Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 190 ~ Ada Yang Aneh


__ADS_3

"Hahaha, aku mungkin tidak bertemu secara langsung dengan mu! Tapi topeng yang aku kenakan ini lah yang bertemu langsung dengan mu!" Pria berbadan besar yang di sebut sebagai guru besar itu tertawan Tania sebab pasti.


"Hmm, maksud mu ... Roh-roh yang barusan aku temui itu adalah roh dari topeng yang kalian kenakan itu?" tanya Zhang Ziyi mencoba untuk menebak.


"Kau pasti akan mengetahuinya, sedangkan topeng yang ada bersamamu saja kau sudah mengetahui bahwa memiliki roh bersamanya!"


Zhang Ziyi tidak langsung menjawab. Dia terdiam untuk beberapa detik. Memikirkan akan perkataan pria ini.


"Dia bisa menebak bahwa topeng Hantu ini memiliki roh bersamanya. Melihat mereka juga memiliki topeng persis seperti topeng hantu, apakah asal muasal topeng hantu sendiri berasal dari sini?" Bertanya dalam hati, Zhang Ziyi.


"Baik, aku mengerti!" ucap Zhang Ziyi.


Pria berbadan besar itu mengangguk. "Majulah!" pintanya.


Zhang Ziyi tidak menolak. Berjalan beberapa langkah hingga sampai di tengah-tengah aula.


Pria berbadan besar menoleh pada salah satu orang bertopeng yang ada di sana.


Orang yang di tatap tadi menganggukkan kepalanya. Baru setelahnya dia maju di depan, tepat di samping Zhang Ziyi dia berhenti.


"Mohon izin, guru Besar!" ucap orang bertopeng itu sembari menangkupkan kedua tangannya pada pria bertopeng bertubuh besar.


"Umm!"


"Nak, dengarkan baik-baik apa yang akan aku ceritakan ini. Bukan apa-apa, ini hanya gambaran besar terkait dengan topeng yang ada padamu."


Zhang Ziyi bergeming. Membiarkan orang bertopeng di sebelahnya ini memulai ceritanya.


"Dahulu sekali, Topeng Darah Hantu adalah kelompok yang bertugas menuntun roh-roh orang yang meninggal dan membawanya pada pengadilan akhir. Semuanya aman dan tidak ada yang memberontak. Bahkan roh penasaran sekalipun akan langsung tunduk kala melihat kelompok ini.


"Akan tetapi, semuanya terhenti kala datang seorang yang mengacau. Membunuh pemimpin Topeng Darah Hantu, dan mengambil alih penguasaan dan tugas mengambil nyawa. Bahkan status Dewa Kematian yang semula di miliki oleh Pemimpin kelompok ini sendiri kini telah berpindah ke orang tersebut." Pria bertopeng tadi menghentikan perkataannya sejenak.


"Hmm," Zhang Ziyi memikirkan hal lain saat mendengar cerita itu. Menurutnya ini ada kaitannya dengan roh serta topeng hantu yang melekat di wajahnya.


"Kemudian, Dewa Kematian, atau pemimpin Topeng Darah Hantu tewas oleh pria tersebut. Bersamaan dengan tewasnya Dewa kematian, Topeng yang dia kenakan pun juga ikut menghilang. Tapi sebelum itu dia telah lebih dulu menyegel kekuatan topeng tersebut. Sampai sekarang kami belum menemukan keberadaan pasti dari topeng itu!" jelas pria bertopeng yang berdiri di samping Zhang Ziyi itu.


"Cerita yang dramatis!" gumam Zhang Ziyi sangat pelan.


Pria tersebut menoleh ke arah Zhang Ziyi. Begitupun juga dengan semua pasang mata yang ada di ruangan tersebut juga mengunci pandangannya ke satu arah, yaitu ke arah Zhang Ziyi.


"A–ada apa?" tanya Zhang Ziyi dengan sedikit gagu. Tampaknya dia tidak nyaman kala banyak tatapan mengarah ke arahnya.


"Aku tahu Kau pasti pun tahu ... bahwa topeng itu berada bersamamu!" Pria itu menatap Zhang Ziyi dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Hmm, entahlah aku juga tidak tahu apakah topang yang ada bersamaku ini merupakan topeng Dewa Kematian terdahulu, yang kau ceritakan itu, ataukah bukan!?" Zhang Ziyi mencoba menjelaskan dengan jujur. "Tapi memang ada kekuatan aneh yang tersembunyi dalam topeng. Dan aku belum mampu untuk menggunakannya."


