Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 48 ~ Restauran


__ADS_3

Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Zhili serta Zhang Meng bergerak melompati atap demi atap rumah. Tujuan mereka adalah keluar dari klan utama Zhang.


Saat melewati gerbang masuk penjara bawah tanah, mereka di kejutkan oleh orang-orang banyak yang keluar dari penjara bawah tanah tersebut. Orang-orang itu tampak sedang terburu-buru. Berlari berkelompok, lalu menyebar ke berbagai arah. Seakan-akan mereka sedang mencari sesuatu.


"Apa yang terjadi?" Zhang Meng lantas bertanya kala mereka berhenti di sebuah atap yang memanjang.


"Inilah yang aku takutkan... Pastinya karena insiden yang terjadi di dalam penjara bawah tanah, tadi!" ujar Zhang Ziyi.


Kelima orang langsung menolehkan pandangannya pada satu arah. Seolah-olah mereka meminta penjelasan atas kalimat yang keluar dari mulut Zhang Ziyi barusan.


"Apa maksud mu, saudara Ziyi?" tanya Zhang Lan.


"Zhang Ziyi telah membunuh banyak anggota klan Zhang saat di dalam penjara bawah tanah. Itulah sebabnya mengapa mereka begitu terburu-buru seperti itu!" jelas Zhang Zhili.


"Maksud guru, orang-orang itu tengah mencari keberadaan saudara Ziyi?" Suara lembut dari seorang gadis yang tidak lain adalah Zhang Yin bertanya seraya mengangkat sebelah alisnya.


"Bukan cuma Zhang Ziyi, melainkan kita semua!" Mengarahkan pandangan ke arah orang-orang itu yang kini mulai menyebar di seluruh sudut klan. Zhang Zhili kemudian melanjutkan kalimatnya. "Mereka tidak akan melepaskan kita begitu saja setelah apa yang telah kita lakukan... Maka dari itulah kita harus bergegas meninggalkan klan Zhang ini. Berpacu dengan waktu sebelum gerbang di tutup!"


Memang apa yang di kata Zhang Zhili benar adanya. Klan Zhang telah merugi banyak setelah insiden beberapa jam yang lalu. Kehilangan anggota yang tidak sedikit jumlahnya dalam satu waktu, tentu akan mempengaruhi bagaimana nasib klan Zhang kedepannya.


Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan serta Zhang Meng menganggukkan kepala secara bersamaan. Setelahnya, tanpa menunda waktu, keenam orang itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Matahari hampir tertutupi oleh awan senja. Keenam orang itu bergerak dengan sangat cepat. Hingga mereka sampai di gerbang sebelum orang-orang klan mendahului mereka. Tanpa pikir panjang mereka langsung melewati gerbang keluar klan Zhang. Dan menghilang dalam keremangan.


Tepat setelah Zhang Ziyi serta lima orang lainnya melewati gerbang, suara teriakan seorang pria terdengar begitu menggelegar. Memerintah orang yang berjaga di gerbang untuk segera menutup pintu gerbang klan.


"Tutup pintu gerbang!!! Jangan biarkan ada yang meninggalkan klan!"


Meski teriakannya begitu keras, namun tak ada tanggapan dari orang yang di tuju. Kesal, pria yang bersuara itu lalu berlari ke arah gerbang. Begitu terkejut dia, saat mendapati orang-orang yang menjaga gerbang saat ini tengah terkapar di atas tanah.


Memeriksa kondisi mereka, pria tersebut lalu mengumpat keras saat mengetahui bahwa orang-orang ini telah mati. Segera dia berbalik, dan melesat dengan kecepatan tinggi, untuk melaporkan kejadian ini pada para penatua juga kepala klan.

__ADS_1


***


Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Meng, serta Zhang Zhili saat ini tengah melesat dengan kecepatan tinggi di udara. Masing-masing dari keenam orang itu mengendarai burung elang yang bergerak begitu cepat. Meninggalkan klan Zhang.


"Guru, kemana tujuan kita sekarang?" tanya Zhang Yin.


"Entahlah?!" balas Zhang Zhili sembari mencoba untuk berpikir sejenak.


"Bagaimana kalau di klan cabang Zhang di kota bintang?"


Menoleh ke arah Zhang Ziyi, Zhang Zhili lantas bertanya. "Mengapa keu hendak ke sana?"


"Aku ingin bertemu dengan ayah serta ibu, dan memberitahu mereka untuk segera meninggalkan klan Zhang." Zhang Ziyi menjelaskan.


"Hmm, baiklah! Mari kita ke sana!" Zhang Zhili semakin mempercepat laju terbang elang yang ia tunggangi. Begitupun juga dengan murid-muridnya.


Terbang hingga beberapa waktu, akhirnya mereka sampai di hutan Luori. Sekitar dua jam perjalanan, mereka pun sampai di kota bintang.


