Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 259 ~ Bertemu kembali


__ADS_3

Zhang Ziyi serta rekan-rekannya mengendarai Laohu. Bergerak dengan kecepatan tinggi menembus angin. Begitupun juga dengan pria yang masih sempat di selamatkan dalam insiden pembantaian Kelompok besar oleh pasukan Iblis.


Masih dalam jarak jauh, mereka sudah bisa merasakan bentrokan aura hebat. Zhang Ziyi menyuruh Laohu untuk mempercepat laju terbangnya.


Dalam beberapa menit, mereka telah sampai.


Tampak di sana, pasukan kekaisaran Kegelapan, Kekaisaran Langit, kerajaan Phoenix Es serta Pasukan Iblis tengah bertarung. Tapi jika dilihat lebih teliti, tiga kelompok besar itu tampaknya tengah bekerja sama dalam melawan Pasukan Iblis.


Meski di serang oleh gabungan tiga kelompok besar di alam atas, namun nyatanya Kelompok terbesar di Alam bawah yang tidak lain adalah pasukan Iblis itu tidak sedikit pun terlihat kewalahan. Bahkan masih tetap bisa mengimbangi.


Dalam pertarungan kelompok ini, yang menjadi pemimpin pasukan hanyalah perwakilan dari para pemimpin kelompok ini sendiri. Sementara pemimpin kelompok tidak ikut serta dalam pertempuran ini.


"An'er!" gumam Zhang Ziyi kala mendapati kekasihnya ikut serta dalam pertarungan itu.


Menilik sekitar dan menyapu pandangannya ke arah lain. Zhang Ziyi mencari-cari keberadaan Shui Bing. Tapi tidak terlihat gadis itu di sini.


"Mungkin dia berada di dalam istana itu!" pikir Zhang Ziyi sembari menengok ke ke arah Istana yang berdiri megah, beberapa meter di hadapannya.


"Kalian, datanglah ke Istana dan lindungi mereka yang berada di dalam Istana itu. Sembari itu, cari Bing'er dan bawa dia!" perintah Zhang Ziyi pada rekan-rekannya. Termasuk juga pria yang ikut bersama mereka.


"Baik, Kakak Ziyi!" spontan kelima rekannya menjawab. Setelahnya mereka sama-sama bergegas, menuju ke arah Istana. Sisi lain, Zhang Ziyi terbang berlawanan arah dengan rekan-rekannya.


Terbang ke arah dimana pertarungan dahsyat tengah berlangsung ratusan kilo dari Istana Kerajaan Phoenix Es. Pandangan Zhang Ziyi sempat terfokuskan pada kekasihnya, yang saat itu menghadapi pria berwajah aneh, dengan tanduk panjang melengkung.


Melihatnya saja, Zhang Ziyi sudah mengetahui akan kultivasi lawan Hei An yang berada di Ranah Suci Dewa Abadi tahap 3. Begitupun juga dengan Hei An sendiri yang berada dalam kultivasi sama dengan musuhnya itu.


Meski kedua orang itu berada di ranah kultivasi yang sama, namun tampaknya Iblis yang menjadi lawan Hei An memiliki pengalaman lebih luas di bandingkan dengan Hei An sendiri. Terlihat di beberapa sisi,Iblis itu lebih mendominasi pertarungan.


Serangan beruntun mendatangi Hei An, menyerang tanpa henti. Hei An bergerak cepat, memainkan pedang dengan lihai sehingga tidak meninggalkan celah untuk setiap serangan tersebut menyentuh tubuhnya.

__ADS_1


Meski demikian, Hei An tidak menyadari bahwa dirinya telah masuk dalam perangkap lawan. Saat terlalu fokus dalam menghindari setiap serangan yang datang ke arahnya. Lawan Hei An secara tiba-tiba saja menghilang.


Hei An mengambil sikap waspada. Iblis tersebut melancarkan serangan energi tiba-tiba, mengandung kekuatan besar ke arah Hei An. Serangan tersebut sendiri telah dia kumpulkan sejak tadi, saat Hei An tengah sibuk menghadapi semua serangannya. Dan dia menyimpannya di dimensi lain.


Hei An terlambat bereaksi saat bayangan merah berbentuk kepala banteng, yang mengandung tekanan sangat besar mendatanginya dengan kecepatan ekstrem. Bahkan untuk sekedar mengeluarkan jurus dan membalas serangan tersebut sendiri nyatanya dia tidak bisa.


