Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 118 ~ Dua siluman


__ADS_3

"Eh, ada apa ini?"


Zhang Ziyi merasakan pusing sejenak. Tampaknya sesuatu rusuh tengah terjadi di dalam alam jiwanya.


Whush!


Muncul sosok Harimau Api bersayap yang tidak lain adalah Laohu.


"Mentang-mentang kau sudah bisa terbang, sampai-sampai dinding alam jiwa ku hendak kau hancurkan!" oceh Zhang Ziyi meskipun dia tidak yakin harimau itu akan berhasil menghancurkannya.


"Auumm!"


Zhang Ziyi mengerti. Harimau itu kesal sebab ditinggal sendiri dalam alam Jiwa. Semua ras centaurus sudah ia pindahkan ke dunia lain. Tentu Laohu akan kesepian dan merasa cepat bosan.


Salah satu diantara kunang-kunang terbang dan hinggap di hidung Laohu. Kekesalan yang menimpa dirinya seketika membuyar. Berganti dengan takjub kala melihat hewan kecil bertubuh cahaya kuning terang itu.


Terbang menjauh. Laohu beranjak untuk mengejarnya. Namun sejurus kemudian, dia menghentikan langkah saat menyadari makhluk kecil itu tidak hanya satu. Melainkan ratusan bahkan ribuan tersebar di udara. Cahaya kekuningan yang terpancar itu, membuat malam kelam tampak bercahaya.


Dia melompat. Cakarnya meraih salah satu kunang-kunang. Berhasil menangkap, sialnya kunang-kunang itu justru terbakar dan menjadi debu emas.


Sementara di sisi lain, Zhang Ziyi memperhatikan Laohu sejenak. Setelahnya mengangkat pandangan ke atas, dimana Siluman Rubah hendak kembali melancarkan serangan terhadapnya.


"Laohu, bisakah kau urus siluman itu?" panggil Zhang Ziyi.


Harimau api yang semula fokus kepada kunang-kunang, kini menolehkan pandangan ke arah sumber suara. Mendapati majikannya yang menoleh ke satu arah. Dia lantas ikuti mengarahkan pandangannya ke arah yang di lihat Zhang Ziyi.


"Auumm!"


Mengaum sembari mengangguk.


Kobaran api emas tercipta di tubuh Laohu. Ganas dan semakin membesar. Selang beberapa saat, tubuh Laohu berubah besar, setara dengan besarnya siluman rubah.


Wujudnya tampak beberapa bagiannya telah bertransformasi. Belang pada bulunya memancarkan cahaya panas. Kuku yang tajam nan panjang. Taring besar dan runcing. Serta sayap yang terkobar api emas.


"Auumm!!"


Gelombang suara tercipta. Pohon-pohon bergoyang hebat. Bahkan ada beberapa yang langsung terlepas serta akar-akarnya dan terbang terbawa arus gelombang suara tersebut.


Burung-burung yang kebetulan beristirahat di pohon tersebut terbang berhamburan.


Zhang Ziyi menengadah. Dua ekor siluman Suci telah berada di hadapannya. ukuran yang menyerupai bukit besar itu. Zhang Ziyi sudah bisa menebak kerusakan sebesar apa yang akan di timbulkan oleh kedua siluman ini jika mereka bertarung di sini.

__ADS_1


"Laohu, bawa Siluman rubah ini ke atas. Bertarung kau di atas awan, atau bila perlu di luar planet ini sekaligus. Asal jangan menginjak tanah!"


Laohu menoleh ke bawah sejenak. setelahnya menganggukkan kepala.


Mengeluarkan semburan api panas dari mulutnya. Mengarahkan ke siluman rubah berekor empat.


Rubah itu sendiri tak berniat tinggal diam. Empat ekor besar yang ada di belakangnya bergerak. Masing-masing ekor mengeluarkan cahaya biru. Percikan petir tercipta, menyatu lalu memanjang dan menghalau serangan api dari Laohu.


Swoshh!


Duarr!


Ledakan besar tercipta kala kedua serangan itu bertemu. Tanah bergetar sesaat. Angin kencang tercipta, debu-debu berterbangan di mana-mana.


Laohu menatap sorot mata biru milik siluman rubah.


"Hehehe, kau cukup kuat ternyata, Rubah Cantik!" Laohu berkata dengan bahasa siluman. Bagi manusia mungkin tak mengerti, namun bagi sesama siluman, tentu saja rubah berekor empat itu mengerti bahasa Laohu.


"Sudah mau mati, dan aku masih sempat-sempatnya memujiku! Cih!" Rubah berekor empat membuang muka. Dia begitu percaya akan kekuatannya yang pasti akan mampu membunuh Laohu ini dalam beberapa serangan saja.


