Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 40 ~ Tamu


__ADS_3

Setelah melewati beberapa waktu, Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Meng serta Zhang Bie akhirnya menyelesaikan mengelilingi kediaman Master Zhili. Terbaring Zhang Lan serta Zhang Meng untuk melepas penat. Terlalu berat untuk hari pertama berkeliling dengan membawa beban dua kali lipat dari sebelumnya.


Di kejauhan, nampak Zhang Zhili yang berjalan ke arah mereka beristirahat. Seperti biasa lelaki paruh baya itu akan meletakkan kedua tangan di pinggang belakang.


Sesampainya Zhang Zhili di tempat dimana Zhang Ziyi serta empat lainnya beristirahat, Pria itu tanpa aba-aba langsung melempari mereka dengan pertanyaan.


"Apakah ada masalah saat dalam perjalanan?"


Kelima orang itu menoleh ke arah Zhang Zhili dengan nafas yang masih menderu kasar. Terlihat jelas bahwa kelimanya masih belum bisa menetralkan deru nafasnya.


"Ya... Murid dari pak tua itu datang mengganggu!" Zhang Meng berkata singkat. kemudian ia membuang pandangannya ke arah seekor kelinci yang berlari ketakutan, hendak memasuki semak belukar.


Hari saat itu telah menunjukan malam akan segera datang. Matahari sore yang menerangi bumi, membuat suasana di tempat itu berwarna jingga.


"Murid dari pak tua? Pak tua siapa yang kau maksud?" Zhang Zhili bertanya dengan alis berkerut.


"Tentu saja Master Zhang Wei..." Sosor Zhang Bie. "Tapi Guru tenang saja, kami telah membuat mereka babak belur. Bahkan wajah mereka nyaris tak terkenali."


Kembali Zhang Zhili dibuat terhenyak. Dia mendekati murid-muridnya itu.


"Jangan terlalu mencari masalah dengan orang itu terlalu jauh ... yakin dan percaya, besok pria tua itu akan datang bertamu akibat ulah kalian tadi!"


"Cih, mereka yang dahulu menganggu kami guru... Kami tidak akan melawan jika bukan mereka yang dahulu berbuat masalah." Zhang Lan membela.


"Benar guru... Bahkan tindakan mereka tadi sudah terlampau keterlaluan... Menghina guru, mengatakan bahwa guru telah bermalas-malasan selama ini, untuk itulah guru tetap tersangkut di ... ranah langit tahap dua!" Zhang Lan berkata dengan polos. Namun saat dia tersadar, suaranya pun dia pelan–kan di bagian akhir kalimatnya. Takut membuat Zhang Zhili tersinggung.


Terkepal keras tangan Zhang Zhili kala mendengar perkataan Zhang Lan barusan. Mengingat kembali kejadian beberapa tahun silam. Dimana saat itulah penyebab kultivasinya tersangkut di Ranah Langit tahap 2. Namun apa boleh buat. Yang lalu telah berlalu, tak bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki kesalahan yang lalu.


"Beristirahatlah! Kalian pasti begitu kelelahan ... besok kalian jangan berlatih dulu...!" ucap Zhang Zhili parau.

__ADS_1


Zhang Zhili menoleh ke arah anak harimau api yang saat ini tubuhnya di jadikan sandaran oleh Zhang Ziyi. Sempat dibuat terkesiap melihat harimau api itu, namun kala mengingat kejadian beberapa hari lalu, di hutan Luori. Dimana anak harimau api itu juga telah membantu mereka dalam melawan Serigala Kegelapan, membuat Zhang Zhili sadar bahwa Beast harimau api itu tak berbahaya.


Setelahnya, Zhang Zhili berjalan meninggalkan kelima muridnya itu.


Zhang Ziyi serta keempat temannya tampak aneh melihat perubahan sikap yang diperlihatkan Zhang Zhili barusan. Ada rasa bersalah di hati masing-masing. Terutama Zhang Lan. Menyesal dia telah mengucapkan kalimat itu sebelumnya.


Bangkit, dan kemudian beranjak dari tempat itu. Seperti biasa, setelah berlatih, mereka akan berendam di air panas yang memang telah di sediakan Zhang Zhili untuk anak muridnya itu.


