
"Zhang Ziyi, setelah tidak mendapatimu untuk beberapa waktu lalu, kau sekarang bertambah kuat!" ucap Zhang Zhili di sebuah ruangan
Mereka saat ini tidak lagi berada di ruangan sebelumnya atau tempat para petinggi fraksi Bendera Putih rapat. Melainkan ruangan khusus untuk mereka menginap. Fraksi Bendera Putih menyediakan–nya untuk Zhang Ziyi serta rekan-rekannya.
"Begitupun juga dengan kalian. Sepertinya kalian berlatih dengan sangat keras ... bahka bisa mencapai ranah Dewa Abadi dala waktu dekat!" Zhang Ziyi membalas memuji Zhang Zhili serta rekan-rekannya.
"Hmm, padahal aku sangat yakin akan bisa melampaui kakak Ziyi setelah kembali bertemu denganmu. Tapi tidak ku sangka malah aku masih tertinggal sangat jauh di banding dengan kakak Ziyi sendiri!" celetuk Zhang Lan.
"Setidaknya kita telah bisa bersanding dengan Kaka Ziyi!" ujar Zhang Bie.
"Nah!"
"Oh ya ... bagaimana kabar Dewa Gou Liang? Aku tidak pernah melihatnya!" tanya Zhang Zhili.
"Hmm, Kakek sedang memulihkan dirinya. Dia mengalami masalah pada kekuatannya dan butuh pemulihan dalam jangka panjang!"
"Hmm, pantas saja dia tidak berada di sisimu!"
Perbincangan itu masih berlanjut hingga beberapa saat. Namun segera terhenti kalau pintu ruangan diketuk oleh seorang dari luar.
Zhang Lan segera bergegas membuka pintu. Di lihatnya salah seroang dari anggota Fraksi Bendera Putih.
"Apa yang membawamu kemari?" tanya Zhang Lan pada orang itu.
"Mohon maaf telah mengganggu waktu kalian. Kedatangan ku kemari hanya ingin menyampaikan bahwa Petinggi Hue ingin bertemu dengan Zhang Ziyi!"
"Baik, kau bisa pergi!"
Setelah kepergian dari anggota fraksi Bendera Putih, Zhang Lan segera menghampiri Zhang Ziyi dan menyampaikan akan kedatangan salah satu anggota Fraksi Bendera Putih tadi.
"Baik, aku akan segera ke sana!" ucap Zhang Ziyi setelah mendengar perkataan Zhang Lan. Setelahnya dia memberi hormat terlebih dahulu pada Zhang Zhili serta rekan-rekannya, baru Zhang Ziyi melangkah keluar dari ruangan tersebut untuk menemui Hue Ming, seorang pria Tua yang sebelumnya membawa dirinya ke tempat ini.
Tidak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi untuk sampai di tempat di mana saat ini petinggi Hue Ming telah menunggu dirinya.
"Salam, Senior!" Zhang Ziyi menangkupkan kedua tangan memberi hormat.
Hue Ming yang satu tahun belakangan Zhang Ziyi segera berbalik menghadap Zhang Ziyi.
"Ada apa Senior memanggilku?"
"Bukan hal penting. Aku hanya ingin berbicara padamu. Ini terkait dengan Dewa Gou Liang!" Hue Ming kemudian membawa Zhang Ziyi ke tempat duduk yang ada sekitar tujuh meter dari tempat mereka berdiri.
"Apakah kau tahu di mana dia sekarang?"
"Hmm, terakhir kali aku bertemu dengan Kakek, dia tengah tidak dalam kondisi baik-baik saja. D.an sekarang Kakek Liang sedang memulihkan kekuatannya!"
"Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Aku dan Dewa Gou Liang dahulu merupakan teman dekat. Kebencian akan Kekaisaran Langit hingga membuat aku dan Dewa Gou Liang memutuskan untuk bergabung dengan fraksi Bendera Putih ini. Dimana tujuan dari Fraksi ini sendiri adalah untuk mengumpulkan orang-orang yang memiliki kekuatan dan tidak terikat akan kelompok manapun yang bertujuan melawan Kekaisaran Langit!" jelas Hue Ming panjang lebar.
__ADS_1
"Hmm, pantas saja. Bersama senior, aku bisa merasakan sedikit aura kakek Liang!"
