
Puluhan energi berbentuk bulan sabit emas melesat dengan kecepatan tinggi. Mengarah ke satu arah, dimana Seekor Burung Phoenix Api saat ini tengah menukik tajam.
Whush!
Whush!
Whush!
Srrppp!
Kepakan sayap yang sengaja di perkencang, menciptakan angin membawa hawa panas serta aliran energi besar. Membuat lesatan energi berbentuk bulan sabit tersebut malah berbalik arah, mengejar Zhang Ziyi.
Sring!
Sring!
Zhang Ziyi menepis dua buah lesatan energi berbentuk bulan sabit tersebut, lalu berpindah dengan sangat cepat, dari tempat ke tempat hanya terhitung milidetik sebelum sampai tepat di hadapan Burung Phoenix Api.
Libasan kencang datang dari sisi kanan Zhang Ziyi, menghantam sayap sang Phoenix. namun karena ini sangatlah keras melebihi baja, maka tidak ada luka goresan sedikitpun pada sayap burung Phoenix. Malahan dia membalas tebasan Zhang Ziyi tadi dengan cakarnya.
Zhang Ziyi menepis menggunakan Pedang Pembalik Langit.
Sriingg!!!
__ADS_1
Cakar yang menggores pedang Pembalik Langit menimbulkan suara bising disertai dengan percikan bunga api kecil pada cakar tersebut.
Beberapa saat, Zhang Ziyi mengambil jarak. memeriksa pedang Pembalik Langit, dia bisa menemukan goresan cakar dari burung Phoenix Api. meskipun tidak terlalu dalam, namun ini telah cukup dikatakan sebagai sesuatu yang begitu kuat. Bahan dari pedang Pembalik Langit sendiri bukanlah sembarang bahan. Sehingga tidak akan mudah untuk digores terlebih di patahkan.
Goresan cakar pada tubuh pedang Pembalik Langit kini telah menghilang menjadi debu, pedang Pembalik Langit telah kembali ke bentuknya semula. Setelahnya Zhang Ziyi kembali melesat dan menyerang Burung Phoenix.
Sisi lain, Zhang Meng serta yang lainnya sendiri saat ini tengah di sibukkan dengan puluhan Siluman tingkat Dewa. Sedangkan mereka hanya berjumlah tujuh orang. Ditambah oleh dua Siluman dengan Niao dan Laohu, menjadi sembilan dengan lawan yang mencapai puluhan, nyaris menyentuh angka ratusan.
Serangan energi di lancarkan untuk menyerang Siluman-siluman tersebut. Ada yang berhasil mengenai target, ada yang justru hanya menyapa udara kosong. Pedang terlibas memotong tubuh seekor Harimau bersayap. Pedang itu sendiri di lancarkan oleh Shui Shan, memotong seekor harimau putih yang saat itu telah melemah.
Berhasil membunuh seekor harimau, namun harimau lain kembali datang, bahkan memiliki kekuatan sedikit lebih besar dari Harimau yang sempat dia bunuh tadi.
"Sialan? Jika seperti ini, kapan kita akan selesai?" Terdengar umpatan dari Zhang Lan. Meskipun kesal, namun dia tetap melanjutkan menyerang tanpa berhenti. Sebab dia tahu kalau mengambil jeda walau hanya tiga puluh detik saja, itu malah akan membuat dagingnya terkoyak oleh puluhan Siluman tingkat Dewa ini.
Sembilan Siluman telah berhasil Laohu Bunuh. Sementara Niao berhasil membunuh sepuluh siluman, termasuk Ayam Kampung yang menyamar menjadi Ayam Hutan tadi.
Sedangkan Zhang Lan, hanya berhasil membunuh tiga siluman, kondisinya saat ini pun tidak bisa di katakan baik. Luka cakaran terkuak di pinggangnya, memuntahkan darah segar yang mengalir deras. Namun dia tetap melanjutkan bertarung.