"Hugh, kau sangat cuek, manis–ku!"


Crisstt!


Duarr!


Gundukan tanah mendadak menjadi kawah dalam. Tak terlihat Laohu di sana. Serangan itu sendiri nyatanya tak mengenai siluman Harimau api tersebut sebab dia telah lebih dulu menghindar.


"Hoi, Siluman cantik! Mengapa kau menyerang tanah! Aku di sini!"


Mendongak ke atas, rubah itu dapat melihat sosok Laohu yang telah melayang dengan sayap api terkepak.


"Sialan! Jangan lari ... Kemari kau!"


Kedua siluman bertarung di udara. Tampak seperti garis berwarna biru serta merah keemasan yang memanjang. Bergerak dan saling berbenturan di kegelapan malam.


Jdeerrr!!


Jdeerrr!!


Kembang api meledak-ledak di udara. Kedua siluman itu tampak imbang. Jika seorangnya hendak menyerang menggunakan serangan energi, maka yang satunya juga akan melakukan hal demikian. Sehingga tak ayal ledakan besar membentuk kembang api akan tercipta. Membuat malam yang kelam itu tampak berwarna warni.

__ADS_1


Di sisi lain, dua orang pemuda saat ini tengah berlari di atas atap. Menghentikan lari sejenak, kala melihat ledakan kembang api yang jaraknya lumayan jauh dari tempat mereka berada.


"Ledakan itu, tampaknya Pertarungan tengah terjadi di sana!"


"Kau benar! Mari ke sana, dan lihat apa yang terjadi! Bisa jadi ini ada hubungannya dengan seseorang di balik masalah yang menimpa desa ini!" gadis itu berkata sembari melempar pandangannya ke arah kembang api yang terus menerus tercipta dan meledak-ledak itu.


"Juga tidak menutup kemungkinan, anggota sekte juga akan ke sana!" ucap Su Chen. Gadis itu sendiri adalah Su Mei.


Keduanya lantas kembali bergerak. Berlari melompati atap demi atap rumah. Dalam sekejap, keduanya telah begitu jauh.


Selang beberapa saat, keduanya sampai di sebuah tempat terang. Penuh akan kunang-kunang yang berterbangan di mana-mana.


Sempat mereka terpaku dengan pemandangan yang begitu memanjakan mata itu, namun hal itu langsung buyar saat Su Chen salah menangkap seseorang berjubah, di sampingnya terdapat dua orang lelaki tak berbusana.


Kontan dia langsung menutupi mata Su Mei dengan tangan kanannya. Hampir saja gadis itu menoleh dan melihat dua lelaki tak berbusana itu. Beruntung tangan Su Chen cukup cepat.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan!"


Kesal terdengar dari intonasi yang di keluarkan Su Mei. Sembari juga tangannya memegangi pergelangan tangan Su Chen. Berniat melepaskan tangan itu dari matanya.


"E–eh. Mei'er! Lebih baik kita ke sana. Di sini tidak ada siapa-siapa... Ayo!"


Su Chen langsung membalikkan tubuh Su Mei. Menariknya untuk menjauh dari tempat itu.


Sayangnya, jiwa penasaran Su Mei meronta-ronta. Segera dia membalikkan badannya. Alangkah terkejut dirinya kala melihat dua orang berjubah, dengan batang yang menggantung di tumbuhi oleh rumput-rumput hitam liar.


BUKK!


"Kenapa kau tak bilang padaku, sebelumnya!" Marah Su Mei. Jujur ini kali pertama dia melihat benda itu. Bahkan tubuhnya sempat bergetar. Wajah datar serta dingin yang selalu dia tampakan itu mendadak buyar, berganti menjadi salting.


\=\=\=\=


Sekedar Info.


Teman-teman readers, novel ini akan mulai berjalan normal kembali di bulan Desember. Juga Sebenarnya niatnya mau libur nulis dulu untuk bulan ini, soalnya mau fokus ke ujian di bulan November ini. Tapi karena suatu hal, maka salah satu novel yang udh aku tabung beberapa bab dan berniat untuk mempublikasikan buldep harus ku UP dari sekarang. Maka dari itu, teman-teman readers bisa mampir ke sana yah.


Judulnya Kuno Ke Modern. Berkisah dengan latar dunia modern. Berbeda dengan cerita Zhang Ziyi ini. Namun pastinya akan tetap seru kok.


Sementara untuk cerita Perjalanan Menjadi Sang Legenda akan aku Up bulan baru, bersamaan dengan Cerita Zhang Ziyi ini. Di bab awal cerita PMSL ini ada beberapa yang udah aku revisi, tentunya akan jauh lebih menarik dari yang telah aku Up.


Sekian dan terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2