Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 76 ~ Cerita masa lalu Zhang Zhili.


__ADS_3

"... Bahkan, meski kau melakukan sesuatu yang begitu berjasa pun, jasamu tidak akan di kenang karena kekuatanmu yang rendah itu!" 


Zhang Zhili mulai menjelaskan kepada Zhang Ziyi terkait dengan bagaimana Benua Naga ini.


Mengangguk tanda mengerti. Kini Zhang Ziyi merasa tertantang untuk berada di benua ini. 


"Ziyi'er, lebih baik kita beristirahat di alam jiwa. Sekaligus aku akan menceritakan kepada kalian terkait dengan pengalamanku saat berada di Benua Naga ini!"


Zhang Ziyi mengangguk. Lalu pemuda itu menciptakan portal penghubung dengan alam jiwa.


Whush!


Whush!


Zhang Zhili memasuki portal dan diikuti oleh Zhang Ziyi di belakangnya. Tepat setelah Zhang Ziyi memasuki pusaran energi hitam itu, Portal dimensi mendadak tertutup.


Swosh!


Menghilang portal tersebut dari sana.


***


Zhang Ziyi serta Zhang Zhili yang telah kembali ke alam jiwa, mulai di sambut dengan baik oleh orang-orang di sana.


"Kak Ziyi, bagaimana keadaan di luar? Apakah kita sudah sampai di tempat yang di maksud guru?" Zhang Bie bertanya seraya duduk di atas punggung Laohu.


"Hmm, Belum. Namun sedikit lagi kita akan sampai di sana! Oh ya. Bagaimana perkembangan anggota kita di sini?" Memperhatikan sekitarnya. Nampak 12 penatua yang tengah sibuk berlatih keras. Juga anggota ras centaurus yang melakukan aktivitas mereka.


Zhang Ziyi merasa ada kemajuan terhadap ras centaurus serta 12 penatua klan Zhang itu.


"Seperti yang kak Ziyi lihat! Kultivasi dari 12 penatua saat ini hampir menerobos ranah Langit tahap 6. Juga para ras Centaurus itu yang juga telah meningkat banyak. Dimana Moi Hu yang berhasil menerobos ranah langit tahap 9, sementara Moi Wang yang berhasil menerobos ranah Langit tahap 8," Jelas Zhang Bie.


Terdiam sejenak. Zhang Ziyi nampak memikirkan sesuatu.


"Hmm! Menjadi seorang pemimpin tapi memiliki kultivasi di bawah bawahannya sendiri itu tidak kereen!" pikirnya. "Sepertinya aku harus meningkatkan kultivasi-ku agar selalu di atas mereka, dan menjadi pemimpin yang layak."


"Kerja bagus. Selain mengawasi kerja mereka, kalian juga berhak untuk melatih diri kalian dan meningkatkan kekuatan kalian!" ucap Zhang Ziyi, meningkatkan keempat orang temannya.


"Maka dari itulah aku akan membawa kalian ke tempat tersebut. Guna melatih kalian menjadi kuat, serta kalian juga bisa melakukan perubahan unsur elemen dengan sempurna. Merubah energi Qi menjadikannya senjata. Sehingga meski kalian tak memiliki pedang atau sejenisnya, namun kalian bisa menggunakan perubahan unsur elemen itu sebagai pengganti dari senjata kalian!" Zhang Zhili menimpali.


"Kami mengerti guru!" balas Zhang Bie serta ketiga rekannya secara bersamaan.


"Oh ya, Guru! Kau bilang tadi akan menceritakan kepada kami terkait bagaimana dulunya guru ketika masih berada di Benua Naga!" Zhang Ziyi mengingatkan Zhang Zhili untuk menceritakan masa lalunya kepada dirinya dan juga keempat rekannya. Sekaligus dia juga penasaran seperti apa masa lalu guru–nya ini. Bagaimana Lelaki itu bisa menghadapi kerasnya benua Naga dengan kultivasi yang terbilang rendah waktu itu.


"Hmm, ceritanya cukup panjang, namun tetap akan ku ceritakan. Kebetulan beberapa bulan terakhir, kita jarang beristirahat dibandingkan dengan beraktivitas. Juga perjalanan ke Sekte Tujuh Elemen tinggal hanya membutuhkan waktu 2 hari perjalanan. Maka untuk saat ini, kita gunakan waktu untuk melepas jenuh dan beban pikiran sejenak, sebelum melanjutkan kembali."