"Saudara Lan! Lebih baik kau beristirahat terlebih dahulu. Obati lukamu baru setelahnya kamu bisa kembali bergabung bersama dengan kami!"
"Umm!" Zhang Lan tidak membantah saran dari Zhang Meng itu. Dia kemudian terbang menjauhi area pertempuran.
Siluman-siluman tingkat Dewa tidak ingin membiarkan Zhang Lan pergi begitu saja. Beberapa di antara mereka datang mengejar Zhang Lan. Namun dengan segera Zhang Zhili serta yang lainnya menghadang langkah mereka.
__ADS_1
Banyaknya siluman di tempat itu, tak membuat mereka bisa menghalangi Siluman-siluman itu sepenuhnya, sehingga membuat dua di antaranya berhasil lolos kemudian melesat dengan kecepatan tinggi mengejar Zhang Lan.
Zhang Lan yang tengah melayang tidak berhenti untuk menengok ke belakang. Memastikan bahwa tidak ada yang mengikutinya. Tapi dari kejauhan dia bisa melihat dua ekor Siluman Babi Naga terbang dengan kecepatan tinggi ke arahnya.
"Sialan! Apakah mereka tidak bisa memberiku jeda sedikit saja!" cicit Zhang Lan. Segera dia mencari tempat perlindungan. Memastikan bahwa dirinya sembuh terlebih dahulu Baru setelahnya dia akan kembali dan menyerang mereka berdua.
***
Zhang Ziyi masih dalam menyerang Burung Phoenix Api. Keduanya tampak imbang dengan tidak ada yang di buat terpental oleh serangan lawan masing-masing, kalaupun terpental itu pasti selalu bersamaan.
Berpindah tempat dalam waktu singkat, Zhang Ziyi beberapa kali melangsungkan serangan nyasar. Tebasan kuat secara beruntun, Zhang Ziyi berputar cepat layaknya gasing dengan dua pedang di kedua tangannya ikut berputar dan menebas sayap Burung Phoenix Api. Percikan bunga api tercipta dai hal tersebut.
Berlanjut selama tiga menit, setelahnya burung Phoenix melepaskan serangan Api membuat Zhang Ziyi harus menghindar. Tubuhnya yang berputar layaknya Gasing tersebut, kini telah terhenti.
"Meskipun sayapnya itu sangat kuat, namun serangan ku tadi nyatanya masih meninggalkan bekas pada sayapnya. Bahkan beberapa bulu-bulunya telah berguguran oleh dua pedang ini!" gumam Zhang Ziyi dalam hati. Dia kemudian mengangkat dua pedang tadi, memperhatikannya sesaat sembari memasang sunggingan kecil.
Zhang Ziyi bersiap, hendak kembali melancarkan serangannya. Namun sejurus kemudian, dia menghentikannya saat tiba-tiba saja sesuatu tidak terduga terjadi.
Burung Phoenix itu malah terbang sangat cepat ke arah Niao. Nyala api biru pada tubuhnya semakin besar.
"Apa yang akan kamu lakukan! Lawan–mu adalah aku!" Zhang Ziyi berseru. Melihat kekuatan yang di keluarkan oleh burung Phoenix tadi, dia begitu yakin kalau Niao ini tidak ada apa-apanya di banding burung Phoenix Api biru tadi. Dan tentu saja hal buruk akan segera terjadi pada Niao oleh burung Phoenix itu.
Tapi burung Phoenix api Biru tidak menghiraukan seruan dari Zhang Ziyi tadi. Tetap melesat dengan sangat cepat, hingga dia sampai di tempat Niao. Dengan kecepatan itu, Zhang Ziyi terlambat untuk menyusulnya.
__ADS_1
Niao yang tengah bertarung dan di kelilingi oleh puluhan Siluman Tingkat Dewa, sampai harus menghentikan aksinya. Beralih ke arah Burung Phoenix Api yang kini telah berada di hadapannya.