Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 119 ~ Terlalu Cepat


__ADS_3

Teman-teman readers mohon pada saat membaca, tidak melangkahi yah. bacanya pelan-pelan aja, supaya kalian bisa menikmatinya 👍


°°°°°


"E–eh! Kenapa kau malah menyalakan aku! kan aku sudah bilang tadi, untuk meninggalkan tempat ini!" Su Chen Memegangi perutnya yang sakit setelah sebelumnya di tinju oleh Si Mei.


"Tetap saja, ini salahmu!"


"Cih, memang benar apa kata orang-orang! Wanita selau merasa diri paling benar!"


Su Chen mencibir dengan memelankan suaranya.


"Ha? Apa kamu bilang? Suaramu terlalu pelan. Aku tak bisa mendengarnya!"


"Hmp–!" Su Chen tersedak nafasnya sendiri. Padahal tadi dia berkata dengan bisikan yang sangat kecil, bahkan hampir saja tidak ada sedikitpun suara yang keluar. Yang ada hanyalah nafasnya. Namun entah mengapa gadis ini tetap menangkapnya.


"Eh, tidak ... Tidak ada! Aku hanya bergumam kecil dan tidak penting untuk di bahas!" Su Chen cepat-cepat mencari alasan. Tak ingin di pukuli untuk yang kedua kalinya.


"Kau tunggulah di sini sejenak, aku akan mengurusi dua orang tak berbusana itu!"


"Baik, cepatlah!"


"Umm!"


Tepat setelah Su Chen beranjak, tampaklah oleh Su Mei, tiga orang lelaki yang juga mengenakan setelan yang memiliki motif sama dengan di kenakan–nya.


"Untunglah kalian datang. Cepatlah kalian bantu Su Chen mengurusi sosok berjubah itu. Dia orang yang selama ini membuat kekacauan di desa ini! Dia pula lah orang yang kita cari!" Su Mei berkata dengan tanpa menoleh.


Saling berpandangan sejenak, ketiga lelaki itupun sama-sama beranjak ke arah Zhang Ziyi.


-


Zhang Ziyi yang tengah memperhatikan pertarungan dua ekor siluman suci, mendadak menghindar kala bilah pedang yang tajam mengincar lehernya.


Berhasil menghindar, serangan kedua pun datang dari arah yang berbeda. Kali ini mengincar perutnya. Gerakan pedang yang sangat cepat, bahkan pedang itu terlihat seperti sebuah bayangan.


Sialnya, tak segores pun luka tertoreh pada tubuh Zhang Ziyi. Dia dengan sangat santainya menghindari libasan pedang yang begitu cepat itu.


Whush!


Whush!


Pedang Su Chen berulang kali membelah angin.

__ADS_1


Selang beberapa saat, dia berhenti menyerang dan berniat mengambil jarak


"Kekuatan kultivator berjubah ini berada di atas ku. Aku tidak mungkin bisa menghadapinya sendiri!" gumam Su Chen.


"Saudara Chen!"


Su Chen menoleh ke samping kanan dan kirinya. Tiga orang lelaki yang dia kenali dapat dia lihat berdiri di sampingnya. Ketiganya telah menyiapkan pedang. Hendak bergabung bersamanya melawan sosok berjubah hitam yang tidak lain adalah Zhang Ziyi.


"Beruntung kalian datang tepat waktu. Aku serahkan sosok berjubah hitam ini pada kalian sebentar. Aku akan mengurusi dua orang warga yang tak mengenakan pakaian itu!"


"Baik!" ketiganya menjawab dengan kompak.


Su Chen bergerak ke arah lain, sementara ketiga orang itu bersama-sama melesat ke arah Zhang Ziyi. Menyerang Zhang Ziyi dengan brutal dan tak memberikan jeda sedikitpun terhadap lelaki itu.


"Tunggu! Bukankah sosok di balik jubah itu lelaki? Mengapa dia menelanjangi kedua warga ini? Apakah dia hendak berhubungan badan dengan kedua orang ini," gumam Su Chen mulai berpikir yang tidak-tidak. Dia membicarakan sosok yang mengenakan jubah hitam yang tidak lain adalah Zhang Ziyi, secara diam-diam.


"Enak saja kau menuduhku hom*. Aku masih normal!"


Suara yang begitu dekat dengannya. Su Chen Yang telah selesai memasangkan pakaian pada kedua warga tersebut begitu tersentak kaget mendengar suara tersebut.


Menoleh ke samping kanan, dimana asal suara itu berasal. Lelaki berjubah telah berada di dekatnya. Tentu saja dia terperanjat dan dibuat termundur karenanya.


"Ba–bagaimana bisa? Bukankah barusan kau bertarung melawan tiga anggota Sekte? Namun kenapa kau malah di sini? Dan bagaimana dengan ketiga anggota sekte?"


Zhang Ziyi menghindar ke samping. Sebuah pedang terlihat menebas lurus secara vertikal dari belakang. Energi berwarna putih juga terlihat saat pedang itu melaju.


