
Zhang Ziyi menarik kembali tangannya dari kening Mei Lan. Tapi gadis itu masih menutup kedua matanya.
Aura berwarna ungu merembes keluar dari tubuhnya. Itu sangat pekat, perlahan tubuh Mei Lan terangkat sendiri di udara.
Aura itu semakin kuat, mengandung Qi racun mematikan. Hingga tiba-tiba saja terjadi gejolak kuat yang menimbulkan ledakan dari tubuh gadis itu.
Baamm....
Aura ungu tersebut terpecah dan menyebar ke segala penjuru. Hou Die tampak terkejut sampai tidak sempat melindungi dirinya dari racun tersebut.
Untungnya ada Zhang Ziyi di sampingnya yang langsung mencipta array pelindung untuk lelaki itu agar tidak terkena pengaruh dari racun.
Selang beberapa saat, aura ungu telah berhenti menulis dan menghilang sepenuhnya. Terlihat Mei Lan yang telah mendarat di atas tanah. Aura yang terpancar darinya juga tampak berbeda, kini gadis itu semakin kuat saja dari sebelumnya.
Hou Die segera menghampiri Mei Lan untuk memastikan keadaan gadis itu. Bisa dilihat kondisinya telah membaik, bahkan bibirnya yang semula berwarna hitam kini berganti dengan rona merah muda yang ranum. Hanya bajunya saja yang bertambah ungu pekat.
"Waah, hebat! Guru membuat kekuatan mu meningkat sangat pesat!" ujar Hou Die dengan semangat.
Mei Lan menoleh ke arah Hou Die sesaat, lalu beralih menghampiri Zhang Ziyi yang masih berdiri lima meter darinya kala itu.
Berlutut, lantas gadis itu berkata, "Terima kasih, Guru! Berkatmu racun-racun dalam tubuhku ini tidak jadi mengancam nyawaku. Bahkan mereka telah menjadi kekuatan bagiku!" gadis itu sangat tulus dengan perkataannya.
Zhang Ziyi menganggukkan kepalanya pelan. "Umm, sekarang berdirilah!" perintahnya.
Mei Lan mengikut perintah Zhang Ziyi. Dia berdiri tegap.
"Baiklah, karena urusan kita sudah sesuai, maka mari kita melanjutkan perjalanan ke kota pusat kekaisaran!" ujar Zhang Ziyi sembari melangkah santai dengan kedua tangan yang terlipat di belakang.
__ADS_1
Niao dan Laohu lantas mengikuti langkah kaki Zhang Ziyi. Sementara untuk Mei Lan sendiri tampak terdiam. Dia ragu untuk ikut bersama menuju kota Kekaisaran.
"Kau tak perlu takut. Guru orang yang baik, aku bahkan juga dibantu olehnya! Lihatlah kekuatan kita telah setara sekarang!" Hou Die menghampiri Mei Lan dan mengajaknya untuk ikut bersama mereka.
Mei Lan memasang wajah sumringah. "Baiklah... Terima kasih!"
Kedua orang itu lantas mengikuti langkah kaki Zhang Ziyi, Niao dan Laohu dari belakang.
Mereka berlima sampai di gerbang masuk kota. Kini mereka harus berhadapan dengan para penjaga di sana.
"Tunjukkan tanda pengenal kalian! Jika tak memilikinya, silahkan meninggalkan kota ini!" ucap sah satu penjaga yang menahan Zhang Ziyi.
Menoleh ke arah lelaki itu sejenak, Zhang Ziyi dengan wajah datar dan tenangnya tampak menghiraukan begitu saja penjaga itu. Tapi dia masih terdiam di tempat.
Masalahnya dia memang tak memiliki tanda pengenal untuk wilayah ini. Yang dia miliki hanyalah lencana sebagai kaisar Langit. Tapi tidak mungkin dia menggunakan itu untuk menunjukan hal yang menurutnya sangat kecil ini.
Tapi saat dia telah kembali menoleh ke arah Zhang Ziyi, penjaga itu begitu kaget saat tidak mendapati kenali ke eradaan Zhang Ziyi. Begitupun dengan Niao, Laohu, Mei Lan serta Hou Die.
