
Lembah Daratan Sunyi semakin kacau. Dua kekuatan besar yang masing-masing telah berada di puncak kekuatan mereka. Tak berhenti tanah bergetar hebat oleh dua kekuatan itu.
Zhang Zhili serta yang lainnya telah berhasil menyelesaikan lawan mereka.
"Sebaiknya kita berhenti sampai di sini dulu. Mari cari tempat yang aman. Dengan kekuatan yang di keluarkan Zhang Ziyi serta Pria itu, tidak menutup kemungkinan Lembah Daratan Sunyi akan hancur sebentar lagi!" Zhang Zhili berucap, mengingatkan murid-muridnya untuk segera meninggalkan tempat ini.
"Guru benar! Bukan hal yang baik jika kita terus berada di sini. Dan juga, kita tidak bisa berjauhan dari kak Ziyi, sebab dia juga membutuhkan pendukung di belakangnya.," ucap Zhang Bie.
Zhang Zhili memanggil Niao yang saat itu tengah melesat berputar-putar di udara setelah selesai membunuh lawannya. Burung Phoenix Api itu menukik tajam, laku mendarat di tanah, dimana saat ini Zhang Zhili serta murid-muridnya berada. Kemudian Zhang Zhili, Zhang Lan, Zhang Bie, Zhang Yin , Zhang Meng, Shui Shan serta Shui Bing segera naik di punggung Niao. Meskipun tubuhnya yang penuh akan api, tapi nyatanya api tersebut tidak membakar Zhang Zhili serta yang lainnya. Bahkan untuk membakar sehelai benang pakaian mereka pun tidak terjadi.
Mereka melesat di udara, memperhatikan Zhang Ziyi dengan mengandalkan Niao sebagai tumpangan.
***
Pertarungan yang semakin tak terkendali. Antara Zhang Ziyi dan Dewa Kematian. Ini adalah pertarungan antar pengendali roh. Hendak di katakan imbang, namun tidak juga. Begitupun hendak di katakan berat sebelah, tapi tidak juga.
Zhang Ziyi melesat dengan kecepatan tinggi, dia menggunakan pedang Naga Langit untuk menusuk tubuh Dewa Kematian. Tapi serangan itu tidak bisa berjalan mulus. Dewa Kematian menepis tusukan itu dengan menggunakan pedangnya pula.
Tak kehabisan ide, Zhang Ziyi menghilang dan muncul kembali dalam sepersekian detik. Setelahnya tebasan lancar kembali di arahkan. Hal ini terus berlanjut untuk beberapa saat.
Beradu dengan jarak dekat, nyatanya tak membuat satu dari dua orang itu kewalahan. Malahan semakin ganas seolah-olah tak ada celah serta kesempatan bagi lawan untuk melancarkan serangannya.
Keduanya sama-sama menjauh. Zhang Ziyi mencoba untuk memadukan kekuatan roh dan kekuatan cahaya. Berbekal akan pengetahuan tentang Roh Buas yang dahulu sempat menjadi lawannya beberapa waktu lalu, dia mempelajari bahwa tubuh roh bisa di lelehkan oleh elemen cahaya. Tapi itu berlaku bagi roh buas tersebut, sementara untuk Dewa Kematian ini sendiri Zhang Ziyi belum mengetahuinya. Makanya dia perlu untuk mencobanya.
Dua buah kekuatan energi berbeda elemen terlihat pada dua tangan Zhang Ziyi. Yang satunya merupakan kekuatan roh sementara yang satunya lagi kekuatan Cahaya.
Zhang Ziyi memicingkan mata kala tak mendapati lagi keberadaan dari Dewa Kematian. Langsung mengambil sikap waspada. Zhang Ziyi menyapu pandangannya di sekitaran, tapi tak dia temukan keberadaan Dewa Kematian.
Zhang Ziyi mencoba menggunakan hawa Dewa Kematian untuk mendeteksi keberadaannya. Sangat tipis tapi tetap Zhang Ziyi berhasil menemukannya. Dia segera berbalik saat merasakan hawa tipis itu berada di belakangnya. Dua kekuatan tadi telah berhasil dia satukan. Zhang Ziyi langsung mengarahkan lingkaran energi yang berasal dari gabungan kekuatan cahaya dan kekuatan roh pada tubuh roh milik Dewa Kematian.
Dan hasilnya berhasil.
