
Banyak sekali penghuni Alam Atas yang notabenenya gila akan kekuatan mengunjungi tempat ini. Tempat ini memang sangat berawan gelap. Baik siang maupun malam tetap pada suasana yang sama, gelap. Tapi Tapi meskipun demikian, ini masih terang oleh cahaya perak sang rembulan.
Ibarat kata malam gelap dan siang terang. Tapi mungkin kalau di sini, hal tersebut patutnya di nyatakan terbalik. Dimana saat malam, tempat ini akan terang oleh cahaya bulan yang sempurna meneranginya. Sementara siang, cahaya matahari tidak bisa masuk, sehingga tempat ini akan menggelap.
Mereka berhenti, berpencar di berbagai arah berbeda. Menunggu saat itu tiba. Saat-saat dimana Roh Siluman Surgawi akan turun. Dan jika saat itu tiba, maka pertumpahan darah tidak akan terelakkan.
Zhang Ziyi mengikuti dua orang anggota Kipas Terbang. Tampak begitu terburu-buru, Zhang Ziyi menggunakan kekuatan dari roh topeng Hantu untuk menyembunyikan dirinya.
Kedua orang dari sekte Kipas Terbang itu berhenti di satu titik. Ada beberapa orang yang telah menunggu kedatangan keduanya di sana.
"Bagaimana? Apakah kau telah melihat mereka datang kemari?" tanya Pemimpin dari rombongan sekte Kipas Terbang.
"Benar, Tetua! Komandan Kekaisaran Langit serta dengan beberapa orang prajurit telah bergerak menuju kemari!"
Tetua memegangi dagunya. "Segera bersembunyi, dan pantau mereka dari jauh. Kita tidak akan mungkin bisa menghadapi mereka secara langsung. Prajurit Kaisar Langit bukanlah sembarang orang. Ditambah dengan kehadiran Komandan bersama mereka, kita tidak akan ada kesempatan untuk menyerang!"
Semua anggota Sekte Kipas Terbang yang mendengar itu mengangguk. Sama-sama mengonsumsi sebuah pil. Setelahnya, hawa keberadaan mereka tak lagi terasa. Anggota sekte Kipas terbang langsung berpencar ke berbagai arah, mencari persembunyian yang aman.
Sisi lain, Zhang Ziyi juga segera menyingkir kala merasakan aura hebat mendominasi memenuhi udara. Bahkan tumbuhan yang ada di sana sampai memberikan hormat saat merasakan aura tersebut.
"Aura yang begitu agung. Ini sangat mirip dengan aura emas ku, tapi ini lebih kuat!" gumam Zhang Ziyi. Pandangannya terkunci pada sosok yang berada di depan rombongan orang yang memancarkan cahaya emas itu. Komandan yang tadi sempat dia lihat saat menolong pria tua. Dia bergerak dengan mengendarai awan emas di bawahnya.
Lembah yang semula telah terang oleh cahaya perak sang rembulan, kini menjadi bertambah terang oleh cahaya emas yang terpancar dari rombongan itu.
Memperhatikan mereka hanya sesaat, sebab rombongan pasukan Kaisar Langit itu telah bergerak dengan kecepatan tinggi. Hingga dalam waktu singkat, mereka tidak lagi terlihat.
Cepat, dia bergerak mengejar rombongan Kaisar Langit. Tentu saja tubuhnya masih menggunakan roh untuk bergerak cepat.
Lama dia terbang, Zhang Ziyi mulai kembali mendapati keberadaan pasukan Kekaisaran Langit. Mereka berhenti di satu tempat. Tempat terdalam di Lembang Bulan Malam.
__ADS_1
Dari kejauhan, Zhang Ziyi juga melihat pasukan yang di kirim oleh Sekte Kipas Terbang tengah mengintai dari jauh, sama seperti dirinya saat ini.
