Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 195 ~ Penerus?


__ADS_3

Orang-orang yang tengah bergerak liar, dalam kata lain kerasukan itu mendadak berhenti bergerak. Semuanya mematung dalam keadaan berdiri. Secara tiba-tiba, energi hitam yang mengandung kekuatan negatif merembes dari tubuh mereka. Keluar dalam bentuk roh hitam dan bergerak satu arah.


Zhang Ziyi menggunakan Topeng Hantu untuk menarik semua roh yang kian menyebar. Baik menyebar dan merasuki tubuh orang-orang hidup di bawah sana, maupun bergerak liar tak tentu arah.


Beberapa diantara roh-roh itu ada yang menolak dan memberontak saat tiba-tiba saja merasakan dirinya yang terserap, tapi tetap saja roh itu melayang dan terhisap ke dalam topeng Hantu.


Butuh waktu tiga menit bagi Zhang Ziyi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia memastikan tidak ada lagi roh yang tersisa dan merajalela. Zhang Ziyi mengaktifkan kekuatan roh, untuk mengecek wilayah sekitar, dan benar saja semuanya telah berhasil dia serap ke dalam Topeng Hantu.


Terkahir, Zhang Ziyi menghampiri pagoda milik Dewa Kematian. Pagoda yang menjadi tempat Dewa Kematian mengurung semua roh dan menjadikan mereka ganas di dalam pagoda ini.


Zhang Ziyi menekan keningnya yang saat itu masih tertutupi oleh Topeng Hantu, baru setelahnya roh-roh yang ada dalam pagoda terserap habis ke dalam Topeng Hantu. Sempat Zhang Ziyi mendengar teriakan-teriakan ngeri dari para roh yang ada dalam pagoda. Tapi dia tetap menyerap mereka.


Roh dalam pagoda telah berpindah ke dalam Topeng Hantu. Setelahnya, Zhang Ziyi langsung menggunakan sedikit energi untuk menghancurkan pagoda tersebut. Menjadikannya debu-debu perak yang berterbangan.


"Semoga saja kalian betah, berada di dalam Topeng Hantu!" gumam Zhang Ziyi. Dia sendiri berniat suatu saat nanti akan membawa mereka pada pengadilan terakhir.


Setelah itu Zhang Ziyi terbang untuk mengarah pada teman-temannya yang saat ini masih menunggui Zhang Lan, Zhang Yin serta Zhang Bie yang tengah tak sadarkan diri setelah di rasuki.


"Ziyi'er!" panggil Zhang Zhili saat melihat Zhang Ziyi telah mendarat di tanah. Sesaat mereka bisa merasakan adanya hawa lain dari tubuh Zhang Ziyi. Seperti bukan Zhang Ziyi yang dahulu mereka kenal.


Zhang Meng, Shui Bing, serta Shui Shan saling berpandangan. Mereka tidak merasakan aura emas dari Zhang Ziyi dimana aura itu pula lah yang membuat Zhang Ziyi berbeda dan berasa istimewa dari yang lain. Tapi kali ini, mereka merasakan aura gelap mencekam, bahkan saat masih lima meter saja dari posisi Zhang Ziyi, mereka telah merasa merinding. Tapi apapun itu, tidak ada yang bersuara ataupun menyinggung akan hal tersebut.


"Bagaimana kondisi mereka?" tanya Zhang Ziyi. Tidak ada senyum kecil yang biasanya mereka lihat terukir dari bibir Zhang Ziyi. Semenjak beberapa saat yang lalu, mereka merasakan adanya perbedaan pada sikap Zhang Ziyi ini.


"E–eh... Mereka masih tak sadarkan diri setelah sebelumnya di rasuki oleh roh jahat." Zhang Zhili membalas pertanyaan Zhang Ziyi. Namun dengan memasang senyum canggung.

__ADS_1


"Hmm!" Zhang Ziyi mengangguk. Dia mendekati tiga orang rekannya yang terbaring tak sadarkan diri. Setelahnya membantu menyembuhkan mereka. Telunjuk kanannya menyentuh kening Zhang Lan, mengaliri kekuatan cahaya pada tubuh Zhang Lan melalui jari telunjuk tersebut. Setelah cukup, dia lalu beralih ke Zhang Yin baru setelahnya Zhang Bie.


Butuh dua puluh detik untuk ketiga temannya itu pulih sepenuhnya. Bermula dari Zhang Lan yang bangun, setelahnya Zhang Yin dan di susul oleh Zhang Bie.


"Akhirnya kalian sadar juga!" ucap Zhang Zhili senang.


Zhang Meng sendiri segera menghampiri Zhang Yin dan memeluknya erat, seakan-akan dia tidak ingin Zhang Yin kembali merasakan hal yang tadi di rasakan gadis itu.


Zhang Ziyi melihat kebahagiaan rekan-rekannya hanya memasang sunggingan kecil di bibirnya. Sekilas dia menoleh ke arah Shui Bing, yang ternyata memperhatikannya diam-diam.


Setelah memastikan semuanya aman, Zhang Ziyi berdiri dan berniat beranjak dari sana. Tapi belum juga dia melangkah, kepalanya tiba-tiba terasa sakit.


"Arrkh!"


"Kak Ziyi!" Zhang Bie segera menghampiri Zhang Ziyi, begitupun juga dengan rekan yang lainnya.