__ADS_1


Sebelum bercerita, terlebih dahulu Zhang Zhili memperhatikan wajah murid-muridnya yang nampak tidak sabar untuk mendengar cerita darinya.


"Dahulu, aku pernah menerobos ranah Dewa tahap 5. Namun, suatu hal yang tak diinginkan terjadi menimpaku...!"


Sedikit kata dari Zhang Zhili, sukses membuat murid-muridnya tersentak. antara percaya dan tidak percaya.


"Jika memang guru pernah mencapai ranah Dewa. Lantas, mengapa saat kami bertemu guru, kultivasi guru berada di ranah Langit tahap 2?" tanya Zhang Lan.


"Apakah kau tak bisa menahan pertanyaan–mu? Guru belum bercerita dengan lengkap, dan kau sudah bertanya... Dasar dungu!" Zhang Yin yang akhir-akhir ini menjadi seorang pendiam, namun kali ini dia mulai mengeluarkan suaranya.


"Saudara Yin, hari apa ini? Apakah hari ini hari baik untukmu, sehingga ku mengeluarkan suara merdu–mu itu?" Zhang Meng menggoda Zhang Yin.


"Haissh! Berani kau berkata seperti itu lagi, siap-siap saja mulutmu aku robek!" Zhang Yin berkata dengan mengancam.


"Coba saja! Itu pun kalau kau bis—" Belum juga menyelesaikan kalimatnya, sebuah bola air telah lebih dahulu menghantam kepala Zhang Meng.


"Saudara Yin, apa yang kau lakukan?" marah Zhang Meng. Dirinya tak terima setelan yang ia kenakan kini telah basah kuyup oleh energi air yang di lempar Zhang Yin padanya.


"Kau yang memintanya sendiri bukan?" berkata dengan tanpa rasa bersalah Zhang Yin.


"Kau–" Hendak berkata namun tersangkut di tenggorokan. Memang salahnya tadi yang menantang Zhang Yin tadi.


Sunggingan kecil terlukis di bibir Zhang Zhili kala melihat pertengkaran kecil murid-muridnya ini. Momen seperti ini lah yang pastinya akan sangat di rindukan ketika mereka besar nanti. Tentunya momen seperti ini tak akan terulang lagi, karena semakin besar, maka semakin sibuk pula lah dirinya.


"Sudah-sudah! Pertengkaran konyol kalian itu, hanya akan menunda guru bercerita!" ucap Zhang Bie.


"Sebelumnya, aku adalah bagian dari sekte Tujuh Elemen!"


"Benarkah?" Zhang Lan bertanya tak percaya, dan tentu saja membuat cerita Zhang Zhili akan terpotong untuk yang kedua kalinya.


Mengangguk, Zhang Zhili lantas kembali berkata, "Sekte Tujuh Elemen adalah salah satu sekte yang ada di benua Naga. Memiliki tujuh divisi, dimana masing-masing divisi mengajari unsur elemen yang berbeda-beda." Zhang Zhili menjawab pertanyaan Zhang Lan.


Mengangguk tanda mengerti. Zhang Lan sebenarnya hendak bertanya lebih jauh terkait dengan sekte tersebut, namun dia memilih untuk mengurungkan niatnya. Membiarkan Zhang Zhili menyelesaikan ceritanya.


"Oh ya, guru. Bagaimana ceritanya kutivasi guru yang tadinya berada di ranah Dewa, malah turun hingga ke ranah Langit tahap 2?" Jika tadi Zhang Lan yang bertanya, kini giliran Zhang Meng yang mengajukan pertanyaan.


Zhang Zhili pun kemudian menceritakan asal muasal mengapa kultivasinya bisa menurun drastis.


Saat itu sekte Tujuh Elemen mengalami kemerosotan besar. Sekte yang di cap sebagai sekte besar itu, nyaris menurun menjadi sekte menengah. Bahkan ada kemungkinan menjadi sekte kecil.


Sekte mengalami kerugian besar. setiap tahunnya ada sebagian besar murid yang keluar dari sekte. Bahkan tidak ada lagi murid-murid yang mendaftar untuk menjadi bagian dari sekte Tujuh Elemen.


Hal itu sendiri di sebabkan oleh penyakit aneh yang entah dari mana datangnya. Penyakit menular itu dalam waktu sebulan telah memakan ratusan korban jiwa.


