
Zhang Ziyi bertanya-tanya akan pertanda apa kemunculan suara Gong yang begitu tiba-tiba.
Dia berharap bunyi Gong yang besar itu menandakan bahwa ujian yang akan dijalaninya akan berakhir. Sialnya author belum menghendaki akan hal itu.
Saat tengah terdiam dan mengantisipasi akan situasi yang kan terjadi, mendadak dua buah palu raksasa muncul di sisi kanan dan kirinya.
"Apa??!!" Begitu tersentak dia kala melihat kehadiran dua buah palu tersebut. "Apa-apaan ini? Bukankah tadi aku sudah menerima ujian dari pedang-pedang tersebut? Mengapa kini malah datang dua buah palu besar ini? Apakah belum berakhir?" ucapnya.
Harapan yang tidak sesuai dengan ekspetasinya, membuat dia di landa kerisauan. Apalagi energinya terkuras sangat banyak tadi, saat menghadapi pedang-pedang itu.
Dia terdiam sejenak kala melihat dua buah palu itu telah bergerak dan sedikit lagi akan menghantam tubuhnya di kedua sisi berbeda. Berharap saja semoga tubuhnya tidak menjadi ikan asin setelah ini.
Luka-luka yang tadi sempat menghiasi tubuhnya kini telah sembuh sepenuhnya. Ya, dikarenakan tubuh barunya ini yang ternyata memiliki kemampuan untuk beregenerasi, sehingga memungkinkan luka-lukanya akan sembuh secara otomatis.
Dia menenangkan diri. Menguatkan tubuhnya. Semua tenaga dia kerahkan dan tidak berniat menahannya. Entah bagaimana nanti jadinya jika terkena hantaman dari palu raksasa ini. Mungkinkah tulang-tulangnya yang katanya memiliki kualitas lebih tinggi dari tulang manusia pada umumnya itu akan retak seketika, atau justru masih bisa bertahan.
Ya, kualitas tulang Zhang Ziyi akan di pertanyakan kali ini.
"Hiiiyyaahhh!!!!" Zhang Ziyi berteriak kencang kala masing-masing dari dua buah palu itu telah berada dekat dengannya.
Kedua tangannya ia rentangkan di kanan dan kirinya.
BAAAMMM!!!
Whush!!!
Dua hantaman yang sangat keras itu, di tahan dengan menggunakan kedua tangannya. Zhang Ziyi mengumpat keras. Sekuat tenaga dia menahan, namun ini sangatlah sakit rasanya. Rasa-rasanya tulang-tulangnya akan retak saat itu juga. Namun dia tidak menyerah. Tetap dia gunakan kedua lengannya untuk menopang agar tubuhnya tidak di jepit di dalamnya.
Beberapa saat berada dalam keadaan susah, dimana kedua tangan yang menopang palu besar, guna tidak menghantam tubuhnya. Akhirnya kedua palu raksasa itu terangkat pula. Keduanya bergerak berlawanan arah.
Tangan kanan dan kiri Zhang Ziyi yang semula terentang, mendadak terjatuh dengan sendirinya. Dia merasakan tulang-tulangnya yang terasa retak. Tak sanggup lagi untuk menerima hantaman kedua kalinya.Yakin dan percaya, sekali hantaman lagi, akan langsung menghancurkan tulang lengan yang katanya memiliki kualitas tulang perak itu.
Benar saja, satu hantaman saja belum cukup untuk dia terima. Kedua palu yang semula melayang terpisah, kini mulai kembali melayang hendak bertemu.
Zhang Ziyi mengutuk dengan keras. Tulangnya tak akan sanggup menahan untuk kedua kalinya. Meski begitu, dia tetap akan mencobanya. Jangan sampai dia mati kutu dalam ujian ketiganya ini.
"Hiyyyaahjj!!! Arrhkghhhh!!!"
Kedua kalinya dia menahan hantaman dua buah palu raksasa dengan lengannya. Sayangnya bukan lagi seperti di awal-awal, dimana dia masih bisa menahannya. Tapi kali ini berbeda. Dimana tulangnya kini malah hancur. Membuat kedua palu itu bergerak mulus dan menghimpit tubuh Zhang Ziyi dengan keras.
__ADS_1
Palu itu tidak ingin bergerak terpisah terlebih dahulu. Kedua palu masih saja menghimpit tubuh anak itu untuk waktu yang cukup lama. Entah bagaimana nasib anak itu di dalam sana. Apakah masih aman? Atau mungkin sudah KO.
selang beberapa saat, palu itu kembali bergerak memisah. Memperlihatkan wujud sosok Zhang Ziyi. Kedua mata yang terpejam, dengan tubuh yang terdiam. Hampir saja dia terjatuh ke bawah, namun empat rantai yang mengikat kedua kaki serta lengannya tidak membiarkan itu terjadi.
Beberapa bagian tubuhnya terluka sangat parah, namun luka itu akan kembali menutup. Sayangnya itu hanya berlaku untuk daging dan kulit, sementara untuk tulang, beda lagi. Sekalinya hancur, maka akan tetap hancur.
Untuk ketiga kalinya, palu itu melayang terpisah dan kembali bergerak hendak menyatu. Bahkan kecepatan gerak yang begitu meningkat dari sebelumnya. Yakin dan percaya, sekali hantaman dua buah benda kembar ini, mungkin saja tubuhnya akan langsung dibuat hancur saat itu juga.
Whush!
BAAAMMM!!
Untuk hantam ketiga kalinya ini, tulang-tulangnya seketika hancur semuanya. Tidak ada lagi yang menahan keduanya, sehingga dua palu itu bergerak begitu mulus menghantam tubuhnya.
