Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 81 ~ Menang!


__ADS_3

Pedang yang terlapisi energi berwarna hijau muda itu melesat cepat, Menebas dari atas ke bawah.


"Hiyahh!!"


Slash!


BUKK!


Pedang Han Yue membela apapun yang di lewatinya dan berakhir dengan menghancurkan lantai arena.


Kabut tebal mengepul akibat dari hancurnya lantai arena bekas hunjaman pedang Han Yue yang terlapisi energi yang begitu banyak.


Sunyi senyap sesaat. Semuanya saling pandang memandang. Bertanya-tanya akan apa yang terjadi setelah ini. Penasaran apakah Zhang Ziyi telah mati? Ataukah Ketua divisi Tumbuhan itu justru membelokkan sedikit laju arah pedangnya sehingga pedang tidak mengenai Zhang Ziyi.


Bukan hanya para penonton. Melainkan Para ketua divisi yang duduk di salah satu sisi aula pertandingan murid, juga tampak bertanya-tanya.


"Apakah dia sudah mati?" tanya Lei Dong, ketua divisi angin.


"Entahlah. Tapi menurutku, si Yue tua itu, tidak akan mungkin membunuh anak itu!" Mo Lu membalas perkataan Lei Dong.


"Apakah kau yakin dia tidak akan melakukannya. Lihatlah ekspresinya itu, sangat jarang dan bahkan tidak pernah ku lihat dia memasang wajah seperti itu!"


Zen Wai mengajak mereka semua untuk menengok ke satu arah di arena. Memperhatikan wajah Han Yue. Memang benar apa yang dikatakan wanita itu. Raut wajah Han Yue nampak sangat berbeda dengan apa yang selalu ia tampakkan selama ini. Raut wajah yang di penuhi dengan emosi, mustahil kalau Han Yue akan membiarkan anak itu hidup. Apalagi dia tampak begitu serius dalam melayangkan pedangnya tadi.


"Aku tidak yakin. Entah mengapa ekspresi pria itu sekarang lebih menakutkan!" ucap seorang wanita yang mengenakan pakaian cokelat. Dia adalah Hai Ying, ketua divisi elemen tanah.


"Firasat–ku tidak enak... Tidak salah lagi, pria tua itu memang telah membunuh anak kecil itu!" Mo Lu lantas beranjak dari duduknya. Melangkah cepat di atas arena, hendak memastikan lebih detail terkait dengan kondisi Zhang Ziyi.


Sesampainya dia di atas arena, Mo Lu langsung mengernyit kala dapat memastikan pasti akan apa yang terjadi di arena.


Pedang Han Yue masih menancap di lantai yang telah retak. Namun tidak terlihat keberadaan Zhang Ziyi di sana.


Mo Lu menoleh ke arah Han Yue, yang saat ini nampak terdiam. Pria itu sendiri sepertinya tengah memikirkan sesuatu.


"Kemana perginya anak itu?" tanya Mo Lu pada Han Yue.


"Entahlah. Aku juga tidak tahu," jawab Han Yue dengan singkat dan tanpa menoleh. Fokus laki-laki itu saat ini tengah berpusat pada pedangnya di tanah retak.


"Hmm, jangan bercanda. Bukankah kau yang berada di hadapannya?" tanya Mo Lu lagi. "Awas saja, kalau sampai terjadi sesuatu pada anak itu, kau yang harus menanggung resikonya sendiri."


Han Yue tidak menjawab. Dia sendiri saat ini masih sibuk mencerna situasi. Kemana perginya anak itu, bukankah tadi dia ada di hadapannya?


Menarik pedang yang tertancap tersebut, lalu menilik sekitar. Setiap sudut arena Han Yue perhatikan. Berharap dapat melihat Zhang Ziyi, namun sialnya dia tidak menemukan keberadaan anak itu.


Mencoba untuk memperhatikan penonton, namun tetap tak dia temukan adanya anak itu.

__ADS_1


"Sial," umpat Han Yue. "Apa yang kau lihat, pak Tua. Cepat bantu aku mencari bocah itu!" ucap Han Yue yang kesal karena Mo Lu tetap bergeming.