Yang membuat sekte semakin resah adalah tak ada pil atau obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu.

__ADS_1


Karena hal tersebut, para tetua serta kepala sekte di tiap-tiap divisi mengadakan pertemuan untuk membahas masalah tersebut.


Pertemuan yang berlangsung hingga beberapa hari itu, namun tak kunjung menemukan pencerahan terkait dengan masalah yang terbilang sangat besar.


Tak ada pilihan lain, Zhang Zhili yang nama awalnya adalah Chen Huali itu memilih mengajukan diri untuk menyelesaikan permasalah tersebut, menggunakan teori-teori miliknya.


Mencoba untuk membuat sebuah suplemen yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut.


Tidak ada yang meragukan kemampuan Chen Huali dalam hal meneliti. Sehingga mereka hanya bisa berharap Chen Huali bisa menyelesaikan masalah tersebut. Dengan iming-iming, jika Chen Huali bisa menyelesaikannya, maka dia akan mendapat hadiah besar.


-


Hari terus berlalu. Terhitung sudah sebulan lebih Chen Huali berada di ruang tertutup untuk menyelesaikan penelitiannya. Makan sekali dalam dua hari. Dan tanpa ia ketahui, masalah sekte juga semakin diluar kendali seiring dengan berjalannya waktu.


Khawatir sekte akan benar-benar hancur, Chen Huali pun semakin memperdalam konsentrasinya. Menancapkan fokus tingkat tinggi. Hingga sebulannya lagi, Chen Huali akhirnya menyelesaikan penelitiannya.


Namun sayangnya, untuk bisa menyempurnakan suplemen tersebut, Chen Huali harus mengorbankan kultivasinya menurun drastis dan berakhir di ranah Langit tahap 2. Lebih parahnya, dia tidak bisa lagi menerobos ke tahap berikutnya dikarenakan Meridian yang mulai tidak stabil dan berakhir dengan tersumbat.


-


Berkat suplemen buatannya, Sekte Tujuh Elemen akhirnya berhasil kembali pada performanya. Penyakit menular itu akhirnya bisa di sembuhkan.


Sialnya pengorbanan besar itu tidak membuahkan hasil yang baik bagi Chen Huali. Memang dia mendapat hadiah besar, seperti yang telah di janjikan, juga dirinya sempat di sanjung-sanjung.


Namun sanjungan itu mereka keluarkan hanya saat bertemu dengan Chen Huali. Sementara di belakangnya, mereka bahkan menghina dan meremehkan Chen Huali.


Bagaimana tidak. Kultivasi yang menurun drastis itu, menjadikannya sebagai yang terlemah diantara terlemah. Sehingga mereka merasa jijik melihatnya. Inginnya Chen Huali segera keluar dari sekte Tujuh Elemen.


-


Hari kian berlalu, Chen Huali mulai merasa tidak nyaman untuk terus-menerus berada di sekte. Makin hari, perlakuan mereka terhadapnya semakin berani. Bahkan pengorbanan besarnya tak di lihat sama sekali kala kultivasinya telah menurun.


Chen Huali kembali melanjutkan penelitiannya, terkait dengan masalah Meridian miliknya.


Sayangnya kasus yang ia alami ini terbilang sangat langka, sehingga untuk mengatasinya, Chen Huali perlu barang-barang langka pula.


Karena itulah, Chen Huali memilih untuk meninggalkan sekte. Selain karena tidak nyaman berada di sekte Tujuh Elemen, Chen Huali juga ingin mencari obat-obat yang telah ia taksir mengatasi masalah tersebut.


***


Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie, Zhang Yin bahkan Laohu sampai dibuat emosi mendengar cerita dari Zhang Zhili.


"Berani sekali manusia tak berhati itu memperlakukan guru sepeti itu!'' Zhang Lan berkata dengan intonasi rendah namun dingin.


"Awas saja! Kalau aku sampai di sana, akan langsung ku ratakan sekte itu!" ucap Zhang Meng.

__ADS_1


Zhang Zhili sendiri hanya bisa tersenyum simpul melihat respons yang di keluarkan murid-muridnya itu.


"Apa yang kalian pikirkan? Yang ada, malah kalian yang akan mati dalam sekali serangan saja!" ucap Zhang Ziyi.


__ADS_2