
Bunyi dentingan pedang yang saling beradu, terdengar bersahutan. Mengiringi jalannya pertarungan.
Satu per satu dari ketujuh ketua menyerang Zhang Ziyi secara bergantian. Awalnya mereka sengaja untuk menahan sedikit kekuatannya, dikarenakan Zhang Ziyi yang masih terbilang sangat muda di bandingkan dengan mereka. Namun sejalan pertarungan, tak tampak anak itu kesusahan sekali pun.
Sempat dibuat heran sesaat. Pasalnya, sebelumnya anak ini memiliki kekuatan yang berada di bawah mereka. Namun dalam waktu dekat, dia malah telah melampaui ketua-ketua itu.
-
Melihat Zhang Ziyi yang sepertinya memiliki kekuatan lebih besar dari ekspetasi mereka. Para ketua itu lantas menambah ritme pertarungannya. Menggunakan kekuatan sekitar sembilan puluh persen. Berharap dengan begitu, anak itu akan bisa di kalahkan dengan mudah.
Sialnya, mendapat serangan gencar yang terus-menerus tanpa henti, tak membuat Zhang Ziyi kesusahan sedikitpun. Bahkan Zhang Ziyi terlihat lebih bersemangat lagi kala para ketua itu juga menambah kekuatannya.
Formasi yang hancur, dengan menyerang tanpa perlu perhitungan terlebih dahulu. Hal itu yang membuat mereka kian tak bisa menyentuh Zhang Ziyi.
Bahkan kerap Zhang Ziyi memukul mundur orang-orang tua itu, meski dia dalam posisi bertahan sementara para orang itu, kian berada di posisi menyerang.
Memasang seringai sini. Seiring dengan waktu yang terlewatkan, Zhang Ziyi pun juga mulai semakin mendominasi.
Di sisi lain, para ketua divisi kembali merasakan suasana bertarung seperti melawan orang bertopeng ungu tadi. Dimana tidak ada rasa solidaritas. Membuat mereka kian di tindas.
"Cih, aku berharap tidak akan seperti ini akhirnya. Sayangnya orang-orang tua ini terlalu lemah ternyata. Bahkan hanya untuk melawan anak kecil seperti aku saja sudah tidak bisa menang, apalagi mengahadapi musuh yang berkali-kali lipat lebih besar di banding kekuatanku! Yakin dan percaya. 5 tahun ke depan, sekte Tujuh Elemen. hanya akan tinggal nama saja!" Bertarung dengan sedikit pancingan menggunkan kalimat yang begitu menyinggung.
Benar saja, setelah mendengar perkataan dari Zhang Ziyi, ketujuh orang tua tampaknya terpancing dan lebih bergairah untuk menumbangkan anak itu. Seiring dengan berjalannya waktu, ketua divisi dari sekte tujuh elemen itu kini mulai menunjukan tanda-tanda kemajuan.
Kini mereka tampak bertarung dengan penuh terarah. Meski agak canggung untuk ketua-ketua itu lakukan, namun setidaknya rasa kerjasama telah tercipta sedikit.
Zhang Ziyi memasang sunggingan kecil. Janji untuk membuat orang-orang tua ini berdamai hampir tercapai. Namun begitu, dia harus tetap berusaha untuk membuat para ketua ini berdamai.
Kian terlewat waktu, dengan kemajuan yang semakin meningkat. Kala para ketua tak menunjukan tanda-tanda akan berkerjasama lagi, Zhang Ziyi lantas mengambil tindakan dengan menggencarkan serangannya, membuat lawan kerepotan. Tentu saja di situasi seperti itu, kerjasama juga akan terjalin dengan sendirinya.
Saat tengah bertarung, Zhang Ziyi merasakan sesuatu yang sangat besar, tengah mengarah ke arah mereka.
__ADS_1
Hitam pekat, juga memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda dari puncak kekuatannya. Hal itu sendiri membuatnya cukup khawatir. Tanpa sadar, dia sedikit merinding kala merasakan hal itu.
Zhang Ziyi tiba-tiba merasa seperti di pantau oleh sesuatu yang begitu jauh, namun jelas dalam memantaunya. Mata hitam nan besar, Yang mampu menembus hingga ke jarak lima ratus kilometer itu. Begitulah yang Zhang Ziyi rasakan terhadap sesuatu yang memperhatikannya barusan.
"Ini tidak biasa. Pasukan bertopeng yang akan datang untuk ini, memiliki kekuatan yang beberapa kali lipat dari sebelumnya. Juga aku melihat mereka datang bersama dengan orang kuat di sisi mereka. Aku harus mempersiapkan diri untuk menyambut orang-orang ini."
Zhang Ziyi tak berniat bermain-main lagi. Dia memilih untuk lebih serius. Karena masalah d yang akan mereka hadapi kedepannya itu jauh lebih serius lagi.
Jika tadi dia memilih bertahan dengan sedikit sekali untuk menyerang, namun kali Ini Zhang Ziyi tak lagi seperti tadi. Kini dia akan lebih banyak menyerang di banding dengan bertahan.
Dalam waktu singkat, tempo pertarungan yang kian merusuh itu. Menekan para ketua dengan begitu cepat.
Jika tadi para ketua bisa menyerang tanpa banyak terkena serangan balas dari Zhang Ziyi, namun kali ini rasa-rasnya telah berbeda banyak.
Tidak ada waktu terlewat, selain dengan serangan tangan kosong dari Zhang Ziyi yang mengenai tubuh para ketua divisi. Bahkan beberapa kali dia membuat mereka terpental.