Tapi segera mereka menghentikan langkah kala merasakan adanya aura begitu kuat. Terpancar dari tubuh Zhang Ziyi. Saat aura tersebut menyapa mereka, baik Zhang Lan, Zhang Bie, Zhang Yin, Zhang Meng, Zhang Zhili, Shui Shan, maupun Shui Bing merasakan satu rasa yang sama. Yaitu ngeri sekaligus menakutkan. Tanpa sadar, ketujuh orang itu bergerak mundur menjauhi Zhang Ziyi, sebab merasakan ancaman dari itu.


Sisi lain, tubuh Zhang Ziyi yang memancarkan aura kuat tersebut, mengeluarkan asap. Asap itu kemudian membentuk wujud sosok setengah badan manusia. Memiliki wajah tegas serta kharisma kuat. Aura yang dia pancarkan sendiri hampir mirip dengan aura yang di pancarkan oleh Dewa Kematian, tapi ini lebih kuat.


"Hmm!" Sosok itu kemudian menoleh ke arah Zhang Zhili serta enam orang rekan Zhang Ziyi dengan sorot mata tajam. Kontan saja hal itu langsung membuat Zhang Lan serta yang lainnya bergetar. Dengan tanpa sengaja, ketujuh orang itu berlutut. Meski tidak ada tekanan yang di berikan oleh sosok itu terhadap mereka, tapi dengan tatapan tadi telah berhasil membuat mereka tertekan.


Zhang Ziyi menengadah. Memperhatikan sosok tersebut lekat.


"Hahaha..." Tanpa sebab, sosok itu tiba-tiba saja tertawa. Tak terlihat lagi ekspresi garang yang dia tampak–kan. "Akhirnya setelah sekian lama, datang pula seorang yang berhasil menggunakan Topeng Hantu ini. Dan tentunya membangunkan ku dari tidur panjang–ku!" Ucap sosok itu.

__ADS_1


Zhang Ziyi mengangkat sebelah alisnya. "Aku sepertinya mengenal suara ini... Bukankah kau yang tadi sempat bersuara di kepalaku?!" tanya Zhang Ziyi memastikan.


"Hmm, tebakan yang tidak buruk. Aku adalah Roh Dewa Kematian. Mendiami Topeng Hantu selama ribuan tahun. Setelah Kematian ku dan kemudian posisiku di gantikan oleh pria sialan itu, aku langsung mengunci sebagian jiwaku ke dalam Topeng Hantu. Mengikuti takdir dan membawa topeng itu ke Alam Tengah. Ya, takdir ternyata tidak berbohong dan mempertemukan topeng itu dengan mu!" Roh Dewa Kematian berkata panjang lebar.


"Telah lama aku menantikan ini. Mengharapkan orang-orang yang aku tinggalkan di Topeng Darah Hantu bisa membalaskan kematian ku ini. Tapi tidak ada yang mampu untuk mengalahkan pria sialan itu. Beruntungnya penerus ku tidak selemah itu!" Roh Dewa Latihan berkata dengan bangga.


Sementara Zhang Ziyi yang mendengar perkataan Roh Dewa Kematian dari awal sampai akhir, pun mengernyitkan keningnya.


"Penerus–mu? Siapa yang kau maksud?" tanya Zhang Ziyi.


"Siapa lagi kalau bukan kamu!" Roh Dewa Kematian menatap Zhang Ziyi dengan ekor matanya.


"Setahuku, tidak akan ada seorang penerus jika orang yang di wanti-wanti jadi penerus tidak ada persetujuan darinya. Lantas, aku belum mengakuinya dan kau malah mengklaim bahwa aku adalah penerus mu?" Sebelah alis Zhang Ziyi terangkat.


"Hahaha... Kau dengan suka rela melakukan apa yang aku perintahkan. Meski hanya lewat insting, tapi itu telah berhasil membuatmu merasakan akan apa yang aku rasakan, sehingga membuat kamu membunuh banyak pasukan musuh tanpa kira-kira. Dan saat kau membunuh, aku langsung mengumpulkan roh mereka yang kau bunuh dan roh yang mereka kendalikan ke dalam Topeng Hantu, itu untuk meningkatkan kekuatan mu secara signifikan dalam waktu singkat.


"Setelah itu, aku serahkan semuanya padamu. Berniat menguji–mu dengan melepaskan insting tersebut, membiarkan mu memilih jalanmu sendiri. Antara tetap melanjutkan menyelamatkan Pasukan Topeng Darah Hantu atau mundur di Medan perang. Saat kau memilih tetap melanjutkan bertarung, aku kemudian membiarkanmu, bahkan membantumu dalam bertarung ... Dari situ kau telah lolos ujian dan menjadi penerus ku!"


Roh Dewa Kematian menjelaskan panjang kali lebar. Zhang Ziyi serta rekannya menyimak cerita Roh Dewa Kematian.


"Pantas saja saat itu sikap kak Ziyi begitu aneh!" gumam Zhang Lan.


"Kau benar! Aku juga merasa lain dengan Zhang Ziyi saat itu. Meski telah lama bersama tapi tadi itu, aku seperti begitu asing dengan Zhang Ziyi ini, ternyata ini adalah penyebabnya!" Zhang Zhili juga ikut bersuara.


Zhang Ziyi pun berpikir seperti apa yang dipikirkan oleh rekan-rekannya.

__ADS_1


__ADS_2