Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 211 ~ Rencana Tiga Hari.


__ADS_3

Baamm!!


Ledakan terjadi. Terlihat seseorang melayang dengan kecepatan tinggi dari atas. Menghantam bangunan hingga membuat bangunan itu runtuh.


"Upss, hahaha!" Terdengar tawa dari Zhang Meng. Menertawai orang yang menghantam bangunan tadi.


"Lagak saja yang terlalu tinggi. Bahkan seorang Wanita Tua sepetinya kau tidak bisa mengalahkannya! Pantas saja kau tidak memiliki istri di usiamu yang tua ini!" Zhang Meng menggeleng-geleng–kan kepalanya, sembari sunggingan penuh ejekan dia tampakkan.


Di sisi lain, Pemimpin Tengkorak Iblis memasang wajah lain. Mendengar tawa mengejek dari Zhang Lan, yang menertawainya. Apalagi anak itu menertawainya langsung di depan wanita yang tadi sempat menjadi lawannya, wanita itu pula lah yang membuatnya terlempar dan berakhir dengan menabrak bangunan hingga runtuh.


"Sial, ini sangat memalukan!" gumam Pemimpin Tengkorak Iblis. Dia mengingat kembali seruan keras yang sempat dia katakan tadi, akan sangat mudah mengalahkan wanita pemimpin Rumput Giok itu hanya dengan sentilan kecil. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, dia lah mendapat sentilan itu hingga membuatnya terpental.


"A–aku belum menggunakan separuh kekuatanku. Tadi itu hanya permainan saja yang aku sengaja buat, dengan tujuan membuat wanita tua ini besar hati. Tapi kali ini aku tidak akan bermain-main lagi. Lihatlah, hanya dengan sekali kentut, akan langsung membuatnya menderita seumur hidup!" ucap Pemimpin Tengkorak Iblis.


"Cih, tak usah kamu banyak bicara. Kita tidak ada waktu untuk menonton mu kalah kembali."


Zhang Meng terbang dari atap salah satu bangunan yang sempat dia pijak. Tanpa aba-aba dia langsung menyerang wanita yang pemimpin Rumput Giok menggunakan serangan energi Api.


Dua buah roda api tercipta. Berputar begitu cepat, bergerak dengan kecepatan di luar nalar, mengejar wanita tersebut.


Sringg!


Sringg!


Wanita tersebut menepis dua buah roda api tersebut. Namun kembali bergerak dan mengejarnya.


Di serang habis-habisan, membuatnya kian kewalahan.


"Uhukk!"


Satu buah roda api berhasil mengenai dada wanita pemimpin Rumput Giok. Tidak hanya satu, namun roda api yang lain juga mendouble hantaman itu. Trus berlanjut hingga lima kali hantaman, wanita tersebut tidak mampu ataupun sempat untuk menepis dua Roda api itu.


Setelahnya, dua roda api berhenti untuk menyerang. Menghilang secara tiba-tiba meninggalkan debu asap yang kemudian menghilang dalam angin.


Masih dalam posisi menginjak udara, wanita itu memegangi dadanya yang sesak. Tangan kanan terangkat, mengelap darah yang menghiasi dagunya. Memang dia langsung mengeluarkan darah dari mulutnya setelah mendapat hantaman dari roda api.

__ADS_1


"Tentukan pilihanmu. Mau bergabung atau melihat sektemu hancur!" tegas Zhang Meng.


Wanita itu tidak segera menjawab. Malahan sebaliknya memandangi Zhang Meng dengan tatapan benci, dendam dan penuh akan nafsu membunuh.


"Tiga!..."


Zhang Meng mulai menghitung. Namun memberikan jeda di setiap hitungan itu selama lima detik.


"Dua!..."


-


"Satu!... Baik, aku anggap jawabanmu membiarkan kami menghancurkan sekte Rumput Giok."


Selesai dengan mengatakan itu. Zhang Meng menoleh ke bawah. Melihat ke arah anggota Sekte Tujuh Elemen yang pergi bersamanya, mereka sendiri telah bersiap diri tadi untuk menghancurkan bangunan-bangunan Sekte dan berniat menjadikannya sebagai lahan baru.


"Hancurkan!" perintah Zhang Meng.


"Baik!"


Mereka bersiap untuk melepaskan serangan energi. Debu-debu dengan warna berbeda di masing-masing orang yang memiliki elemen berbeda pula terkuat mengelilingi telapak tangan yang tengah melakukan sebuah segel tangan. Semakin pekat debu-debu tersebut, menandakan semakin siap pula mereka untuk melancarkan serangan mereka.


Sayangnya teriakan wanita itu tidak di dengar oleh anggota Sekte Tujuh Elemen. Mereka masih tetap setia untuk dengan niat awal, yaitu menghancurkan Sekte Rumput Giok.


