Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 141 ~ Cahaya Putih


__ADS_3

Duarr!!


Ledakan terjadi. Dewa Api yang juga melepaskan serangan api ke arah lesatan energi lurus yang tercipta dari formasi Bintang Tujuh Elemen dibuat termundur sejauh dua langkah.


Di sisi lain, formasi Bintang Tujuh Elemen langsung hancur saat itu juga. Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Zhili, Shui Bing serta Shui Shan di buat terpental tidak searah.


"Tidak ku sangka, kegagalan percobaan pertama akan berdampak se–fatal ini." Zhang Ziyi bergumam. Setelahnya dia menghampiri rekan-rekannya, membantu mereka.


"Apakah ada yang salah?"


Zhang Ziyi tampak berpikir, setelah selesai membantu mengembalikan keadaan rekan-rekannya pada kondisi prima.


"Formasi Bintang Tujuh Elemen ini setahuku memiliki kekuatan yang tidak main-main besarnya."


Dewa Api tiba-tiba berkata. Zhang Ziyi mengernyit mendengar penuturan Dewa Api. "Apakah Kakek juga mengetahui tentang Formasi Tujuh Elemen ini?" tanya Zhang Ziyi.


"Ya, Formasi ini di ciptakan oleh tujuh kultivator yang salah satunya adalah murid–ku."


"Benarkah?" tanya Zhang Ziyi.


"Umm!" Dewa Api mengangguk. Mula-mula Zhang Ziyi tidak percaya, namun dia tidak melihat kebohongan sama sekali pada rona wajahnya Dewa Api.

__ADS_1


"Makanya aku merasa tidak asing dengan sekte Tujuh Elemen ini." Dewa Api mendekati Zhang Ziyi. "Kalau tebakanku tidak keliru, seharusnya sekte ini di bangun oleh murid–ku serta murid para Dewa Tua itu."


Dia berhenti sejenak. Mengenang kembali kenangan lalu, dimana masa-masa saat bersama dengan murid-muridnya. Dia bersama ke–enam sahabatnya mengangkat murid. Saling membanggakan murid masing-masing, namun pada akhirnya murid-murid itu tetap memiliki kekuatan yang setara.


"Hmm, begitu yah!"


"Sebenarnya ini sudah termasuk baik. Formasi yang mereka bentuk tadi juga termasuk hebat. Tapi ini baru saja percobaan pertama, makanya hasilnya juga belum maksimal." Dewa Api memandangi wajah Zhang Zhili serta yang lainnya satu per satu. "Kita bisa mencoba untuk yang kedua kalinya!"


Semuanya mengangguk. Lalu mereka mulai ke posisi masing-masing. Jika sebelumnya mereka sempat merasa sedikit ragu, maka kali ini mereka akan melakukannya dengan penuh percaya diri.


Zhang Zhili melepaskan aura berwarna hijau. Setelahnya menciptakan akar rambat yang langsung mengikat keenam murid-nya. Posisinya saat ini sebagai pilar sekaligus penguat formasi. Makanya dia berada di tengah dan pelindung.


Setelah semuanya telah terhubung, mereka lalu mulai melakukan segel tangan. Zhang Ziyi tidak berhenti untuk memberikan arahan, begitupun juga dengan Dewa Api yang sesekali juga mengangkat bicara. Di sisi lain, Laohu yang senantiasa terbang ke sana kemari dengan sayap berapi–nya.


Bintang emas yang semula berposisi mendatar, kini mulai berdiri tegak lurus secara vertikal. Setelahnya melepaskan kekuatan emas yang begitu luar biasa besarnya.


Dewa Api yang bertugas menghalau serangan energi emas itu juga mengeluarkan kekuatannya. Sekitar enam puluh persen dari kekuatan aslinya ia pusatkan pada serangan enegi api yang akan dia lepaskan ini.


Whush!


Swoshh!

__ADS_1


Dua energi berwarna emas serta merah bertemu di tengah-tengah. Terpancar aura yang sangat besar hingga menciptakan cahaya terang.


Kedua energi yang berbenturan terus saja beradu. Tidak ada yang mau mengalah. Tercipta dua buah cekungan pada kedua energi di titik tengah.


Kejadian itu terus berlangsung untuk beberapa saat. Kedua sisi juga saling mendukung energi mereka, baik tujuh orang maupun Dewa Api.


Ketujuh orang yang berada di lingkaran formasi masing-masing menguatkan segel, guna tak memecahkan formasi. Begitupun juga dengan Dewa Api yang berusaha mempertahankan serangannya guna tak kalah oleh energi emas itu.


Terus berlanjut, hingga sebuah ledakan terjadi yang menandakan berakhirnya adu serangan energi itu. Kabut tebal mengepul deras, kian menyebar hingga menutupi pandangan.


Bintang emas kini telah menghilang, namun tujuh orang tersebut tetap berada di posisinya masing-masing. Berbeda halnya dengan Dewa Api yang kini terpental ke belakang sejauh sepuluh langkah kaki.


"Hebat, kalian akhirnya berhasil menciptakan serangan besar. Meski tidak cukup untuk melukai kultivator setingkat Dewa Api, namun setidaknya bisa mengalahkan kultivator Ranah Alam Surgawi, mengingat kultivasi kalian ini rata-rata berada di Ranah Dewa Surgawi."


"Benar! Yang dikatakan Zhang Ziyi memang benar. Perbandingan antara Ranah Dewa Surgawi dan Ranah Alam Surgawi ibaratnya langit dan bumi. Begitu jauh jarak keduanya. Dan dengan menggunakan formasi ini, kalian bisa mengecilkan jarak tersebut. Apalagi seiring dengan kultivasi kalian yang meningkat, maka formasi ini juga akan bertambah kuat dengan sendirinya," jelas Dewa Api.


Ketujuh orang itu memasang rona muka bahagia. Meskipun mereka tahu bahwa Dewa Api hanya menggunakan sebagian kecilnya saja dari kekuatannya tadi, namun entah mengapa melihatnya terpukul mundur oleh serangan formasi yang mereka bentuk, hati mereka terasa senang.


"Kak Ziyi, formasi Bintang Tujuh Elemen telah berhasil kami lakukan dengan baik. Lantas, apakah kita akan kembali ke dunia ciptaan Dewa Waktu sekarang?" tanya Zhang Lan.


"Belum saatnya untuk kembali. Kalian harus berlatih lebih giat lagi di sini."

__ADS_1


"Baik, kak Ziyi!" Keenam rekan Zhang Ziyi mengangguk.


Saat tengah berbincang-bincang, mendadak sesuatu berwarna putih terpancar Terang di belakang Zhang Ziyi.


__ADS_2