Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 120 ~ Tertangkap


__ADS_3

"Aneh! Bukan kah tadi ada di sana?" gumam Zhang Ziyi. Dia memperhatikan kembali sesuatu yang tadi sempat tertangkap indera penglihatannya. Tidak hanya itu, bahkan dirinya sempat merasakan lonjakan energi besar dari arah barat. Akan tetapi saat ini sesutu tersebut telah menghilang sepeti tidak pernah ada sebelumnya.


Zhang Ziyi mengaktifkan skill Mata Elang, untuk memperjelas penglihatannya. Benar saja, tidak ada apa-apa di sana.


"Mungkin hanya perasaanku saja!"


Meski dalam hati dia mengatakan demikian, namun perasaannya berkata lain. Zhang Ziyi bergerak ke arah samping. Lesatan pedang terlihat dari sana dan mencoba untuk menebasnya.


"Cih, orang-orang ini!" Zhang Ziyi mulai kesal dengan lima orang dari sekte Pedang Awan yang menyerangnya ini.


Bilah pedang yang mengkilap tersinari cahaya kunang-kunang terlibas lurus secara horizontal. Memotong bayangan seseorang di malam itu. Namun bukannya mati, orang yang di potong tersebut muncul kembali di belakang pria yang menebaskan pedangnya tadi.


"Aku tidak mengganggu kalian, namun mengapa kalian menggangguku!" Berucap sesaat sebelum Zhang Ziyi melayangkan tendangan lumayan keras pada pinggang lelaki tersebut.


"Ahhkk!!"


Whush!!


Bruukk!!


Sejenak slowmo terjadi saat kaki Zhang Ziyi tepat di pinggang lelaki itu, namun tak berlangsung lama lelaki itu terbang lurus dan menabrak ranting-ranting pohon. Melewatinya hingga sampai di tanah dengan keras.


Menghilang bak bayangan malam, Zhang Ziyi kembali muncul di depan lelaki yang berada paling ujung. Zhang Ziyi melayangkan tinju keras ke arah perutnya.


Sempat melotot mata anggota sekte Pedang Awan itu kala merasakan tinju yang sangat keras tersebut. Sebelum akhirnya dirinya melayang jauh dengan cepat. Tapi Zhang Ziyi tidak meninju perut Lelaki itu dengan keras, melainkan hanya 1 persen dari kekuatannya, namun karena perbedaan kultivasi yang bagaikan langit dan bumi, sehingga membuat lelaki tadi merasakan hal demikian.


Satu per satu dari kelima anggota sekte Pedang Awan di buat tersungkur oleh Zhang Ziyi. Termasuk Su Chen dan Su Mei. Semuanya sama-sama menabrak pohon dan tanah dengan keras.


Sempat terjadi pergeseran dari para kunang-kunang dari tempatnya, sebab mereka menghindari lesatan tubuh dari anggota sekte Pedang Awan tersebut. Namun ada beberapa di antaranya yang terkena tubuh orang-orang itu membuat mereka ikut melesat dan berakhir dengan tertindis oleh tubuh anggota Sekte Pedang Awan.


"Laohu, segera selesaikan dengan cepat. Jangan membuang-buang waktu!" pelan Zhang Ziyi. Dia mendarat dengan perlahan di tanah.


Di sisi lain, Laohu yang saat ini tengah berhadapan dengan siluman rubah mendengar perkataan dari tuannya. Dia tersenyum sejenak.


Menghindari lesatan energi listrik yang bergerak lurus. Laohu terbang dengan cepat. Energi petir itu begitu banyak, sampai-sampai dia harus menghindar untuk beberapa saat.


"Sudah cukup bermainnya nona manis! Tuanku telah lama menunggu!"


Laohu berbalik. Melempar bola-bola api kecil ke arah energi-energi petir yang bergerak ke arahnya.


duarr!!

__ADS_1


duarr!!


duarr!!


Rentetan ledakan tercipta saat kedua energi itu bertemu. Laohu menghilang dan muncul di samping rubah berekor Empat. cakar keras dia layangkan. Merobek punggung rubah itu.


Tak sampai di situ, Laohu juga menyerang rubah berekor empat dengan menggunakan bola api yang tercipta dari mulutnya.


Bola api mendorong tubuh siluman Rubah berekor empat hingga mencapai tanah. Kawah yang sangat besar tercipta. Tanah berguncang hebat. Kabut asap mengepul di kegelapan malam.


Zhang Ziyi mengambil alih terhadap rubah itu. Dia muncul tepat di kepala siluman Rubah dengan pedang yang telah dia siapkan.


"Kau terlalu banyak meresahkan Manusia. Membiarkanmu hidup tidak lain hanya akan menambah banyak korban jiwa," ucap Zhang Ziyi.


Dia mengangkat tinggi pedangnya. Pedang Naga Langit yang mengkilap mendadak terlapisi energi berwarna emas.


Swoshh!!!


Satu kali hunjaman pedang, langsung melayangkan nyawa rubah berekor Empat. Energi berwarna emas menyebar ke berbagai arah. Sempat ekor-ekornya menggelinjang. Namun tidak sampai semenit, ekor tersebut telah terdiam, menandakan rubah itu telah tewas.


