
"Cih, meski kau masih hidup, aku akan mencari dan membunuhmu dengan tanganku!" gumam Qin Chen. Setelahnya dia berlalu dari sana.
"Jika demikian, apakah Jenderal ketiga tidak membunuhnya?" pikir kaisar Langit.
"Bisa jadi, Yang Mulia. Namun, kemana Jenderal ketiga sekarang berada?"
Kaisar Langit bangkit dari posisi duduknya. Burung Phoenix Api juga telah kembali di sisi Kaisar Langit.
"Dia telah mati di tangan anak itu!" ucap singkat Kaisar Langit, setelahnya dia pergi dengan mengendarai Burung Phoenix Api. Melewati ruang dan waktu, hingga hanya dalam sepersekian milidetik, dirinya telah menghilang.
Kedua orang yang tengah berlutut itu saling berpandangan. Lalu juga ikut menghilang.
***
Pesta pernikahan Zhang Ziyi dan Shui Bing telah berlangsung. Sangat meriah, tidak ada dari bawahan Zhang Ziyi yang tidak mendapat hadiah.
-
Hei An saat ini tengah duduk di pinggiran sungai awan. Memandang lurus keadaan dengan tatapan penuh arti namun terkesan kosong. Raut wajahnya begitu muram, menandakan suasana hatinya juga tengah kacau.
"Apakah kau sedang memikirkan pernikahan Saudara Ziyi?"
Seseorang berada di belakangnya. Kemudian orang itu ikut duduk di samping Hei An tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Hei An menoleh ke arah orang itu yang ternyata adalah seorang wanita cantik. Wajah Hei An bertambah muram saat berpikir bahwa Wanita itu adalah Kekasih Zhang Ziyi yang lain.
"Apakah kau juga kekasih Kakak Ziyi?" Hei An langsung bertanya, terkait dengan apa yang mengganggu pikirannya.
Sejenak, senyum kecil terukir di bibir gadis itu. "Bukan... Saudara Ziyi adalah Tuanku. Kau tidak perlu khawatir soal itu."
Mendengar itu Hei An merasa lega. "Hmm, Siapa nama mu?" tanya Hei An.
"Yu Ren Lan. Aku berasal dari ras duyung."
Kepala Hei An mengangguk mendengar perkataan Yu Ren Lan.
__ADS_1
Keduanya terlibat perbincangan sesaat. Dalam waktu singkat, dua orang itu telah akrab.
Setelah melewati beberapa waktu, Hei An mengajak Yu Ren Lan untuk kembali ke markas. Suasana hatinya pun sudah mulai membaik.
-
Mereka sampai di gerbang markas Huangjin.
"Saudari Hei, mengapa kamu berhenti?" tanya Yu Ren Lan saat melihat Hei An yang tiba-tiba saja mengehentikan langkahnya.
"Hmm, Saudari Yu. Sepertinya aku harus kembali ke Kekaisaran Kegelapan. Jika Kakak Ziyi mencari ku, katakan padanya bahwa aku menunggunya di Kekaisaran Kegelapan."
"Ehh, tapi saudari Hei—!" Yu Ren Lan tidak sempat mengehentikan Hei An, sebab gadis itu telah lebih dulu menghilang dari sana.
Yu Ren Lan pun memutuskan untuk memasuki gerbang markas, berjalan menuju bangunan utama, dimana di situ u selenggarakan acara pernikahan Zhang Ziyi dan Shui Bing.
***
Malam hari setelah acara pernikahan selesai. Zhang Ziyi duduk di balkon, memandangi bulan yang bersinar sempurna.
"An'er di mana yah? Aku belum melihatnya sejak tadi," gumamnya, lalu mengarahkan gelas emas berisi arak surgawi ke mulutnya.
"Kakak!" Suara Hei An memanggilnya.
Zhang Ziyi menoleh ke belakang, dan mendapati wanita yang telah berstatus sebagai istrinya itu, mengenakan pakaian berbeda dari biasanya. Tampak seksi dan nyaman di lihat mata lelaki.
Zhang Ziyi sempat melebarkan mata selain itu juga sempat pula dia menelan kasar saliva–nya melihat keindahan tubuh Shui Bing. Tapi sejurus kemudian Zhang Ziyi langsung memposisikan dirinya.
"Kakak, mengapa kamu masih di sini?" tanya Shui Bing dengan siara halus nan lembutnya.
"Tidak ada... Aku hanya memikirkan tentang An'er yang sejak tadi tak aku temui."
Mendengar itu Hei An merasa lain. "Kemana dia pergi?" tanya Shui Bing kembali, dia mendekat ke arah Zhang Ziyi. Duduk di pangkuannya, menyamping namun tubuhnya menghadap Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi sendiri tiba-tiba merasa panas. Apalagi saat pandangannya salah menangkap bongkahan buah d*da Shui bing yang sebagiannya tertutup oleh hanfu tipis yang gadis itu kenakan. Namun tak menutupi ukurannya yang lumayan besar. Dan itu berada tepat di depan mukanya.
__ADS_1
"Kakak, kau belum menjawab pertanyaan ku!" ucap kembali Shui Bing. Namun kali ini suaranya sengaja dibuat manja.
"E–eh... Entahlah dia pergi ke mana. Mungkin telah kembali ke Kekaisaran Kegelapan."
Pandangannya kembali terkunci pada bongkahan dada seputih salju itu.
Glekk!
Zhang Ziyi menelan ludah untuk kedua kalinya.
"Ahhh, Bing'er... Mengapa kau begitu menggoda sekali, malam ini!" Zhang Ziyi menatap mata Shui Bing, dengan tatapan penuh arti. Sementara Shui Bing di buat malu karenanya.
Keduanya terdiam. Tatapan keduanya pun tidak terlepas dan saling tatap menatap. Hingga wajah saling mendekat dan taulah apa yang di lakukan keduanya setelah itu.
***
Beberapa hari setelahnya, Zhang Ziyi yang tengah duduk di halaman belakang Bangunan utama markas, di datangi oleh dua orang.
Dua orang itu sendiri bergerak layaknya bayangan.
"Ada laporan apa?" tanya Zhang Ziyi pada dua orang itu.
"Lapor Tuan, kami menemukan pergerakan telah di lakukan oleh Kekaisaran Langit. Mereka merencanakan suatu penyerangan besar-besaran terhadap kelompok kita."
"Benar Tuan. Mereka juga telah mengumpulkan beberapa Dewa yang memiliki kekuatan ranah Suci Dewa Abadi. Dalam waktu dekat, mereka mungkin akan mendatangi kita."
"Jumlah Kultivator Ranah Suci Dewa Abadi ada sekitar delapan puluh orang. Namun bisa saja lebih banyak dari itu!"
Zhang Ziyi menganggukkan kepala mendengar laporan dari dua orang itu.
"Umm!"
Setelahnya dua orang menghilang begitu saja.
"Bagaimana ini? Mereka telah melakukan persiapan yang matang dalam menyerang kita. Juga, dari laporan yang di berikan oleh dua orang mata-mata kita tadi, Kekaisaran Langit telah mengumpulkan Dewa-dewa yang memiliki Kultivasi Ranah Suci Dewa Abadi," ucap Zhang Meng.
__ADS_1
"Hmm, Kita juga telah memiliki persiapan yang matang untuk menyambut mereka menyerang kapan saja. Namun kita kekurangan Kultivator Ranah Suci Dewa Abadi, di banding dengan jumlah mereka," balas Zhang Ziyi.
Diskusi akan masalah Kekaisaran Langit itu mereka bicarakan saat itu juga. Hingga menemuka titik temu.