
Rombongan Zhang Ziyi telah sampai di tujuan. Mereka berada di tanah kosong. Namun bukan tempat itu tujuan asli mereka. Melainkan di atas awan yang terbentang luas di atas sana. Punggung awan tipis sendiri berdiri sebuah kelompok yang bernama Awan Langit. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok menengah di Alam Atas.
"Apakah kalian semua sudah sial?" tanya Zhang Ziyi.
"Kami Siap, Pemimpin!" ucap mereka serampangan. Suara yang di keluarkan oleh mereka begitu menggema mengadakan seberapa besar semangat yang mereka tunjukkan.
"Lawan yang akan kita hadapi ini memiliki kekuatan di atas kalian. Apakah kalian sanggup?" Zhang Ziyi berniat untuk menguji ketulusan para bawahannya.
"Kami sanggup, Pemimpin!" ucap kembali pasukan Zhang Ziyi.
"Bagus, pertahankan semangat kalian itu!"
Setelahnya, pasukan Zhang Ziyi yang semula berbaris rapi di atas tanah, mulai melesat terbang. Mereka mengelilingi Awan yang begitu besar itu. Terlihat kubah transparan, yang melindungi wilayah kelompok itu. Zhang Ziyi menyentuhnya dengan jari telunjuk. Seketika kubah tersebut langsung menghilang, memungkinkan Pasukan Zhang Ziyi untuk memasuki wilayah kediaman kelompok tersebut.
Di bawah sana, orang-orang Kelompok Awan Langit telah bersiap menyambut kedatangan mereka. Mereka mengetahui Zhang Ziyi akan menyerang, sebab sebelumnya sempat melihat pasukan Zhang Ziyi yang berkumpul di bawah.
Zhang Ziyi memimpin pasukannya dan masih dalam keadaan melayang.
"Aku akan memberikan kalian kesempatan. dan memastikan tidak ada yang terluka. Dengan catatan kalian harus rela menjadi bawahan–ku!" ucap Zhang Ziyi dengan suaranya yang menggema. Dia juga sengaja mengeluarkan sedikit auranya ,membuatnya tampak berkharisma.
"Cih, siapa kau yang datang-datang langsung mengeluarkan perkataan kotor di rumah ku!" Pemimpin dari Sekte Awan Langit berkata dengan nada sinis. Namun sekilas juga mengandung kemarahan di dalamnya.
"Baiklah, aku anggap jawaban kalian mau dengan paksaan!" ucap Zhang Ziyi, dia juga memasang seringai sinis. Perlahan tapi pasti suhu di sekitaran Awan Langit mulai berubah mencekam. Namun itu hanya dirasakan oleh anggota Awan Langit saja, sementara untuk pasukan yang dia bawa oleh Zhang Ziyi tidak merasakan apa-apa.
"Aku hanya akan menghalangi pergerakan mereka dengan sedikit auraku. Selebihnya manfaatkan kesempatan itu untuk melumpuhkan lawan sebanyak-banyaknya.!" ucap Zhang Ziyi pada bawahannya.
"Kami mengerti, pemimpin!" ucap pasukan yang dibawanya secara bersamaan.
Setelahnya pertempuran pun pecah. Zhang Ziyi membiarkan pasukannya bertarung dengan para murid Sekte Awan Langit. sementara orang-orang yang memiliki kekuatan Ranah Dewa Abadi, Zhang Ziyi memberikan tekanan pada mereka. Sehingga orang-orang itu tidak akan bergerak selain dengan melawannya.
Sebagai sekte Menengah, mereka bukanlah lawan yang mudah untuk di tundukkan. Terbukti saat ini pasukan Zhang Ziyi banyak yang kewalahan dan mengalami luka. Lain halnya dengan pasukan Awan Langit. Meskipun mereka juga mengalami hal yang sama dengan apa yang di alami oleh pasukan Zhang Ziyi, namun mereka tidak terlalu parah dan separah orang-orang Zhang Ziyi.
Namun Zhang Ziyi belum mau mengambil tindakan. Dia akan melihat sejauh mana perkembangan mereka, dan sampai di mana mereka akan menyerah.
Tampak di sana para petinggi Sekte Awan Langit, termasuk dengan Pemimpin Sekte telah menunjukkan perlawanan terhadap tekanan yang di berikan Zhang Ziyi. Dan mereka berhasil melakukannya.
