Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 103 ~ Membunuh Tanpa Menyentuh


__ADS_3

Setelah berhasil melepaskan kutukan dari topeng Hitam Shui Shan, Zhang Ziyi lantas menghancurkan topeng itu.


Setelahnya mengajak kedua saudara itu untuk bertemu dengan ras Centaurus. Sebab ada beberapa hal yang hendak Zhang Ziyi sampaikan kepada anggota ras itu.


Tanpa keberatan, keduanya pun mengikuti Zhang Ziyi. Bergerak dengan kecepatan tinggi, hingga dalam beberapa saat, mereka telah sampai di tujuan.


Seperi biasa, mereka langsung di sambut oleh Moi Hu serta Moi Wang.


"Hormat, Pemimpin!" ucap keduanya kompak.


Zhang Ziyi menanggapi dengan menganggukkan kepala, menerima hormat kedua orang itu.


"Bagaimana perkembangan kalian?" tanya Zhang Ziyi.


"Seperti yang pemimpin lihat, aku serta Moi Wang saat ini telah berhasil menerobos ke ranah Dewa tahap 8. Dua belas penatua menerobos hingga ke ranah Dewa tahap 7. Sementara untuk kepala di setiap wilayah ras centaurus telah berhasil menerobos ke ranah Dewa tahap 6. Sisanya di ranah Dewa tahap 1 hingga 5." Moi Hu menjelaskan perkembangan kultivasi ras centaurus serta 12 Penatua kepada Zhang Ziyi.


"Bagus! Aku akan membutuhkan kekuatan kalian. Persiapkan ras centaurus yang memiliki kultivasi ranah Surgawi tahap 5 ke atas. Juga jangan lupa 12 Penatua. Jika tiba saatnya maka aku akan memanggil kalian!" perintah Zhang Ziyi.


"Kami mengerti, pemimpin!"


Setelah memberi hormat, Moi Hu serta Moi Wang pun lantas beranjak dari sana. Melakukan apa yang diperintahkan Zhang Ziyi, meninggalkan Zhang Ziyi, Shui Shan serta Shui Bing.


"Mohon maaf , Zang Ziyi, bisa kau jelaskan semua ini?!" Suara halus dari Shui Bing tiba-tiba terdengar.


Zhang Ziyi pun juga tidak keberatan untuk menjelaskannya. Sebab, dia juga membutuhkan kedua orang ini untuk melengkapi formasi Bintang Tujuh Elemen. Kebetulan unsur dasar elemen yang dimiliki Kedua saudara ini adalah elemen Es dan elemen petir atau halilintar. Selain itu, Zhang Ziyi juga berniat menjadikan kedua orang ini sebagai bagian dari kelompoknya.


-


Setelah menjelaskan panjang lebar, kedua saudara itu mengangguk tanda mengerti.


"Oh, ya. Saudara Shan, saudara Bing. Jika kalian tidak keberatan, aku ingin menjadikan kalian bagian dari kelompok kami, bagaimana?" ajak Zhang Ziyi.


Kedua saudara itu saling berpandangan sejenak. sama-sama mengangguk kecil, sembari sunggingan tipis juga terukir di wajah keduanya, sebelum akhirnya Shui Shan berkata sekaligus mewakili jawaban adiknya itu.


"Kami dengan senang hati menerima ajakan Saudara Ziyi!"


Terukir sering di kedua sudut bibir Zhang Ziyi.


"Baik, kita telah menjadi satu tim sekarang. Dan karena semuanya telah selesai, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk terus di sini. Mari ke dunia nyata dan menolong Ayah kalian."


Ajakan Zhang Ziyi langsung disetujui oleh kedua saudara itu.


Zhang Ziyi menciptakan sebuah portal yang menghubungkan dengan dunia luar. Setelahnya dia memandu kawan barunya itu untuk memasuki portal lebih dulu.


Whush!

__ADS_1


Whush!


Whush!


Dalam sekejap, ketiganya langsung menghilang dari sana. Tepat setelah ketiganya menghilang, Portal ciptaan Zhang Ziyi juga ikutan menghilang.


-


Ketiganya muncul di tempat terakhir mereka bertemu. Tampak di sana telah banyak orang-orang yang mengenakan topeng, baik topeng putih, merah maupun Ungu. Orang-orang sebelumnya memperhatikan pertarungan Zhang Ziyi serta Shui Shan.