Sebenarnya, tidak hanya satu kelompok saja yang mengintai pasukan yang dikirim Kaisar Langit, melainkan kelompok lain juga tengah mengintai secara diam-diam di berbagai tempat, mengelilingi mereka.
"Hmm, dalam hal ini, hati-hati tingkat tinggi sangat di perlukan. Roh Siluman Surgawi hanya satu, berarti otomatis yang mendapat pengakuan harus satu orang saja," gumam Zhang Ziyi pelan. Pedang Naga Langit ia keluarkan dari Cincin Ruang miliknya. Tapi kali ini dia akan menggunakan dua pedang sekaligus. Yaitu, Pedang Naga Langit dan Pedang Pembalik Langit.
"Sayang sekali, aku masih belum bisa untuk menggabungkan dua pedang ini!" Zhang Ziyi memandangi dua pedang di tangannya ini. Tapi hanya sesaat, kemudian dia mengalihkan perhatiannya jauh di depan sana.
Selang beberapa saat, di hadapan mereka saat ini, cahaya biru muda keperakan datang dari atas sana. Mengalahkan cahaya emas yang terpancar dari pasukan Kekaisaran Langit.
Banyak pasang mata terkunci pada cahaya itu. Langit terbelah. Seekor rusa turun, berlari mengikuti cahaya. Pasukan Kaisar Langit yang melihat itu, segera memperkuat aura mereka. Pasukan Kaisar Langit bukannya tidak menyadari akan kehadiran banyak orang yang mengintai mereka dari berbagai sisi.
Membiarkan mereka mengintai, bukan berarti membiarkan mereka merebut Roh Siluman Surgawi. Untuk itu pasukan Kaisar Langit sengaja mengeluarkan aura yang begitu besar, sebagai peringatan bagi orang-orang yang mengintai mereka, bahwa Roh Siluman Surgawi hanya untuk mereka seorang.
Benar saja, tindakan yang di lakukan oleh Pasukan Kaisar Langit nyatanya berhasil membuat kelompok-kelompok yang mengintai mereka terdiam dan mengurungkan niat yang sebelumnya sempat terbersit untuk melawan.
Kini mereka berada dalam kerisauan. Satu sisi mereka juga menginginkan Roh Siluman Surgawi, tapi di sisi lain mereka tidak ingin berurusan dengan Kaisar Langit.
"Ya, kau benar. Mari kita bekerja sama untuk melawan Pasukan Kekaisaran Langit itu. Setelah berhasil menyingkirkan mereka, baru setelahnya kita biarkan Roh Siluman Surgawi memilih."
Melalui perundingan itu, beberapa kelompok berbeda pun sepakat untuk menyerang Pasukan Kaisar Langit. Meskipun belum semuanya, tapi mereka yakin, saat nanti mereka bergerak, pastinya yang lain pun juga akan ikut bergerak menyerang Pasukan Kaisar Langit itu.
Salah satu penjuru bagian Timur, kini memancarkan aura hebat berniat melawan aura yang di pancarkan oleh Pasukan Kaisar Langit. Sayangnya, itu tidak cukup untuk menekan aura tersebut. Bahkan Aura emas yang berasal dari pasukan Kaisar Langit semakin kuat dan nyaris menelan Aura tersebut.
Melihat hal itu, yang lain tampak tidak tinggal diam. Satu per satu kelompok mengeluarkan aura mereka. Berbeda macam aura dengan warna berbeda pula. Semua aura itu saling bekerjasama untuk menekan aura emas dari pasukan Kaisar Langit.
Berhasil. Mereka telah berhasil menekan aura yang dipancarkan oleh pasukan Kaisar Langit.
"Kurang ajar... Kalian berani dengan kami?" Suara menggema yang datang dari mulut komandan, ibarat Guntur yang menggetarkan. Tidak hanya menggetarkan tubuh, melainkan tanah juga udara sekalipun ikut bergetar.