Mo Lu terdiam sejenak. Memperhatikan pria itu sejenak, setelahnya mengangkat kedua bahunya.


"Mengapa kau menyuruhku untuk mencarinya, sementara kau yang membuat anak itu menghilang!"


"Cih pak tua ini!"


"Senior, junior ada di sini!"


Mendadak terdengar suara yang tidak lain adalah suara Zhang Ziyi. Lelaki itu sendiri saat ini tengah berdiri tidak jauh dari Han Yue serta Mo Lu berdiri. Zhang Ziyi kemudian melangkah menuju Mo Lu serta Han Yue.


Kedua pria itu mengernyit. Melihat Zhang Ziyi ini yang tiba-tiba saja muncul di tempat yang berbeda. Bahkan kondisinya pun tampak baik-baik saja.


"Bagaimana kau bisa berada di sana?" Han Yue tanpa basa-basi langsung melempari Zhang Ziyi dengan pertanyaan. Anak ini terlalu membuat bingung semua orang yang ada di di aula ini.


"Hanya dengan menggunakan sedikit trik kecil!" ucap Zhang Ziyi.


Sebenarnya sebelum pedang Han Yue mengenai tubuh Zhang Ziyi, pemuda itu telah lebih dulu mengaktifkan skill mata elang sehingga pergerakan Han Yue terasa melambat di matanya. Memanfaatkan kesempatan itu dengan mengaktifkan mode tubuh hantu. Lalu menggunakan skill Langkah bayang ke tahapan maksimal untuk menghindar.


Meski agak membingungkan, namun Han Yue memilih untuk tak mempermasalahkannya. Yang terpenting adalah anak ini masih hidup, kalau tidak mungkin dia akan mati kutu karena di marahi habis-habisan oleh para ketua divisi lain terutama Mo Lu.


Mengingat bagaimana anak ini dalam memberinya perlawanan tadi, pastinya para ketua divisi akan tertarik padanya dan berlomba-lomba mengangkat Zhang Ziyi sebagai muridnya.


"Baik, Pertarungan kita hentikan sampai di sini.... Tentu kita semua sudah mengetahui siapa pemenangnya bukan?" Mo Lu mengambil alih bicara. Namun dengan suara lantang.


"Ya! Kalian benar. Pemenangnya adalah Anak ini!" Mo Lu mengangkat tangan Zhang Ziyi. Dia menyebutnya dengan sebutan 'Anak ini' Karena dia sendiri belum mengetahui siapa nama pemuda itu.


"Namaku Zhang Ziyi, senior!" ucap Zhang Ziyi memberitahu Mo Lu dengan setengah berbisik.


"Umm!" Mengangguk, Mo Lu lantas mengulangi mengangkat tangan Zhang Ziyi. "Pemenangnya adalah Zhang Ziyi!"


Kembali sorakan heboh terdengar dari arah penonton. Kalau saja Han Yue tidak melewati batas perjanjian, mungkin endingnya tidak seperti ini.


Sejujurnya, mereka juga tidak menyangka bahwa Zhang Ziyi akan mengalahkan Han Yue. Pasalnya lelaki itu terlalu kuat. Meski dia hanya menggunakan tujuh puluh persen dari kekuatannya, juga dia tidak menggunakan perubahan unsur elemen tadi, akan tetapi kekuatannya pun tetap tidak bisa di remehkan.


Meski begitu, Zhang Ziyi yang lebih hebat lagi. Pasalnya, pemuda itu mampu memberikan perlawanan berarti terhadap Han Yue. Sampai-sampai Han Yue harus melewati batas tujuh puluh persen dari Kekuatannya. Padahal kalau di lihat dari tingkat Kultivasi, Han Yue ini berada di ranah Dewa tahap 7, sementara Zhang Ziyi di ranah Langit tahap 9.


***


Selesai dengan mengumumkan pemenang, para penonton pun di bubarkan. Sementara untuk Zhang Ziyi serta kawan-kawannya tidak ikut bubar. Mereka menghadap ke tujuh ketua divisi.