"Kemana perginya mereka? Perasaan dua detik lalu masih ada di sini?" tanya penjaga tersebut penasaran. Memastikan keberadaan Zhang Ziyi serta empat orang lainnya melalui reka menjaga lainnya, tapi tidak ada satupun dari Meraka yang melihat ataupun mengetahuinya. Bahkan mereka juga sama bingungnya dengan penjaga yang menahan Zhang Ziyi tadi.
***
Zhang Ziyi serta dua bawahan serta dua muridnya saat ini telah berada di tengah-tengah keramaian kota. Anehnya tidak ada yang memperhatikan kemunculan tiba-tiba mereka. Entah karena terlalu sibuk atau karena hal apa sehingga ramainya orang-orang di sana tampak melihat kehadiran Zhang Ziyi, Laohu, Niao, Hou Die serta Mei Lan telah berada di sana untuk waktu yang lama.
"Apa yang terjadi? Mengapa aku berada di sini?" tanya Mei Lan. Dia bingung dengan apa yang dia alami barusan. Padahal dia hanya mengedipkan mata tadi. Tapi setelah kedipan itu, dirinya malah telah berada di antara banyaknya orang-orang yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Sepertinya kekaisaran ini sangat ceroboh. bahkan penjaga yang ketat diluar tapi di dalam mereka tidak memperhatikannya. Banyak orang-orang yang menyimpan niat jahat di sini!" ujar Laohu sembari memperhatikan keramaian kota.
__ADS_1
"Bukan urusan kita. Saat ini yang musti kita lakukan adalah pergi dan memasuki istana itu!" ucap Niao.
Zhang Ziyi telah melangkahkan kakinya. Bawahan serta dua muridnya itu juga ikut melangkah mengikuti Zhang Ziyi.
Mereka sampai di gerbang masuk istana Kekaisaran. Namun untuk kedua kalinya mereka di tahan.
"Kalian tampak asing. Dari man asal kalian?" tanya lelaki yang merupakan penjaga gerbang masuk istana. Tampak kekuatan dari orang ini lebih kuat dari penjaga yang ada menjaga gerbang masuk kota.
Laohu yang melihat perlakuan mereka begitu tidak sopan terhadap Zhang Ziyi merasa kesal dan ingin menelan orang itu hidup-hidup. memang sebelumnya saat mereka di cegah di gerbang masuk kota, dia sempat menahan hasrat membunuhnya, tapi kali ini dia tampak ingin menelan orang yang menahan Zhang Ziyi itu.
Tapi sebelum Laohu bertindak lebih jauh, terlebih dahulu Zhang Ziyi memberikan kode terhadapnya.
"Dengar-dengar tuan putri tengah mengalami suatu penyakit berbahaya. Aku berniat untuk mencoba menyembuhkannya!" ucap Zhang Ziyi.
Penjaga itu sempat curiga dengan Zhang Ziyi, sehingga tidak mempercayai perkataan Zhang Ziyi begitu saja.
"Sebutkan dulu asalmu!"
"Apakah itu perlu? Atau kau memang lebih mementingkan identitas kamu dibanding dengan keselamatan putri kalian itu. Oh, tuan, sepertinya kita tidak perlu capek-capek mengeluarkan tenaga untuk membantu tuan putri mereka. Lebih baik kita kembali dan—!"
"Tunggu... Baiklah, mari silahkan masuk! Aku akan mengantar kalian menemui Yang Mulia Kaisar!"
Meskipun dia tampan kesal dengan ucapan Laohu tadi, tapi penjaga itu harus menurunkan egonya dan memilih membiarkan Zhang Ziyi, Laohu, Niao, Hou Die serta Mei Lan untuk masuk.
Penjaga itu mengantar mereka sampai di sebuah ruangan yang diyakini merupakan tempat dimana sang Kaisar Berada.
Mengetuk pintu, Penjaga lantas berkata, "Yang Mulia, Ada tabib yang mencoba untuk menyelamatkan Tuan Putri!"
__ADS_1
Tak lam setelahnya, tampak pintu mulia terbuka, memperlihatkan seorang pelayan yang keluar. Pelayan itu segera mempersilahkan Zhang Ziyi serta yang lainnya untuk masuk. Sementara itu, penjaga yang mengantar Zhang Ziyi, Niao, Laohu, Hou Die serta Mei Lan itu memilih untuk kembali ke gerbang untuk menaiki berjaga.