"Ck. Sudah ku duga... Sepertinya kita harus mengangkat senjata dan bertarung melawan orang-orang ini!" ucap Zhang Ziyi.


"Kau benar Saudara Ziyi. Orang-orang bertopeng Ungu itu, setidaknya memiliki kultivasi di ranah Surgawi tahap 2 sampai 5. Dengan jumlah mereka yang berjumlah lebih dari sepuluh orang itu, mustahil bagi kita untuk mengalahkan mereka. Di tambah orang-orang bertopeng Putih dan merah itu yang setidaknya berada di ranah Dewa tahap 1 hingga puncak dari tahap Dewa." Shui Shan menjelaskan kepada Zhang Ziyi terkait dengan situasi yang saat ini mereka hadapi.


"Kau tenang saja, saudara Shan. Masalah orang-orang bertopeng Putih dan merah ini, biar bawahan ku yang mengurusnya!"


Zhang Ziyi mengangkat tangan, menciptakan sebuah portal dimensi. Setelahnya memunculkan begitu banyak orang-orang aneh. Dengan bentuk tubuh setengah Manusia setengah kuda.


Moi Hu, Moi Wang serta dua belas penatua menghadap Zhang Ziyi.


"Hormat kepada pemimpin," Moi Wang memberi hormat dan diikuti oleh Moi Hu serta dua belas penatua.


"Segera hadapi orang-orang bertopeng merah dan putih itu. Habisi mereka, dan biarkan orang-orang bertopeng Ungu itu. Mereka akan menjadi bagian kami!" perintah Zhang Ziyi.


"Baik Pemimpin!"


Sebenarnya, bisa saja Zhang Ziyi membunuh mereka semua dalam waktu singkat, namun dia memilih untuk memberi kesempatan kepada bawahannya ini. Mengingat, mereka yang tidak pernah bertarung serius akhir-akhir ini. Juga maksud lain Zhang Ziyi, adalah untuk melihat sejauh mana potensi dari bawahannya itu.


Menyerang dengan brutal, Zhang Ziyi serta kedua kawan barunya, memperhatikan bawahan Zhang Ziyi yang tengah bertarung melawan orang-orang bertopeng putih dan merah.


Ketiga orang itu belum berniat bergerak, sebelum dua puluh orang bertopeng Ungu, bergerak lebih dulu.


Akan tetapi, kedua puluh kultivator bertopeng Ungu itu, tak menunjukkan tanda-tanda akan bergerak sedikitpun. Bahkan ketika banyaknya anggota mereka yang telah dibunuh oleh bawahan Zhang Ziyi.


Namun Entah mengapa para kultivator bertopeng ungu itu masih tetap diam saja di tempat.


Sebenarnya alasan mereka tidak bergerak, bukan karena ingin kultivator bertopeng Putih dan Merah itu dibunuh habis-habisan oleh bawahan Zhang Ziyi. Melainkan karena saat ini mereka Tengah ditekan oleh suatu aura. Aura yang begitu agung namun mengancam.


Aura itu sendiri berasal dari Zhang Ziyi. Dia sengaja mengeluarkan aura Dewa miliknya, untuk menekan kedua puluh kultivator bertopeng Ungu. Pasalnya agar Kultivator-kultivator itu tak mengganggu bawahannya dalam menyerang habis-habisan para kultivator bertopeng merah dan putih itu.


Di sisi lain, Shui Shan dan Shui Bing memasang ekspresi wajah bingung kala melihat tak ada satu pun kultivator bertopeng ungu itu yang mengambil tindakan. Bahkan melihat orang-orangnya yang di bunuh di depan mata pun sekalipun mereka masih tak bergerak.


"Apa yang terjadi?" tanya Shui Bing.


Menoleh ke arah gadis itu, Zhang Ziyi memasang senyum kecil sesaat, setelahnya dia lantas menjawab.

__ADS_1


"Mungkin karena mereka hendak melihat bagaimana kemampuan dari orang-orang bertopeng Putih dan Merah itu sehingga mereka berinsiatif untuk tidak membantu!"


Alasan yang sungguh tidak masuk akal! Kedua orang itu sendiri bertambah bingung di buatnya.


