
Zhang Ziyi tidak berhenti untuk mengejar Roh Siluman Surgawi. Terus berpindah dari tempat ke tempat lain, dimana Roh Siluman Surgawi itu berpindah. Beberapa usaha berupa serangan telah dilakukan, tapi tetap sama saja, belum bisa untuk mendapatkan Roh Siluman Surgawi.
Dia telah melakukan itu untuk waktu yang lumayan lama, tapi tetap tak mampu untuk dia dapatkan. Terhitung waktu sebelum fajar menyongsong tinggal sepuluh menit lagi. Sementara Zhang Ziyi belum bisa mengimbangi keagresifan Roh Siluman Surgawi berbentuk seekor rusa itu.
Zhang Ziyi menghentikan aksinya sejenak. "Aku harus memikirkan cara untuk ini!"
Terpikirkan akan batu giok yang sebelumnya dia dapatkan dari pria tua. Zhang Ziyi segera mengeluarkannya. Batu itu memancarkan cahaya hijau samar. Zhang Ziyi menggunakan energi Qi miliknya untuk mengaktifkan batu giok tersebut.
Mendadak cahaya hijau bersinar terang. Setelahnya energi berwarna hijau terang merembes dan mengelilingi tubuh Zhang Ziyi. Namun tidak berlangsung lama, cahaya itu kembali lagi pada batu giok.
Zhang Ziyi sama sekali tidak merasakan adanya aura pada tubuhnya. Menggunakan ini untuk bergerak menangkap Roh Siluman Surgawi. Dia juga menggunakan tubuh roh, membuat keberadaannya semakin tersembunyi.
Menghilang sejenak, lalu Zhang Ziyi muncul kembali tepat di belakang Roh Siluman Surgawi. Tanpa pikir panjang, tangannya langsung melingkari siluman roh itu.
"Haah, akhirnya, setelah sekian waktu ... aku telah berhasil menangkapmu!" gumam Zhang Ziyi.
Sebelumnya, keberadaan Zhang Ziyi dapat di ketahui dan di deteksi dengan baik oleh Roh Siluman Surgawi. Sehingga Roh itu akan terus berpindah kala merasakan aura Zhang Ziyi. Meskipun sedikit, tapi insting serta kepekaan dari Roh Siluman Surgawi yang kuat, membuatnya kian menghindar, bahkan mendarat dengan sangat jauh. Beruntung batu giok pemberian pria tua itu telah menghapuskan aura Zhang Ziyi. Bahkan sedikit saja tidak ada.
Roh Siluman Surgawi tak bisa mengelak. Dia terperangkap oleh Zhang Ziyi. Berlangsung selama satu menit Roh Siluman Surgawi memberontak. Tapi setelahnya dia terdiam.
Tubuhnya semakin memancarkan cahaya yang sangat terang. Saking terangnya sampai-sampai tidak ada bagian di Lembah Bulan Malam yang tidak disinari oleh cahaya tersebut.
Roh Siluman Surgawi adalah makhluk yang memiliki tingkatan lebih tinggi dari Siluman yang berada di Alam Atas ini. Mungkin tingkatannya setara dengan makhluk Alam Nirvana. Kemunculannya yang begitu lama itu membuat penghuni Alam atas tidak ada yang tidak menginginkannya.
Zhang Ziyi tidak bergeming. Tubuhnya yang terasa panas oleh panasnya tubuh Roh Siluman Surgawi, tapi biar bagaimanapun dia tetap mempertahankan posisinya. Beberapa kali pula dia merasakan tubuhnya yang nyaris terhempas, namun Zhang Ziyi sekuat tenaga mempertahankannya, sampai Roh Siluman Surgawi ini mengakui Zhang Ziyi.
Fajar kini telah menyongsong. Rasa panas yang di rasakan Zhang Ziyi kini telah berganti menjadi rasa hangat lalu berubah ke rasa nyaman. Cahaya terang pada tubuh Roh Siluman Surgawi berpindah memasuki tubuhnya.
Nyaman dan hangat sesaat, tapi itu tidak berlangsung lama, kini tubuhnya semakin terbakar. Lonjakan energi yang tiba-tiba saja meledak. Membuat semuanya terhempas. Bahkan Lembah Bulan Malam yang semakin melebar karenanya.
Mereka semua yang berkumpul di Lembah Bulan Malam memilih menjauh dari sana. Sebab cahaya yang dipancarkan oleh tubuh Zhang Ziyi bukannya memberikan mereka kekuatan melainkan menghisap kekuatan mereka. Saat terkena oleh cahaya tersebut maka tubuh mereka akan mengeluarkan reaksi dimana tubuh mereka akan mengeluarkan asap disertai dengan kekuatan yang merembes keluar.
__ADS_1
Tentu saja mereka tidak ingin itu terjadi berkepanjangan. Memilih untuk pergi meninggalkan Lembah Bulan Malam adalah keputusan yang tepat. Begitupun juga dengan dua orang yang tidak lain adalah Komandan Kaisar Langit dan Pria Tua yang berasal dari Kekaisaran Kegelapan, memilih menghentikan pertarungan mereka dan beralih meninggalkan lembah.
Di sisi lain, Laohu dan Niao tetap di tempat mereka. Setelah melihat kepergian dari lawan-lawannya, mereka memilih untuk terbang mendekati Zhang Ziyi. Meskipun keadaan silau, tapi tidak mampu untuk menghalangi pandangan mereka.
Zhang Ziyi berusaha untuk mengendalikan kekuatan yang bergejolak di tubuhnya. Meskipun teramat sangat susah dan di sertai dengan ras sakit yang kian menusuk, tak membuat Zhang Ziyi menyerah. Sudah sampai pada tahap ini maka dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Kekuatannya semakin meningkat dalam waktu singkat. Cahaya terang itu biasanya lebih terang lagi tapi tidak lebih hanya lima detik, sebelum ledakan besar terjadi.