Zhang Ziyi mengambil kristal roh milik siluman rubah itu. Setelahnya dia menghancurkan tubuh rubah yang besar menjadikannya debu-debu cahaya berwarna biru dan merah mudah.


"Apa yang terjadi?"


"Mungkinkah kita telah salah target?"


"Siluman rubah itu, mungkin dia pelakunya dan kita salah menuduh orang."


Kelimanya mulai berdiskusi. Mendiskusikan terkait dengan hal yang barusan mereka saksikan. Dan sekarang mereka menyadari bahwa sosok lelaki misterius berjubah hitam itu adalah seseorang yang menyelamatkan Desa.


"Kita belum menanyakan namanya. Juga dia telah berjasa dalam hal membunuh penyebab masalah di desa ini. Kalau saja para tetua mengetahui akan hal ini, aku yakin mereka akan dengan senang hati mengundangnya makan-makan di sekte."


"Sudahlah, jangan terlalu memikirkan dia. Orang itu telah pergi meninggalkan desa ini. Sebaiknya kita kembali ke desa, lalu secepatnya kembali ke Sekte. Misi kita sudah selesai!" ucap seorang lelaki yang lebih senior di antara kelima orang itu.


Keempat anggota sekte mengangguk mendengar perkataan dari lelaki itu. Lalu mereka sama-sama bergegas meninggalkan tempat itu. Tak lupa mereka membawa serta dua orang warga yang tadi sempat terkena hipnotis oleh siluman rubah.


***


Zhang Ziyi terbang dengan mengendarai Laohu. Di tangannya, terlihat sebuah kerang yang berkilau kebiruan. Memancarkan sebuah hologram berwarna biru.


Zhang Ziyi memperhatikan hologram itu.

__ADS_1


"Bukankah di sini tempatnya? Mengapa aku tidak melihat sesuatu yang mencolok di sini?"


Laohu terbang ke bawah setelah sebelumnya di suruh oleh Zhang Ziyi. Mendarat di sebuah tanah kosong yang berdiameter 20 cm.


Turun dari punggung Laohu, Zhang Ziyi memperhatikan wilayah sekitarnya.


"Aneh! Mengapa kerang ini menunjuk arah sini. Ras yang akan ku temui bernafas di air, mengapa aku malah berada di tengah-tengah hutan?"


Zhang Ziyi memperhatikan kembali petunjuk yang di berikan kerang. Memang titik biru pada hologram berhenti tepat di hutan ini.


Merasa ada yang salah, dia menaiki punggung Laohu dan berniat mengelilingi tempat ini dari atas. Mana tau, ada sumber air di sekitarannya.


Terbang tinggi, Laohu pun mengelilingi tempat itu. Memperhatikan ke arah bawah, berharap dapat melihat sumber air di sana. Sayangnya mereka tidak menemukannya.


"Mungkinkah ada yang salah dengan petunjuknya?" pikir pemuda itu.


Whush!!!


"Hamp!"


Lesatan energi berwarna biru nyaris mengenai keduanya, kata mereka tengah lengah. Beruntung Laohu cukup cekat sehingga dia bisa menghindari lesatan energi itu.


Tidak berhenti sampai di situ, lima buah energi berwarna biru, membentuk pisau air melesat kembali ke arah mereka berdua. Tidak tinggal diam, Laohu menghindari setiap lima pisau air itu.


"Sial! Siapa yang melempar energi-energi air ini?" Zhang Ziyi kesal. Dia mencari keberadaan orang yang barusan melempar pisau air.


Pandangannya mengitari wilayah situ. Pepohonan yang rimbun dia periksa. Sejenak pandangannya tertuju pada satu arah dan menangkap seseorang yang berdiri di atas ranting pohon, tengah menengadah ke atas tepat mereka berada. Orang tersebut juga menatap Zhang Ziyi namun dengan tatapan tajam.


"Laohu, turun! Mari kita kejar orang itu!" perintah Zhang Ziyi saat melihat orang yang dia lihat tadi telah melarikan diri.


Tanpa menunda waktu, Laohu langsung terbang ke bawah sesuai perintah dari tuannya. Mengejar seseorang yang melarikan diri tadi. Laju larinya yang lumayan cepat, membuat mereka agak kesusahan dalam mengejarnya.


Saat ketika sosok tersebut bersembunyi di balik batang pohon besar. Zhang Ziyi memutuskan untuk turun dari punggung Laohu, dengan tidak menimbulkan suara pun. Berniat menangkap sosok itu di kedua sisi kanan dan kirinya diam-diam.


Zhang Ziyi memberikan kode pada Laohu menggunakan hitungan jari. Namun saat keduanya memeriksa balik pohon tersebut, sialnya mereka malah kehilangan jejak.


Saling berpandangan sejenak.


"Ke mana perginya orang tadi. Bukankah tadi dia berhenti di sini?" gumam Zhang Ziyi. Tatapan awas dia pasang di sekitar. Hingga ketika dia membalikkan badan, Zhang Ziyi sampai menahan napasnya saat tiba-tiba pisau-pisau air tertodong, melayang di hadapannya serta Laohu. Jumlahnya pun mencapai puluhan.


"Kalian tertangkap!"

__ADS_1


__ADS_2