
"Apa yang terjadi?" tanya Han Yue pada dirinya sendiri.
Berjalan, hendak menuju ke arah murid-murid yang masih bernapas itu, Ia berniat menanyai mereka terkait dengan kejadian yang terjadi di sini.
Namun belum juga dia melangkah, seseorang telah lebih dulu memegangi bahunya. Kontan, dia yang terkejut, segera membanting tangan itu. Sialnya, bukannya musuh yang ia dapat, melainkan seorang pria yang tidak lain adalah Zhang Zhili. Dengan Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie serta Laohu di belakang Lelaki itu.
Tampak di masing-masing tangan mereka memegang senjata yang baru pertama kali Han Yue lihat.
Memang setelah beranjak dari pertarungan, atas permintaan dari Zhang Ziyi, Zhang Zhili memandu semuanya untuk berlari ke satu arah. Mendengar suara pertarungan, mereka lantas ke sana. Dan menemukan Murid-murid divisi Tumbuhan yang tengah di kepung oleh orang-orang bertopeng merah.
Beruntung, stok senjata yang Zhang Zhili buat cukup banyak. Sehingga dia mengganti senjata yang dia berikan kepada murid-muridnya itu. Setelahnya sama-sama menembak diam-diam.
Bahkan seorang wanita dari klan Debu itu tidak sempat menghindar dan berakhir dengan luka yang diterimanya. Racun yang ada di anak panah senjata tersebut langsung menyebar cepat dan langsung membunuhnya.
-
"Saudara Chen Huali! Ma–maafkan aku. Aku tidak tahu kalau itu adalah kau!" ucap Han Yue meminta maaf, kala mengetahui bahwa yang memegangi pundaknya adalah Zhang Zhili.
"Tidak perlu khawatir. To aku juga baik-baik saja kan!" ucap Zhang Zhili dengan memasang sunggingan kecil.
"Oh, ya. terima kasih, karena telah membantu kami!" ucap Han Yue berterima kasih kepada Zhang Zhili.
"Umm!" balas Zhang Zhilii.
Menghampiri murid-murid Han Yue yang masih hidup. Memberi mereka pil. Setelah itu mereka lantas bersama-sama menuju ke arah selatan. Dimana, di arah itu mereka mendengar suara pertarungan.
Selang beberapa saat, mereka sampai di tujuan. Tampak, Ketua divisi elemen Angin, Lei Dong serta ketua divisi elemen Halilintar, Kang Jiu yang tengah bertarung bersama melawan Seorang Kultivator bertopeng Ungu.
Kultivasi orang bertopeng Ungu itu sendiri berada di ranah Surgawi tahap 4. Sementara dua orang yang menjadi lawannya itu berada di ranah Dewa tahap 8. Sungguh perbedaan yang terlampau jauh.
Bahkan orang bertopeng itu saat ini nampak seperti sedang bermain-main dengan kedua ketua divisi tersebut. Tak ada serangan yang begitu berarti pun di mata orang bertopeng Ungu itu, dari kedua ketua divisi ini yang membuatnya bersikap awas. Dia tampak tak menganggap serangan keduanya.
Terlihat, serangan Kang Jiu serta Lei Dong selalu-nya gagal oleh sentuhan energi yang bagaikan dinding pembatas transparan itu. Hanya dengan menggunakan libasan tangan pelan, sebuah energi tak kasat mata terlihat dan menghalau setiap serangan mereka. Bahkan kedua ketua divisi itu berulang kali terpental oleh serangan energi tak kasat mata.
"Manusia seperti apa itu?" salah satu murid Han Yue berkata. Tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Baru kali ini aku melihat secara langsung kekuatan dari Ranah Surgawi! Bahkan tanpa menyentuh pun, lawan telah di buat terbang!" Zhang Lan bergumam pelan.
"Jangan terlalu lama memandang pertarungan. Mari lekas turun dan bergabung!" Zhang Zhili mengingatkan mereka.
Tampak para kultivator bertopeng merah yang melawan murid dari kedua divisi Angin dan Halilintar kini telah menguasai jalannya pertarungan.
Tiada detik terlewatkan tanpa tewasnya murid-murid dari kedua divisi tersebut.
