
Moi Hu menceritakan tentang kehidupannya. Dimana dia seperti tidak diinginkan oleh anggota ras–nya sendiri.
Moi Hu sering kali di hina oleh orang-orang di ras–nya. Entah karena dia ini miskin, ataukah karena kepribadiannya yang aneh, serta dirinya yang begitu bodoh, sampai-sampai banyak orang yang mengucilkan dia.
Sejak kecil, tidak pernah dirinya melihat kedua orang tuanya. Entah siapa mereka, bagaimana rupa dan bentuknya Moi Hu tidak tahu. Hidup sebagai gelandang, di setiap hari. Menjadi bahan Bulian serta tubuhnya di jadikan sandaran tinju membuat dia membenci orang-orang dari ras–nya.
Ingin rasanya ia membunuh semua orang yang dahulu membully dirinya. Namun dia tidak memiliki cara untuk itu.
Sebenarnya, pernah sekali dia mencoba untuk membakar desa dimana dia dan bagian ras centaurus lainnya menetap. Sayangnya, rencana pembunuhan massal itu gagal total. Bahkan dirinya sempat ketahuan dan berakhir dengan di ikat di tengah-tengah aula, lalu di lempari batu oleh anggota Ras Centaurus yang ada di desa tersebut.
Berhenti bercerita. Moi Hu menundukkan kepala. Jika di ingat-ingat, dirinya lebih sering ke tempat ini di banding menetap lama di desanya. Tidak ada rasa nyaman di sana, membuat dia lebih memilih untuk menghabiskan waktu di tempat ini.
Tempat ini sendiri dia temui saat Moi Hu berlari setelah di pukuli oleh orang-orang di desanya. Saat itulah dia tidak sengaja menemukan tempat ini, dan menjadikannya sebagai tempat favorit.
Zhang Ziyi mendengar cerita Moi Hu dengan terdiam tanpa berekspresi. Kehidupan manusia setengah kuda itu tidak berbeda jauh dengan dirinya dahulu.
Namun bedanya, dia tidak menyerah, dan memilih untuk berlatih lebih keras guna membungkam mereka. Sementara Moi Hu berbeda. Makhluk itu lebih memilih untuk berlari untuk menghilangkan rasa itu.
-
"Oh, iya... Moi Hu, apakah kau mengetahui terkait Mawar Lima Warna?" Zhang Ziyi mencoba bertanya saat merasa Moi Hu telah menyelesaikan ceritanya.
Sedikit terkejut Moi Hu dengan pertanyaan Zhang Ziyi ini.
"Kenapa kau menanyakan itu?" tanya Moi Hu dengan penuh selidik.
"Aku mencari bunga itu!" Jawab Zhang Ziyi jujur.
"Hmm...!" Tampak berpikir sejenak. Apakah memberitahu Zhang Ziyi, ataukah tidak.
"Kau tidak perlu mengatakannya jika memang itu terasa berat bagimu. Biar aku yang mencari tahu sendiri keberadaan Bunga itu di dunia ini!" ucap Zhang Ziyi kembali. Dia mengetahui Moi Hu tampak berat untuk mengatakannya. Karena tak ingin memutus pertemanan, juga ia masih membutuhkan Moi Hu ini untuk suatu alasan, sehingga dia tidak memaksanya.
"Eh, tidak-tidak.... Aku akan memberitahumu di mana bunga itu berada saat ini!" ucap Moi Hu cepat, takutnya menyakiti perasaan teman yang baru saja ia temui itu, sekaligus orang pertama yang mau berbicara dengan dia.
Melihat respons yang di keluarkan Moi Hu, membuat Zhang Ziyi menampakkan senyum kecil. Seperti yang dia duga sebelumnya, bahwa lelaki ini pasti akan memberitahunya.
"Sebenarnya ras kami di larang untuk menceritakan kepada siapapun terkait dimana letak bunga mawar Lima Warna kepada ras lain... Namun aku percaya padamu!"
Menghela napas sejenak, Moi hu pun kemudian menjelaskan tentang keberadaan Mawar Lima Warna pada Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Mawar Lima Warna saat ini di simpan oleh pemimpin ras kami. Alasan kami tidak boleh memberitahu keberadaan Bunga Mawar tersebut kepada orang lain adalah karena bunga itu lah alasan ras kami tetap disegani oleh ras lain... Sebelumnya, aku cukup heran dari mana kau mengetahui tentang mawar Lima warna itu, sementara kami begitu menjaganya. Tak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan bunga itu selain dari ras kami sendiri!" Jelas Moi Hu sembari melempar pertanyaan kepada Zhang Ziyi.
"Eh, i–itu," Berpikir sejenak. Mencari alasan untuk menjelaskan kepada Moi Hu. Setelah menyusun kata-kata di dalam otaknya, Zhang Ziyi pun mulai mulai menceritakan kepada Moi Hu terkait dimana dia mengetahui bunga mawar tersebut.
Termanggut-manggut Moi Hu mendengar alasan Zhang Ziyi.
"Maukah kau membantuku untuk mendapatkan mawar itu?" Pertanyaan yang begitu saja di keluarkan Zhang Ziyi. Tentu saja hal itu membuat Mao Hu begitu terkejut. Kini dia mulai mewaspadai Zhang Ziyi.
"Apa maksudmu? Bukankah aku telah memberitahumu bahwa mawar itulah alasan bagi ras kami tetap di hormati dan di segani oleh ras lain! Bagaimana kau bisa berpikir untuk mendapatkannya?" Mao Hu berkata dengan nada tinggi. Bentakan keras namun tidak menyakiti hati Zhang Ziyi.