"Seperti janji ku, kau aku maafkan." Meski berat untuk mengatakannya, namun Han Yue memilih untuk melengserkan harga dirinya untuk saat-saat ini. Sebenarnya dia sendiri juga tertarik dengan Zhang Ziyi ini.


"Terima kasih Senior." Zhang Ziyi membungkukkan badan memberi hormat.

__ADS_1


"Zhang Ziyi, melihat potensi yang kau keluarkan barusan, pastinya kau memiliki guru yang hebat bukan?" Mo Lu tiba-tiba bertanya demikian.


Zhang Ziyi seketika terdiam. Menoleh satu arah sesaat, dimana seorang pria yang mengenakan jubah hitam tengah berdiri di belakang rombongan.


"Eh.. Iya senior. Aku tidak mungkin seperti ini jika bukan karena bimbingan dari guru!" Zhang Ziyi membalas perkataan Mo Lu.


"Hebat... Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya!"


Zhang Ziyi hanya bisa memasang senyum kecil di kedua sudut bibirnya. Dia ingin memberitahu mereka bahwa gurunya adalah Zhang Zhili, namun dia memilih untuk mengurungkan niatnya sebelum gurunya itu memberitahukan sendiri identitasnya kepada para ketua divisi ini.


"Zhang Ziyi, karena kau telah resmi menjadi anggota sekte tujuh elemen, maka kau perlu mengetahui nama-nama kami selaku ketua di masing-masing divisi...!" ucap Mo Lu.


Dia lantas memperkenalkan dirinya terlebih dahulu kepada Zhang Ziyi serta teman-temannya.


"Aku, Mo Lu! Ketua divisi elemen Api!" ucapnya dengan bangga.


"Aku, Kang Jui! Ketua divisi elemen Halilintar!"


"Aku, Zen Wai! Ketua divisi elemen Es." Ibarat divisi yang ia ketuai, wanita itu juga berkata dengan dingin.


"Aku, Yun Ming! Ketua divisi elemen Air!" Seorang wanita mengenakan pakaian putih agak kebiru-biruan memperkenalkan dirinya.


"Aku, Lei Dong! Ketua divisi elemen Angin."


"Dan aku adalah Hai Ying! Ketua divisi elemen Tanah!"


Setelah Hai Ying, Kini giliran ketua divisi Tumbuhan untuk memperkenalkan diri.


"Aku Han Yue! Ketua divisi elemen tanah!" ucapnya dengan tanpa ekspresi.


Zhang Ziyi mengangguk. Kini dia mengetahui nama-nama ketua divisi serta elemen-elemen apa saja yang ada di sekte tujuh elemen ini. Sebab Zhang Zhili sebelumnya tidak menjelaskan pada mereka terkait elemen apa saja yang ada di Sekte Tujuh Elemen ini..


Diantara tujuh orang itu, tiga diantaranya adalah seorang wanita yaitu Zen Wai, Hai Ying, dan Yun Ming, sementara yang lainnya adalah laki-laki.


"Baik, karena kami telah selesai, maka sekarang giliran kalian!"


Zhang Ziyi pun memperkenalkan diri setelahnya di ikuti oleh teman-temannya.


Tujuh ketua divisi itu mengernyit kala seorang yang menutupi wajahnya, yang berdiri di belakang rombongan Zhang Ziyi tidak memperkenalkan diri.


"Hei, kau! Kenapa tidak ikut memperkenalkan diri!" ucap Mo Lu.


Tak ada jawaban dari orang itu. 15 detik terlewatkan begitu saja, namun pria yang di balik jubah hitam itu tetap terdiam di tempatnya.


Beberapa saat, mulai terlihat pergerakan dari pria itu.

__ADS_1


"Salam Senior-senior! Akhirnya kita bertemu kembali!" Zhang Zhili membuka jubah yang menutupi wajahnya.


Kontan terbelalak mata semua ketua kala melihat wajah orang di balik jubah itu ternyata adalah orang yang mereka kenal.


__ADS_2