"Ya, bahkan aku dahulu sempat belajar pengendalian elemen waktu. Tapi aku tidak bisa untuk menguasainya. Ya, ini hanya orang-orang tertentu dan memiliki pengakuan dari elemen itu sendiri yang bisa mempelajari elemen ini!" Hue Ming menatap mata Zhang Ziyi. "Dan salah satunya adalah kau?!"
"Mungkin!"
"Oh ya, salah seorang petinggi fraksi merupakan mantan anggota pasukan Kekaisaran Langit, apakah kalian tidak mencurigainya?" tanya Zhang Ziyi tiba-tiba, kala teringat akan seroang pria yang menurutnya sedikit mencurigakan.
"Hmm, dia mengatakan bahwa dia sangat tidak suka dengan perlakuan Kaisar Langit yang bertindak semena-mena. Makanya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan Kekaisaran Langit dan bergabung di sin! Dan ya, mengenai dirinya, kau tidak usah khawatir. Kami telah lama bersama dan tidak ada sesuatu hal yang merugikan fraksi di buat olehnya!" ucap Hue Ming menjelaskan.
"Baiklah, tapi ku sarankan padamu untuk selalu mengawasinya. Sebab aku merasa dia bukan orang yang baik."
"Kau tenang saja mengenai dirinya, kami telah mengirimkan beberapa orang untuk mengawasi setiap pergerakannya." Hue Ming penuh percaya diri.
"Baiklah!"
Cukup lama keduanya berbincang-bincang. Banyak hal yang mereka bicarakan. Bahan Zhang Ziyi juga mendapat sedikit gambaran tentang bagaimana keadaan di Alam atas ini.
Zhang Ziyi kembali ke kediaman yang disediakan oleh para petinggi fraksi Bendera Putih kepada mereka.
***
"Apakah kau akan pergi secepat ini?" tanya Hue Ming. Dia begitu menginginkan Zhang Ziyi untuk tinggal di fraksi Bendera Putih dalam berapa hari lagi.
"Kalau ada waktu aku akan berkunjung Kembali ke tempat ini. Aku yakin tidak akan lama!" ujar Zhang Ziyi.
"Baiklah, jika memang keinginanmu telah bulat, maka aku juga tidak bisa melarangmu!" ucap Hue Ming.
Baru setelahnya, mereka memasuki pintu transparan dan muncul kembali ke dinding tembok besar.
Mereka kemudian masa terbang dan kecepatan tinggi. Hingga se–kedip mata, mereka tidak terlihat lagi.
-
."Ke mana tujuanmu, Ziyi'er?" tanya Zhang Zhili dalam keadaan melayang di udara
"Hendak ke suatu tempat. Tapi tempat ini cukup misterius karena sangat tertutup. Bahkan aku sendiri tidak kelihatan Apakah bisa menemukannya?" balas Zhang Ziyi.
"Hmm,"
Laju terbang di percepat.
Terhitung, sudah dua hari mereka melayang tanpa istirahat. Zhang Ziyi mengeluarkan Laohu dan Niao dari alam Jiwa.
"Waah, kau sudah besar yah!" Zhang Lan langsung bereaksi saat mendapati wujud Laohu yang telah berubah besar dua kali lipat dari sebelumya mereka bertemu.
"Raawwrrr!"
__ADS_1
Laohu memasang wajah tidak sukanya saat tangan Zhang Lan mengelus bulunya. Kalau saja Zhang Lan mengelusnya dengan lembut, mungkin Laohu masih bisa menerimanya, tapi yang di lakukan Zhang Lan malah sebaliknya. Bulu-bulu emasnya bahkan ada yang sampai rontok oleh elusan kasar itu.
"Owh ... Owh. Baiklah!" Zhang Lan mengangkat kedua tangannya dengan telapak tangan yang terbuka. Laohu hampir saja mengigit–nya tadi. Tampaknya Harimau Api itu sudah terlampau kesal.
Zhang Zhili serta Zhang Ziyi hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua orang itu.
"Oh ya. Aku melihat sepertinya Zhang Yin dan Zhang Meng telah begitu dekat. Apakah telah terjadi sesuatu di antara kalian berdua!"
Perkataan Zhang Ziyi itu sukses membuat kedua orang yang di maksud salting. Bahkan mereka tampak begitu canggung dan malu sampai ingin segera pergi dari sana, mencari sebuah lubang untuk menyembunyikan wajah mereka yang saat ini telah berubah warna merah jambu.