Tubuh Dewa Kematian kini telah kembali ke wujud kasarnya. Matanya melotot tak percaya dengan apa yang barusan dia alami. Tangan Zhang Ziyi masih di dalam tubuh Dewa Kematian, setelah sebelumnya dia gunakan untuk melepaskan gabungan energi tadi pada tubuh Dewa Kematian.
Bisa di bilang, ini kebetulan yang sangat tidak terduga. Tujuannya untuk melelehkan tubuh roh Dewa Kematian, malah menjadi mengembalikannya ke bentuk kasar, membuat tangannya masih terjebak di dalam tubuh Dewa Kematian. Darah juga menetes dari lengan Zhang Ziyi, bukan dari darah Zhang Ziyi, melainkan darah Dewa Kematian.
__ADS_1
Zhang Ziyi tidak akan melewatkan momen ini. Tangannya dia putar, lalu merombak isi perut Dewa Kematian. Baru setelahnya, dia menarik apa yang dia temui dalam tubuh Dewa Kematian.
Jlebb!
Usus keluar bersamaan dengan keluarnya tangan Zhang Ziyi. Dewa Kematian memuntahkan darah segar dari mulutnya. Matanya masih melotot dengan tatapan tak percaya.
Zhang Ziyi lalu membakar usus itu dengan menggunakan api putih Surgawi. Temperatur yang sengaja dia tingkatkan hingga batas panas dari Api Putih Surgawi, membuat usus itu hangus dan menjadi debu.
"Kurang ajar!! Beraninya kamu!!!" Dewa Kematian tampaknya belum mati. Dengan geram, dia lantas meninju wajah Zhang Ziyi. Tinju yang tak kira-kira itu berhasil mengenai wajah Zhang Ziyi yang masih dalam wujud rohnya. Entahlah, apakah suatu keajaiban atau apa, sehingga tangan Dewa Kematian yang tak menggunakan kekuatan roh bisa mengenai wajah Zhang Ziyi yang saat itu berada dalam mode roh–nya.
Refleks Zhang Ziyi termundur beberapa langkah ke belakang. Beruntungnya tinju itu hanya mengenai topeng Hantu, sehingga tidak terlalu memberikan efek bagi Zhang Ziyi.
Geram. Pria berpakaian gelap tanpa usus itu lantas kembali mengeluarkan pagoda sembilan tingkat miliknya. Pagoda perak namun memiliki aura yang begitu gelap muncul melayang di hadapan Dewa Kematian. Dia menggunakan segel tangan, bersamaan dengan itu, roh hitam yang ada pada pagoda kembali keluar. Kali ini dalam jumlah yang sangat besar.
Bahana pada Guntur terdengar menggema, bahkan kali ini dua kai lipat dari sebelumnya. Seolah, bunyi Guntur itu akan langsung memecah Lembah Daratan Sunyi hingga menjadikannya debu debu kecil.
Roh dalam pagoda menyebar ke seluruh penjuru. Menyerang siapa saja yang ada di tempat itu. Dewa Kematian tidak lagi peduli, baik pihaknya atau pihak lawan. Roh-roh itu bergerak sembarangan dan menyerang orang yang di temuinya.
-
Saat itu, sebagian orang telah berhasil mendapatkan tempat yang aman. Mereka bisa menonton pertarungan antar Zhang Ziyi dan Dewa Kematian. Tapi itu tidak berlangsung lama, tatkala roh-roh ganas datang dan langsung merasuki beberapa di antara mereka.
-
Hawa yang kian mencekam, Zhang Ziyi memperhatikan sekitarnya yang telah berkaru. Kerusuhan yang di sebabkan oleh orang-orang yang tengah kerasukan. Apalagi di sana dia bisa melihat tiga orang rekan timnya yang juga di rasuki oleh roh negatif yang di lepaskan Dewa Kematian tadi. Mereka adalah Zhang Yin, Zhang Lan, dan Zhang Bie. Letiga orang itu membuat rusuh dengan menyerang Zhang Meng erta yang lainnya yang masih tersadar.
Dia lantas mengalihkan perhatiannya pada Dewa Kematian yang saat ini belum menyelesaikan urusannya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Zhang Ziyi dengan penuh tekanan dan tersirat geram dari intonasinya.
Dewa Kematian tak menjawab. Dia malah semakin memperluas jangkauan roh yang tersebar, dan semakin ganas merasuki orang-orang yang ada di sana.
