Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 86 ~ Memilih Teknik


__ADS_3

Berlatih selama seminggu, akhirnya Zhang Ziyi mengerti cara memanipulasi elemen petir menjadi  berbagai bentuk yang dia inginkan.


"Haah... Seperti yang pernah di janjikan. Seminggu setelah berlatih, kami akan mendatangi perpustakaan umum sekte untuk memilih teknik," gumam Zhang Ziyi.


"Sepertinya aku harus ke sana sekarang. To, aku juga tengah membutuhkan teknik, untuk melakukan serangan perubahan unsur!"


Zhang Ziyi memanggil Laohu, setelahnya mereka sama-sama berjalan keluar dari divisi Elemen Halilintar. Namun sebelum itu dia meminta izin terlebih dahulu pada Kang Jiu


"Bagus! Kau harus memiliki suatu teknik yang bisa kau gunakan nantinya!"


Kang Jiu pun dengan senang hati mengizinkan Zhang Ziyi.


"Terima kasih, Senior!"


Setelah memberi hormat, Zhang Ziyi serta Laohu lantas meninggalkan kediaman ketua divisi Tumbuhan itu.


Berjalan beberapa saat, mereka akhirnya sampai di gapura keluar divisi Tumbuhan. Sialnya, belum juga keluar, mereka telah lebih dahulu di cegah oleh 11 orang pemuda-pemudi. Mereka tidak lain adalah orang-orang yang sebelumnya pernah menangkap Laohu.


"Mau kemana kau?" tanya seorang gadis yang berlekuk tubuh indah. Dia adalah An Ning..


Terdiam sejenak. Zhang Ziyi menatap mata An Ning. Tatapan yang di penuhi dengan ancaman itu, sukses membuat nyali An Ning goyah. Lantas dia mengalihkan tatapannya ke arah lain.


"Sial, kenapa anak ini begitu menakutkan!" batin An Ning.


"Cih, sombong sekali... Murid tidak


di perbolehkan keluar-masuk divisi, kecuali dengan alasan yang jelas!" ucap Kembali An Ning menjelaskan peraturan divisi kepada Zhang Ziyi.


"Kenapa aku harus memberitahu alasan–ku kepadamu?" Zhang Ziyi membalas tanpa menoleh.


Sekilas, mata Zhang Ziyi salah menangkap seorang pemuda tampan, yang memang kebiasaannya selalu terdiam. Namun sekalinya dia berbicara, maka setiap perkataannya ibarat perintah raja, tak ada penolakan.


Kedua mata lelaki itu saling bertemu. Tatapan kosong itu, Zhang Ziyi bisa merasakan adanya suatu hal aneh. Entah mengapa dia merasa seperti pria ini tengah menanggung beban yang begitu berat. Namun dia tidak bisa menebak beban apa itu.


Lima detik saling bertatapan, Zhang Ziyi akhirnya mengalihkan perhatiannya ke arah lain.


"Kau! Jika tak ingin memberitahu kami, maka kau tak bisa melewati gapura ini!" Ucap An Ning dengan intonasi mengancam.


"Cih, apakah penting?" Zhang Ziyi bertanya dengan menampakkan ekspresi sinis. Lagi pula, aku telah meminta izin pada ketua divisi dan dia mengizinkan ku!"


"Aku pikir, itu hanya alasan mu saja!" gadis itu tetap pada pendiriannya.


"Baiklah kalau kau tak percaya. Kau bisa langsung bertanya kepada ketua divisi untuk mengetahui kebenarannya."

__ADS_1


"Untuk aoa aku ke sana? Cukup dengan melihat matamu saja, aku sudah bisa menebak bahwa kau ini berbohong," ucapnya asal-asalan.


"Benarkah!" Zhang Ziyi melirik kembali mata gadis itu. Menatapnya dengan tatapan dingin dan di penuhi dengan tekanan.


Kontan, An Ning yang merasa terancam lantas langsung mengalihkan perhatiannya. Tatapan Zhang Ziyi tadi telah sukses membuat dirinya khawatir plus gugup.


"Sudahlah, biarkan dia lewat!" Yu Shan tiba-tiba saja berucap dengan tanpa ekspresi.


"Tapi ketua!" An Ning tampak keberatan membiarkan Zhang Ziyi pergi begitu saja. Namun, Yu Shang, pemuda tampan yang terkenal dingin itu tak menanggapi. Dia kembali terdiam dan memasang wajah bodoh amat dengan tatapan kosong.


"Ck!" decak kesal An Ning. Dengan hati berat, dia tidak ada pilihan lain selain membiarkan Zhang Ziyi beserta harimau peliharaannya keluar dari divisi.


Untuk kedua kalinya Zhang Ziyi lolos karena Yu Shan.


Sebelum meninggalkan mereka, terlebih dahulu Zhang Ziyi memberi hormat pada Yu Shan sebagai tanda terima kasih. Lalu berlalu dari sana, dan melanjutkan perjalanan menuju perpustakaan umum sekte.


-


Zhang Ziyi serta Laohu menemukan Zhang Lan serta yang lainnya tengah berdiri tidak jauh dari perpustakaan. Tanpa pikir panjang, dia dan Laohu langsung menuju ke arah mereka.


"Kak Ziyi!"


"Kak Ziyi!"


"Kak Ziyi!"


Kompak, semuanya menyebutkan nama Zhang Ziyi. Zhang Ziyi sendiri membalas dengan memasang sunggingan kecil.


"Bagaimana, semasa di dalam divisi yang kalian tempati? Apakah ada masalah?" tanya Zhang Ziyi.