2Melihat ekspresi kedua orang rekan barunya ini, Zhang Ziyi lantas menarik kembali tekana yang sempat dia arahkan tadi.


Tampak di sana, orang-orang bertopeng ungu yang manrik napas lega kala tak lagi merasakan aura itu. Namun hal yang lebih besar lagi, akan mereka hadapi setelah ini.


Zhang Ziyi serta duo Shui itu lantas melesat dan tanpa menunggu aba-aba, langsung menyerang ke arah kultivator bertopeng ungu.


Dikarenakan Shui Bing yang memiliki kultivasi di ranah Surgawi tahap 1, maka dia memilih satu kultivator ranah Surgawi tahap 2 sebagai lawannya. Sementara untuk Shui Shan, memilih tiga orang kultivator ranah Surgawi tahap 4 dan 5. Sisanya Zhang Ziyi yang urus.


"Paman-paman! Sebenarnya hari ini aku merasa begitu bosan.... Apakah aku boleh bermain-main dengan kalian sebentar?" Zhang Ziyi berucap sembari melakukan peregangan tangan, seperti seseorang baru saja bangun tidur.


Tanpa menunggu jawaban, Zhang Ziyi lantas kembali berbicara.


"Majulah! aku beri kalian kesempatan untuk menyerang lebih dulu!" Dengan malas, Zhang Ziyi mengatakan demikian.


Sikap Zhang Ziyi itu, berhasil membuat ketersinggungan terhadap orang-orang bertopeng ungu. Tak terima, dua diantaranya lll antas maju menyerang Zhang Ziyi.


Kecepatan yang begitu di luar nalar. Sembari melibaskan keras pedang, berniat memotong lengan Zhang Ziyi. Namun sialnya, hampir saja pedang itu berhasil menebas Zhang Ziyi, lelaki itu mendadak menghilang dari tempatnya berdiri.


Zhang Ziyi muncul kembali tidak jauh dari dari kedua orang yang sebelumnya bergerak melesat ke arah nya itu.


"Hoaamm!" Zhang Ziyi menampakkan ekspresi mengantuk.


"Paman-paman, apakah kalian tidak bisa memberiku sesuatu yang menarik? Kenapa kalian ini begitu lambat layaknya siput!" Zhang Ziyi berkata dengan intonasi bosan.. Berniat memancing orang-orang bertopeng ungu itu.


Sejenak, Zhang Ziyi memperhatikan sekitarnya. Tampaknya para kultivator bertopeng merah dan putih yang hampir habis di bunuh oleh bawahannya sendiri. Di sudut lain, Shui Bing serta Shui Shan yang tampak tak mengalami masalah sedikitpun.


"Baiklah, Paman-paman, karena kalian tidak memberiku perlawanan yang berarti pun, maka aku juga tidak ada waktu untuk terus membuat kalian hidup!" Zhang Ziyi berkata malas. Setelahnya berjalan meninggalkan orang-orang bertopeng Ungu itu.


Zhang Ziyi berniat untuk beranjak dari sana.


Saat Zhang Ziyi membalikan badan, mendadak, satu per satu kepala dari orang-orang bertopeng ungu yang berjatuhan di tanah.


Bahkan tak terlihat suatu tindakan pun yang di lakukan Zhang Ziyi. Mata yang masih ternganga mengisyaratkan orang-orang bertopeng ungu itu yang masih penasaran dengan kematian yang begitu tiba-tiba.


Darah menyembur deras bagaikan selang air. Hingga menciptakan suatu hujan darah. Tubuh orang-orang bertopeng ungu itu sendiri masih berdiri tegak. Meski tanpa kepala pun.


Di sisi lain, Shui Shan telah berhasil membunuh dua orang lawannya. dan kini tinggallah satu orang kultivator bertopeng Ungu.


Bertarung hingga beberapa saat, akhirnya Shui Shan berhasil mengalahkan orang itu.


Shui Shan berniat membunuhnya, namun segera menghentikan aksinya kala orang bertopeng ungu itu yang langsung memohon memohon.

__ADS_1


Shui Shan awalnya tidak peduli dengan pria itu. Tetapi lelaki tersebut tiba-tiba, mengurungkan niatnya kala pria bertopeng ungu menyebut nama Zhang Ziyi.


__ADS_2