Memperhatikan setiap gerak yang di lakukan oleh Dewa Kematian, Zhang Ziyi menemukan sesuatu yang mengganjal. Dimana bisa dia lihat aura kehidupan dari orang-orang yang di rasuki oleh roh-roh negatif itu kini telah tersalurkan ke dalam tubuh Dewa Kematian. Zhang Ziyi juga bisa melihat aura kehidupan Zhang Yin, Zhang Lan serta Zhang Bie yang mulai melayang, membentuk energi lurus dan masuk ke dalam tubuh Dewa Kematian. Itu menyebabkan kekuatan yang ada di tubuh Dewa Kematian kian meningkat.
Melihat hal itu, Zhang Ziyi tidak lagi berniat tinggal diam. Menggunakan gabungan kekuatan Cahaya dan kekuatan roh, dia mulai menyerang Dewa Kematian.
__ADS_1
Baamm!!
Ledakan terjadi, hingga meninggalkan kabut asap. Tak terjadi sesuatu pada Dewa kematian. Zhang Ziyi bisa melihat lingkaran array gelap transparan melindungi tubuh Dewa Kematian.
"Cih, kau pikir bisa menghentikan aku dengan Array–mu itu!" Zhang Ziyi melesat, hingga dalam waktu singkat telah berada di samping Dewa Kematian. Dia menggunakan Pedang Naga Langit untuk menusuk Array itu.
Berhasil tembus, Zhang Ziyi menggerakkan pedang ke bawah dan merobeknya. Baru setelahnya menyerang Dewa Kematian dengan serangan elemen Cahaya.
Baamm!!
Serangan itu berhasil mengenai tubuh Dewa Kematian. Dirinya terdorong mundur ke belakang beberapa meter. Bersamaan dengan itu, roh-roh yang semula tersebar makin tak terkendali. Semakin ganas, begitupun juga dengan roh-roh yang tengah merasuk di tubuh orang-orang.
Mata yang mengelap sepenuhnya, bergerak dengan ganas dan semakin tak terkendali. Mereka seperti punya kesadaran tersendiri, sehingga menggunakan kekuatan roh untuk menyerang rekan-rekan mereka. Beberapa di antaranya bahkan telah berlari menjauh tanpa arah.
"Sial, mengapa jadi bertambah kacau begini!" gumam Zhang Ziyi. Dia berniat menghentikan kekacauan di bawah sana. Tapi saat hendak bertindak, dirinya telah lebih dulu di hadang oleh Dewa Kematian.
"Aku belum selesai dengan kamu!" Dewa Kematian menghadang dengan pedang yang di arahkan ke depan. Mengambil posisi siap bertarung.
"Tch, dasar Dewa tak bertanggung jawab!" cibir Zhang Ziyi.
"Hah, untuk apa aku bertanggung jawab, sementara ini semua terjadi karena kamu!" Dewa Kematian membalas menyalahkan Zhang Ziyi.
Sempat menoleh ke arah bawah sesaat. Setelahnya mengangkat dua pedang di tangannya.
"Kau yang berbuat, dan malah menyalahkan orang. Baiklah, maka jangan salahkan aku jika bertindak kasar!"
Zhang Ziyi maju dan menyerang Dewa Kematian. Dengan ganas dia melayangkan kedua Pedang. Begitu teratur dan penuh akan perhitungan. Dewa Kematian berusaha untuk menahan serangan itu.
Seiring dengan berjalannya waktu, Dewa Kematian mulai merasa kewalahan. Tempo serangan Zhang Ziyi semakin cepat dan sulit di tebak. Hingga saat ini Dewa Kematian telah mengalami beberapa luka di sekujur tubuhnya.
Zhang Ziyi meninggalkan beberapa tebasan dalam pada beberapa bagian tubuh Dewa Kematian. Bahkan diantara tebasan itu, yang paling parah adalah tebasan dalam dari leher bagian belakang, sampai leher bagian depan. Membuat darah merah gelap mengalir deras.
Baru setelahnya dia melancarkan serangan terakhir.
Baamm!
__ADS_1
Ledakan besar terjadi. Dewa Kematian terpental tak berdaya. Tak ada lagi kekuatan yang tersisa dalam tubuhnya. Terus melesat dan berakhir dengan menabrak tanah dengan sangat keras. Hingga menciptakan kawah besar dan dalam.
Berhasil dengan membereskan Dewa Kematian, Zhang Ziyi lantas bergerak untuk memperbaiki kerusuhan yang tengah terjadi.