"Hmm, ini menarik!" ucap Zhang Ziyi kala mengetahui tekanan yang dia berikan berhasil di netralkan oleh petinggi Sekte Awan Langit tersebut.
Kemudian dia menghilang dan langsung mengalihkan para petinggi Sekte tersebut, guna tidak ada yang bergabung dengan pasukan yang bertarung di bawah sana.
"Hahaha, mengapa kau begitu terburu-buru untuk menghampiri kami, apakah kau takut para pasukan mu itu akan mati oleh salah satu dari kami?" ucap salah satu petinggi.
"Pasukan ku tidak perlu turun tangan untuk menghadapi kalian. Cukup dengan aku sendiri saja sudah cukup!" ucap Zhang Ziyi.
"Kau begitu percaya diri sekali anak muda. Baiklah, mari kita lihat sejauh mana kepercayaan dirimu ini setelah merasakan bagaimana kekuatan kami!" Salah seorang dari petinggi Awan Langit datang menyerang ke arah Zhang Ziyi. Tebasan kurus di terlibas dan menargetkan perut Zhang Ziyi. Namun dapat di hindari dengan mudah oleh Zhang Ziyi sendiri.
Zhang Ziyi hanya dengan menggunakan sedikit kecepatannya serta sedikit enegi Qi di tangan kanannya, menyentuh bagian tulang belakang Petinggi tersebut dengan pelan. Namun sentuhan pelan itu berhasil membuat petinggi tadi terpental jauh menabrak dinding bangunan.
Melihat petinggi yang kalah hanya dengan sedikit sentuhan itu, membuat banyak tatapan tak percaya dari petinggi lainnya. Kini keraguan telah mulai bersarang di benak mereka.
__ADS_1
"Lalu kenapa? Bahkan kita saja berjumlah tiga puluh orang. Sementara dia hanya seorang diri!" ucap pemimpin Sekte Awan Langit.
"Yang dikatakan pemimpin benar. Kita menang jumlah, dan juga sudah tentu akan menang mudah melawannya yang hanya seorang diri!"
Mereka kemudian sama-sama menyiapkan diri. Mengaliri seluruh tubuh dengan energi Qi, baru setelahnya satu per satu dari para petinggi itu maju menyerang Zhang Ziyi.
Menyambut serangan mereka dengan santai. Bahkan formasi penyerangan yang tertata rapi dengan serangan yang bagai air mengalir deras datang bertubi-tubi itu tak mampu untuk membuat Zhang Ziyi kewalahan.
Serangan demi serangan tajam, berhasil di tepis dan di hindari oleh Zhang Ziyi dengan mudah. Beberapa kali dia akan membalas dengan serangan pula.
Tak ingin membuang-buang waktu Zhang Ziyi mempercepat pola tarungnya. Tinju, serta tapak mendarat di masing-masing dada tiga puluh orang itu. Membuat mereka terpental di segala arah.
"Sialan! Dia begitu kuat!"
."Bagaimana ini?"
"Serang dia menggunakan formasi kita!" ucap pemimpin Awan Langit.
"Baik!"
Semuanya kembali bangkit. Lalu mereka datang dengan mengelilingi Zhang Ziyi. Setelahnya melakukan perubahan energi dan menyerang Zhang Ziyi dengan serangan energi.
Whush!
Whush!
Whush!
...
Baamm!!
Ledakan terdengar, bahkan menciptakan gelombang suara yang menggetar. Kabut tebal juga terlihat mengepul deras. Para petinggi itu menunggu hingga kabut menghilang untuk melihat lebih jelas hasilnya.
Whush!
Whush!
Whush!
....
Serangan energi tiba-tiba saja dari balik kabut tebal itu. Datang di arah berbeda, me menargetkan para petinggi serta pemimpin A.wan Langit. Mereka tidak sempat untuk mengambil reaksi, sebelum serangan-serangan tersebut berhasil mengenai tubuh mereka.
sebelum tubuh mereka terpental lebih jauh oleh serangan energi tadi, Zhang Ziyi telah lebih dulu muncul di belakang satu per satu dari mereka dengan kecepatan diluar nalar, lalu mulai melancarkan serangan beruntun.
Bukk!!
BUKK!!
__ADS_1
Bukk!!
...
Satu per satu dari mereka terpental berlawanan arah dari sebelumnya. Lebih parahnya, serangan yang di arahkan Zhang Ziyi tadi bukanlah serangan biasa. Hingga berakhir dengan kembali terjatuh dan menghantam lantai dengan keras. Bahkan ada beberapa diantara terpental keluar wilayah Awan Langit dan berakhir jatuh ke tanah.