"Haiishh!" Pria bertopeng itu menaikkan sebelah alisnya. Anehnya alis pada topeng yang dipakainya juga ikut naik. "Apakah yang kau katakan itu memang benar? Jika demikian, apakah kau bisa mengeluarkannya?" pinta pria bertopeng itu.


"Tentu saja!"


Zhang Ziyi memegangi wajahnya yang tampak kosong. Setelahnya muncul topeng putih yang dipenuhi akan aura gelap. Corak merah dan hitam yang menghiasi beberapa bagian topeng, membuat topeng itu terlihat menyeramkan.


"I–ini!" Melihat topeng yang ada di wajah Zhang Ziyi, sontak saja semua yang ada di sana langsung terpaku dengan itu.


"Benar, Itu adalah topeng pemimpin terdahulu!" Guru Besar berkata dengan penuh antusias, sekaligus tersirat rasa tak percaya padanya. "Dan dia telah mengakui bahwa kau adalah pemiliknya!" lanjutnya.


Sontak saja semuanya langsung berlutut, memberi hormat pada Zhang Ziyi. Karena menganggap Zhang Ziyi sebagai pemimpin mereka, setelah mendengar sendiri dari mulut Guru Besar bahwa topeng itu telah mengakui Zhang Ziyi sebagai pemiliknya.


"Bangunlah!" ucap Zhang Ziyi memerintahkan mereka semua. Sebenarnya dia sendiri merasa tidak enak melihat orang-orang itu yang baru saja dia temui, langsung memanggilnya sebagai Pemimpin.


Semuanya bangkit dari sikap berlutut.


"Karena kau adalah pemilik dari topeng itu sekarang, maka kami tidak ada alasan untuk menolakmu menjadi pemimpin kami." Guru Besar kembali bersuara. "Dan kau pun tidak ada alasan untuk menolak!"


Zhang Ziyi merasa lain saat merasakan tatapan dari guru besar. Meskipun wajahnya terlindungi oleh topeng yang di kenakan–nya, tapi Zhang Ziyi bisa merasakan tatapan dalam dan lebih ke arah memaksa dari Guru Besar.


"Aku tidak bisa menjawab sekarang. Sebelum memastikan bahwa kawan-kawanku baik-baik saja," tegas Zhang Ziyi.


Menunggu selama lima menit. Suasana hening dan canggung dalam waktu itu sebab tidak ada satu orang pun yang mengangkat suara. Beberapa saat muncul beberapa orang yang membawa serta Zhang Meng, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Zhili serta Shui Shan dan Shui Bing begitupun juga dengan Niao. Mereka berjalan dengan keadaan baik-baik saja.


Zhang Ziyi menghela napas lega, saat melihat kawan-kawannya itu yang memang baik-baik saja. Sebelumnya dia sempat ragu untuk menerima menjadi pemimpin Kelompok ini, tapi sekarang sepertinya dia yakin untuk itu.


Belum juga Zhang Ziyi mengatakan bahwa dia menerima untuk menggantikan posisi pemimpin terdahulu. Tiba-tiba saja datang seorang lelaki bertopeng dengan langkah panik.


"Hormat, Guru Besar! Mereka telah datang menyerang!" ucapnya melapor dengan suara belingsatan.


Sontak saja Guru Besar langsung melepaskan aura nya sesaat. Aura besar itu menyebar, hingga membuat semuanya kesulitan bernapas. Tapi hanya sebentar, sebelum Guru Besar kembali menarik auranya.


"Kurang Ajar! cepat kumpulkan semua murid dan serang balik mereka!" Perintah Guru Besar dengan tegas.


Orang yang baru saja masuk itu kembali memberi hormat, setelahnya dia beranjak dari sana. Di sisi lain, orang-orang yang ada di dalam ruangan itu juga tidak tinggal diam. mereka juga bergerak setelah di arahkan oleh Guru Besar.


Kini tersisa Zhang Ziyi, Pria bertopeng yang tadi bercerita, Guru Besar, Zhang Zhili serta rekan-rekan Zhang Ziyi yang ada di ruangan itu. Niao Pun ada di sana.


