Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 174 ~ Bertarung Kembali


__ADS_3

Dewa Ruang mengangkat tangan kanan. Jari telunjuk menunjuk ke bawah, Dimana Fang Shi yang tampak terduduk di atas setelah berhasil mencuri Mutiara Darah Semesta dari tangan Fang Shi, kini dia berniat untuk membunuh anak itu.


Panik sangat Fang Shi terlihat dari raut wajahnya. Dia sangat gugup sekarang.


Bola energi berwarna hitam tercipta dari ujung jari telunjuk Dewa Ruang. Setelahnya, bola energi tersebut terlepas dan melesat lurus ke arah Fang Shi.


Takdir hidupnya hanya sampai di sini? Fang Shi pasrah, menunggu sampai bola energi hitam itu membunuhnya. Kedua matanya terpejam, menunggu detik-detik Kematian menyapanya.


Tapi, Fang Shi telah menunggu lumayan lama sedangkan bola energi tadi belum juga menyapa tubuhnya. Penasaran dengan itu, dia lantas membuka kedua matanya ragu-ragu.


Pertama kali dia berekpresi bingung kala melihat bola energi hitam yang tadi sempat di arahkan Dewa ruang padannya tiba-tiba saja berhenti, beberapa inci sebelum mengenai batang hidungnya. Tak lama setelahnya, energi tersebut tiba-tiba saja hancur menjadi debu-debu hitam lalu terpisah dan menyatu dengan angin.


Tidak hanya Fan Shi yang kaget, tapi juga Dewa Ruang. Padahal dia sangat berharap Putra dari Dewa Pedang itu sudah mati sekarang, namun yang terjadi malah berhasil mengagetkannya.


"Ada apa ini? Siapa yang berani menghancurkan serangan ku? ... Kurang Ajar!" Dewa Yun Biao geram.


"Itu adalah aku!" Zhang Ziyi terbang pelan ke arah Dewa Yun Biao. Menatap Dewa Yun Biao dengan memasang senyum sinis ke arahnya.


"Kau?" Sempat tersentak sesaat, Dewa Yun Biao saat melihat orang tersebut adalah Zhang Ziyi. Seorang pemuda yang dahulu pernah bertemu dengannya. Bahkan keduanya sempat melangsungkan pertarungan.


"Kita bertemu lagi, Dewa Ruang!" ucap Zhang Ziyi.


"Hahaha, apakah se–sempit ini?!" ucap Dewa Yun Biao. Dia juga mengeluarkan tawa keras brsmaa itu.


Zhang Ziyi tidak memberikan tanggapan, dia membiarkan Dewa Ruang untuk tertawa puas.


"Kebetulan sekali aku sedang mencari–mu, Bocah. Kalau bukan karena makhluk aneh itu, mungkin saja aku telah mati sekarang!" ucap sinis Dewa Yun Biao.


Zhang Ziyi menangkap satu hal dari perkataan Dewa Yun Biao. Terkait akan sosok makhluk aneh.


"Makhluk Aneh? Apa maksudnya?" batin Zhang Ziyi.


"Tunggu dulu, Pak Tua! Makhluk aneh apa yang kau maksud?" tanya Zhang Ziyi.

__ADS_1


"Owh, kau sendiri tidak sadar rupanya..." ucap Dewa Yun Biao. "Persetan dengan makhluk itu. Aku akan membunuhmu saat ini juga!"


Aura hitam, dengan mengandung tekanan yang begitu mengintimidasi menyebar dari tubuh Dewa Yun Biao. Dia melayang beberapa puluh meter di atas permukaan tanah. Dia awalnya tidak percaya dengan kekuatan Zhang Ziyi yang begitu meningkat drastis sejak bertemu sebelumnya. Tapi apapun itu, dia berpikir bahwa dirinya masih bisa untuk mengalahkan anak ini.


Tak ingin tinggal diam, melihat Dewa Yun Biao melepaskan kekuatannya. Zhang Ziyi pun melakukan hal serupa. Tubuhnya terpancar cahaya emas, bersamaan dengan itu debu-debu Emas juga tengah mengelilinginya saat ini.


Sejenak, Zhang Ziyi tampak seperti seorang Dewa yang sangat Agung. Rambut panjangnya terkibar diterpa angin kencang. Begitupun juga dengan jubahnya.


Wilayah itu kini mulai berat lelah dominasi dua aura hebat yang dipancarkan oleh Zhang Ziyi dan Dewa Yun Biao. Tampak satu kawah telah tercipta tepat di tengah-tengah dua aura yang saling bertubrukan itu.