__ADS_1
"Hahaha, Jangan pikir kami takut pada kalian! Memiliki pengaruh besar, bukan berarti bisa menekan kami sesukamu!" Salah satu pemimpin dari kelompok keluar dari persembunyiannya. Berpakaian serba hitam, dengan memegang cakram di tangannya. Dia melayang ke depan dengan memasang seringai sinis.
"Tch, hanya seekor semut, telah berani dengan pasukan Kaisar Langit!" Komandan berkata dengan memasang seringai sini. Setiap perkataan yang dilontarkannya begitu menggema serta mengandung tekanan besar.
"Dahulu kami memang sering mengalah saat Kaisar Langit bergerak dan mengambil semuanya, tapi untuk kali ini, kami tidak akan akan mengalah!"
Salah satu pemimpin kelompok lain juga ikut maju. Tidak hanya dia, Melainkan Hay dari 0 mereka juga ikut maju.
"Hahaha, Bagus... Bagus!! ku anggap kalian ingin mencari mati!" Ucap komandan Kaisar Langit dengan tekanan serta ancaman besar Dia juga menepuk tangan serta memasang seringai menyeramkan.
Sisi lain Zhang Ziyi hanya berniat memperhatikan mereka dari jauh tanpa ingin ikut campur. Zhang Ziyi tidak akan mengambil tindakan. Dia ingin melihat situasi terlebih dahulu baru setelahnya dia akan bergerak.
Komandan Kaisar langit ini telah melepaskan kekuatan yang sangat besar. "Majulah, jika kalian berani!" tantangnya. Dia ingin melihat sejauh mana kelompok-kelompok itu akan berurusan dengan kasar langit.
Belum belum ada yang menunjukkan tanda-tanda maju. Meski tadi mereka begitu berani, tapi Entah mengapa keberanian itu sekarang telah muncul berganti dengan rasa ragu.
"Tch, Mengapa Kalian diam saja! Takut? Hahaha....!" Komandan Kaisar Langit tertawa renyah. "Maka, menurutlah. Biarkan siluman roh surgawi itu menjadi milik kami!"
Setelah mengatakan itu komandan Kaisar langit pun terbang ke atas. Dia berniat akan mengambil alih pengakuan dari Siluman Roh Surgawi itu.
"Kenapa kalian diam saja! Jumlah kita ada banyak. Jika kita menyerangnya secara bersamaan maka dia tidak akan berdaya," ucap pemimpin klan cahaya.
"Apakah kau gila! Jika kau ingin klan mu hancur, maka silahkan saja berurusan dengannya!"
Sejujurnya, dia begitu tidak terima dengan kenyataan ini. Bahwa mereka masih tidak ada daya untuk berurusan dengan Kaisar Langit. Tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak.
"Hei, Pak Tua! Siapa yang menyuruh mu untuk mengambil alih pengakuan dari Roh Siluman Surgawi begitu saja!" Suara menggema lain tiba-tiba saja terdengar. Penuh akan ancaman serta tekanan.
Dari arah lain, jauh di sana datang beberapa pasukan yang di pimpin oleh seorang Pria berpenampilan aneh. Aura hitam pekat yang tidak kalah mendominasi–nya dengan Aura emas yang dipancarkan oleh pasukan Kaisar Langit Itu, datang bersama dengan pasukan tersebut.
__ADS_1
Sontak saja, melihat kedatangan dari beberapa orang tersebut, semua pemimpin kelompok bergerak mundur. Mereka tidak ingin mencari perkara lebih jauh. Dua kelompok yang memiliki aura besar berlawanan ini bukanlah kelompok biasa yang bisa mereka singgung.
Zhang Ziyi sendiri juga tidak bisa untuk mengalihkan pandangannya dari kelompok yang barusan muncul. Dia memperhatikan satu per satu orang-orang tersebut. Pasukan yang mereka bawa beberapa diantaranya memiliki wajah aneh. Meskipun ada beberapa dari mereka yang memiliki wajah normal.