Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 215 ~ Markas


__ADS_3

Burung Phoenix Api Biru telah berada di hadapan Niao. Apa yang di khawatirkan Zhang Ziyi nyatanya tidak terjadi. Burung Phoenix Api Biru tidak menyentuh Niao sama sekali. Begitupun juga dengan Niao yang tidak mengeluarkan suatu pergerakan untuk menyerang burung Phoenix tersebut.


Zhang Ziyi yang memiliki niat awal menyerang Burung Phoenix Api itu dari belakang, malah menghentikan niatnya saat melihat hal tersebut. Dia malah mengernyitkan dahinya. Menunggu beberapa saat, untuk melihat lebih jelas dan mengetahui pasti akan apa yang tengah terjadi antara Burung Phoenix Api dengan Niao.


Sementara Siluman-siluman Dewa yang semula menyerang Niao pun segera menjauh saat kedatangan penguasa wilayah Hutan Binatang Langit itu.


Terlihat di sana, kedua burung sama ras itu mengeluarkan suatu komunikasi. Namun tidak ada yang bisa mengerti apa yang mereka ucapkan. Ya memang kedua burung Phoenix itu berkomunikasi melalui batin. Sehingga sangat rahasia dan hanya memang cukup mereka berdua yang mengetahuinya.


Satu menit telah berlalu. Tampak Niao mengangguk-anggukkan kepalanya. Raut wajah sedih berusaha di perlihatkan Niao, namun yang terlihat justru wajahnya yang normal atau biasa saja.


Burung Phoenix Api merasa bahagia karena telah menemukan kembali anaknya yang telah menghilang puluhan ribu tahun lamanya. Dia juga mengetahui bahwa Niao ini anaknya sebab merasakan adanya ikatan batin dengan Niao.


Energi api dari burung Phoenix api tersebut kini telah tersalurkan pada Niao.


Niao yang memang memiliki api merah, mengikuti turunan dari ayahnya, tidak menolak energi api biru tersebut yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Benarkah, kau telah menjadi seorang penguasa di dunia lain?" tanya Burung Phoenix tersebut pada Niao.


"Benar ibu!" balas Niao, dia juga mengeluarkan suatu anggukan kepala.


Burung Phoenix Api biru yang mendengar penuturan dari anaknya itu, membuatnya semakin bangga. Semakin bersemangat pulalah dia dalam menyalurkan kekuatan apinya pada tubuh Niao.


Beberapa saat api Merah Niao kini telah menyatu dengan Api Biru milik Ibunya. Menjadikan kobaran api di tubuhnya berganti warna menjadi Ungu, dengan temperatur di atas api merah sebelumnya.


Niao yang telah menerima api biru milik ibunya, kini terbang di udara lebih tinggi dari ibunya. Baru setelahnya dia melepaskan kekuatannya. Seketika semuanya langsung berhenti dalam melakukan aksinya masing-masing. Tatapan mata terkunci pada Niao seorang. Begitupun juga dengan para siluman tersebut.

__ADS_1


Siluman-siluman yang ada di sekitaran situ yang menyaksikan kejadian yang terjadi pada Niao segera menundukkan kepala, bersujud memberi hormat. Seekor ayam kampung berseru lantang. Mengeluarkan kokokan–nya yang biasanya di gunakan untuk membangunkan orang-orang.


Kokok–kan ayam kampung tersebut langsung memberikan kode pada semua Siluman yang ada di sana. Mereka juga ikut mengeluarkan suara masing-masing untuk menyambut penguasa baru mereka itu. Sebab dengan penyaluran kekuatan energi api biru dari Burung Phoenix Api kepada Niao, maka secara otomatis Burung Phoenix Api telah memberikan kekuasaannya pada Niao.


***


Zhang Lan yang saat ini tengah terbang, melarikan diri dari dua Babi Naga yang terus mengejarnya. Beberapa kali dia akan berhenti untuk menerima napas. Darah yang terus mengalir layaknya pipa bocor itu membuatnya kian kekurangan energi.


Dia berhenti di salah satu ajar pohon besar. Karena terlalu tertutupi oleh tali-tali akar, maka bisa di bilang dia aman sekarang.


"Aku tidak bisa membiarkan mereka terus mengejar ku. Awan saja setelah kondisiku pulih, maka jangan harap bisa melihat dunia besok!" kata Zhang Lan kesal. Segera dia mengeluarkan pil dari cincin ruangnya. Dia juga mengeluarkan ramuan bubuk obat untuk mengobati luka pada pinggangnya.