Di sisi lain, para pasukan Zhang Ziyi juga telah menunjukkan suatu perubahan. Mereka telah berhasil membalikkan keadaan yang semula tidak berpihak pada mereka. Pasukan Awan Langit banyak yang terluka oleh pasukan Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi memasang sunggingan kecil melihat daya juang pasukannya itu. Merasa kemenangan telah berpihak pada mereka, Zhang Ziyi berniat untuk mengakhiri ini.
Dia mengeluarkan aura yang begitu besar dan menakutkan. Aura yang terpancar itu berhasil membuat para petinggi serta pasukan Awan Langit gentar.
"Bagaimana? Apakah kalian masih ingin me menolak untuk menjadi bagian dari kami?" Kenali tawaran itu dikeluarkan oleh Zhang Ziyi.
Pemimpin Awan Langit semula hendak menolak. Namun melihat tatapan tajam Zhang Ziyi yang tampaknya begitu tidak menerima adanya penolakan itu, membuatnya ciut. Dengan terpaksa, dia haru mengakui bahwa Sekte Awan Langit sebagai bagian dari kelompok yang di pimpin oleh Zhang Ziyi ini.
Zhang Ziyi mengenal napas. Misi mereka di Wilayah Sekte Awan Langit berjalan dengan lancar. Dia lalu melempar pil kepada para petinggi Sekte Awan Langit, namun dia memberikannya setelah mereka mengucapkan sumpah serapah. Dimana dengan menggunakan kutukan Nirvana sebagai saksi.
***
Baamm!!
Baamm!!
Baamm!!
Ledakan besar terdengar bersahutan. Terdengar pula teriakan orang-orang yang ada saat ini tengah bertarung. Selain bertarung di bawah, ada juga beberapa orang yang bertarung di udara.
"Hahaha, lihatlah orang-orang–mu ini banyak yang berguguran. Jika ini terus berlanjut, takutnya kau malah akan kehabisan banyak anggota," suara terdengar begitu memprovokasi. Itu berasal dari Pemimpin Tengkorak Iblis, berbicara dengan seorang wanita berpakaian hijau giok.
"Cih, langkahi dulu mayat–ku!" Wanita yang merupakan pemimpin dari rumput Giok itu berkata dengan teguh terhadap pendiriannya. Ya, dia berprinsip, lebih baik mati daripada harus mengabdikan diri serta sekte–nya kepada kelompok lain. Apalagi sekte musuhnya juga mengabdikan diri terhadap kelompok tersebut.
"Hahaha, Entah bodoh atau apa... Tapi baiklah! Aku akan mengabulkan keinginanmu!"
Pemimpin Tengkorak Iblis lalu menyerang Pemimpin Sekte Rumput Giok. Pertarungan keduanya tak bisa terhindarkan. Bertarung dengan imbang, tak terlihat tanda-tanda miring sebelah. Hal itu pula lah yang membuat Zhang Meng kesal. Sementara dirinya saat ini telah berhasil menundukkan, orang-orang dari sekte Rumput Giok hanya menyisakan pemimpin sekte saja.
Kedua pemimpin bertarung di atas sana sama-sama mengambil jarak.
"Hoi pria jelek. Cepat kau selesaikan urusanmu dengan nenek itu. Aku tidak ada waktu untuk menunggumu seharian menyelesaikan mereka!" Suara Zhang Meng terdengar memperingati Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis.
Sedangkan Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis hanya bisa menelan ludah kasar mendengar perkataan Zhang Meng tadi. Dirinya bahkan bahkan saat ini tengah kesusahan untuk menundukkan wanita tersebut.
"Tuan tenang saja! Ini tidak akan lama!." Pemimpin Tengkorak Iblis membalas perkataan Zhang Meng dengan sedikit mengeraskan suaranya.
"Tidak lama matamu! Aku bahkan sudah menunggu lama tadi!" Zhang Meng tampaknya mulai tidak sabaran.
Tidak tahan mendengar ocehan Zhang Meng, Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis kemudian berniat untuk mengerahkan semua kemampuannya. Guna menyelesaikan pertarungannya dengan Wanita yang menjadi pemimpin Sekte Rumput Giok ini.
Aura merah serat hitam terpancar dari tubuh pemimpin Sekte Tengkorak Iblis. Bersama dengan itu Kekuatannya juga ikut meningkat.
__ADS_1