Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
S2. Ch. 286


__ADS_3

Malam itu, rembulan malam melingkar sempurna. Melepaskan sinar peraknya yang indah, menerpa dua insan yang saat ini tengah duduk di kursi panjang, tanpa seorangpun di sana kecuali mereka berdua.


"Sayang, Kau tau? Aku pernah melihat lingkaran yang lebih indah daripada bulan itu." Seorang pria mengeluarkan kalimatnya.


"Hmm, apa itu?" balas wanita dengan suara lembut nan merdu terdengar di telinga.


"Tentu saja warna biru keperakan yang hanya dimiliki oleh wanita yang duduk bersamaku saat ini."


Mendengar itu, si wanita langsung tersipu malu. Dia pun langsung memeluk erat pinggang si pria yang merupakan suaminya. Sepasang kekasih itu adalah Zhang Ziyi dan Shui Bing.


Perlahan, Zhang Ziyi merasakan suhu di sekitar mendadak memanas. Sejak sebulan lalu, seringkali dia merasakan yang demikian saat hanya berdua dengan Shui Bing. Apalagi di tempat sunyi, yang hanya mereka berdua saja seperti saat ini. Zhang Ziyi pun tahu akan penyebabnya, bukan karena keberadaan musuh melainkan hal lain.


"Sayang!" panggilan lembut keluar dari mulut Zhang Ziyi. Shui Bing menoleh.


Wajah keduanya terdiam, dengan keadaan saling tatap menatap. Hal yang sama ternyata juga dirasakan oleh Shui Bing. Dia bahkan telah merasa panas sejak tadi dan itu lebih dahulu dari Zhang Ziyi sendiri.


Zhang Ziyi menggerakkan tangannya, menuntun wajah Shui Bing, hingga keduanya pun berciuman. Begitu lembut ciuman itu, membuat keduanya terbuai. Namun tak berlangsung lama, ciuman itu perlahan menjadi liar. Nafs* mulai melakukan aksinya, yaitu membakar lib*do dari Zhang Ziyi, terutama bagi Shui Bing.


Sesaat, Zhang Ziyi teringat akan perkataan pak tua yang dia temui sehari yang lalu. Pak Tua itu memberitahunya terkait dengan bagaimana cara menuju puncak surgawi dalam bercinta. Bukan hanya dirinya yang akan merasa kenikmatan tiada tara, melainkan juga istrinya.


Semula dia ragu untuk mempraktekkan apa yang di sampaikan oleh Pak Tua tersebut. Tapi tetap dia mencoba.


Ciuman dalam nan liar itu dilakukan oleh Zhang Ziyi. Keduanya bergulat lidah. Shui Bing sendiri kesusahan dalam mengikuti ritme tempur lidah Zhang Ziyi, namun dia mencoba untuk menyesuaikan.


Zhang Ziyi turun, dan beralih ke leher jenjang wanitanya itu. Putih mulus, dengan aroma semerbak tercium, aroma itu yang paling dia suka akhir-akhir Ini hingga membuatnya candu.


"Hmmppp aahhh!"

__ADS_1


Shui Bing tidak bisa untuk tidak menggelinjang kala di cium oleh Zhang Ziyi. Hal itu membuat Zhang Ziyi semakin bergairah menjajahi bagian leher jenjang Shui Bing.


Beberapa tanda kepemilikan telah Zhang Ziyi buat, setelahnya kembali beralih ke bibir wanitanya itu. Menikmati setiap detik terlewat dengan permainan indah, saliva keduanya saling bertukar.


Perlahan, Zhang Ziyi melucuti pakaian wanitanya. Sembari bermain lidah, Zhang Ziyi juga memancing dengan menyentuh halus beberapa bagian intim. Kedua tangannya merem*s dua bukit kembar wanitanya.


Clup...


Clup...


"Aahhh..."


Zhang Ziyi melepaskan ciumannya sesaat. Melihat wajah sang istri yang kini tampak mengatur nafasnya yang memburu. Dia memasang senyum tulus.


"Temanilah aku... Malam ini, kita akan menuju tempat tertinggi di seluruh alam semesta ini. Puncak dari surgawi akan kita capai bersama malam ini juga!" Zhang Ziyi berkata lembut setengah berbisik.