"Oh, masalah itu... mereka baru saja melakukan penyatuan Yin—Meng, eh maksudku Yin—Yang atau biasa di sebut sebagai kultivasi ganda." Zhang Lan berkata menggoda.
"Uhukk!" Zhang Zhili sampai terbatuk. Begitupun juga dengan Shui Shan dan yang lainnya kecuali Zhang Ziyi, Zhang Meng dan Zhang Yin.
Dua orang itu tampak semakin salah tingkah. "Kau–" Zhang Meng tersinggung dan menunjuk wajah Zhang Lan. Tapi Zhang Lan malah menjulurkan lidahnya, sembari mengejek Zhang Meng.
"Pantas saja kultivasi kalian yang telah meningkat. Bahkan lebih tinggi dari Shui Shan dan yang lainnya." Zhang Ziyi mengangguk kecil sembari menampakkan senyum kecil.
"Karena Formasi Tujuh Elemen, maka Zhang Yin dan Zhang Meng harus melakukan penyatuan Yin Yang agar hasil daripada Formasi Tujuh Elemen semakin sempurna." Zhang Bie mengambil alih menjelaskan, meski tidak ada yang meminta.
"Hmm, sudah ku duga!" Kembali Zhang Ziyi memberikan anggukan kepala.
"Laohu, perbesar tambah ukuran tubuhmu." Tanpa membantah, Laohu segera menuruti apa kata dari Tuannya. Baru setelahnya Zhang Ziyi serta yang lainnya menggunakan tubuh Laohu sebagai kendaraan.
Mereka melesat dengan kecepatan sangat tinggi. Sayap yang begitu besar itu, terkepak hingga menciptakan tolakan energi angin yang begitu besar. Dalam sekali kepakan sayap, mereka telah berpindah sejauh sepuluh kilo meter.
***
Tempat ini begitu penuh akan pepohonan yang tumbuh rimbun. Jika di lihat dari atas, tak ada celah sama sekali. Hanya dengan menggunakan penglihatan tajam untuk dapat melihat apa yang ada di bawah pepohonan itu.
Saat memasuki kawasan itu, Zhang Ziyi serta yang lainnya memasang sikap waspada. Entah mengapa mereka merasakan adanya bahaya yang kan datang kapan saja.
Laohu tetap melaju. Dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan perintah dari Zhang Ziyi.
Tiba-tiba saja mereka merasakan sesuatu yang begitu mencekam. Membuat semuanya kesulitan untuk bernapas. Udara yang tiba-tiba saja terasa seperti pisau tipis, ketika memasuki hidung dan sampai ke paru-paru, terasa begitu mengiris.
"Semuanya, tahan napas!" perintah Zhang Zhili. Semuanya melakukan sepeti ya hg di perintahkan Zhang Zhili, tapi untuk Zhang Ziyi sendiri dia tidak merasakan apa-apa.
Kecepatan gerak Laohu kian melambat. Tampaknya dia saat ini telah terkena semacam suatu racun, atau mungkin lainnya yang menyebabkan kekuatan mentalnya terganggu, dan berdampak pada kekutan fisiknya.
Laohu semakin oleng. Keseimbangan tubuhnya tidak bisa dia Kendalikan. Hingga berakhir dengan terjatuh.
Zhang Zhili serta yang lainnya dengan sigap mengambil tindakan. Mereka sama-sama terbang dari tubuh Laohu. Zhang Ziyi mengendalikan tubuh Laohu agar tidak sampai menghantam pepohonan rimbun.
Setelahnya menyimpannya di Alam jiwa.
Sikap waspada telah mereka pasang dari tadi. Aura yang datang kian mencekam. Bersamaan dengan itu, awan gelap terkumpul di atas sana. Angin bertiup kencang dengan membawa hawa panas menyapa tubuh mereka. Tercipta goresan-goresan kecil pada tubuh Zhang Zhili serta yang lainnya kecuali Zhang Ziyi. Sebab Zhang Ziyi yang terlindungi oleh Armor Dewa Perang.
__ADS_1
"Semuanya, keluarkan pedang. Mereka telah menampakkan diri. Tidak akan lama pertarungan kan terjadi!" Zhang Zhili kembali berteriak, memperingati murid-muridnya. Dia merasakan adanya aura menakutkan, semakin mendekati mereka.
Tapi dia tidak bisa berbuat lebih sebab kesadarannya yang tiba-tiba saja menggelap.