
Delapan kontestan saat ini telah berdiri di atas panggung arena. Menunggu instruksi dari MC, yang menyampaikan peraturan main di babak delapan besar ini.
Zhang Ziyi berdiri di samping Hei An.
Menghela napas sesaat, babak ini bukanlah seperti sebelum-sebelumnya, dimana di tahap ini semua kontestan memiliki kekuatan di atas rata-rata.
Tampaknya Zhang Ziyi harus bertarung mati-matian di babak ini. Namun satu hal yang Zhang Ziyi sadari di babak delapan besar ini. Penonton tampak semakin banyak. Kursi penuh dan bahkan beberapa diantara penonton itu tidak mendapat tempat duduk.
Tapi bukan masalah banyaknya jumlah penonton itu yang menarik perhatian Zhang Ziyi. Melainkan wajah-wajah baru yang sebelum-sebelumnya tidak pernah terlihat dalam beberapa beberapa hari terakhir semenjak pertandingan berlangsung.
"Aneh!"
"Kakak Ziyi, waspadalah! Setelah turnamen ini berakhir, kekacauan akan segera terjadi di sini. Mereka akan menangkap–mu, tapi kau tenang saja. Selagi ada aku di sini, aku akan mendukungmu dan membantumu."
Bisikan itu datang dari Hei An di sebelahnya. Zhang Ziyi sendiri bukannya tidak mengetahui itu. Semasa pertandingan sebelumnya, dia telah menyinggung Raja Shang juga suku Malaikat. Raja Shang sendiri memang sudah dari dulu dia memiliki konflik dengan mereka. Selain itu, beberapa sekte besar telah dia singgung. Terutama dengan Kekaisaran Langit yang telah memburunya.
"Kau tenang saja Hei'er. Aku akan baik-baik saja," Zhang Ziyi membalas berbisik.
"Sebenarnya bukan hanya itu, melainkan juga hadiah yang akan di dapatkan oleh seorang juara terlalu membutakan mereka semua. Terutama kelompok besar seperti kekaisaran Kegelapan. Rival utama adalah Kekaisaran Langit, makanya mereka tidak akan membiarkan saingan mereka mendapatkan Hadiah tersebut."
Zhang Ziyi mengangguk mendengar penjelasan dari Hei An. Sedikit besar, dia sudah bisa menggambarkan akan bagaimana situasi saat ini. Jika saja kerusuhan terjadi, berarti akan ada dua kemungkinan.
Kemungkinan yang pertama terkait dengan kelompok dari kalangan atas. Seperti Kekaisaran Langit, Kekaisaran Kegelapan dan Ras Iblis. Mereka pastinya akan memperebutkan benda itu, sebab menginginkan kelompok mereka sebagai kelompok yang paling maju diantara saingannya.
Sementara untuk kemungkinan kedua, itu berasal dari Kelompok yang memiliki pengaruh menengah, seperti Sekte Besar, suku, ras dan kerajaan yang notabenenya tidak akan mampu bersaing dengan tiga kelompok tadi. Demi membalas akan apa yang di lakukan oleh Zhang Ziyi, maka mereka mungkin akan menangkap Zhang Ziyi di akhir-akhir acara.
Tapi itu semua hanyalah perkiraan Zhang Ziyi semata. Mengenai masalah tesebut yakin dan percaya pastinya orang atau kelompok yang menyelenggarakan turnamen ini memiliki cara tertentu dalam mengatasinya. Apalagi mereka tidak akan bisa mempersiapkan hadiah bernilai berharga jika tidak memilik kekuatan mumpuni bersama Mereka.
-
__ADS_1
MC menjelaskan peraturan yang akan berlangsung di babak delapan besar ini. Tidak ada perubahan berarti, hanya saja dalam penyampaiannya itu, MC juga menyinggung hadiah kontestan lima besar. Namun tetap saja hadiah utama belum di sebutkan.
Setelah beberapa saat berbicara, MC kemudian mempersilahkan salah satu panitia untuk memutar nama mereka.
Lelaki yang bertugas memutar nama itu mengangguk. Setelahnya, kartu token yang berisikan gambar Zhang Ziyi serta tujuh kontestan lainnya terangkat di udara.
Tampaknya mereka juga menyediakan seorang pengukir handal dalam hal kelangsungan acara ini, sehingga bisa meniru wajah Zhang Ziyi serta yang lainnya dengan sangat mirip, meskipun di ukir dalam sebuah kartu token kecil.
Kartu token melayang di udara. Delapan kartu berjejer lurus menyamping. Setelahnya muncul energi biru di kartu token yang paling ujung. Energi biru sendiri akan terus berpindah dari token satu ke token lainnya.
Beberapa saat menunggu, akhirnya muncul nama pertama. Dan itu berasal dari Tai Yang.