"Kau, Arahkan mereka ke tempat aman! Jangan biarkan mereka keluar. Terutama buat pemimpin baru Topeng Darah Hantu!" titah Guru Besar, setelahnya dia menghilang dari tempatnya.


Suasana kembali canggung. Tak ada yang bersuara sejak kepergian Guru Besar. Zhang Lan serta yang lainnya saling bertatapan dengan keadaan bingung. Setelahnya mereka sepakat untuk mengunci pandangan ke arah Zhang Ziyi, mencari penjelasan kepadanya.

__ADS_1


"E–eh... Tuan-tuan! Sepertinya suasananya tidak sedang baik-baik saja di luar. Mari ikuti aku ke tempat lain! Ke tempat yang lebih aman!" Pria bertopeng itu berusaha memecah suasana.


"Umm." balas Zhang Ziyi dengan anggukan kepala. Dia memilih untuk mengabaikan tatapan rekan-rekannya. Setelahnya pria itu menuntun Zhang Ziyi serta rekan-rekannya ke satu arah. Keluar dai ruangan tersebut. Zhang Ziyi tidak lagi melihat orang ramai di sini. Dimana tadi begitu banyak orang-orang bertopeng yang berkumpul, tengah menyaksikan pertunjukan unjuk kekuatan dua orang bertopeng lainnya. Tapi sekarang semuanya tidak lagi terlihat.


"Sebelah sini, Tuan!" Pria bertopeng merentangkan sebelah tangan, menunjukkan jalan kepada Zhang Ziyi serta rekan-rekannya.


Berjalan mengikuti arah yang di tunjuk oleh pria bertopeng itu, Zhang Ziyi bisa melihat sebuah lahan kosong. Tapi Zhang Ziyi yakin ada semacam sihir tertentu di lahan kosong ini.


Dia mengaktifkan skill Mata Elang, untuk memeriksa tempat itu. Tapi tetap tak dia temukan sesuatu pun di tempat ini.


"Aneh!" gumamnya.


"Tuan, mari lewat sini!" pria bertopeng itu kembali berkata. Mengingatkan Zhang Ziyi yang saat itu terdiam.


"Eh, baik!"


Melanjutkan berjalan. Sejauh lima puluh meter, sampailah mereka pada sebuah batu kecil. Tampak biasa saja batu kecil itu.


Pria bertopeng menggunakan kekuatan mental untuk mengaktifkan batu itu. Tampak Cahaya putih keluar dari batu. Tapi belum juga menyelesaikan mengaktifkan batu itu sepenuhnya mendadak tanah goyang tercipta sejenak. Fokus pria bertopeng seketika buyar.


"Sial, kenapa begitu cepat?" gumam pria bertopeng dengan intonasi panik. Dia bisa merasakan pertarungan telah pecah di tempat lain.


Kemudian dia kembali melanjutkan pengaktifan batu tersebut. Sebuah portal terbentuk.


"Kalian masuklah ke dalam portal ini. Itu akan membawa kalian ke tempat yang aman. Aku hanya akan mengantar kalian sampai di sini." Pria itu berkata buru-buru. Dia langsung memberikan hormatnya lalu segera menghilang.


"Eh, tunggu dulu—" Zhang Ziyi tidak sempat menghentikan pria itu.


"Sudahlah, Ziyi'er... Mari kita masuk ke portal itu!" ucap Zhang Zhili.


"Umm..."


Saat hendak memasuki portal, kembali guncangan terjadi pada tanah. Bersamaan dengan itu, aura roh terpancar begitu hebat. Semakin mencekam seiring dengan berjalannya waktu.


"Tidak ... ini buruk!" gumam Zhang Ziyi. Dia tidak bisa tenang. Entah mengapa hasrat untuk ke tempat pertempuran itu mengalir begitu saja. Seperti ada dorongan baginya untuk ikut membantu Topeng Darah Hantu dalam mengahadapi masalah ini.


Dia kemudian menghilang begitu saja, tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Zhang Zhili serta yang lainnya.


"Ziyi'er!" panggil Zhang Zhili. Tapi Zhang Ziyi terlanjur menghilang dari sana.


"Ada apa dengannya?"


"Ya, dia tampak aneh!"

__ADS_1


__ADS_2