
"Kak Ziyi, di belakang mu!" Zhang Lan memperingati Zhang Ziyi untuk menengok ke belakangnya, dimana cahaya putih yang begitu terang terpancar dari sana.
Zhang Ziyi menoleh ke belakang. Sontak dia langsung menghalau indera penglihatannya dengan menggunakan lengan. Tidak hanya Zhang Ziyi yang melakukan demikian, melainkan semua rekan termasuk gurunya, Zhang Zhili melakukan seperti apa yang di lakukan Zhang Ziyi.
Beberapa saat, tampak siluet tujuh orang yang mengambil posisi berbeda. Enam diantaranya melayang di atas, sementara satu orang tetap berdiri di udara, posisinya di bagian bawah.
Wajah yang di perlihatkan ketujuh orang itu begitu tegap sekaligus berkharisma kuat.
Zhang Lan serta yang lainnya yang melihat kedatangan mereka tidak bisa untuk tidak tercengang.
Dengan Wajah tegas, mereka yang semula melayang mulai turun mendarat dan berdiri sejajar.
"Leluhur Sekte Tujuh Elemen!" Zhang Ziyi berkata refleks.
Ketujuh Leluhur melangkahkan kaki ke depan, mendekat ke arah Zhang Ziyi serta yang lainnya.
"Bocah, semenjak pertemuan terakhir kita, kau banyak berkembang. Kekuatanmu pun kini hampir setara dengan kami!" ucap Leluhur berpakaian merah.
"Senior terlalu memuji!" Zhang Ziyi merendah.
"Yang di katakan Huo memang benar. Kau memang bertambah kuat. Takutnya, lima atau enam bulan ke depan, aku dan ketujuh leluhur bukan lagi tandingan–mu!" ucap wanita berpakaian biru.
"Terima kasih Senior!" ucap Zhang Ziyi.
"Oh, ya... Mengenai tanggung jawab yang kami berikan kepadamu. Apakah kau telah melakukannya?" tanya salah satu leluhur sekte tujuh elemen.
"Benar, senior! Aku telah melakukan seperti yang senior-senior katakan. Dan sekarang mereka telah ku jadikan bawahan!" ucap Zhang Ziyi dengan jujur.
"Baik sekali. Aku rasa mereka di tanganmu lebih baik."
"Nak, asal kau tahu. Kami muncul di sini sebab merasakan kekuatan dari lencana yang kau aktifkan. Dulu kami lupa menjelaskan padamu bahwa salah satu manfaat dari lencana itu adalah sebagai sinyal panggilan terhadap kami!" kata seorang pria berpakaian merah.
Zhang Ziyi mengangguk. "Pantas saja."
"Oh, ya. Senior-senior, ini adalah teman-teman ku yang memiliki unsur elemen berbeda. Aku berniat mengajari mereka tentang formasi Bintang Tujuh Elemen. Jika senior-senior berkenan, maukah kalian memberikan sedikit pencerahan terkait hal ini?"
Ketujuh orang itu bergantian memandangi Zhang Lan serta yang lainnya.
"Hmm, dilihat dari kultivasi mereka yang notabenenya setara dengan penghuni alam atas tingkat rendah, mereka juga tidak terlalu buruk!"
"Ya, Bahkan makhluk fana yang berasal dari Alam tengah saja sudah bisa mencapai tahapan yang hanya bisa di capai oleh Penghuni alam atas."
"Baiklah, kami akan mengajari mereka. Namun sebelum itu, bisakah kau meminta mereka untuk mempraktekkan formasi Tujuh Elemen untuk kami?" pinta leluhur berpakaian Hijau.
"Tentu!" Zhang Ziyi lantas memberikan kode p
pada Zhang Zhili.
"Umm.!" ucap Zhang Zhili. Lalu dia serta muridnya mengambil posisi masing-masing.
Mereka sama-sama mengeluarkan kekuatan mereka.
Di sisi lain, Leluhur yang ber–elemen Tanah menaikkan alisnya kala melihat posisi Zhang Zhilii serta yang lainnya itu, karena tidak sesuai dengan formasi.
"Ha—!" Baru juga dia hendak mengangkat kata, perkataannya terpotong begitu saja, tatkala tongkat es langsung menghantam kepala bagian belakangnya.
"Aduh... Apa maksudmu?" rengek Leluhur ber–elemen tanah, seraya memegangi kepalanya, yang mungkin telah menumbuhkan sedikit benjolan. Ini menandakan bahwa pukulan tersebut mengandung energi yang tidak sedikit.