Meski begitu, para ketua ini, bukannya jera, justru mereka malah semakin bertambah semangat untuk tetap bertarung. Juga kerjasama yang mulai tak di ragukan itu. Zhang Ziyi telah berhasil merubah jalan pikir ketujuh orang tua ini.
"O–ow, tampaknya aku yang susah sekarang."
Kini dia tak berniat memberi ruang lagi. Dengan kasar, Zhang Ziyi membanting Ketua Yun Ming. Memandang keras perut Han Yue. Serta melakukan tolakan energi terhadap Loi Dong. Juga menyerang yang lainnya.
Mereka yang mendapat serangan dari Zhang Ziyi tadi, kini telah mengalami luka yang tidak kecil.
"Kenapa anak itu tampak semakin kuat dan garang sekarang? Bahkan Kekuatannya itu begitu sangat mengerikan," ucap Wei An.
Selang beberapa saat, Zhang Ziyi berniat mengakhiri pertarungan tersebut. Saat selesai membuat para ketua itu terpental, Zhang Ziyi lantas menciptakan burung dari elemen petir. Burung itu bergerak Secara berkelompok ke arah para ketua.
Ketujuh ketua yang sudah berniat kembali menyerang, malah menghentikan niat kala melihat burung-burung petir tersebut.
Tak bisa berkata-kata dan mengambil tindakan banyak. Burung petir telah berhasil mengunci pergerakan mereka.
__ADS_1
"Mengucapkan kata menyerah tidaklah susah!" ucap Zhang Ziyi setelahnya, kala telah berhasil membuat para ketua tidak bisa berkutik.
"Cih, anak ini!"
Tampak berat bagi mereka untuk menyatakan kata menyerah. Kembali mereka saling pandang memandang. Hingga akhirnya sama-sama mengangguk dan mengambil keputusan.
"Ba–!"
Belum juga menyelesaikan kalimatnya, Lei Dong lantas menghentikannya saat tiba-tiba suhu di sekitar yang berubah mencekam. Bahkan untuk mengambil nafas pun lumayan susah.
Tak lama setelahnya, terlihat orang-orang bertopeng, dengan jumlah yang mencapai ratusan hampir mencapai ribuan. Memiliki kultivasi di ranah Dewa tahap 1 hingga ke ranah Surgawi. Topeng mereka pun berbeda-beda warna, sesuai dengan tingkat kultivasi mereka.
Namun kebanyakan dari mereka bertopeng Merah dan Putih. Sementara kultivator bertopeng ungu sekitar 100 orang. Dengan 10 kultivator bertopeng Hitam yang menunggangi kuda berwarna gelap. Dan seorang kultivator bertopeng Emas yang mengendarai kereta. Di dorong oleh empat makhluk menyerupai hewan darat namun memiliki sayap. Mungkin dia adalah pemimpinnya.
Salah satu dari orang-orang bertopeng itu maju ke depan. Tepat di samping kultivator bertopeng hitam, dia berhenti. Membisikkan sesuatu kepada kultivator bertopeng hitam. Tampak begitu serius dari ekspresinya. Pun berulang kali dia menunjuk ke arah Zhang Ziyi.
Beberapa saat, orang itu kembali ke barisan.
Maju ke depan dengan tunggangannya. Kultivator bertopeng hitam itu lantas berseru ke arah orang-orang, terkhusus Zhang Ziyi.
"Owh, jadi kau yang merupakan kultivator terhebat di antara orang-orang ini. Dengar-dengar, kau membunuh semua anggota kami dalam waktu singkat, dan bahkan kau tidak menyentuh mereka! ... Benar-benar menantang!"
Zhang Ziyi berbalik membalas tatapan tajam kultivator bertopeng hitam itu.
"Aku pun sama seperti mu. Sialnya, hujan aku yang hendak ku tantang. Melihat kultivasi orang yang mengendarai babi terbang itu yang sekiranya telah melampaui Ranah Surgawi, sepertinya dia cukup menantang untuk ditantang!" Zhang Ziyi maju lima langkah. Hingga dirinya berjarak lima meter dari kultivator bertopeng hitam.
"Cih, kau tak pantas untuk itu!" ucap kultivator bertopeng hitam itu. Meski demikian, Zhang Ziyi tak menanggapi sama sekali. Tatapannya terfokus kepada seorang kultivator bertopeng Emas.
Sekilas, saling tatap menatap. Keduanya sama-sama melepaskan aura ke arah lawan. Berwarna gelap dan emas. Keduanya terlalu larut dengan membentrok aura mereka, sampai -sampai tidak memperhatikan sekitarnya. Dimana, baik orang-orang dari kubu Zhang Ziyi, maupun orang-orang dari kubu Lelaki bertopeng itu sama-sama merasakan tekanan yang teramat sangat menekan mereka.
"Sepertinya kita hentikan adu aura ini. Tampaknya orang-orang di belakang kita yang belum mampu untuk Manahan bentrokan aura ini," ujar Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Hmm!" memberikan gertak sejenak, lelaki itu lantas menarik kembali aura miliknya. begitupun juga dengan Zhang Ziyi.
Di sisi lain, Para ketua divisi, Duo Shui, Murid-murid sekte Tujuh Elemen dan bahkan Zhang Zhili serta murid-muridnya juga merasakan tekanan yang begitu besar itu. Dadanya terasa sesak. Kini mereka mengetahui bahwa kekuatan Zhang Ziyi ini bukanlah sesuatu yang bisa mereka lihat sekarang.