Terlihat salah seorang di antara tiga orang anggota sekte pedang Awan yang tadi melibas pedangnya. Dia kembali menebaskan pedang secara horizontal. Namun lagi dan lagi pedang itu bisa di hindari Zhang Ziyi dengan mudah.


"Gerakannya terlalu cepat. Kita tidak bisa mengimbanginya! Bahkan belum apa-apa dia sudah berpindah tempat!" keluh salah seorang dari anggota sekte Pedang Awan.


"Ya! Apalagi dari tadi dia hanya menghindar dan tidak menyerang sama sekali. Aku takut kita berlima sekali pun tidak cukup untuk mengalahkannya!"


Sembari berbicara, mereka bertiga juga berusaha untuk menyerang Zhang Ziyi. Menyerang lelaki itu di berbagai sisinya. Menggunakan gerakan yang sangat cepat, akan tetapi hasilnya sama saja. Zhang Ziyi tidak bisa di sentuh.


Sebelumnya mereka sempat kehilangan sosok berjubah itu. Di karenakan gerakan Zhang Ziyi yang begitu cepat sampai-sampai mereka tidak bisa melihat arah mana lelaki itu mengarah. Dan menemukannya tengah berdiri di samping Su Chen.


Di sisi lain, Su Chen sempat menangkap perkataan dari anggota sekte yang menyerang Zhang Ziyi tadi. Lalu dia mencoba untuk mengukur kekuatan Zhang Ziyi.


"Hmm, mengapa aku tidak bisa mengukur tingkat kultivasinya?!" gumam Su Chen dalam hati kala dia tidak bisa merasakan aliran energi dalam tubuh Zhang Ziyi. Namun dia sama sekali tidak yakin dengan hasil pemeriksaannya tadi. Bagaimana mungkin seorang yang memiliki kecepatan di luar nalar seperti Zhang Ziyi ini tidak memiliki Kultivasi. Kan aneh!


Memilih untuk mengesampingkan masalah kultivasi lelaki itu, Su Chen beranjak dan beralih ke arah Su Mei. Yang saat itu masih setia menunggu dirinya.


"Semuanya sudah aman, Mei'er!"

__ADS_1


Su Mei membalikan badannya. Sebelum menoleh ke arah Su Chen, Terlebih dahulu dia mengintip ke arah dua orang lelaki yang tidak lain adalah seorang warga desa. Dan memang keduanya telah mengenakan pakaian.


"Kerja bagus! Sekarang mari kita bantu ketiga senior kita untuk menangkap penyebab kekacauan di desa ini itu!"


Su Mei tanpa menunggu respons dari Su Chen, dia lantas bergegas beranjak dari sana.


"Hei, tunggu aku!"


-


Menghadapi tiga orang lawan yang memang bukan levelnya, Zhang Ziyi hanya menghindar tanpa memperhatikan mereka. Fokusnya saat ini tengah mengarah ke atas, Dimana Laohu yang saat ini tengah bertarung dengan siluman rubah.


Beberapa kali lesatan pedang nyaris mengenainya. Tapi saat pedang-pedang itu hampir menyentuh tubuhnya, Zhang Ziyi telah lebih dulu menghilang menjauh beberapa meter dari tempatnya semula.


Hal itu membuat tiga orang dari sekte Pedang Awan kewalahan sekaligus kesal.


"Sialan! Sosok berjubah ini berada di atas kita. Bahkan saat dia lengah pun kita tetap tidak bisa menyentuhnya."


"Ya. Setingkat dengan para tetua Sekte."


"Atau mungkin lebih tinggi dari mereka!"


Ketiga orang mulai mengeluh juga kesal.


"Senior-senior!"


Ketiganya menoleh ke belakang. Dua orang pemuda-pemudi berjalan menghampiri mereka.


"Mari kita menghadapinya bersama!" Su Chen berucap kala pemuda itu telah sampai di tempat ketiga seniornya.


"Ya, dia sangat kuat. Perlu kerjasama diantara kita bertiga untuk mengalahkannya!"


Su Chen, Su Mei serta tiga orang murid dari sekte Pedang Awan sama-sama menganggukkan kepala. Saling berpandangan. Setelahnya mereka melesat, menuju di mana saat ini Zhang Ziyi berdiri.


-


Zhang Ziyi berdiri di sebuah batang pohon. Pandangannya mengarah ke atas di mana lesatan energi tengah beradu di sana. Menciptakan sebuah ledakan warna-warni.


Di sekelilingnya tampak terang oleh kunang-kunang malam yang bertaburan di tempat itu.


Saat tiba-tiba, Zhang Ziyi mengalihkan perhatiannya dari kedua siluman itu. Lonjakan energi besar dapat dia rasakan tidak jauh darinya, membuatnya sedikit mengernyit. Dia yakin bukan berasal dari dua siluman itu. Apalagi kelima orang yang tengah melesat ke arahnya!


\=\=\=

__ADS_1


Like aja ya, biar tembus 100 like dan author kembali up👍


__ADS_2