
Dua aura hebat yang saling berbenturan itu kini tak terasa lagi. Semuanya pun kembali dibuat bisa bernapas lega.
Zhang Ziyi membalikkan badan dan berjalan menuju sekte tujuh Elemen serta rekan-rekannya itu. Sampai di sana, dia lantas memberi mereka arahan.
"Di hadapan kita, adalah musuh yang memiliki kekuatan tidak main-main. Kita tidak akan mungkin bisa menang, tanpa ada kerjasama yang baik. Orang-orang bertopeng putih itu memiliki kultivasi rata-rata di ranah Dewa tahap 1 sampai 5. Sementara untuk kultivator bertopeng merah memiliki kultivasi rata-rata di ranah Dewa tahap 6 sampai 9." Menghentikan perkataannya sejenak, Zhang Ziyi lantas kembali melanjutkan. "Kerahkan semua kemampuan kalian, dan jangan lupakan bahwa kalian berada di fraksi yang sama. Mari berjuang bersama, dan mengalahkan orang-orang ini!"
Pidato itu cukup membuat semangat yabg semula ciut, kini mulai timbul kembali. Mengangkat pedang masing-masing dengan dengan mata penuh ambisi.
Ketujuh ketua yang melihat aksi Zhang Ziyi itu, menampakkan rasa takjub. Bahkan mereka yang merupakan ketua dari masing-masing tiap divisi itu, tak mampu untuk menyatukan mereka. Namun, Zhang Ziyi bisa menyatukan mereka dalam sekejap. Seolah-olah perbedaan divisi bukan menjadi masalah sekarang. Hal itu pula lah yang membuat mereka sedikit terhura.
-
Untuk mengantisipasi korban, Zhang Ziyi meminta murid-murid yang kultivasinya di bawah ranah Dewa untuk tidak ikut andil dalam pertarungan nanti.
Hal itu cukup membuat khawatir Ketujuh ketua itu. Bagaimana tidak. Dengan jumlah yang berkurang banyak, juga kekuatan yang terbilang begitu jauh dari orang-orang ini. Bagaimana bisa menang nantinya?
Seolah mengetahui apa yang di pikirkan para ketua itu, Zhang Ziyi lantas berucap.
"Kalian tak perlu mengkhawatirkan masalah itu. Serahkan semuanya kepadaku!"
Zhang Ziyi lantas mengeluarkan pasukan dari alam jiwa. Yang tidak lain adalah ras Centaurus, dengan dua belas manusia yang tidak lain adalah para tetua klan Zhang.
Setelahnya mengatur siasat dengan di bantu Zhang Zhili. Siap semuanya, Zhang Ziyi lantas memimpin pasukan untuk siap bertarung.
Kedua kubu, kini telah berada di posisi masing-masing. Dengan sedikit prakata dari pemimpin pasukan keduanya. Lalu sama-sama mengerahkan pasukannya untuk membumihanguskan pasukan musuh.
Kedua kubu sama-sama maju, berlari ke arah lawan. Teriakan penuh gairah itu. Menciptakan suasana yang ricuh. Berlari, hingga bertemu di titik tengah. Dalam hitungan menit, pertarungan itu terjadi. Korban berjatuhan pun telah nampak.
Di sisi lain, saat semuanya maju menyerang lawan, hanya Zhang Ziyi yang belum menunjukkan tanda-tanda akan bergerak. Begitupun juga dengan kultivator Bertopeng Hitam serta kultivator bertopeng Ungu.
Selain itu, ada juga Zhang Zhili, serta Shui Shan dan Shui Bing. Yang masih tetap diam ditempat.
"Saudara Ziyi, Apakah kita harus menunggu, atau maju menyerang sekarang?" tanya Shui Shan.
"Bagian kita adalah kultivator bertopeng ungu dan Hitam itu. Aku yakin, tidak lama lagi mereka akan menurunkan Kultivator-kultivator bertopeng ungu itu. Setelahnya di susul oleh kultivator bertopeng Hitam!"
Zhang Ziyi menjawab dengan pandangan tidak jatuh dan menatap lurus ke arah pasukan musuh yang belum bergerak itu.
__ADS_1
Mengangguk. Meski begitu mustahil untuk mengalahkan mereka yang memiliki banyak kultivator ranah surgawi itu. Shui Shan lantas kembali bertanya, namun dengan wajah sedikit masam.