Setelah nama pertama tersebut, kembali panitia memutar nama kedua. Butuh waktu satu menit sebelum energi berwarna biru itu berhenti bergerak. Tepat di gambar seorang Gadis cantik berpakaian biru dengan manik bulu-bulu putih di bagian pundaknya, energi berwarna biru itu berhenti. Gadis itu sendiri adalah Bing Ruyue.
"Baik peserta pertama yang akan bertanding adalah Tai Yang, Pewaris Dewa Matahari dan Bing Ruyue selaku Dewi Phoenix Es." MC kembali berucap dengan lantang. "Untuk kontestan lain, silahkan menunggu giliran di bangku yang telah di sediakan."
Mendengar perkataan MC, Zhang Ziyi serta Hei An pun terbang menuju bangku penonton. Namun karena kursi yang tersedia semuanya telah penuh, sehingga keduanya hanya bisa berdiri.
-
"Gadis cantik, majulah lebih dulu!" ucap Tai Yang mempersilahkan Bing Ruyue untuk menyerang lebih dulu.
"Huh, baiklah. Aku harap kamu tidak menahan diri dan menunjukkan padaku akan kehebatan dari Dewa Matahari."
Selesai dengan menyelesaikan kalimatnya, Bing Ruyue pun lantas maju menyerang Tai Yang. Tubuhnya yang saat itu dikelilingi oleh Aura berwarna biru muda, butiran-butiran debu es juga tercipta mengelilingi tubuhnya.
Setiap kali Bing Ruyue berpijak maka itu akan langsung menciptakan es.
Suhu di sekitar kian membeku. Dalam waktu singkat, Bing Ruyue telah muncul di hadapan Tai Yang. Bersamaan dengan itu, serangan langsung dia lancarkan, menargetkan perut Tai Yang.
__ADS_1
Namun bisa di hindari oleh Tai Yang dengan mudah. Bing Ruyue tidak berhenti sampai di sana, kembali serangan dia lancar lancarkan, serangan penuh akan energi dingin itu.
Bing Ruyue bergerak dengan beringas dalam menyerang, tapi gerakannya begitu indah di pandang mata. Setiap gerakannya begitu indah namun tajam nan mematikan. Tai Yang sendiri sampai dibuat tidak bersantai karenanya.
Kedua orang yang bertarung di arena semakin mengeluarkan potensinya. Dua aura berlawanan saling berbenturan. Suhu di sekitar pun kian berganti, meski demikian tetap imbang. Antara panas dan Dingin.
Lantai arena telah menjadi es seutuhnya. Keduanya sama-sama mengambil jarak. Bertarung jarak dekat beberapa saat, telah menimbulkan dampak yang besar di dalam arena.
Penonton yang memiliki kekuatan di bawah keduanya, akan merasakan sensasi aneh, dimana selain rasa dingin, juga rasa panas yang menyengat hingga ke tulang-tulang.
Tai Yang menghentakkan sebelah kakinya. Seketika es yang ada di bawa kakinya hancur, terus menjalar hingga sampai pada Bing Ruyue.
Tidak tinggal diam, Bing Ruyue memutar tubuhnya, membuat serpihan es berduri, menghalau energi dari hentakan kaki Tai Yang tadi.
Keduanya sama-sama mengambil jurus.
Terbang di udara dengan tubuh yang berputar. Gaun yang di kenakan Bing Ruyue yang juga ikut berputar itu menambah keanggunan pada gadis itu. Butiran-butiran debu berwarna biru juga terlihat mengelilinginya.
Bing Ruyue berhenti di udara, Setelahnya melepaskan hawa dingin yang begitu luar biasa. Area pembatas antara penonton dan panggung pun sampai dibuat beku dan menimbulkan serpihan es berduri tajam.
Semakin besar aura yang dia pancarkan, setelahnya tubuhnya berubah menjadi burung Phoenix es. Terbang memutar di udara lalu menuju tajam ke arah Tai Yang.
Kekuatan yang ada pada tubuh Bing Ruyue semakin meningkat saat dia berubah wujud menjadi Burung Phoenix tadi. Tai Yang menyambut Bing Ruyue dengan pedang di Cengkeramnya. Pedang Matahari memancarkan cahaya merah kekuningan. Mengandung enegi panas.
Tai Yang menepis cakar yang datang dari Burung Phoenix Es. Bukan hanya sekali namun beberapa kali hal itu terjadi.
Selang beberapa saat, Burung Phoenix Es terbang tinggi, menjauh. Tai Yang sendiri menghela napas sejenak. Hawa dingin yang terpancar dari tubuh burung Phoenix Es itu begitu mengerikan. Beruntung kualitas pedang yang dia miliki begitu tinggi, sehingga tidak sampai membekukan pedangnya.
Burung Phoenix mengepakkan sayapnya, setelahnya muncul energi berwarna biru yang langsung melesat lurus ke arah Tai Yang.
__ADS_1
Tai Yang sendiri tidak tinggal diam. Dia menebas udara, setelahnya memunculkan lesatan energi berbentuk bulan sabit merah yang langsung mengarah pada energi biru tersebut.
Baamm!