Dari sini, Zhang Ziyi bisa menebak kalau Dewa Ruang itu memiliki kultivasi di tingkat Dewa Abadi. Sama seperti dirinya.


Keduanya sama-sama melesat ke arah lawan. Dua tapak saling bertemu, menciptakan gelombang kejut sangat besar. Fang Shi yang berada di sana, segera menghindar sejauh-jauhnya. Tak ingin mati kutu karena tekena imbas dari pertarungan kedua orang itu. Dia sendirian saat ini tengah bingung, Fang Shi seperti mengenali wajah Zhang Ziyi, tapi dia tidak terlalu yakin. Wajah Zhang Ziyi memang tampak tidak asing baginya.


Mencoba mengingat kembali di mana dia bertemu dengan pemuda yang menolongnya ini. Tapi pertunjukan di hadapannya ini begitu menarik, sampai-sampai dia memilih untuk melupakan masalah pertemuan dengan pemuda tersebut sementara waktu.


Duarrr!


Baamm!!


Bertarung sama-sama imbang. Baik Zhang Ziyi, maupun Dewa Yun Biao sama-sama bersikeras untuk menjatuhkan lawan.


Beberapa kali mereka melepaskan serangan energi. Tapi sama-sama bisa di hindari atau di tepis.


"Tahap ketiga, Pedang Naga Langit! Duplikat Pedang!" Zhang Ziyi berteriak.


Pedang Naga Langit membelah diri hibgga ratus ribuan pedang, bergerak ibarat tornado, mengelilingi Zhang Ziyi. Pedang-pedang itu kemudian bergerak satu arah ke arah Dewa Yun Biao.


Dewa Yun Biao juga tidak tinggal diam. Dia mengeluarkan salah satu tekniknya untuk mengahalau serangan Zhang Ziyi ini.


"Ruang Penghisap!"


Mendadak pusaran energi hitam tercipta di hadapan Dewa Yun Biao. Energi itu sendiri berbentuk debu-debu yang berpusat pada satu poros, membentuk sebuah portal dimensi.

__ADS_1


Pedang-pedang yang Zhang Ziyi arahkan, masuk ke dalam lingkaran energi buatan Dewa Yun Biao. Pedang-pedang itu terhisap semua ke dalam lingkaran energi.


Tapi bukannya berhenti, Zhang Ziyi malah semakin memperlancar laju Pedang tersebut.


Sejenak, sunggingan miring terukir di bibir Zhang Ziyi. Jari di tangan kanannya ia gerakkan. Seketika, pedang-pedang yang awalnya telah terjebak ke dimensi Ruang Penghisap, mulai kembali keluar.


Pedang-pedang itu yang semula bergerak searah, kini membagi mejadi beberapa arah. Zhang Ziyi kembali menggerakkan jarinya. Saat itulah pedang-pedang tersebut kembali dan menargetkan tubuh Dewa Yun Biao di tiga arah berbeda.


"Ini buruk!" Dewa Yun Biao seketika memasang raut wajah buruk.


Segera dia menciptakan perisai yang melingkari tubuhnya. Pedang-pedang Zhang Ziyi mulai menghunjam perisai yang melindungi tubuh Dewa Yun Biao.


Meski wujudnya yang transparan, namun perisai itu nyatanya memiliki tekstur keras melebih baja. Duplikat pedang Naga langit malah dibuat hancur saat terkena perisai.


Dewa Yun Biao memasang sunggingan penuh remeh, melihat pedang-pedang Zhang Ziyi mulai hancur satu per satu.


Melihat itu, Zhang Ziyi tidak tinggal diam. Dia menggunakan elemen ruang dan waktu untuk melapisi duplikat pedang naga langit.


Benar saja, pedang-pedang itu mulai bisa menembus dinding perisai ciptaan Dewa Yun Biao.


Semula ekspresinya tenang dan sinis,kini itu mulai berubah jelek. Dewa Yun Biao panik di dalam perisai.


Hendak menghilang dengan menggunakan portal dimensi, sayangannya duplikat Pedang Naga Langit tak membiarkan dia pergi begitu saja.


Kecepatan pedang yang semakin meningkat, mampu mencegah Dewa Yun Biao untuk menghilang atau melarikan diri.


Baamm!


Baamm!


Baamm!


....

__ADS_1


Rentetan ledakan terjadi di dalam perisai buatan Dewa Yun Biao.


__ADS_2