Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 57 ~ Menang


__ADS_3

Zhang Meng serta Zhang Lan hendak maju menyerang siluman ular, namun langsung menghentikan aksi saat suara Zhang Zhili menghentikan  mereka.


"Berhenti! Kita tidak bisa menyerang siluman ular itu begitu Saja. Butuh perhitungan matang untuk melawannya jika tidak ingin kalah telak dan mati di sini!" Zhang Zhili menegur dua muridnya.


Baik Zhang Lan maupun Zhang Meng sama-sama menunduk. Menyesal mereka karena sok jago tadi. "Maafkan kami guru!" Ucap keduanya bersamaan.


Zhang Yin sendiri malah tersenyum penuh kemenangan menyaksikan kedua lelaki tersebut yang di marahi Zhang Zhili.


"Umm!" Zhang Zhili mengangguk tanda ia telah memaafkan mereka.


"Zhang Yin dan Zhang Ziyi, kalian bisa menggunakan kecepatan lari Kalian untuk mengalihkan perhatian ular itu. Sementara Zhang Bie gunakan kekuatan fisikmu untuk menahan  serangan tubuh siluman ular. Untuk Zhang Lan, Zhang Meng, laohu serta aku sendiri akan menyerang siluman ular itu saat perhatiannya teralihkan oleh Zhang Yin serta Zhang Ziyi," Zhang Zhili mulai membagi tugas.


"Baik, Master!" ucap semuanya kompak.


"Ingat, Sebisa mungkin kalian harus menghindari semburan racun dari siluman ular itu, pasalnya sedikit saja terkena bisa dari siluman ular itu, maka bayarannya akan sangat fatal ... Tubuhmu akan meleleh."


"Di mengerti!"


Tanpa menunda waktu, mereka  langsung mengambil posisi masing-masing, dan mulai bergerak sesuai arahan Zhang Zhili tadi.


Dua bayangan berwarna putih dan merah muda melesat dengan sangat cepat. Kedua bayangan itu bergerak lurus, lalu kemudian bertukar tempat hingga membentuk tanda silang. Hal itu terus berulang-ulang.


Siluman ular tampak telah teralihkan perhatiannya. Kepalanya perlahan-lahan bergerak, mengikuti pergerakan kedua bayangan tersebut.  Merasa ancaman akan datang sebentar lagi, ular tersebut kemudian menyemburkan racun yang begitu banyak dari mulutnya.


Zhang Yin yang saat itu tengah berlari kencang, tidak sempat bereaksi kala semburan cairan panas berwarna hijau kehitaman itu mengejar dirinya dari belakang.


Nyaris terkena semburan racun milik siluman ular. Beruntung, Zhang Ziyi bertindak cepat dan langsung menolongnya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Zhang Ziyi.


Seketika, Zhang Yin menjadi kembali salah tingkah. Tak pernah terpikir olehnya. Ancaman yang nyaris membunuh nyawanya itu, justru membawanya pada seorang yang dia Kagumi untuk menolong dirinya. Bahkan pemuda itu sempat menggendong dirinya tadi.


"A–aku baik-baik saja! Terima kasih!" Zhang Yin berkata dengan ronah wajah yang perlahan mulai memerah.

__ADS_1


"Lain kali berhati-hatilah saat bertindak. Musuh terlalu kuat. Jangan alihkan perhatianmu pada sesuatu yang tidak penting selain pada musuh–mu sendiri." Zhang Ziyi kembali berlalu dari sana. Mengalihkan perhatian siluman Ular agar teman-temannya yang lain bisa menyerang dengan mudah.


Terdiam sejenak. Zhang Yin memikirkan kembali kata-kata Zhang Ziyi tadi. Entah mengapa, dia merasa senang. Merasa seolah-olah Zhang Ziyi ini begitu perhatian padanya sampai-sampai dia mengingatkan dirinya.


Sempat terlarut sejenak sebelum Zhang Yin tersadar.


"Apa yang ku lakukan?" Zhang Yin menepuk jidat. Setelahnya dia juga berlari dan membantu Zhang Ziyi.


Pedang yang sedari tadi di cengkraman, mulai terlibas keras dan menghantam tubuh panjang siluman ular. Sialnya sisik mengkilap itu begitu keras layaknya armor yang melindungi tubuh siluman ular. Bahkan sempat terdengar dengkingan keras saat pedang itu beradu dengan sisiknya.


"Sial, sisiknya terlalu keras untuk ukuran pedangku yang biasa saja!" Ocehan terdengar dari mulut Zhang Lan. Dia yang tadi sempat memasang wajah sumringah kala berhasil menemukan celah untuk melukai tubuh makhluk besar itu, kini malah menampakkan wajah lusuhnya saat mengetahui betapa kerasnya sisik ular ini.


Pedang yang selama ini bersama dirinya. Pedang yang selalu ia gunakan untuk memotong binatang buas dengan sekali tebasan itu, nyatanya tidak ada gunanya sama sekali ketika berhadapan dengan sisik siluman ular.


Meski begitu, menyerah tidak kunjung menghampiri Zhang Lan. Bersama dengan rekan-rekannya, mereka menyerang tubuh siluman ular dengan membabi buta.


