Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 128 ~ Naga


__ADS_3

Zhang Ziyi semakin panik. Magma yang ada di bawahnya perlahan mulai naik. Sedikit demi sedikit, semakin dekat.


"Tidak!!!" Zhang Ziyi berteriak histeris. Suhu yang teramat sangat tinggi itu, langsung membakar semua bajunya. Bahkan rambutnya pun juga ikut terbakar.


Kini, bagian belakang Zhang Ziyi tidak terbentuk lagi. Dagingnya telah matang,. Zhang Ziyi bisa mencium aroma daging bakar yang tidak lain berasal dari dagingnya sendiri.


Tak membiarkan kesadarannya menghilang, Zhang Ziyi menguatkan tubuhnya. Energi Qi tidak banyak berguna dalam situasi ini.


Sementara magma yang ada di bawahnya, kini tinggal satu meter sebelum merendam dirinya sepenuhnya.


Percikan-percikan pada gelembung magma yang pecah mengenai tubuh bagian belakang Zhang Ziyi. Namun Zhang Ziyi tidak merasakan rasa sakit akibat percikan magma itu, Melainkan punggungnya yang telah terbakar lebih dulu, oleh hawa magma yang terlampau panas.


Tak berhenti teriakan kesakitan terdengar dari mulutnya. Bahkan dirinya yang belum mati pun sudah mendapatkan siksaan layaknya di neraka.


"Arrghhh! Berheenntttiii!!'' Magma kini telah menyentuhnya. Zhang Ziyi Tak kuat lagi. Kini tubuhnya yang semula melayang, ambruk seketika. Membuatnya tercelup di dalam magma yang menyala. Asap keluar dari magma.


Lama anak itu berada dalam magma. Tak ada lagi energi yang tersisa dalam tubuhnya. Kesadarannya pun telah menghilang dari tadi. Entah bagaimana nasib anak itu setelahnya.


***


"Akhirnya aku berhasil mencapai tangga ke 93! Tinggal tujuh tangga lagi sebelum aku menyelesaikan ujian seratus anak tangga ini! Haah... Haah!"


Tubuhnya berkeringat. Telah jauh perjalananya. Semuanya ia lewati dengan tidak mudah. Pasalnya setiap anak tangga memiliki tekanan yang sangat besar dan berbeda-beda. Semakin tinggi anak tangga, maka semakin bertambah pula suatu tekanan pada anak tangga.

__ADS_1


Sui Shan Berlutut. Menahan tekanan tersebut dengan sekuat tenaga. Berusaha untuk menyeimbangkan tubuhnya, agar tidak terjatuh dan terdorong jatuh oleh tekanan tersebut. Sudah beberapa kali dia mencoba untuk menaiki anak tangga ke 93 ini, akan tetapi dia selalu terjatuh, sebab tekanan yang besar itu yang selalu mendorong dirinya. Dan kini, hal itu tak ia biarkan terulang lagi.


Pedangnya ia tancapkan pada anak tangga. Sembari itu, dia juga melepaskan energinya yang besar, untuk menetralkan tekanan tersebut. Meski tidak terlalu membantu, akan tetapi setidaknya dia telah berusaha.


Tiga jam dia membiasakan diri dengan tekanan yang ada pada anak tangga ke 93 itu, akhirnya dia mulai bisa memposisikan dirinya. Tekanan itu juga terasa sedikit berkurang. Cukup lama dia terdiam dalam posisinya, tetapi tetap dia harus mengerahkan semua kemampuannya untuk itu.


Shio San mengambil posisi duduk bersila. Lalu melakukan kultivasi.


Di sisi lain, Zhang Zhili telah berhasil mencapai tangga ke 94. Shui Bing telah berhasil mencapai tangga ke 91. Zhang Yin telah berhasil mencapai anak tangga ke 88. Di susul oleh Zhang Bai yang telah berhasil mencapai hingga tangga ke 87. Zhang Meng serta Zhang Lan yang juga telah berhasil mencapai anak tangga ke 85.


Tidak hanya berhasil mencapai anak tangga tertinggi. Kultivasi mereka pun juga banyak meningkat.


"Sudah beberapa Minggu kita berada di sini. Telah banyak yang kita capai. Namun beberapa Minggu ini juga, tak terlihat Kak Ziyi menengok kita!" ucap Zhang Lan. Dia berdiri dan telah siap untuk menaiki anak tangga selanjutnya.


"Ya, kau benar! Dia di sana mungkin tengah berjuang untuk suatu hal. Makanya kita di sini juga harus berjuang untuk melewati ujian anak tangga ini!" Zhang Bie juga ikutan bersuara.


"Ya, semoga saja dia baik-baik saja di sana!" Zhang Lan menghela napas sejenak. Setelahnya dia mulai menaiki anak tangga ke 86.


***


Magma mendidih. Menciptakan gelembung-gelembung air yang pecah lalu kemudian muncul kembali gelembung-gelembung itu.


Tanda-tanda akan kemunculan Zhang Ziyi tak terlihat. Dia masih tertelan di dalam lautan magma.

__ADS_1


Arus magma semakin menderas. Terlihat sebuah benda mengapung. Berwarna hitam seutuhnya dengan tidak hentinya mengeluarkan asap. Benda itu tak bergerak, hanya saja terombang-ambing oleh arus magma.


Gelombang magma tiba-tiba tercipta. Sangat besar, hingga membuat benda berwarna hitam angus itu timbul senyap oleh sang gelombang.


Tak lama setelahnya, muncul sosok kepala makhluk misterius. Sangat besar makhluk itu, dengan sorot mata tajam menatap satu arah di mana benda hangus itu berada.


Kepalanya keluar dari air sepenuhnya, memperlihatkan wujudnya yang ternyata seekor naga. Dengan kulit keras layaknya batu meteor.


Dia mendengus, menciptakan semburan asap yang keluar dari kedua lubang hidungnya.


"Hmmmbrrr. Meski sudah hitam sepenuhnya, dengan daging yang telah matang seperti ini, namun energi kehidupannya masih ada."


Dia semakin mengangkat tubuhnya. Wujudnya begitu besar, bahkan hampir sepertiga dari besarnya lautan magma ini.


"Begitu besarkah keinginanmu untuk hidup, sehingga meski ragamu telah mati, namum jiwamu belum mau melepaskan diri darinya?" gumam si Naga.


Dia sebenarnya juga heran akan manusia ini. Sebelumnya, yang sampai di tahap ujian kedua hanya sebagian kecil saja. Bahkan bisa di hitung dengan jari. Lain daripada itu, semuanya mati di ujian pertama. Meski demikian, kasus yang seperti ini baru saja dia temukan pada Zhang Ziyi ini.


"Hmm, menarik!"


Selesai dengan gumaman itu, tiba-tiba saja tubuh Zhang Ziyi terangkat dari magma. setelahnya, Naga tersebut menyemburkan api panas ke arah tubuh Zhang Ziyi.


Tak butuh waktu lama bagi tubuh Zhang Ziyi untuk rusak, dan berakhir dengan hilang. Kulit serta dagingnya menyusut hingga hilang seketika. Menyisakan tulangnya. Ya, dikarenakan kualitas tulang Zhang Ziyi yang berbeda dengan tulang pada umumnya, maka tulang itu masih tetap utuh.

__ADS_1


__ADS_2