Di alam bawah sadarnya, Zhang Ziyi saat ini tengah tenggelam di dalam sebuah air. Tubuhnya terus menyusut ke kedalaman air. Cahaya yang terpantul di dalam air juga terlihat mengiringi jalannya anak itu.
Dirinya tak sadarkan diri. Dia semakin ke dalam.
Beberapa saat, terdengar suara Rekan-rekannya secara samar di telinganya, yang tidak lain adalah Zhang Meng, Zhang Lan, Zhang Yin, serta Zhang Bie tengah memanggil namanya.
"Kak Ziyi!!" Satu panggilan dari Zhang Meng. Namun hal itu belum membuat anak itu sadar.
Panggilan demi panggilan satu persatu terdengar begitu saja, tanpa terlihat wujudnya. Hingga sampailah pada panggilan terakhir dari Gurunya.
"Ziyi'er! Bangun!" Suara berat dari Zhang Zhili. Sontak terbelalak mata Zhang Ziyi. Dia lantas berenang ke atas air. Berenang dan terus berenang, hingga sampailah dia pada pantulan cahaya tersebut. Namun dia terus saja berenang tanpa henti.
Di sisi lain, kedua palu raksasa masih menghimpit tubuh Zhang Ziyi. Beberapa saat, terlihat butiran-butiran debu cahaya berwarna hijau yang masuk di sela-sela dua buah palu raksasa.
Tak lama setelah itu, Cahaya hijau muncul di sela-sela dua buah palu raksasa. Semakin terang cahaya tersebut, hingga tak berlangsung lama.
"Hiyyyaahh!!!" Suara teriakan Zhang Ziyi terdengar. Dua buah palu tersebut langsung memisah saat itu juga. Memperlihatkan sosok Zhang Ziyi. Kedua matanya yang semula berwarna emas itu, kini bercampur dengan cahaya hijau. Namun tak berlangsung lama. Hanya tiga detik, sebelum cahaya berwarna hijau itu menghilang sepenuhnya.
Zhang Ziyi memandangi salah satu palu raksasa yang saat itu hendak kembali menghantam tubuhnya. Dia memasang senyum sinis. Setelahnya Zhang Ziyi terbang dan meninju salah satu palu tersebut.
Sontak palu yang tadi mendapatkan tinju telak dari Zhang Ziyi, terdorong ke belakang. Sebelumnya, saat kepalan tinju Zhang Ziyi menyentuh palu raksasa itu, sempat terdengar dentuman besi yang sangat besar.
Zhang Ziyi beralih ke arah palu yang satunya. Palu tersebut terus melayang dan sedikit lagi akan menghantam tubuh Zhang Ziyi.
Baammm!!
__ADS_1
Whush!!
Zhang Ziyi menahan hanya dengan tangan kanannya. Angin yang berwarna emas tercipta dan menerbangkan rambut Zhang Ziyi. Dia menatap palu raksasa itu. Setelahnya mengarahkan tinju kirinya pada palu tersebut.
Dingg!!
Palu tersebut langsung melayang jauh. Terlihat di sebelahnya, palu raksasa yang satunya juga telah kembali datang. Sama halnya sebelumnya, Zhang Ziyi tidak membiarkan palu mengenai dirinya begitu saja. Dia langsung menghantamkan tinju telak ke arah palu tersebut, membuat palu raksasa kembali melayang berlawanan arah.
Kepalan tinjunya berdarah. Tapi tidak berlangsung lama akan sembuh kembali dalam hitungan detik.
Zhang Ziyi terus menerus memukuli dua palu itu secara bergantian. Hal tersebut berlangsung selama beberapa menit. Hingga pada akhirnya, kedua palu tiba-tiba berhenti bergerak. Begitupun juga dengan Zhang Ziyi yang berhenti mengincar kedua palu. Dia menghela napas lega.
"Akhirnya ujian ini telah berakhir!" gumamnya pelan.
Benar saja, dua palu raksasa itu perlahan menjadi debu. Begitupun juga dengan tempat Zhang Ziyi berada yang telah berganti menjadi tempatnya semula. Di dalam air dengan di kelilingi oleh dinding penghalang transparan.
Zhang Ziyi menilik sekelilingnya. Tiba-tiba lonjakan energi terjadi pada tubuhnya. Energi yang semakin lama semakin besar itu, hingga menciptakan sebuah ledakan teredam.
Baamm!
Baamm!
Baamm!
"...."
Ledakan itu terus saja berlanjut untuk beberapa saat. Bersamaan dengan berhentinya ledakan tersebut, energi yang terpancar dari tubuh Zhang Ziyi juga semakin besar. Dan kini, dia telah berhasil melewati lima tahapan sekaligus. Di tambah tiga tahapan dari ujian sebelumnya, maka Zhang Ziyi berhasil mencapai 8 tahap dalam ujian ini.
Kini dia telah berhasil menerobos ranah Alam Surgawi tahap 3.
Menghela napas sejenak, senyum simpul terlihat sekilas dari wajahnya. Dengan Kultivasi nya sekarang, seharusnya bukan lagi masalah jika dia membawa semua bawahannya ke alam atas. Lagipula pastinya berlatih di alam atas lebih terjamin kualitasnya di banding alam bawah.
Rantai yang mengikat kedua pergelangan tangan serta kakinya terlepas. Tidak hanya itu, bahkan dinding transparan yang mengurung dirinya juga telah hancur dengan sendirinya.
Zhang Ziyi berenang keluar dari panggung. Dia mencari keberadaan Laohu, namun tidak dia temukan harimau api itu.
"Kemana perginya dia? Bukankah sebelumnya dia tengah menungguku?"
Dia berenang dan mengitari sekitaran tempat itu, namun tetap tak dia temukan keberadaan Laohu.
__ADS_1