Hei An menyilangkan tangan ke depan, dia menutup mata keras.


Beberapa saat, tak dia rasakan serangan tersebut menghantam tubuhnya. Hei An membuka kembali kedua matanya. Awal mula dia merasa aneh, saat melihat posisinya telah berpindah tempat. Sejenak, dia menyadari akan penyebab itu semua adalah Zhang Ziyi.


"Apakah kau baik-baik saja, gadisku?" tanya Zhang Ziyi dengan menyunggingkan senyum khasnya.


Melihat orang yang di khawatirkan–nya selama ini, saat ini berada tepat di hadapannya, membuat Hei An begitu antusias. Tanpa memikirkan apa yang tengah terjadi di sekitarnya, Hei An langsung terbang ke arah pelukan Zhang Ziyi. Memeluk erat lelakinya itu, tak ingin lagi berpisah dengannya.


Zhang Ziyi sendiri membalas pelukan tersebut.


"Hei, apakah kau mau membunuhku? Aku merasa sangat sesak, sekarang!"


Hei An yang mendengar perkataan Zhang Ziyi tadi, segera melepaskan pelukannya.


"Maafkan aku, aku terlalu bersemangat!" Hei An kembali meminta maaf, dia merasa bersalah untuk kesekian kalinya.


Zhang Ziyi kembali memasang sunggingan kecil. "Kau tidak perlu meminta maaf soal itu. Karena aku telah memaafkan mu. Jauh sebelum pertempuran itu terjadi," Zhang Ziyi menghentikan perkataannya sejenak. "Namun..."


Kata sepenggal itu nyatanya berhasil membuat Hei An yang semula merasa lega, kini merasa kembali khawatir.


"Namun apa, kakak?" tanya Hei An ragu-ragu.


"Aku perlu membalas pelukan erat yang kau lakukan tadi."

__ADS_1


Tanpa menunggu persetujuan Hei An, Zhang Ziyi telah lebih dulu menyosor bibir Hei An. Mencium dalam sekaligus ganas. Keduanya bermain lidah dan bertukar saliva untuk waktu yang lumayan lama.


Setelahnya aksi ciuman itu terhenti. Hei An mengatur nafasnya yang sedikit tidak teratur.


"Apakah kamu tidak bisa dengan lembut!?" ujarnya dengan memasang ekspresi kesal.


"Tapi kau menyukainya bukan?" Zhang Ziyi menggoda. Dia juga mengangkat kedua tangan Hei An dan mencium punggung tangannya.


Dan godaan itu berhasil mengubah raut wajah Hei An menjadi malu-malu.


"Cukup, mati kita fokus pada pertarungan kita saat ini!" Hei An mengalihkan perhatian .


"Umm!"


Hei An menyadari sesuatu. "Bagaimana Kakak melakukannya?" Meminta penjelasan Zhang Ziyi, saat melihat iblis yang menjadi lawannya sebelumnya kini telah tersungkur di atas bebatuan di bawah sanah. Kondisinya sendiri tidak bisa di katakan baik. Selain itu Hei An juga melihat ratusan pasukan iblis yang mati tanpa sebab. Padahal dia sempat melihat pasukan itu yang baik-baik saja tiga menit yang lalu. Apalagi tidak ada orang di pihak kekaisaran Langit, kekaisaran Kegelapan maupun kerajaan Phoenix Es di sekitar pasukan itu.


"Hmm, cukup sederhana."


Zhang Ziyi kemudian menjelaskannya. Sebelumnya saat Iblis melancarkan serangan spontan tadi, Zhang Ziyi muncul di hadapan Hei An.


Zhang Ziyi membiaskan serangan iblis itu, hingga membuat serangan memantul ke arah lain. Tepatnya di tempat dimana ratusan Iblis yang memang di siapkan untuk pertarungan gelombang kedua, serangan itu berbelok.


Tanpa ada sisa, ratusan Iblis itu mati begitu saja. Tentu saja hal itu menimbulkan kerugian besar bagi pasukan iblis sendiri.


Zhang Ziyi juga melepaskan serangan cepat. Lebih cepat dari perkiraan Iblis yang sebelumnya menjadi lawan Hei An rin sendiri. Membuat iblis itu terlempar jauh menbarak bebatuan di bawah sana.


Mendengar itu, Hei An menyunggingkan senyum kecil.


"Kau benar-benar hebat, Kakak!"

__ADS_1


__ADS_2