Beberapa jam telah terlewatkan. Kini mereka mulai kewalahan dalam hal menghadapi ular itu, yang nyaris tak memiliki kelemahan.


"Melawan ular ini, sama saja dengan menguras stamina cuma-cuma. Selain harus menyerang, kita juga harus sibuk menghindari semburan dari racun itu... Haiiss begitu menyusahkan!" Siapa lagi kalau bukan Zhang Lan yang menggerutu.


"Pernah mendengar kelembutan bisa meluluhkan si keras?" Zhang Ziyi berkata tiba-tiba. Tentu membuat teman-temannya mengernyitkan alis. Bingung dengan istilah tersebut.


"Ya, tidak harus keras untuk menjadi kuat. Terkadang kita juga harus menggunakan kelembutan untuk melenyapkan sesuatu yang keras!" Zhang Zhili mulai menampakkan senyum khasnya. Baru menyadari sesuatu.


Zhang Zhili menyadari apa maksud dari Zhang Ziyi ini. Sisik ular yang ada di hadapan mereka ini sebenarnya tidak sekeras yang mereka duga.


Tubuh siluman ular hanya akan memberikan respons terhadap sesuatu yang begitu kasar menghantam nya. Namun sebaliknya, insting dari si ular tidak terlalu memberikan respons pada sesuatu yang lemah.


Kembali mereka mendapat arahan dari Zhang Zhili. Posisinya masih tetap sama seperti sebelumnya, namun ada sedikit perbedaan dalam hal menyerang.


Setelah semuanya di posisi masing-masing, mereka akhirnya melesat.


Zhang Ziyi serta Zhang Yin berlari dengan kecepatan tinggi. Menghindari setiap semburan racun dari siluman ular. Lalu sekali-kali akan menyerang wajah ular tersebut menggunakan energi pedang.

__ADS_1


Tak membiarkan perhatian ular teralihkan pada teman-temannya yang kini juga nampak telah menyerang si ular dari sisi tubuh yang berbeda.


"Kyee!"


Terdengar ringisan disertai dengan gelinjangan keras dari tubuh siluman ular.


"Yah ... Cara ini berhasil melukai tubuh siluman ular! Hahaha!" Zhang Meng mulai menampakkan tawa renyah kala dirinya telah berhasil merobek sisik siluman Ular lalu menghujamkan pedang merobek dagingnya.


Terlalu larut dengan hal itu, sampai-sampai dia tidak menyadari kalau ekor besar siluman ular saat ini tengah mengincarnya dari belakang.


Baamm!


Nyaris menghantam tubuh Zhang Meng. Beruntung Zhang Bie bertindak cepat dan tepat waktu menahan ekor siluman ular itu. Meski begitu, tubuhnya sempat terdorong mundur hingga sepuluh langkah. Tanah tempat ia berpijak tercipta garis lurus bekas dorongan kaki Zhang Bie. Bahkan kaki lelaki itu saat ini telah masuk ke dalam tanah. Beruntung hantaman ekor siluman ular tadi tidak terlalu keras.


"Saudara Meng... Hati-hati!" Zhang Bie mengingatkan Zhang Meng.


Tersadar. Zhang Meng langsung menghampiri Zhang Bie.


"Terima kasih saudara Bie. Dan maaf atas kecerobohan ku tadi, membuatmu harus kesulitan menahan tubuh berat siluman ular ini!" Sesal Zhang Meng. Dia pun mengeluarkan pil tingkat bumi pemberian Zhang Ziyi dari saku bajunya, lalu menyerahkan pada Zhang Bie.


Segaris kecil darah di sudut bibir Zhang Bie segera di lap menggunakan punggung tangan. Zhang Bie kemudian menerima pil itu lalu menelannya.


Sekitar 75 persen kekuatannya telah kembali seperti semula. 


"Terima kasih saudara Meng!"


"Umm!"


Keduanya kembali bergerak ke arah siluman ular. Bekerja sama dalam menumbangkan makhluk besar itu.


Beberapa waktu terlewatkan dengan cepat. Nampaknya siluman ular semakin dibuat terpojok oleh Zhang Ziyi serta kawan-kawannya. Bahkan sebelah mata merah siluman ular telah pecah oleh tusukan dari pedang Naga Langit. Dengan segaris miring terlihat di wajah siluman ular itu.


Zhang Ziyi mengambil jarak setelah berhasil menciptakan garis miring tersebut pada wajah siluman ular. Pil tingkat bumi dia keluarkan dari cincin penyimpanan, lalu langsung menelannya. Setelahnya melesat kembali ke arah Siluman ular.

__ADS_1


Sejam berlalu, akhirnya siluman ular itu berhasil di kalahkan. Zhang Ziyi berdiri di atas kepala siluman ular. Pedang Naga Langit yang tajam ia hunjamkan pada kepala siluman tersebut. Setelahnya Mencari kristal roh milik siluman ular.


Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Zhang Ziyi langsung menyerahkan kristal roh tersebut pada Zhang Zhili.


__ADS_2