dewa Gou Liang langsung memejamkan kedua matanya zat kala tiba-tiba saja dia merasakan aura Zhang Ziyi yang berlari cepat.


"Mari cepat kita menemui anak itu!"


Belum juga mereka beranjak, namun kedua dewa itu langsung menghentikan aksinya kala mendengar suara seseorang dari belakang.


"Anak itu? Kenapa kalian begitu terburu-buru dan panik seperti itu?" Dewa Pedang bertanya dengan menaikkan sebelah alisnya. Di sisinya ada pemimpin sekte Gajah Langit.


"Eh, itu... Kami hanya bergurau tadi!" Dewa Api mencari alasan.


"Ho, kau tak pandai berbohong, jadi berhentilah membohongi kami!" balas Dewa Pedang di iringi dengan mengeluarkan tekanan setiap kata-katanya.


"Aku pikir, kalian datang kemari juga memiliki niat yang sama. Yaitu ingin memiliki pil Tingkat Suci Agung itu bukan!" Pemimpin Sekte Gajah Langit berkata.


"Haah,, Yah... Kami juga tengah mencari Pil tingkat Suci Agung itu." Dewa Gou Liang dengan cepat mencari alasan.

__ADS_1


"Baik, tujuan kita searah! Namun jangan harap kalian bisa mendapatkannya, karena pil itu akan jadi milikku sepenuhnya!" ucap Dewa Pedang.


Dewa Gou Liang ataupun Dewa Api tidak langsung menjawab. Mereka harus memikirkan cara untuk menghindari dari perhatian kedua Dewa ini. Tapi sepertinya hal itu akan sedikit sulit.


__ADS_2