
Seminggu berlalu. Kini tibalah saatnya pengujian murid Sekte Tujuh Elemen.Berjat sumberdaya yang Zhang Ziyi dapatkan dari tujuh leluhur sekte tujuh elemen, sehingga Zhang Lan serta yang lainnya bisa meningkat banyak.
Kini teknik yang Zhang Ziyi berikan untuk mereka telah di kuasai oleh mereka. Dimana, Zhang Lan, telah menguasai teknik Angin Pembunuh yang di kombinasikan dengan pisah angin.
Zhang Yin telah menguasai teknik Es Abadi serta Tubuh Air.
Zhang Meng telah menguasai teknik Roda Api.
Zhang Bie telah menguasai teknik Tanah Penghisap yang dikombinasikan dengan Gravitasi Pemberat dan Serta Tinju Batu.
Zhang Zhili telah menguasai teknik Akar Rambat serta Bibit Pemusnah Jiwa.
Tidak hanya berhasil menguasai teknik yang Zhang Ziyi berikan. Kultivasi mereka juga meningkat banyak. Dimana Zhang Lan telah menerobos ke ranah Dewa tahap 3, Zhang Yin telah menerobos ranah Dewa tahap 4, Zhang Bie serta Zhang Meng juga telah menerobos ranah Dewa tahap 4. Zhang Zhili menerobos hingga ke ranah Dewa tahap 6 sementara Zhang Ziyi menerobos ke ranah Dewa tahap 6.
Di sisi lain, Moi Hu serta Moi Wang berada di ranah Dewa tahap 5 sementara untuk 12 penatua saat ini berada di ranah Dewa Tahap 3.
***
"Auumm!"
Bola api berukuran besar tercipta dari tubuh Laohu. Setelahnya melesat ke arah dua pemuda yang menjadi lawannya.
"Menghindar!" ucap salah satunya mengingatkan temannya.
Kecepatan lesat bola api yang begitu ektrim itu nyaris menghanguskan kedua orang itu. Beruntung refleks yang mereka keluarkan cukup cekat sehingga mampu menghindarinya.
Tidak ingin membiarkan kedua orang itu tenang. Laohu menghilang dan muncul di belakang salah satu dari kedua orang itu.
Cakar tajam yang terlapisi energi api ia layangkan dan menargetkan punggung pria tersebut. Namun dengan segera di tepis oleh pedang yang terlapisi energi berwarna putih.
Saat hendak kembali menyerang orang itu, Mendadak tanah muncul dari bawah dan langsung mengurung kaki Laohu.
Menoleh ke arah kakinya sejenak, harimau Api itu kemudian melakukan perubahan unsur elemen Api pada kakinya. Setelahnya menarik paksa kaki yang terkurung hingga menghancurkan tanah tersebut.
"Sial, kenapa harimau api ini bisa bertambah kuat seperti ini!" ucap Zhang Bie kala tanah yang dia ciptakan untuk menghentikan pergerakan Laohu, berhasil di hancurkan oleh harimau itu dengan mudah.
Di sisi lain, Zhang Lan saat ini tengah berusaha menghindar dan menepis setiap cakar yang di lancarkan Laohu ke arahnya. Dengan menggunakan langkah angin, Zhang Lan bisa sedikit mengimbangi pergerakan Laohu yang di luar nalar itu.
"Angin Pembunuh!" ucap Zhang Lan kala telah berhasil menciptakan jarak dengan Laohu.
Suhu di sekitar Laohu mendadak berubah mencekam. Tak lama setelahnya, angin yang semula bertiup sepoi-sepoi berubah menjadi mengganas. Panas dan tajam. Ribuan pisau angin yang sangat tipis mendadak tercipta secara bersamaan. Mengelilingi Laohu di berbagai sisinya.
__ADS_1
"Menyerah atau Mati!" ucap Zhang Lan dingin.
Laohu memasang sikap waspada. Mengaum sejenak, lalu setelahnya mulai membakar tubuhnya dengan api. Nyala api yang berkobar kian menggila, hingga membentuk sebuah tameng api yang menyelimuti tubuh Laohu.
"Owh, kau mau menguji kehebatan teknik–ku bukan? Maka biarkan aku melihat, sejauh mana kau bisa bertahan dari ribuan pisau angin ku ini!"
Zhang Lan mengarahkan tangannya ke satu arah. Mengendalikan ribuan pisau angin yang mengelilingi Laohu.
Setelahnya, ribuan pisau angin bergerak secara bersamaan ke arah Laohu.
Harimau api itu sendiri tak berniat menghindar. Membiarkan pisau angin menghujani dirinya.
Satu detik terlewat, namun tak terjadi sesuatu pada Laohu. Harimau api itu bergeming dari tempatnya. Bahkan debu-debu tebal kini mulai mengepul hebat di sekitarannya. Percikan api kian terbentuk kala pisau-pisau angin Zhang Lan menghantam perisai yang di cipta Laohu.
Dua detik, tiga detik, empat detik.... hingga sampai pada detik ke 12, mulai terlihat tanda-tanda keretakan pada perisai yang di buat Laohu.
Auman keras, di keluarkan harimau api itu sesaat. Berusaha memperbaiki tameng yang telah retak, namun usahanya sia-sia.
Sekeras apapun dia berusaha memperbaiki tameng, namun kala hunjaman pisau angin yang datang bertubi-tubi itu menghantam perisai, maka keretakan pun akan terjadi saat itu juga.
Tak berselang lama.
Karss!!
Slash!
Slash!
Slash!
"..."
Setelah beberapa sayatan pisau, Zhang Lan lantas menghentikan pisau-pisau angin itu untuk menyayat tubuh Laohu. Dengan sekali jentik–kan jari, Pisau-pisau angin itu pun berubah menjadi debu dan menyatu dengan angin. Juga hawa di sekitaran Laohu telah kembali normal, tak terasa lagi hawa penuh ancaman.
