
Dewa Gou Liang dan Dewa Api di sambut begitu baik oleh Pemimpin dari Bendera Putih. Tampaknya mereka adalah kawan lama yang baru bertemu setelah sekian lama tak bertemu. Tentunya kawan lama ini begitu dekat dahulunya.
Mereka berbincang-bincang sejenak, saling bertanya terkait dengan kabar mereka masing-masing, selain itu beberapa canda kecil juga menghiasi pertemuan itu.
Setelahnya, mereka beralih pada Zhang Ziyi.
"Hei, Hei Nak! Kita bertemu kembali. Terakhir kali kamu ke sini, kekuatanmu begitu jauh di dari yang sekarang. Kau berlatih sangat keras, rupanya!" ucap pemimpin dari kelompok Bendera Putih menyanjung Zhang Ziyi.
"Terima Kasih, Senior. Namun aku melihat di sini orang-orang kelompok Bendera Putih juga telah banyak mengalami perubahan signifikan. Baik dari segi kekuatan, kualitas, maupun kuantitas. Sepertinya Bendera Putih juga melakukan suatu usaha yang tidak kecil bukan?" Balas Zhang Ziyi.
"Hmm, pandanganmu sangatlah jeli. Memang akhir-akhir ini kami memfokuskan peningkatan kekuatan, sebab merasa masa yang di nanti akan segera tiba. Maka sebelum Hari dimana masa itu di mulai, maka kami telah mempersiapkan diri nantinya."
Zhang Ziyi mengangguk mendengar jawaban dari Pemimpin Bendera Putih.
"Umm, sebenarnya tujuan kami datang kemari juga terkait dengan masalah itu. Kaisar Langit telah mencari–ku sekarang, setelah aku berhasil membunuh Jenderal–nya!"
Mendengar itu, Pemimpin Bendera Putih tidak kaget lagi. Sebab dia telah mengetahui memang akan hal itu.
"Namun, dengan kekuatan yang kamu miliki sekarang, bukannya tidak ada yang perlu kamu takutkan lagi dari Kekaisaran itu?"
Lontaran kata yang keluar dari mulut Pemimpin Bendera Putih nyatanya tidak sedikit di terima oleh Zhang Ziyi, juga Dia dewa yang sebelumnya datang bersama dengan dia.
"Aku memang telah mengumpulkan banyak kekuatan saat ini, namun belum tentu bisa mengalahkan dominasi Kasar Langit. Apalagi pengaruhnya yang begitu luas, semenatara aku hanya sedikit sekali memiliki pengaruh di alam atas ini," jelas Zhang Ziyi.
"Hehehe, kamu tidak perlu mengumpulkan pengaruh untuk melawannya. Cukup dengan menghancurkan pusat dari pengaruh tersebut . Saat semuanya telah kacau, baru kamu bisa mengumpulkan pengaruh tersebut."
Zhang Ziyi mengerti apa maksud dari Pemimpin Bendera Putih. Dia menganggukkan kepalanya kecil.
Beberapa saat, pembahasan tersebut mulai meluas. Bahkan sempat pula mereka merencanakan akan ke depannya, dalam melawan Kekaisaran Langit.
"Kami telah bersembunyi sudah terlalu lama. Mungkin bersama dengan anak ini, kita bisa keluar dan membuktikan kepada dunia bahwa kelompok Bendera Putih masih tetap sama seperti dulu."
"Ya ... Kapan kalian akan mengumumkan kepada semua orang, bahwa kalian telah kembali?" tanya Dewa Api.
"Hmm, mengenai itu, mungkin tidak akan lama lagi. Saat ini telah ada sepuluh orang yang berhasil menerobos ranah Suci Dewa Abadi. Kami berencana menambahnya hingga dua puluh orang lagi. Dan sampai saat itu telah tercapai, maka kami akan langsung mengumumkan kembali kepada dunia akan keberadaan kami!"
Jelas Pemimpin Bendera Putih. Memang selain dengan sepuluh orang yang di maksud, banyak juga dari anggota kelompok itu yang telah mencapai ranah Suci Semesta. Sehingga mereka menargetkan itu.
"Hmm baiklah."
***
__ADS_1
Zhang Ziyi serta Dewa Gou Liang dan Dewa Api memutuskan untuk kembali ke markas setelah merasa urusannya dengan Bendera Putih telah selesai.
Kembali dengan mengendarai Laohu. Butuh beberapa waktu bagi mereka untuk sampai di markas.
Mereka di sambut oleh para bawahan. Zhang Ziyi serta yang lainnya turun dari punggung Laohu. Berjalan menuju markas pusat.
Namun belum juga mereka sampai di bangunan markas utama, terlebih dahulu mereka berhenti, kala melihat sebuah keramaian.
Penasaran, tiga orang, bersama dengan Laohu segera bergerak menuju keramaian tersebut.
"Ada apa ini? Mengapa kalian berkumpul di sini!"
Mendengar suara yang begitu mereka kenal, mereka segera membuka jalan bagi Zhang Ziyi serta Dua Dewa dan Laohu untuk memasuki pusat kerumunan.
Dapat Zhang Ziyi lihat, di tengah-tengah keramaian tersebut, Zhang Lan serta Zhang Bie yang tengah mengeksekusi belasan orang berpakaian emas.
"Eh, kak Ziyi!" sapa Zhang Bie.
