
Zhang Ziyi keluar dari alam jiwa. Lelaki itu juga berniat meninggalkan dimensi ras centaurus dan kembali ke dunia dia berasal.
Namun sialnya, Zhang Ziyi tak mengetahui arah dan tempat dimana portal menuju dunianya.
Mencari di beberapa tempat, namun tetap tak dia temukan portal tersebut. Zhang Ziyi berhenti mencari.
"Sial, Kemana letaknya gerbang dimensi itu. Kalau ku tahu akan seperti ini, lebih baik aku bertanya pada leluhur ras centaurus sebelumnya, bagaimana cara kembali ke duniaku?" umpat Zhang Ziyi.
Kini dia menyesal, mengapa dahulu dia tak bertanya pada leluhur Ras Centaurus saat leluhur ras centaurus memberitahunya bahwa dunia ini adalah tempat dia menyembunyikan ras centaurus. Pastinya centaurus tua itu mengetahui jalan keluar dari dimensi ini bukan?
Ingin kembali dengan bantuan portal sebelumnya, saat pertama kali dia pergi ke sini juga tidak mungkin. Pasalnya, klan Zhang yang dikirim ke dunia ini telah mati semua. Juga saat dia sampai di dunia ini pun dia tidak mengetahui jalan mana telah dia lewati.
Berpikir sejenak, Zhang Ziyi mendapat ide. Dia pun masuk ke dalam dunia jiwa. Mencari Moi Wang atau Moi Hu. Beberapa saat, dia hanya mendapati Moi Wang.
"Moi Wang...!" panggil Zhang Ziyi.
Moi Wang yang saat itu baru saja menyelesaikan menyerap salah satu tanaman herbal langsung mendatangi Zhang Ziyi kala mendengar panggilan dari tuannya itu.
"Mohon maaf pemimpin, apa yang anda butuhkan terhadapku?" tanya Moi Wang.
"Moi Wang, Aku ingin kembali ke dunia ku, namun aku tidak mengetahui jalan untuk kembali ke sana... Apakah kau mengetahui sesuatu tentang itu?" tanya Zhang Ziyi langsung ke intinya.
"Hmm!" tampak berpikir sejenak, Moi Hu kemudian menjawab ketika mengingat sesuatu. "Sepertinya aku mengetahui nya."
Senang. Zhang Ziyi pun lantas mengajak Moi Wang untuk keluar dari alam jiwa.
-
"Bagaimana?" tanya Zhang Ziyi kala mereka telah keluar.
"Dengan lencana leluhur!" ucap Moi Wang.
Zhang Ziyi mengernyit. "Maksudmu, yang ini?" Zhang Ziyi mengeluarkan lencana bersimbol ras centaurus dari cincin ruangnya.
"Ya! Kuncinya ada pada lencana itu, pemimpin!" Moi Wang kemudian menjelaskan cara keluar dari dimensi itu.
Beberapa saat, Zhang Ziyi mengangguk kala telah mengerti.
"Terima kasih! Kau bisa kembali ke dunia jiwa!" ucap Zhang Ziyi pada akhirnya.
Moi Wang mengangguk. "Baik pemimpin?" ucapnya seraya membungkuk memberi hormat. Lalu masuk ke pusaran energi hitam yang ada di depannya. Yang Zhang Ziyi ciptakan untuk menghubungkan dengan alam jiwa.
Setelah kepergian Moi Wang, Zhang Ziyi tanpa berlama-lama langsung mempraktekkan apa yang dijelaskan Moi Wang terkait cara keluar dari dimensi itu.
__ADS_1
Lencana bersimbol manusia setengah kuda di tangan Zhang Ziyi mendadak memancarkan sinar berwarna biru. Semakin lama semakin bercahaya hingga membentuk segaris lurus ke atas.
Sekitar 20 meter dari tanah, terbentuk sebuah pusaran energi yang membentuk portal dari garis cahaya berwarna biru tadi.
Cukup tinggi, namun bagi Zhang Ziyi bukanlah masalah untuk melompat ke sana.
Dengan memusatkan energi Qi pada kedua kakinya. Zhang Ziyi mulai melakukan tolakan, hingga dirinya melesat ke atas dan memasuki portal tersebut.
Whush!
Zhang Ziyi mendadak menghilang. Bersamaan dengan masuknya Zhang Ziyi pada portal, Portal tersebut juga ikut menghilang.
***
Zhang Ziyi muncul di tempat yang agak asing. Tidak ada yang bisa dia lihat selain dengan pepohonan yang rimbun.
Zhang Ziyi melangkah ke depan. Memperhatikan tempat itu dengan seksama.
"Hmm, sepertinya aku mengenali tempat ini!" Setelah berjalan beberapa langkah, Zhang Ziyi mulai menyadari kalau dirinya dulu pernah melewati tempat ini.
Berjalan lebih jauh, berniat memastikan tebakannya mengenai tempat itu. Benar saja, memang dia pernah mendatangi tempat ini.
Zhang Ziyi mengaktifkan skill Mata Elang. Memperhatikan wilayah sekitar menggunakan penglihatan tajamnya. Karena kultivasinya yang meningkat, kedua skill–nya juga ternyata meningkat banyak.