Tampak, harimau api yang telah berdarah-darah di sekujur tubuhnya. Api yang berkobar mendadak padam. Memperlihatkan sekujur tubuh yang dipenuhi dengan goresan luka.
Dalam sedetik, Zhang Ziyi muncul di dekat Laohu. Membuka mulut harimau api itu, dan langsung memasukkan pil ke dalam mulutnya.
Selang beberapa detik, luka di sekujur tubuh Laohu kini telah pulih seutuhnya. Bahkan seperti tidak terjadi luka sebelumnya pada tubuh Laohu.
"Wah-wah, kau berlatih sangat keras akhir-akhir ini, sehingga kekuatanmu juga berkembang banyak." Zhang Ziyi memuji Zhang Lan.
__ADS_1
"Hehehe, aku memang kuat sekarang. Namun dibanding dengan kak Ziyi, aku masih bagaikan bukit yang berdiri di bawah kaki gunung tinggi." Zhang Lan merendah.
"Cih, merendah untuk meroket! Aku tahu, di dalam hatimu, pasti aku sedang tertawa terbahak-bahak sekarang karena mendapat pujian dari kak Ziyi!" sosor Zhang Meng.
"Oh, sudah pasti!"
"Sudahlah...!" Zhang Ziyi menengahi mereka. "Seminggu telah berlalu. Kini sudah saatnya kita untuk keluar dari alam jiwa dan mengikuti kompetisi Sekte!" ujar Zhang Ziyi.
"Benar apa kata Zhang Ziyi. Sesegera mungkin, kita harus kembali. Takutnya kompetisi telah di mulai dan kita ketinggalan. Beruntung, aku telah mendaftar kan kalian beberapa hari yang lalu," kata Zhang Zhili.
"Umm!" Semuanya mengangguk.
"Moi Hu, Moi Wang serta 12 Penatua! aku serahkan keamanan ras centaurus di tangan kalian. Jangan biarkan mereka berselisih hanya karena hal-hal yang tidak penting. Juga jangan lupa jadikan mereka kuat. Jika saat itu tiba, aku akan memanggil kalian untuk bertarung bersama ku!"
Moi Hu, Moi Wang serta 12 Penatua mengangguk, mendengar perkataan Zhang Ziyi.
Setelahnya, bersama Laohu, semuanya lantas kembali ke dunia nyata.
-
Zhang Ziyi serta yang lainnya muncul di kediaman Zhang Zhili. Tanpa basa-basi, mereka langsung menuju ke aula pertemuan. Dimana, di sana pertandingan akan di mulai.
Selang beberapa saat, mereka akhirnya sampai. Nampak orang-orang telah berkumpul begitu banyak di sana. Tampaknya hanya tersisa mereka sebagai peserta terakhir.
Saat kemunculan mereka, bisik-bisik banyak terdengar, ibarat lebah yang bersuara secara berkelompok membicarakan Zhang Ziyi serta yang lainnya. Pasalnya beberapa hari terakhir, tidak nampak sama sekali batang hidung dari kelima orang itu, yakni Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin serta Zhang Bie.
Meski begitu, tidak menjadi masalah bagi para ketua divisi. Sebab mereka telah mengetahui akan dimana keberadaan kelima peserta kompetisi dari murid Zhang Zhili ini. Yang mereka tahu, Zhang Zhili tengah melatih sendiri anak muridnya ini di suatu tempat.
Mereka juga tak berniat menolak, karena merasa anak-anak murid Zhang Zhili ini tak ada gunanya dan tidak lain adalah sampah. Pasalnya beberapa Minggu bersama, para ketua divisi tak menemukan hal yang istimewa sama sekali terhadap murid-murid Zhang Zhili. Kecuali Ketua divisi Tumbuhan, Kang Jiu.
Dia sudah melihat bagaimana potensi dari Zhang Ziyi, yang memang dia sendiri mengakui kejeniusan dari anak ini.
-
"Baik, karena semuanya telah berkumpul! Maka kompetisi bisa langsung kita mulai dari sekarang!!" Seorang wanita berkata dengan suara lantang. Perawakannya yang cantik, namun masih di bawah Zhang Yin. Dengan bukit kembar yang terlapis kain itu yang begitu besar. Membuatnya tampak begitu mempesona.
"Aku akan mejelaskan peraturan mainnya, juga hal-hal yang harus di lakukan para peserta untuk menyelesaikan kompetisi ini!"
Wanita tersebut menjelaskan peraturan, panjang kali lebar. Setelahnya, mulai menjelaskan kepada para peserta, apa saja yang akan dilalui oleh para peserta ini untuk keluar sebagai pemenang.
"... Cukup sulit untuk keluar sebagai pemenang. Maka kalian bisa berjalan dengan membentuk kelompok... Dalam seminggu, kalian harus bisa melewati hutan Moiyu Taiyang. Jika tidak maka kalian akan dinyatakan gugur!"
__ADS_1
Semuanya mengangguk mendengar apa yang di jelaskan oleh wanita itu. Sejenak, bisik-bisik kembali terjadi. Siapa yang tidak mengetahui hutan Moiyu Taiyang! Hutan yang terkenal angker. Bahaya bisa datang kapan saja. Bukan dari alam, melainkan juga dari perbuatan manusia dan lainnya.
Di sana, mereka harus melewati berbagai macam rintangan. Hutan ini sendiri tidak berbedah jauh dengan hutan Luori. Namun jika hutan Luori, yang ditakutkan adalah binatang buasnya, maka hutan Moiyu Taiyang bisa lebih dari pada binatang buas.