"Apakah kau tak melihat setelan yang kami kenakan ini? Pastinya kau mengenali simbol ini, bukan?!" Zhang Lan memperlihatkan simbol yang ada di dadanya.


Meski jelas tergambar simbol klan Zhang, namun dua penjaga gerbang kota Bintang nampak tak mempercayai–nya.


"Perlihatkan lencana identitas kalian... Aku tidak meminta simbol yang ada di dadamu itu! Bisa jadi kalian hanya menyamar dan membawa nama klan Zhang untuk kepentingan pribadi kalian." Berkata tanpa ekspresi pria yang menjaga gerbang itu.


"Tch! Ak–" Zhang Lan ingin berdebat dengan penjaga gerbang itu, namun dengan segera di hentikan oleh Zhang Zhili.


"Sudahlah, kita tidak ada waktu untuk berdebat!" Zhang Zhili mengeluarkan lencana master klan Zhang pada salah seorang penjaga.


Melihat lencana tersebut, kontan saja dua penjaga itu langsung bergetar. Mereka mengenali lencana yang diperlihatkan Uang Zhili barusan. Tidak sembarang orang memilikinya.


"Ma–maafkan kami master..." Salah seorang penjaga berkata dengan membungkukan badan. Kemudian kedua orang itu mebukakan jalan untuk Zhang Zhili serta murid-muridnya untuk memasuki kota.

__ADS_1


"Mari ... Silahkan masuk!"


Zhang Zhili memimpin murid-muridnya untuk memasuki kota. Berjalan hingga beberapa waktu, Zhang Lan mulai merasakan perutnya yang keroncongan. Lantas dia pun memberitahukan perihal perutnya itu pada Zhang Zhili.


"Master, tidak sebaiknya kita mengisi perut dulu? Perutku sudah memprotes untuk segera di isi makanan," protes Zhang Lan.


Memang seharian ini mereka tidak makan sama sekali, dan kini hari tampak telah menggelap. Hanya mengandalkan penerangan dari lampion yang menghiasi jalanan kota.


Mendengar ocehan Zhang Lan, Zhang Zhili menoleh ke arah pemuda itu sesaat, lalu pandangannya ia alihkan pada Zhang Ziyi.


"Apakah jarak klan cabang masih jauh?" tanyanya pada Zhang Ziyi.


"Hmm, sekitar satu jam jika berjalan biasa. Namun jika kita berlari, maka tak butuh setengah jam untuk sampai di klan!" jelas Zhang Ziyi.


Terdiam sejenak Zhang Zhili. Memperhatikan satu per satu raut wajah murid-muridnya. Senyum kecil terukir di bibirnya kala melihat ekspresi murid-muridnya itu yang tampak kelelahan, juga Zhang Zhili bisa menebak tidak hanya Zhang Lan yang lapar, melainkan tiga muridnya yang lain, kecuali Zhang Ziyi.


"Baiklah, seperinya di sana ada restauran... Mari berjalan beberapa langkah, dan masuk ke dalam restauran itu untuk mengisi perut!" ucap Zhang Zhili.


Kelima murid-muridnya langsung bersemangat mendengar itu. Setelahnya mereka lantas berjalan bersama menuju restauran tersebut.


Bangunan yang terdiri dari tiga lantai itu tampak begitu mewah. Dua orang kultivator berdiri di mulut pintu samping kanan dan kiri restauran tersebut.


"Mari, silahkan masuk," ucap ramah salah satu kultivator tersebut mempersilahkan Zhang Zhili serta murid-muridnya untuk memasuki restauran.


Sebelumnya, Zhang Lan serta yang lainnya begitu kagum melihat kemegahan restauran itu. Ditambah, dua orang pria berbadan kekar berdiri di mulut pintu, yang juga merupakan kultivator ranah pendekar tahap 7. Yakin dan percaya, pemilik dari restauran ini pasti seorang yang terkenal dan terkaya di kota bintang ini.


Setelah memasuki restauran, mereka langsung di sambut oleh seorang wanita cantik. Dengan suara lemah lembut yang begitu syahdu menyapa telinga, wanita itu kemudian mengantar mereka ke tempat dimana mereka akan duduk.


"Mohon tunggu beberapa menit. Hidangan sedang kami siapkan!" ucap wanita tersebut ramah, lalu berlalu dari sana.


Tak butuh waktu 3 menit, hidangan yang mereka pesan telah datang. Mereka pun mulai menyantap makanan tersebut dengan lahap.

__ADS_1


Saat tengah menyantap makanan, pendengaran tajam Zhang Ziyi tidak sengaja mendengar pembicaraan dua orang yang duduk di pojokan. Emosinya mendadak naik mendengar hal yang mereka bahas itu. Merasa begitu terprovokasi Zhang Ziyi. Dia yang tak tahan langsung menghampiri mereka.


__ADS_2