Bersamaan dengan ledakan besar tersebut, kini Cahya emas keluar dari tubuh Zhang Ziyi. Melesat lurus hingga menembus awan hitam di atas sana.
Bukan hanya orang-orang yang sebelumnya berlomba-lomba datang ke lembah Bulan Malam dan berniat memiliki Roh Siluman Surgawi yang melihat fenomena tersebut, melainkan juga orang yang berada jauh dan sangat-sangat jauh dari Lembah Bulan Malam menyaksikan cahaya itu. Kalaupun tidak mereka saksikan, tapi mereka bisa merasakannya.
***
Ras Duyung yang bersuka ria karena kekuatan mereka menambah drastis dalam waktu cepat. Kini mulai kembali menjalani aktivitasnya masing-masing. Raja Ras Duyung kembali mengarahkan rakyatnya. Dia juga sempat merasakan kekuatannya yang meningkat drastis dan kini telah berada di ranah Semesta tahap satu.
Menjalani aktivitas sebagaimana biasanya, kini mereka kembali dihadapkan oleh suatu peristiwa di mana seluruh rakyat ras duyung mengalami hal yang sama. Tubuh mereka panas seolah-olah air yang bersuhu normal kini telah naik hingga beberapa ribu derajat tingginya.
Semua rakyat duyung menggelinjang. Raja Yu Tie sendiri tidak bisa mengambil tindakan atas apa yang di alami oleh rakyatnya saat ini, sebab dia juga mengalami hal demikian. Tubuhnya yang tiba-tiba saja panas, bahkan temperatur suhu tubuhnya semakin meningkat setiap detik.
Setelahnya, kembali mereka merasakan kekuatannya yang meningkat. Kali ini dua kali lipat dari sebelumnya. Meningkat dan terus meningkat. Tentunya mereka tidak akan melewatkan kesempatan ini. Mereka mengambil sikap kultivasi dan mengendalikan gejolak energi yang menggila di tubuh mereka.
***
Tia 10 menit telah berlalu. Kini cahaya emas lurus hingga ke langit mulai menghilang. Energi spritual yang ada di Lembah Bulan Malam mulai terhisap ke dalam tubuh Zhang Ziyi.
Whush!
Energi itu meledak, menciptakan lingkaran angin yang menyebar hingga ke seluruh penjuru lembah. Niao dan Laohu pun sampai terbawa oleh angin tersebut.
Zhang Ziyi membuka kedua matanya yang semula terpejam. Sejenak dia menghela nafas kemudian mengembuskan–nya kasar. Fenomena aneh terjadi, hembusan napas yang di keluarkan Zhang Ziyi itu, menciptakan suatu tornado. Tapi hanya sesaat, karena Zhang Ziyi mengendalikannya.
__ADS_1
Pandangan Zhang Ziyi menyapu sekitar. Dapat dia lihat dimana kini bekas tanah kosong melingkar di bawahannya yang semula rimbun oleh pepohonan.
"Kacau!" ucapnya. Tidak hanya pepohonan yang telah rata akan tanah, melainkan juga ukuran Lembah yang bertambah luas.
"Apapun itu, aku harus segera pergi dari sini. Kekuatan ini bukanlah sesuatu yang mutlak. Dimana bukan tidak bisa terkalahkan. Masih ada orang-orang yang memiliki kultivasi lebih tinggi dari ini. Dan mungkin mereka akan datang ke sini sebab lonjakan energi tadi telah mengundang kedatangan mereka!" gumam Zhang Ziyi. "Entahlah, kini kultivasiku telah berada di ranah mana saat ini!"
Dia terbang menghampiri Laohu dan Niao. "Terima kasih karena telah membantu menahan mereka!" ucap Zhan Ziyi kepada dua hewan peliharaannya itu.
"Raawwr!"
"Kyykkk!"
Dua siluman Dewa ber–elemen api itu sama-sama menganggukkan kepala. Setelahnya, Niao merubah tubuhnya ke bentuk paling kecil. Dia mengikuti Zhang Ziyi menaiki punggung Laohu. Baru setelahnya mereka beranjak dari sana.
Tapi sebelum itu, Zhang Ziyi terlebih dahulu mengarah ke tempat di mana pasukan Kekaisaran Kegelapan saat ini berada.
-
"Terima kasih Nona, kalau tidak ada kau, mungkin aku belum bisa untuk mendapatkan ini, bahkan tidak memiliki kemungkinan untuk mendapatkannya!" Zhang Ziyi berterima kasih kepada gadis cantik berpakaian gelap. Dia sendiri saat ini telah turun dari punggung Laohu.
"Ya, sama-sama! Eh, omong-omong .. . siapa namamu?" Gadis itu menjulurkan tangannya, hendak bersalaman.
Zhang Ziyi menangkupkan kedua tangannya, membungkukkan badan lalu mulai menyebut namanya.
"Kau bisa memanggilku Zhang Ziyi!" ucapnya ramah.
"Baiklah, nama yang bagus! Ingat, kau ada utang padaku, dan suatu saat nanti aku akan menagihnya!" gadis itu berucap dengan nada dibuat bercanda.
"Tentu Nona!"
"Oh ya, jangan panggil aku dengan sebutan itu, panggil saja Hei An!"
__ADS_1
"Baiklah, No– eh maksudku Hei An!"
Tidak lama perbincangan itu berlangsung, Zhang Ziyi kemudian beranjak dari sana sebab dia telah merasakan banyaknya aura kuat terpancar dan mendatangi tempat itu.