Lelaki itu telah menduga akan bagaimana respons Mao Hu. Pertanyaan itu sendiri dia ajukan hanya untuk mengetes kesetiaan Mao Hu ini terhadap rasnya. Mengingat dia begitu di kucilkan oleh orang-orang ras–nya. Namun tak disangka ternyata Mao Hu masih setia.
"Maafkan aku! Bukan maksud ku untuk merebut benda itu, melainkan aku ingin membantu kalian mengamankannya."
"Maksudmu?"
"Kau tak mengetahui alasan aku bisa berada di sini bukan? Tidak hanya aku yang mendatangi dunia ini, melainkan banyak orang dari ras manusia yang berkunjung kemari. Tentu tujuan mereka adalah untuk mendapatkan mawar Lima warna."
"Termasuk kau sendiri?" Mao Hu bertanya dengan mengangkat alisnya. Nampak tidak senang dari intonasi yang ia keluarkan.
"Apakah aku orang seperti itu menurutmu?" tanya Zhang Ziyi.
Mencoba untuk memperhatikan Zhang Ziyi lebih dalam. Benar, Mao Hu tidak menemukan adanya niat buruk pada Zhang Ziyi.
Bukan hanya sebagai teman pertamanya, Zhang Ziyi ini juga merupakan orang yang mau menerimanya.
Zhang Ziyi mengangguk. "Kau bilang tadi bahwa mawar Lima Warna saat ini di simpan oleh pimpinan ras kalian bukan?" tanya Zhang Ziyi memastikan.
"Umm!" Moi Hu membalas dengan anggukan kepala, membenarkan ucapan Zhang Ziyi tadi.
"Berarti, tidak lama lagi, akan terjadi kekacauan di kediaman pimpinan ras centaurus, disebabkan oleh ras manusia yang aku maksud tadi!"
Tampak berpikir Zhang Ziyi. Menebak akan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya di kediaman pimpinan ras.
"Benarkah?"
Mao Hu mengangkat sebelah alisnya. Antara percaya dengan tidak percaya dengan dugaan Zhang Ziyi ini.
"Entahlah, aku bukanlah seorang peramal yang bisa meramalkan kejadian di masa depan ... Namun aku hanya menduga saja!"
__ADS_1
"Jika begitu besok kita akan ke sana untuk memastikan apa yang kau duga tersebut."
"Umm!"
***
Seperti yang telah di janjikan. Besoknya, Zhang Ziyi serta Moi Hu lantas bergegas ke kediaman pimpinan ras centaurus.
Dengan menggunakan Moi Hu sebagai tunggangan. Tentu saja Zhang Ziyi harus berhati-hati dengan itu. Salah memposisikan diri sedikit, maka dia akan terbang dan tertinggal.
Zhang Ziyi menutup mata serta mulutnya. Karna sedikit saja ia membuka mulut, maka angin yang sangat banyak akan masuk ke dalam mulutnya, dan mengibaskan kedua pipinya.
Cukup lama Zhang Ziyi berada di tunggangan Moi Hu. Sebelum akhirnya mereka sampai di tujuan. Sebenarnya, bukannya lama mereka sampai. Melainkan perasaan Zhang Ziyi yang merasa waktu berjalan kian melambat. Bahkan satu detik terasa satu jam sangking tidak nyamannya dengan sensasi saat berada di tunggangan Moi Hu.
Zhang Ziyi turun dari punggung Moi Hu.
"Di mana tempatnya?" tanya Zhang Ziyi. Penasaran karena tak ada tanda-tanda kehidupan pun yang dapat dia lihat.
Meski begitu, terdapat sebuah gapura yang telah di tumbuhi oleh tumbuhan yang merambat, menutupi wujud gapura tersebut.
"Mari, masuk di sini!" ajak Moi Hu sambil melangkah melewati gapura.
"Umm!"
Zhang Ziyi mengikuti Moi Hu dari belakang. Cukup lama mereka berjalan, namun tetap tak seorang pun dari ras centaurus yang dapat mereka lihat.
"Hmm, aneh. Tidak biasanya tempat ini begitu sepi seperti ini!" gumam Moi Hu seraya menilik sekitar.
"Tunggu!" Zhang Ziyi menghentikan langkah kala melihat tubuh yang tergeletak di tanah tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Segera dia menghampiri tubuh tersebut. Bentuknya manusia namun memiliki kaki seperti kuda. Sama seperti Moi Hu.
"Dilihat dari kondisinya, orang ini mati karena di bunuh menggunakan pedang," gumam Zhang Ziyi.
"Gawat, sesuatu yang tak diinginkan telah terjadi." Panik nampak jelas dari intonasi yang dikeluarkan Moi Hu barusan. "Cepat naik!" ucap Moi Hu cepat.
"Emm, tidak-tidak... Kau bisa berjalan sendiri!" Zhang Ziyi dengan segera menolak tawaran Moi Hu. Cukuplah dua kali baginya dan tak mau mengulang kembali menaiki punggung Moi Hu.
"Baiklah, terserah padamu!" Moi Hu akhirnya berlari dengan kecepatan tinggi, dalam sekejap mata Moi Hu tidak tidak lagi terlihat oleh Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Sial, kecepatannya begitu gila. Bahkan aku belum sempat menoleh pun dia telah menghilang.
Zhang Ziyi pun juga ikut berlari. Mengaktifkan skill Eagle eye untuk memantau keberadaan Moi Hu juga langkah bayang. Guna mengimbangi kecepatan lari Moi Hu. Namun sayang, kecepatan Moi hu begitu diluar kemampuannya.