"Jangan berbicara dan memberikan komentar sebelum mereka selesai menampilkan formasi." ucap wanita berpakaian biru, yang tidak lain adalah leluhur ber–elemen es.
__ADS_1
Leluhur sekte ber–elemen tanah hanya bisa terdiam dengan menampilkan raut wajah kesal. Tentu saja dia mengumpati wanita itu dalam hatinya.
"Iya-iya!"
"Nah, seperti itu lebih baik!" ucap Wanita tersebut dengan menampilkan seringai penuh kemenangan.
Di sisi lain, Formasi Tujuh Elemen mulai melepaskan serangannya.
Whush!!
Piiuuu!!
Cahaya emas melesat lurus seperti laser. Menembus ruang dengan kecepatan cahaya. Proses itu terus saja berlanjut hingga beberapa saat. Setelahnya, cahaya emas itu menghilang, bersamaan dengan itu, Formasi Tujuh elemen juga telah habis.
"Hmm, lumayan, namun belum mampu mengeluarkan seperempat dari kekuatan aslinya!" ucap Leluhur Ber–elemen tanah.
"Ya, kau benar. Formasi yang mereka gunakan masih jauh dari kata sempurna. Meski sudah bisa melepaskan serangan yang lumayan ber–energi dan mampu melawan musuh satu ranah di atasnya, tapi ini belum seberapa." Leluhur ber–unsur elemen Api juga ikut menimpali.
Setelahnya dia berjalan mendekati tujuh orang itu. Berniat mengelilingi mereka, namun saat berbalik, pandangannya salah menangkap wujud seseorang, yang langsung membuatnya terdiam membatu untuk beberapa saat.
"Gu–guru!" ungkapnya. Lalu Leluhur ber–unsur elemen Api itu berlari kecil ke arah orang yang di panggilnya.
"Dasar Murid Liar. Belum apa-apa, kau sudah melupakan gurumu!" ucap Dewa Api sembari membuang muka.
"Maafkan aku, guru. Bukan maksudku untuk tidak mengingat mu, akan tetapi, aku tidak ada waktu untuk itu!"
"Owh, jadi kau lebih mementingkan urusanmu di banding mengurusi gurumu yang sudah tua ini!" Dewa Api mulai melakukan perannya.
"Bu–bukan begitu guru! Ta–tapi—" Huo tidak sempat melanjutkan perkataannya, saat Dewa Api langsung memotongnya.
"Pergilah. Jangan temui aku lagi–! Urus saja urusan mu itu." Dewa api membalikkan badan dan berniat melangkah.
Sontak, Dewa Api langsung menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan muridnya.
"Apa maksudmu?"
"Kau ingin aku tidak menemui–mu lagi?" tanya kembali Huo, Leluhur sekte tujuh elemen yang memiliki unsur elemen Api itu menampakkan ekspresi girang sekarang.
"Dasar Murid laknat, bukannya sedih, kau malah kegirangan saat aku memintamu untuk tidak menemui aku lagi!" Dewa Api yang kesal karena muridnya yang menampakkan ekspresi senang itu lantas menjewer telinga Leluhur Huo.
"Aduh-aduh! Ampun guru. Aku hanya bercanda tadi." Leluhur Huo menjerit. Dia meringis sembari melompat-lompat kesakitan.
Sesaat, keduanya tampak seperti anak yang dimarahi ibunya. Dengan omelan-omelan tak berhenti keluar dari mulut Dewa Api, serta rengekan Leluhur Huo yang bagaikan anak kecil.
Ekspresi tegas nan garang yang semula di perlihatkan Huo tadi seketika musnah.
Zhang Ziyi serta yang lainnya tidak bisa untuk tidak tertawa melihat adegan yang di pertontonkan keduanya. Begitupun juga dengan Laohu yang juga mengeluarkan tawa aneh.
"Ampun guru, sebenarnya aku itu sangat-sangat merindukan guru. Bahkan siang malam tidak bisa ku lewatkan tanpa mengingat wajah guru, Aduhh!" Leluhur Huo langsung melancarkan rayuannya.Dan benar saja, Dewa Api mengurangkan kekuatan jeweran–nya.
"Hmm, aku tahu kau hanya berbual, namun karena kau adalah murid kebanggan ku, maka aku akan memaafkan–mu!"
Sontak, kedua orang itu langsung berpelukan penuh haru, setelah sekian tahun tidak bertemu.
Zhang Ziyi serta yang lainnya yang melihat itu malah mengernyitkan alisnya. Tak mengerti dengan jalan hati keduanya.