"Saudara Ziyi, apakah kita bisa mengalahkan orang-orang itu. Jumlah mereka yang di ranah Surgawi terlampau banyak. Sementara kita, hanya aku Bing'er dan kau saja yang mencapainya!"
"Kau tenang saja, saudara Shan. Memang cukup sulit untuk mengalahkan mereka. Namun tidak pernah ada istilah usaha meghianati hasil. Asalkan kau mau berusaha, maka pasti kemenangan ada di tanganmu!" ucap Zhang Ziyi.
Tak menjawab, meski sudah agak mendingan, namun rasa pesimis masih sedikit bertengger di benak Shui Shan.
"Sudahlah, saudara Shan. Sudah waktunya bagi kita untuk bergerak! Lihatlah di sana, orang-orang Bertopeng ungu itu telah melakukan suatu pergerakan!"
"Baik Saudara Ziyi!"
Shui Shan menyiapkan tombak dengan ujung pedang. Begitupun Zhang Ziyi yang mengeluarkan Pedang Naga Langit dari cincin ruangnya. Setelahnya, mereka lantas melesat maju di Medan pertempuran.
Sembari melesat, Zhang Ziyi, Shui Shan serta Shui Bing juga tak henti-hentinya membunuh musuh yang di lewati sebanyak-banyaknya. Guna mengurangi beban para bawahannya.
Tampaknya, tidak hanya Zhang Ziyi, serta kedua rekannya itu. Terlihat di sana para kultivator bertopeng ungu yang juga membunuh anggota dari kubu Zhang Ziyi.
Tak membiarkan musuh membunuh lebih banyak, Zhang Ziyi serta kedua orang itu lantas mempercepat gerakannya.
Di sisi lain, Kultivator bertopeng hitam yang melihat pergerakan dari Zhang Ziyi, langsung bersama-sama melesat ke arah pemuda itu. Dikarenakan mereka merasa kekuatan Zhang Ziyi ini yang besar, takutnya para kultivator bertopeng ungu ini tak akan mampu dsn malah berimbas dengan kematian mereka.
Hingga dalam hitungan detik, lima puluh orang dari kultivator bertopeng ungu itu tewas saat itu juga. Menyisakan lima puluh nya lagi.
Tak hendak berhenti, Zhang Ziyi berniat kembali melancarkan serangan untuk yang kedua kalinya. Sayangnya, belum sempat melancarkan aksinya, Zhang Ziyi telah lebih dulu di cegah oleh Kultivator-kultivator bertopeng hitam.
Serangan energi yang di lancarkan secara bersamaan itu, memaksa Zhang Ziyi untuk mundur sejenak.
"Cih, untunglah kalian datang, maka aku tak perlu lagi turun tangan untuk mencari kalian!" ucap Zhang Ziyi.
"Kau harus membayar atas nyawa dari anggota kami yang telah kau bunuh!" salah satu dari kultivator Bertopeng hitam berkata dingin, dengan melepaskan aura membunuh yang begitu pekat. Sayang nya, Zhang Ziyi tak terpengaruh sedikitpun dengan aura itu.
Selang beberapa saat, Shui Shan dan Shui Bing sampai di tempat Zhang Ziyi serta kultivator bertopeng itu.
"Saudara Ziyi!" ucap Shu Bing. Menoleh ke arah tanah, yang saat ini telah dipenuhi oleh mayat kultivator bertopeng Ungu.
Tanpa menunda banyak waktu, Zhang Ziyi kemudian menyerang kultivator bertopeng hitam dan ungu itu dengan melepaskan serangan energi sebagai gertakan. Kemudian bergerak membawa mereka ke tempat lain. Takutnya, jika mereka bertarung di sana, dampaknya akan berpengaruh terhadap Murid-murid sekte Tujuh Elemen, termasuk kawan-kawannya.
__ADS_1
Orang-orang bertopeng itu sendiri juga bergerak mengikuti Zhang Ziyi j ini.
Sementara untuk Shui Shan dan Shui Bing, masing-masing dari mereka telah menemukan lawan yang setimpal. Dimana Shui Shan yang mendapat lawan seorang lelaki bertopeng Hitam dengan kultivasi ranah Surgawi tahap 5. Sementara Shui Bing mendapat lawan seorang wanita bersenjatakan tombak.