Terdiam sejenak, semuanya saling pandang memandang.


Zhang Ziyi menautkan kedua alisnya. Heran dengan sikap yang mereka perlihatkan kepadanya.


"Sepertinya ada masalah!" tebak Zhang Ziyi.


"Iya, kak Ziyi. Dan sangat buruk!" ucap Zhang Lan.


Setelahnya dia menceritakan kepada Zhang Ziyi terkait dengan masalah yang mereka alami saat dalam divisi masing-masing.


Dimana, semuanya hampir memiliki nasib yang sama, kecuali Zhang Ziyi Sera Zhang Yin. Zhang Yin dalam hal ini mungkin karena dia seorang wanita yang kecantikannya di atas rata-rata, sehingga dia banyak di sukai oleh orang-orang dari divisi air. Terutama para lelaki yang ada di sana.


Sementara untuk Zhang Lan, Zhang Meng, dan Zhang Bie, selalu-nya mendapat ejekan dan pukulan dari orang-orang dari divisi mereka, karena memiliki Kultivasi yang terlampau rendah. Bahkan tiada hari tanpa kucilan, mereka terima.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Zhang Ziyi merasa sedikit tidak terima teman-temannya dikucilkan oleh orang-orang tersebut.


"Untuk saat ini, kita kesampingkan dulu masalah tersebut. Mari menuju perpustakaan dan memilih teknik yang akan kita pelajari. Setelahnya, kita akan belajar di alam jiwa," ajak Zhang Ziyi.


Semuanya mengangguk. Setelahnya, mereka lantas bergerak menuju perpustakaan yang tinggal beberapa langkah sebelum mencapai pintu masuk perpustakaan.


Bangunan berlantai tiga, juga terbagi menjadi tiga tingkatan teknik di setiap lantainya. Dimana, lantai satu kebanyakan teknik tingkat Tinggi. Lantai dua, kebanyakan teknik tingkat Bumi. Lantai tiga, kebanyakan teknik tingkat Langit.


Zhang Ziyi serta keempat teman-temannya berjalan menaiki lantai dua. Sampai di sana, mereka lantas berpencar untuk mencari Teknik yang akan mereka pelajari.


Berbeda halnya perpustakaan yang ada di masing-masing divisi, yang hanya menyediakan teknik dengan satu unsur elemen saja. Perpustakaan umum sekte Tujuh Elemen ini menyediakan macam-macam teknik dengan elemen berbeda-beda.


Zhang Ziyi menyusuri setiap rak yang berisi kitab teknik. Beberapa saat mencari, namun dia tidak menemukan teknik yang cocok untuknya. Memang ada beberapa yang sempat menarik perhatiannya, namun dia memilih untuk tidak mengambilnya karena di rasa tidak terlalu hebat.


Menengok ke arah samping kanan dan kiri, Zhang Ziyi melihat rekan-rekannya yang nampak fokus dengan aktivitasnya masing-masing.


Memilih untuk tidak menganggu mereka, Zhang Ziyi lantas ke lantai tiga dengan tanpa memberitahu mereka.


Sampai di sana, Zhang Ziyi merasakan suhu di lantai tiga ini yang nampak berbeda dari lantai sebelumnya. Di mana, di sini dia bisa merasakan berbagai macam aura serta tekanan yang saling ber–bentrokan. Beruntung, dia memiliki kekuatan jiwa yang besar, sehingga dia tidak terpengaruh sedikitpun oleh tekanan tersebut.


"Tampaknya, lantai tiga ini di khususkan hanya untuk orang-orang tertentu!"


Melihat sekeliling, hanya beberapa orang saja yang Zhang Ziyi lihat di lantai tiga ini.


Mencoba mengukur kultivasi mereka. Semua yang ada di sana memiliki kultivasi di Ranah Dewa tahap 7 ke atas.


Fokus kepada tujuan awalnya, Zhang Ziyi kemudian melangkahkan kaki menyusuri setiap rak yang ada di lantai tiga itu.


Tak satu teknik pun yang tidak membuat Zhang Ziyi kagum. Semua teknik yang dia lihat adalah hebat-hebat. Meski begitu, Zhang Ziyi memilih untuk menahan hasrat memiliki teknik-teknik tersebut. Memilih untuk melihat-lihat semua teknik yang ada di rak, setiap teknik yang dia temui, selalu-nya membuat takjub Zhang Ziyi.


Hingga dia sampai di pojok dari rak tersebut. Saat tengah memperhatikan rak yang ada di bagian baris tengah rak, perhatian Zhang Ziyi mendadak teralihkan oleh sebuah kitab yang ada di rak bagian atas.


Zhang Ziyi merasakan kekuatan jiwanya bereaksi oleh kitab tersebut.


"Aneh!"


Menutup kedua mata, Zhang Ziyi mencoba memeriksa kitab tersebut menggunakan kekuatan jiwa miliknya. Dikarenakan posisi kitab itu yang berada di rak yang paling atas, juga ukuran rak yang lumayan tinggi, sehingga Zhang Ziyi memilih untuk mengecek kitab tersebut menggunakan kekuatan jiwa terlebih dahulu.


Sialnya, kekuatan jiwa Zhang Ziyi malah di serap oleh kitab itu.


"Sial! Apa-apaan ini?"


Zhang Ziyi berusaha menon–aktifkan kekuatan jiwanya. Namun entah mengapa dia tidak bisa melakukannya. Kepanikan menghampiri Zhang Ziyi kala itu.

__ADS_1


__ADS_2