Semakin khawatir, panik dan takut. Wanita itu kemudian melunak dan memohon dengan berkata lebih sopan dari sebelumnya.


"Baik ... Baik Tuan! Sekte Rumput Giok akan mengikuti Tuan. Kami akan setia dalam menjadi bawahan Tuan. Tapi mohon hentikan mereka!" Wanita tersebut memohon pada Zhang Meng, memohon dengan sungguh-sungguh.


Terlihat sunggingan kecil, di sudut bibir Zhang Meng.


"Baiklah. Karena kamu sudah memohon, maka rencana pembumi hangusan Sekte mu kami hentikan!" ucap Zhang Meng dengan menyertai sunggingan samar. "Setelah ini, aku akan pamer pada Zhang Lan! Aku yakin dia pasti tidak akan berhasil dalam menundukkan kelompok bagiannya! Hehehe!" Belum apa-apa, Zhang Meng sudah menebak akan bagaimana nasib Zhang Lan di sana. Apalagi kepercayaan dirinya begitu diluar Bumi.


Zhang Meng kemudian meminta pada wanita itu untuk memimpin anggota sekte Rumput Giok, bersumpah atas nama Nirvana. Setia seutuhnya pada Zhang Ziyi. Berani berpaling ataupun berniat untuk mendua juga berkhianat, maka konsekuensi nya akan langsung di hukum oleh Nirvana saat itu juga.


Wanita itu kemudian melakukan seperti apa yang di minta oleh Zhang Meng. Mereka menyebutkan nama Zhang Ziyi dalam sumpah tersebut.

__ADS_1


Duarrr!


Petir menyambar ganas. Pertanda bahwa sumpah mereka telah di terima oleh Nirvana.


Zhang Meng melihat itu tidak bisa untuk tidak menyunggingkan senyum untuk kesekian kalinya.


"Kerja bagus!"


Setelah itu, mereka kembali untuk menemui Zhang Ziyi. Sesuai kesepakatan, bahwa mereka akan bertemu di alam jiwa Zhang Ziyi. Maka untuk sampai di sana, Zhang Ziyi telah lebih dulu memberikan masing-masing dari mereka para pemimpin pasukan, Sebuah gulungan portal.


Tidak sembarang orang memiliki gulungan portal tersebut, Zhang Ziyi hanya memberinya pada Zhang Meng serta enam orang lainnya sebab dia tidak meragukan lagi kepercayaan rekan-rekannya itu.


Portal tercipta. Zhang Meng bersama dengan pasukannya pun segera memasuki portal tersebut.


***


Whush!


Zhang Meng sampai bersama dengan pasukannya. Terlihat di sana ada Zhang Ziyi, Zhang Zhili, Zhang Yin dan Shui Shan. Lain daripada itu, mereka tidak terlihat, menandakan bahwa mereka belum selesai.


"Kau begitu lambat!" Zhang Yin datang-datang langsung memarahi Zhang Meng. Bahkan sempat mencubit telinga suaminya itu.


"Eh Ampun ... ampun!"


Zhang Ziyi hanya melihat itu dengan memasang senyuman kecil. Dia juga menggelengkan kecil kepalanya .


Whush!


Whush!


Tiga buah portal dimensi tercipta di hadapan mereka. Lalu memunculkan ribuan orang di masing-masing portal. Mereka adalah tiga pasukan yang di pimpin Zhang Bie, Zhang Lan dan Shui Bing.


"Bagaimana, apakah kalian berhasil?" tanya Zhang Ziyi memastikan.


"Tentu saja! Kalau saja Kakak Ziyi ada dan menyaksikan bagaimana aksiku dalam menundukkan mereka, pasti kak Ziyi akan sangat bangga!" Zhang Lan berkata dengan membusungkan dada.

__ADS_1


"Heeh, lebih hebat aku. Bahkan Wanita Tua itu langsung takut saat baru melihat kekuatanku." Zhang Meng tidak ingin kalah. Dia berkata dengan melebih-lebihkan. Bahkan dengan tangan Zhang Yin yang tadi masih menempel di telinganya pun dia segera lepas.


"Hmm, kerja bagus. Besok kita akan pergi ke tempat lain. Rencananya selama tiga hari sudah berhasil menundukkan sekitar dua puluh sekte Kecil hingga menengah. Baru setelahnya kita akan melakukan pembangunan markas di alam Atas. Dan selepas selsai pembangunan markas, maka kita akan langsung menuju ke Tebing Tertinggi di Bukit Penghidupan, Tebing Matahari!" jelas Zhang Ziyi panjang lebar.


__ADS_2