Kembali dia tersenyum. Zhang Ziyi membopong tubuh Shui Bing, lalu membaringkan perlahan pada ranjang yang terletak di samping mereka. Ranjang yang sangat indah, akan menjadi saksi keduanya dalam bercinta malam itu.


Setiap helai dari pakaian Shui Bing Zhang Ziyi lepas perlahan-lahan, hingga kini tak tersisa lagi pakaian yang menempel di tubuh Shui Bing.


Pemandangan yang indah tersuguh di hadapan Zhang Ziyi, membuat lelaki itu terbuai akan tubuh sek*i wanitanya. Zhang Ziyi mendekat, lalu mencumbui bibir Shui Bing. Dia kemudian beralih turun hingga ke leher dan berhenti pada dua buah bukit kembar indah itu. Ukurannya lumayan besar, dengan pusat pink yang ranum.


Zhang Ziyi menghisap pusat pink tersebut, sesaat dia membenamkan wajahnya pada bundaran indah itu. Lalu Zhang Ziyi memainkan lidahnya pada ****** pink, sesekali pula dia akan menggigitnya karena gemes. Sementara tangan Zhang Ziyi bermain-main di bukit yang satunya. Merem*s-rem*s benda kenyal nan bulat itu.


"Aahhh... Hmmpphhh... Ahhhh..." Des*hn kenikmatan tak berhenti terdengar dari mulut Shui Bing. Tangannya meremas erat rambut Zhang Ziyi, dia tampak tak tahan dengan permainan suaminya kala ini yang tampak berbeda dari biasanya.


Bawah Zhang Ziyi telah menegang sejak tadi, dan kini tampak semakin sesak saja. Zhang Ziyi pun melepaskan celananya, tonjolan yang sedari tadi terbenam kini mengacung dengan tegak. Tampak sedikit lendir yang kemudian terjatuh membentuk benang air.

__ADS_1


"Ini adalah milikmu!" ucap Zhang Ziyi.


Shui Bing tersenyum. Lalu dia bangkit dan mendekatkan wajahnya pada benda tegak yang merupakan keperkasaan Zhang Ziyi. Tanpa diminta, dia langsung memainkannya menggunakan mulut.


Meskipun belum terlalu lihai, namun Zhang Ziyi tampak menikmatinya. Kedua mata yang terpejam, tubuhnya bereaksi kala Shui Bing berhasil menemukan titik sensitifnya.


Selang beberapa saat dalam posisi itu, kini Zhang Ziyi mulai menuntun Shui Bing untuk mengambil posisi lain.


Keduanya kembali berciuman, sangat dalam dan liar. Desiran kuat dirasakan oleh Zhang Ziyi serta Shui Bing membuat suasana dingin itu seolah memancarkan hawa panas.


Hingga sampailah masanya dimana Zhang Ziyi mulai memasukkan keperkasaan pada milik Shui Bing yang saat itu juga telah basah.


Perlahan Zhang Ziyi menggerakkan pinggulnya, maju mundur.


Prok...


Prok...


Bunyi tepukan dua kulit terus terdengar seiring dengan derit ranjang yang bergerak-gerak. Seolah menjadi alunan merdu yang mengiringi pergulatan dua orang itu.


Ditambah dengan des*hn kenikmatan yang dikeluarkan oleh kedua insan tersebut, membuat malam itu terasa begitu indah saja.


Sementara ini, Zhang Ziyi semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Hingga dirinya berhasil membawa Shui Bing orgasm* tiga kali. Sementara dirinya juga belum menunjukkan tanda-tanda mencapai puncak.


Keringat keduanya telah menyatu. Beberapa gaya juga telah mereka peragakan. Hingga akhirnya Shui Bing orgasm* untuk yang keempat kalinya, bersama dengan itu Zhang Ziyi juga ikut keluar.


Zhang Ziyi menggelinjang sesaat saat pelepasan tersebut. Namun setelah pelepasan pun miliknya masih tetap tegak, seolah hendak kembali melanjutkan bergulat. Namun karena melihat istrinya yang tampak sudah lelah, maka dia memilih untuk berhenti.

__ADS_1


Memeluk tubuh Shui Bing, lalu keduanya terbuai dalam mimpi indah.


__ADS_2