Selesai berendam, Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, serta Zhang Meng berkumpul kembali di meja makan. Tidak seperti biasanya, kali ini di meja makan tampak berbeda. Berbagai hidangan enak tersedia di atas meja. Yang biasanya hanya makanan sederhana, namun kali ini tampak lain.


Kelima orang itu saling berpandangan. Mereka tahu bahwa guru mereka itu tidak sekaya itu. Makanan itu pastinya mahal dan guru mereka pasti mengeluarkan banyak uang untuk ini.


Sempat tidak enak untuk menyantap makanan tersebut. Namun kala mengetahui isi surat yang tidak sengaja di dapat Zhang Yin di atas meja yang tertutupi oleh piring, semuanya pun kemudian menyantap hidangan tersebut tanpa ada yang bersuara. Semuanya larut dalam pikiran masing-masing.


"Malam ini guru tidak ada di rumah dan untuk beberapa hari kedepannya... Ada sesuatu yang harus aku urus. Di atas meja telah ku siapkan makanan enak untuk kalian. Anggap saja sebagai hadiah atas kegigihan kalian dalam berlatih......." Kira-kira begitulah isi dari surat tersebut.


Selesai dengan menyantap makanan tersebut, Zhang Ziyi serta yang lainnya kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Entahlah ... Aku juga tidak tahu!" jawab Zhang Ziyi.


Kedua anak itu berbincang-bincang untuk beberapa waktu, setelahnya memilih untuk tidur.


***


Besoknya, kediaman Master Zhili tiba-tiba kedatangan beberapa orang. Yang datang-datang langsung membuat keributan.


"Master Zhili ... Master Zhili... Keluar kau!" Suara berat namun keras dari seorang pria yang tidak lain adalah Zhang Wei. Dia datang bersama dengan beberapa murid di belakangnya.


Tak ada yang muncul membuat emosi pria itu kian meruap.

__ADS_1


"Master Zhili... Keluar kau!" Sekali lagi pria itu berteriak, namun tetap tak ada yang menjawab.


"Ohh, masih mau bersembunyi?? Baiklah, dalam hitungan ketiga, jika kau tidak muncul juga, maka akan ku hancurkan kediaman mu ini!"


"Satu..."


"Du–!"


Belum juga kata dua keluar dari mulutnya, Zhang Wei mendadak menghentikannya kala melihat seorang pemuda keluar dari salah satu bangunan dan berjalan dengan malas ke arah mereka.


Beberapa kali pemuda itu menguap tanda dia baru saja terbangun dari tidurnya.


"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut di pagi hari yang cerah ini?" Zhang Lan berkata tanpa menoleh. Dia sendiri belum menyadari siapa yang datang itu. Pasalnya matanya masih terlalu berat.


Pemuda itu meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku setelah semalaman berdiam di atas ranjang.


"Lancang, berani sekali kau bersikap seperti itu di hadapan master Wei!" Salah satu diantara murid yang dibawa Zhang Wei ke kediaman Master Zhili membentak Zhang Lan.


Kontan, mendengar nama Zhang Wei di sebut, Zhang Lan langsung mengarahkan pandangan ke depan... Mata yang sebelumnya malas untuk terbuka, kini malah terbuka lebar.


Tanpa kehendaknya, tubuh Zhang Lan termundur dengan sendirinya.


"Gawat! Kenapa pak tua ini harus datang ke sini?" batin Zhang Lan.


"Ada apa, saudara Lan?" ucap Zhang Ziyi setengah berteriak. Sebab posisinya dengan Zhang Lan yang lumayan berjarak.


Zhang Lan sendiri tak menjawab. Ia terlalu takut untuk mengeluarkan suaranya.


Satu per satu dari murid Zhang Zhili mulai bermunculan. Dimulai dari Zhang Ziyi, lalu Zhang Meng serta Zhang Bie. Terakhir Zhang Yin. Keempat orang itu melangkah ke arah Zhang Lan.

__ADS_1


"Master Wei!" begitu terkejut Zhang Meng melihat pria tua yang berdiri tidak jauh dengan mereka. Di belakangnya terdapat beberapa murid Yang semuanya memiliki kultivasi Ranah Langit. Di samping Zhang Wei, berdiri Zhang Gong dengan wajah babak belurnya.


Taulah mereka sebab Zhang Wei datang kemari. Tentu saja untuk memberi pelajaran kepada orang yang telah membuat murid-muridnya babak belur sampai nyaris tak terkenali.


__ADS_2