Di sisi lain. Zhang Ziyi kini telah di serbu oleh para kultivator ranah Surgawi tahap 1 hingga ke tahap 9.
Dengan menggunakan pedang Naga Langit, Zhang Ziyi menggunakan teknik pedang naga langit tahap pertama. Gerakan yang semakin gesit, dengan mata yang kian menajam.
Zhang Ziyi menghindar lalu menebas ke arah lelaki bertopeng Hitam. Sayangnya, dapat di hindarinya juga. Tak berhenti sampai di situ, pedang Naga langit yang berat itu melayang dan menghantam kepala dua orang kultivator bertopeng ungu, hingga kepala mereka picah.
Pedang yang telah melayang jauh itu, kini telah kembali lagi ke tangan Zhang Ziyi. Dia lantas mengaktifkan teknik pedang Naga langit yang kedua.
Libasan pedang yang juga semakin tajam. Setiap angin yang tercipta dari libasan pedang Zhang Ziyi begitu tajam, hingga menimbulkan luka-luka sayatan terhadap lengan serta seluruh tubuh lawan-lawannya.
Menciptakan ribuan pisau angin tipis. Menghujani orang-orang bertopeng Ungu dan Hitam itu dengan ribuan pisau angin.
Menghindar dan menangkis. Pisau-pisau angin nyatanya tidak begitu mempan bagi orang-orang bertopeng hitam. Meski begitu, enam orang bertopeng Ungu mati dengan tubuh yang berlubang-lubang, dengan beberapa orang kultivator bertopeng Ungu yang terluka cukup parah.
Kembali Zhang Ziyi mendouble serangannya.
"Es Keabadian!"
Berkata dingin. Suhu di sekitar mendadak berubah drastis. Tak berselang lama. Tanah tempat mereka berpijak kini telah di penuhi oleh es. Terdapat juga beberapa duri yang terbuat dari kristal es. Mengurung kaki-kaki para kultivator itu. Menjalar hingga menutupi seluruh bagian tubuh mereka.
Namun, bagi para kultivator yang kultivasinya di ranah Surgawi tahap 8 dan tahap 9, mereka dapat memecahkan kristal es itu, setelah kristal es menutupi seluruh tubuh mereka. Meski mereka membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, namun setidaknya mereka telah bisa keluar dengan selamat.
Namun berbeda halnya dengan kultivator ranah Surgawi tahap 1 sampai 7. Mereka terkurung di dalam kristal es. Pada akhirnya mereka hancur bersamaan dengan hancurnya es keabadian itu.
Bukan hal yang baik bagi kultivator ranah Surgawi tahap 8 dan 9 itu. Melihat rekan mereka yang terbunuh berjamaah hanya dengan satu serangan saja, mengisyaratkan bahwa pemuda lawan mereka ini bukanlah sembarang orang.
Kini dari puluhan orang bertopeng, tinggallah lima orang kultivator saja kultivator bertopeng hitam.
Di sisi lain, seorang pria bertopeng emas yang sedari tadi memperhatikan pertarungan di bawah, mengernyit sejenak kala melihat pasukan elitnya mati begitu saja.
Kontan, energi hitam pekat, tiba-tiba merembes dari tubuhnya. Menyebar dalam waktu singkat, hingga tidak seorang pun dari orang-orang yang bertarung di bawah yang tidak merasakan aura itu.
Bergetar sampai bahkan berlutut. Semuanya memiliki nasib yang sama, kecuali Zhang Ziyi seorang. Semua orang itu merasakan sesuatu yang begitu mengerikan, sampai-sampai mental mereka serasa terganggu dengan itu.
__ADS_1
Baik kawan maupun lawan, semuanya di hadapkan pada aura yang begitu mengerikan. Ada sebagian orang yang berhalusinasi. Melihat makhluk-makhluk yang datang dari neraka. Merangkak dan dari magma mendidih. Mendatangi mereka dengan memamerkan gigi hitam yang telah berlubang karena terbakar oleh api yang begitu panas.
"Ckckck! Ini tidak bisa dibiarkan!" gumam Zhang Ziyi dalam hati. Dia memperhatikan Susana yang kian memburuk. Lamat-lamat, Zhang Ziyi menangkap sosok gadis dibalik tebalnya kabut hitam.