"Memang meskipun nampak tegas dan dingin dengan orang luar, namun jika bertemu dengan orang terdekat kita, maka sikap tegas serta dingin itu akan langsung sirna seketika!" Zhang Ziyi menggelengkan kepala, tak habis pikir dengan kelakuan guru murid itu.
Dia sendiri sudah bisa menebak akan maksud dari ucapan Dewa Api sebelumnya, yang mengatakan bahwa salah satu muridnya adalah leluhur Sekte Tujuh Elemen. Tentunya ,orang itu adalah Leluhur Huo, yang menguasai unsur elemen Api.
__ADS_1
Keenam leluhur akhirnya bergerak, menghampiri Dewa Api serta leluhur Huo.
"Salam Guru!" Semuanya menangkupkan tangan seraya membungkukkan badan, memberi hormat pada Dewa Api.
Dewa Api memberikan anggukan kecil sebagai respons.
"Setelah beberapa tahun kita tidak bertemu, aku melihat telah banyak perkembangan pada kalian semua. Bahkan sampai mendirikan sekte besar yang memiliki anggota yang sangat banyak." Dewa Api mengucapkan kalimatnya.
"Ini semua juga berkat ajaran para guru .. Oh ya, bagaimana keadaan guru Air dan yang lainnya?"
'Mereka saat ini tengah menganggur. Pekerjaan belum menghampiri mereka
.. Apakah kalian berniat mengunjungi guru kalian masing-masing?"
"Tentu saja guru." Keenam leluhur berkata kompak.
"Baiklah, namun sebelum itu, aku ingin kalian membantu anak ini dalam menyelesaikan urusannya. Tetap berada di pihaknya karena dia berada di pihak kita," Dewa Api menoleh ke arah Zhang Ziyi.
"Kami akan melakukan petuah guru!"
"Hahaha, kalian memang sangat sopan, tidak seperti murid–ku yang satu ini!" ucap Dewa Api di selingi oleh tawa yang menggelegar.
Zhang Ziyi serta tujuh orang juga Laohu saat ini telah berkumpul dengan para leluhur.
"Kakek, apakah latihan ini kita lanjutkan?" tanya Zhang Ziyi. Dia sendiri saat ini telah bosan melihat drama murid dan guru ini.
"Tentu saja, akan kita lanjutkan. Setelah dua bulan kita akan kembali ke dunia ciptaan Gou Liang dan sama-sama ke alam atas. Namun sebelum itu, aku ingin murid-murid ku ini yang akan melatih kalian. Mulai dari penyempurnaan Formasi sampai yang lainnya. Masing-masing dari mereka akan mengangkat murid dari teman-temanmu ini." Dewa Api menjelaskan panjang lebar.
"Aku mengerti kakek."
"Tapi, Ziyi'er! Aku akan kembali ke tempat dimana Dewa Air serta lima dewa elements lainnya berada. Apakah kau bisa menungguku untuk beberapa waktu. Aku tidak akan lama ke sana, dan setelah kembali, kita akan langsung memulai latihannya."
"Hmm, baiklah. Aku tidak keberatan."
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya mereka resmi berpisah.
Dewa Api bersama tujuh leluhur menghilang, meninggalkan Zhang Ziyi serta tujuh orang dan Laohu di tempat hampa itu.
"Mari ikut aku. Kita akan ke dunia jiwa."
Zhang Ziyi menciptakan portal dimensi yang menghubungkan dengan dunia jiwa. Setelahnya mereka semua memasuki portal itu.
Whush!!!
Mereka muncul di alam jiwa.
"Apa yang hendak aku lakukan?" tanya Zhang Zhili.
"Dulu, pertama kali aku bertemu dengan tujuh leluhur Sekte Tujuh Elemen, mereka sempat memberiku cincin ruang. Masing-masing dari mereka memberiku cincin sebab mereka mengetahui bahwa aku bisa menggunakan semua unsur elemen."
Zhang Ziyi lantas mengeluarkan tujuh buah cincin yang memiliki warna berbeda.
"Dan saat itu, aku tidak menggunakannya sama sekali, ku rasa cincin-cincin ini akan berguna bersama kalian!" ucap Zhang Ziyi kembali. Tujuh cincin yang melayang di tangan Zhang Ziyi mulai terbang ke tangan Zhang Zhili serta yang lainnya.
Zhang Ziyi melakukan seperti yang Zhang Ziyi katakan.
Cahaya dengan warna berbeda, menyinari cincin-cincin itu. Namun itu tidak berlangsung lama. Hanya beberapa detik saja
"Kalian bisa memeriksanya, sebab aku belum sempat melihat-lihat isi dalam cincin itu."
__ADS_1
"Umm!"