__ADS_1
"Baik!" Zhang Lan serta yang lainnya kompak membalas perkataan Zhang Zhili. Setelahnya turun di pertarungan dan bergabung dengan murid-murid kedua divisi tersebut. Dan diikuti oleh murid-murid Han Yue.
Zhang Zhili sendiri serta Han Yue kuga ikut turun di pertarungan, membantu Lei Dong dan Kang Jiu melawan kultivator bertopeng Ungu.
Dengan bergabungnya Zhang Zhili serta Han Yue, membantu kedua ketua divisi itu, kultivator Ranah Surgawi tahap 2 itu bisa sedikit ter–imbangi.
Meski begitu, Karena kerjasama yang kurang kompak dari ketiga ketua divisi itu, sehingga membuat kultivator bertopeng Ungu itu kembali mengambil alih menguasai jalannya pertarungan.
Ego besar yang bersarang di benak ketiga ketua itu, membuat mereka ingin menang dan berlomba-lomba untuk mengalahkan lawan dengan tangan mereka sendiri. Menunjukkan kepada orang-orang di sekitar sana bahwa dirinya lah yang terhebat.
Bahkan, pertarungan empat lawan satu itu, kini tak ubahnya bertarung satu lawan satu.
Zhang Zhili sendiri berulang kali harus berhenti menyerang kala salah satu atau ketiganya yang langsung mengambil andil menyerang kultivator bertopeng Ungu itu.
Hal itu pula lah yang membuat kerjasama sera kekompakan tak terjalin. Tak ada formasi dalam menyerang berkelompok, sehingga berakhir dengan kekalahan telak di terima oleh ketiga ketua. Termasuk, Zhang Zhili sendiri.
Tolakan energi yang tiba-tiba saja menyapa tubuh Han Yue. Membuat lelaki itu terlempar begitu jauh dan berakhir dengan menabrak tanah dengan keras.
Tidak hanya lelaki itu, bahkan kedua ketua beserta dengan Zhang Zhili sendiri juga merasakan hal yang sama. Sama-sama terlempar jauh dan menabrak sesuatu dengan keras.
"Hahaha... Kalian, sekte Tujuh Elemen terlalu lemah untuk berhadapan denganku!"
Suara berat di balik topeng ungu itu berkata dengan intonasi yang terkesan merendahkan. Salah satu tangannya mendadak ia angkat. mengarahkan kepada ketua divisi angin Lei Dong.
Tak berhenti sampai di situ. Kultivator bertopeng Ungu tersebut juga mengangkat tangan yang satunya dan menunjuk ke arah Han Yue.
Sama halnya Lei Dong, Han Yue juga merasakan tubuhnya seperti terkepal oleh tangan tak kasat mata, dan membawanya di hadapan Pria bertopeng Ungu.
Kedua ketua divisi itu merasakan tekanan energi yang menubruk tubuh mereka. Semakin keras, hingga kedua ketua itu merasakan tubuhnya yang di tindis dan susah untuk bernafas.
"Arrkh!" teriak keduanya.
Berusaha memberontak, namun semakin kedua ketua itu menimbulkan gerakan, semakin keras pula tekanan energi tersebut dalam menubruk keduanya.
Semakin lama, kedua ketua divisi merasakan tulangnya yang mulai retak. Namun hal itu tidak berlangsung terlalu lama. Karena kultivator bertopeng Ungu segera menghentikan aksinya kala kristal es yang tajam melesat cepat ke arahnya.
Tampaklah beberapa meter dari tempat Mereka berdiri, Yun Ming, ketua divisi elemen Es yang berjalan bersama murid-muridnya menuju ke arah mereka.
Wanita itu segera melangkah ke arah Han yue serta Lei Dong.
"Kalian berdua sekarang berhutang Budi kepadaku!" ucapnya dengan nada sedikit angkuh.
Kedua lelaki itu sendiri tak menanggapi perkataan wanita tersebut. Fokus dengan menyembuhkan diri dari Kungkungan energi tadi.
__ADS_1
"Cih, dasar Ka–!"
Belum juga menyelesaikan kalimatnya, Yun Ming mendadak berhenti tiba-tiba, saat tolakan energi yang begitu keras, tetiba menghantam tubuhnya. Membuat wanita itu terpental sejauh sepuluh meter dengan kecepatan tinggi.