"Kebetulan ada Kakak Ziyi di sini." Zhabv Kan menunjuk jelaskan orang yang tengah di ikat itu. "Mereka adalah pasukan dari kekaisaran Langit. Di utus untuk memata-matai pergerakan kita."
"Hmm," Zhang Ziyi mengangguk.
"Kerja bagus!" Zhang Ziyi memuji dua orang rekannya itu.
"Aku mungkin akan membiarkan kalian dan membebaskan kalian semua, jika ada yang menjawab jujur pertanyaan ku," ucap Zhang Ziyi tegas.
"Cih, kamu pikir kau Ini siapa? Yang berani memerintah kami hanyalah Yang Mulia Kaisar Langit. Dan kamu bukan termasuk ke dalamnya!" ucap salah satu dari mereka sembari membuang ludah.
Memasang sunggingan kecil, Zhang kemudian kembali berkata. "Aku tidak butuh kamu, yang aku butuhkan adalah orang yang bersedia menjawab pertanyaan yang akan aku lontarkan nantinya."
"Baik, siapa di sini yang mau?" tanya Zhang Ziyi.
Semuanya tampak diam. Tak berniat membuka mulut untuk menyetujui Dirinya.
"Dalam hitungan tiga, orang tercepat akan selamat," ucap Zhang Ziyi tidak berniat bermain-main terlalu lama.
"Satu!"
"Arrghhh!"
Orang yang sebelumnya menyanggah Zhang Ziyi langsung berteriak histeris, kala merasakan sesuatu yang menggeliat di dalam perutnya. Tampak seperti seekor ular yang langsung memakan organ dalam tubuhnya. Tidak hanya itu, racun juga di lancarkan oleh ular tersebut dalam tubuhnya, hingga membuatnya merasakan siksaan yang teramat sangat sadis.
__ADS_1
Zhang Ziyi sengaja melakukan hal tersebut pada orang itu, sebab dia ingin menjadikan orang itu sebagai pelajaran bagi mereka yang menolak untuk perintahnya.
Namun pelajaran itu nyatanya tidak membuat yang lainnya ciut untuk mengikutinya. Mereka tetap diam.
"Kesetiaan yang baik! Namun sepertinya kalian juga akan merasakan hal yang sama jika tetap mempertahankan kesetiaan kalian yang itu. Lihatlah teman kalian itu, dia tampak sangat tersiksa sekali. Hendak mati namun dia tidak bisa mati. Meski tubuhnya telah membusuk sekalipun kalau kakak Ziyi belum ingin dia mati, maka tetap dia tidak akan mati. Dan itu juga berlaku bagi kalian yang menolak, Hahaha!" Zhang Lan mencoba untuk mengompori
Perkataan Zhang Ziyi itu nyatanya sukses membuat mereka semua merasa khawatir. Khawatir jikalau juga merasakan apa yang dirasakan oleh teman mereka itu. Apalagi kalau sampai yang dikatakan oleh Zhang Lan tadi benar, bahwa membusuk namun tidak mati. Membayangkannya saja sudah membuat kengerian yang teramat sangat.
"Dua!"
Tepat kata dua keluar dari mulut Zhang Ziyi, saat itu pula lah tiga orang lainnya juga merasakan hal yang sama dengan orang yang pertama.
Melihat tidak ada toleransi dari Zhang Ziyi terhadap mereka, membuat mereka yang tersisa semakin khawatir.
"Tu–tuan. Kita bisa membicarakan ini baik-baik!" Salah seorang dari mereka mencoba untuk bernegosiasi, dengan tubuh yang meringkuh ketakutan.
"Baik, katakan padaku apa rencana besar yang di susun oleh Kaisar Langit. Jawab dengan jujur, niscaya aku akan melepaskan kalian."
"Sial, negosiasi apa ini?" salah satu orang tidak terima.
"Ya, ini bisa dikatakan negosiasi. Diaman kalian yang menjawab akan selamat."
Mereka saling berpandangan mendengar penuturan Zhang Ziyi. Terdiam untuk beberapa saat.
"Arrghhh!"
Korban kembali berjatuhan.
Satu per satu dari mereka merasakan hal yang sama. Jumlah yang semula delapan belas orang, kini tersisa enam orang saja.
Melihat apa yang di derita oleh teman-teman mereka, membuat mereka semakin takut dan khawatir.
"Cepat putuskan, aku tidak ada waktu untuk menunggu kalian." Zhang Ziyi mulai kesal. dan itu sontak saja membuat mereka semakin bergetar.
"A–aku! Aku bersedia!" Salah seorang langsung mengangkat tangan. Tak ingin mendapat siksaan yang teramat sangat setelah melihat nasib teman-temannya yang begitu menyedihkan itu. Juga tidak membiarkan teman-temannya yang masih baik-baik saja itu mendahului dirinya.
"Bagus!"
Setelahnya, lima orang lainnya pun kini telah meringis karena tiba-tiba saja juga merasakan hal yang sama dengan yang lainnya.
Melihat lima orang itu, membuat prajurit yang mengajukan diri tadi bergetar ketakutan. Meskipun dirinya terbilang selamat sekarang, namun dia masih saja gugup, takutnya tidak bisa memberikan jawaban memuaskan dan berakhir dengan bernasib sama dengan rekan-rekan yang lain..
__ADS_1
"Aku harap kamu jawab dengan jujur!" Zhang Ziyi memasang seringai menakutkan.