Sebenarnya bisa saja dia menggunakan energi Qi untuk mengobati luka tersebut, namun lebih cepat menggunakan bubuk obat tersebut yang hanya sekali taburan akan langsung membuat luka menutup sempurna.


Zhang Lan mengumpulkan energi spiritual yang ada di sekitaran situ untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Delapan puluh persen dari kekuatannya telah kembali pulih dalam waktu singkat.


"Hoi, Babi Panggang! Apa yang kalian cari? Aku berada di sini!" panggil Zhang Lan.


Satu hal yang Zhang Lan tangkap dari kedua Babi Naga ini. Yaitu indera penciuman kedua Siluman ini tidak se–sensitif yang di bayangkan.


Dua Babi Naga sama-sama menengok ke bawah. Melihat orang yang mereka cari ternyata ada di bawah, tanpa menunggu dan menunda banyak waktu, mereka langsung turun ke bawah.


"Cih, tunggu saja! Kalian telah membuatku susah tadi, maka sekarang berbalik aku yang akan membuat kalian berdua susah!"


Zhang Lan menciptakan dua buah roda api yang langsung di arahkan pada dua Babi Naga itu. Roda api masing-masing membelah diri menjadi empat bagian, sehingga saat ini ada total delapan Roda Api yang bergerak menyerang dua Babi Naga.

__ADS_1


Berlangsung dua menit, Zhang Lan tidak berhenti mengarahkan roda-roda api tersebut untuk menyerang Dua Babi Naga. Hingga datang aura yang begitu mendominasi. Api pada delapan Roda api seketika padam, dan menjadi debu-debu hangus.


Zhang Lan yang melihat itu semula tersentak, lalu dia memicingkan mata, melihat lebih jelas akan apa yang tengah terjadi di sini.


Benar saja, Aura tersebut di sara semakin mendominasi. Bahkan Zhang Lan sampai kesulitan bernapas di buatnya.


"Sialan, ini begitu kuat!" gumam Zhang Lan. Melihat ke arah Dua Babi Naga yang kini telah bergerak kembali ke arena pertarungan semula. Zhang Lan tidak ingin ketinggalan, dan juga mengikuti dua Babi Naga tersebut.


Tahulah dia akan penyebab menghilangnya roda api serta dengan dari mana asal muasal aura mendominasi tadi. Itu berasal dari Burung Phoenix Api yang tidak lain adalah Niao. Zhang Lan sendiri hampir saja tidak mengenali Niao dengan tampilan yang sedikit berbeda dari sebelumnya.


***


Semenjak kejadian hari itu, Hutan Binatang Langit telah berpindah tangan ke tangan Niao. Kekuatan Niao sendiri saat ini telah lebih kuat dari ibunya. Sementara Ibu Niao pergi untuk mengasingkan diri.


Sempat berpesan kepada Zhang Ziyi untuk menjaga Niao dengan baik, sebab jika tiba masanya, Niao akan menghadapi masalah yang sulit. Begitupun juga dengan ibu Niao. Makanya dia harus pergi untuk menambah kekuatannya untuk menghadapi masa tersebut.


Zhang Ziyi sendiri telah menemukan tempat yang cocok dan pas dalam membangun markas. Mereka kembali ke alam Jiwa. Mengumpulkan beberapa pasukan yang telah berhasil di tundukkan, dengan tujuan membagi tugas dan menyampaikan akan wilayah markas yang akan mereka dirikan nanti. Utamanya adalah kehadiran dari para pemimpin kelompok sebab mereka yang lebih mengetahui akan kemampuan dan keahliannya.


"Kami telah menemukan wilayah yang cocok untuk membangun markas. Begitu tertutup dan cukup berbahaya jika kelompok lain datang dan menyerang. Kecuali kelompok besar yang datang sendiri menyerang kita!" Zhang Ziyi langsung pada intinya.


Pernyataan itu sukses membuat mereka bertanya-tanya. Akan di mana dan seperti apa wilayah yang di maksud Zhang Ziyi.


"Ini berada di Wilayah inti Hutan Binatang Langit!"


Lanjutan dari perkataan Zhang Ziyi itu sukses membuat mereka menahan nafas. Mengetahui pasti akan bagaimana seluk beluk dari hutan tersebut. Apalagi di sana memiliki seorang penguasa yang memiliki kekuatan Siluman Tingkat Legendaris yang hampir menembus ke tingkat selanjutnya.

__ADS_1


"Tuan, bukankah sangat berbahaya jika kita membangun markas di sana?" Salah satu dari pemimpin kelompok mencoba untuk mengingatkan Zhang Ziyi.


__ADS_2