***
Selesai dengan Kultivator-kultivator bertopeng merah yang sebelumnya sempat melawan Zhang Zhili serta yang lainnya, Zhang Ziyi lantas beranjak dan berniat menyusul Zhang Zhili serta rekan-rekannya.
Namun baru saja beberapa meter dia melangkah, pendengarannya yang tajam tidak sengaja mendengar pertarungan sengit beberapa ratus meter dari tempatnya berdiri. Segera Ia memutar haluan ke arah kanan dan berlari dengan kecepatan tinggi.
Selang beberapa saat berlari, Zhang Ziyi lantas menghentikan langkah kala telah sampai ke arah sumber suara. Dapat dilihatnya seorang gadis cantik yang tengah bertarung melawan seorang pemuda, yang juga menggunakan topeng. Namun topeng yang di gunakan oleh pemuda itu berbeda warna dari orang-orang bertopeng yang Zhang Ziyi lawan sebelumnya.
Dengan topeng hitam yang pemuda itu kenakan. Juga unsur elemen petir berwarna gelap. Dia melawan Gadis cantik bergaun biru muda. Dengan unsur elemen es sebagai unsur dasar elemen nya.
Zhang Ziyi mengukur kultivasi dari kedua pemuda tersebut. Tampaknya gadis cantik bak Dewi yang mengenakan gaun biru muda itu memiliki kultivasi di ranah Surgawi tahap 1. Sementara laki-laki bertopeng Hitam yang memiliki kultivasi di ranah Surgawi tahap 7.
Sungguh perbedaan yang bagaikan langit dan Bumi.
meski begitu gadis cantik itu tampak begitu bersikeras melawan Pemuda bertopeng hitam. Di sisi lain Pemuda bertopeng hitam seperti hendak berhenti menyerang gadis itu, akan tetapi dia seperti tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Energi berwarna biru muda dengan aura yang terpancar dingin itu membentuk seekor burung Phoenix. Menukik tajam dan melepaskan semburan Es dari mulutnya.
Lelaki bertopeng Hitam itu juga tak tinggal diam, dia juga lantas menciptakan Binatang siluman legendaris, yakni naga halilintar.
Kedua energi berbentuk siluman legendaris itu bertarung di udara. begitupun juga dengan gadis bergaun biru muda dan lelaki bertopeng hitam itu juga bertarung di bawah.
pertarungan cukup sengit dan ditonton oleh banyak orang yang mengenakan topeng dan warna berbeda baik bertopeng putih, merah maupun Ungu.
beberapa saat energi berbentuk burung Phoenix milik gadis bergaun biru muda telah berhasil dikalahkan oleh energi berbentuk Naga Halilintar.
Begitupun juga dengan pertarungan di bawah di mana tempo pertarungan telah dikuasai sepenuhnya oleh lelaki bertopeng hitam.
Melihat hal itu, Zhang Ziyi tidak berniat menonton pertarungan lebih lama. Dia telah membaca situasi sebelumnya. Dimana orang-orang bertopeng itu kebanyakan berada di ranah Dewa. Dengan beberapa kultivator yang mengenakan topeng Ungu berada di ranah Surgawi tahap 1 hingga 3.
Zhang Ziyi mengetahui hanya Pemuda bertopeng hitam, yang saat ini tengah bertarung melawan gadis cantik tersebut, yang memiliki kultivasi tertinggi di antara orang-orang bertopeng.
Zhang Ziyi melompat dari batang pohon besar. Segera dia menangkis tebasan pedang yang nyaris mengenai lengan gadis bergaun biru muda. Setelahnya, Zhang Ziyi langsung bertindak dengan memukul dada Pemuda bertopeng hitam hingga membuatnya termundur beberapa langkah ke belakang.
Lelaki bertopeng yang termundur tadi lantas mengernyit di balik topeng kala mengenali orang yang barusan menolak dirinya tadi.
"Zhang Ziyi!" gumamnya pelan. Dia tahu betul siapa orang yang menyelamatkan gadis tersebut. Bahkan terakhir kali mereka bertemu juga tidak lama.
Di sisi lain, Zhang Ziyi yang bisa mendengar jelas apa yang dikatakan oleh laki-laki itu mengernyit.
__ADS_1
"Dari mana dia bisa tau namaku?" batin Zhang Ziyi. Padahal, dia tidak pernah berinteraksi dengan orang-orang bertopeng ini sebelumnya.