"Klan Utama Zhang terletak sekitar 5 kilo dari tempat ku berdiri." Zhang Ziyi bergumam sejenak. Setelahnya melesat dengan kecepatan tinggi.
Sekitar 30 menit dia berlari, Zhang Ziyi sampai di gerbang klan Zhang.
"Hmm, mengapa klan di tutup seperti ini? Apakah ada masalah di dalamnya?" Zhang Ziyi bertanya dengan diri sendiri, kala melihat gerbang masuk klan yang tertutup rapat.
Berpikir sejenak, Zhang Ziyi mulai menerka-nerka akan apa yang tengah terjadi di dalamnya.
"Tidak salah lagi!" Zhang Ziyi mencoba menghancurkan pintu gerbang dengan menggunakan teknik pedang Naga Langit.
Baamm!
"Arrghh!"
Butuh dua tebasan pedang Naga Langit sebelum gerbang hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan itu, terdengar suara beberapa orang yang menjaga di balik pintu gerbang.
Debu mengepul, memenuhi udara di sekitaran gerbang. Zhang Ziyi berjalan menerobos tebalnya debu.
Beberapa saat, dirinya muncul dan tentu saja dia harus di sambut oleh anggota klan yang saat itu langsung mendatangi gerbang. Karena mereka pikir musuh telah datang menyerang.
__ADS_1
Namun, mereka langsung mengernyit kala melihat seorang pemuda yang keluar dari kepulan debu tebal. Apalagi orang itu adalah seorang pemuda yang menjadi buronan klan.
"Tch, tak ku sangka kau masih berani datang kemari, setelah apa yang telah kau lakukan, Anak muda!" ucap salah seorang yang tidak lain adalah salah satu master klan Zhang. Dia adalah Master Zhang Wei. Seorang master peringkat kedua yang dahulu sempat bermasalah dengan Zhang Zhili serta murid-muridnya.
Kebetulan saat itu dia sedang lewat dan tidak sengaja mendengar suatu ledakan dari arah gerbang. Dan tanpa pikir panjang, dia langsung mendatanginya.
"Tentu saja aku akan datang, Pak Tua! Oh Ya. Apakah kalian tidak rindu denganku?" Jawab Zhang Ziyi.
"Hohoho! Tentu saja aku rindu, sampai-sampai kepalamu itu ingin segera ku tebas," ucap Zhang Wei, sembari menyiapkan pedangnya.
Setelahnya, tanpa aba-aba dia langsung melesat ke arah Zhang Ziyi. Gerakannya yang begitu cepat, seolah-olah dia menyatu dengan angin. Sialnya Zhang Ziyi dapat melihat dengan jelas setiap pergerakannya dengan tanpa menggunakan skill Mata Elang.
Libasan pedang, datang dari arah belakang. Dengan santai, Zhang Ziyi menghindar dengan bergerak ke samping. Sempat terjadi adegan slow mo saat Zhang Ziyi menghindari libasan pedang itu.
Tak menyerah sampai di situ, Zhang Wei kembali melancarkan aksinya. Menyerang dari berbagai arah. Namun dengan santai pula Zhang Ziyi menghindari setiap ayunan pedang yang datang dari berbagai arah itu.
Zhang Wei terkesiap saat mendapati setiap serangannya tidak berguna sama sekali. Bahkan anak itu belum mengeluarkan pedangnya.
"Sial! Jangan mempermainkan aku anak kecil!" Zhang Wei mulai menunjukan emosinya kala merasa Zhang Ziyi ini sedang meremehkannya. Sebab pemuda itu tidak mengeluarkan pedang.
"Tch, pak tua! Bahkan aku belum menggunakan pedang pun kau telah kewalahan. Bagaimana nantinya jika aku mengeluarkan pedang?" ucap Zhang Ziyi penuh remeh.
Tersedak nafasnya sendiri Zhang Wei mendengar perkataan Zhang Ziyi barusan.
"Kau!" Zhang Wei mengehentikan aksi menyerangnya. Tangannya menunjuk Zhang Ziyi dengan jari telunjuknya. Juga matanya saat itu yang tampak berurat merah. Menandakan pria itu sedang emosi besar.
"Baiklah pak tua. Aku cukup kasihan melihat wajah menyedihkan mu itu. Bersiaplah untuk bertemu dengan raja neraka, Pak tua." Ucap Zhang Ziyi. Pria itu sendiri tidak berniat terlalu lama bermain-main dengan pak tua yang ada di hadapannya ini.
Zhang Ziyi mengeluarkan pedang Naga Langit dari cincin ruangnya. Setelahnya, melesat ke arah Zhang Wei.
Slash!
Slash!
Slash!
Zhang Ziyi menebas ke sembarang arah. Saat berhenti, terlihat Zhang Wei yang telah menjadi beberapa bagian terpisah. Zhang Ziyi tanpa menoleh ke arah lelaki itu, langsung bertindak dan menyerang beberapa anggota klan Zhang sesaat. Setelahnya beralih melesat ke dalaman klan Zhang.
Beberapa saat melompati atap demi atap rumah. Zhang Ziyi menemukan keributan di tengah-tengah klan.
"Tch, sudah ku duga!"
\=\=\=
__ADS_1
Butuh dukungan:)