Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 73


__ADS_3

*Hai semuanya, akhirnya kisah petualang Zhang Ziyi kembali aktif. Namun kali ini datang dengan tujuan yang berbeda pula. Terima kasih bagi readers yang masih setia menunggu kisah petualangan Zhang Ziyi sampai sekarang. Dan,


...SELAMAT MEMBACA. semoga kalian menikmati ceritanya*. ...


...----------------...


Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Meng, Zhang Bie serta Zhang Zhili dan Laohu saat ini tengah melesat dengan kecepatan tinggi. Beberapa saat mereka berhenti tidak jauh dari sebuah kota yang ada di hadapan mereka.


"Haah, akhirnya sampailah kita pada bagian yang terakhir!" Zhang Lan menghela napas lega.


Telah beberapa cabang Klan Zhang yang mereka hancurkan. Kini tinggal satu cabang yang terletak di kota Awan.


"Bersiaplah, setelah kita menghancurkan cabang Klan Zhang di kota ini, maka kita bisa tidur nyenyak setelahnya!" ucap Zhang Ziyi.


Semuanya mengangguk penuh kesiapan.


"Kalian siap!" ucap Zhang Lan. Tampaknya dia yang begitu tak sabar untuk segera menghancurkan cabang klan Zhang yang terakhir ini.


Tidak ada yang menanggapi pertanyaannya, Zhang Ziyi beserta yang lainnya malah melesat, meninggalkan Zhang Lan sendirian yang masih sibuk dengan pertanyaannya tadi. Tanpa menyadari bahwa saat ini teman-temannya telah melesat meninggalkan dia.


"Sial! Kalian meninggalkan ku lagi!" oceh Zhang Lan. Setelahnya dia juga ikut melesat, mengejar lima orang yang kini telah beberapa ratus meter jauh di depannya.


Memasuki kota, mereka memilih untuk beristirahat sejenak. Mengisi energi di sebuah restauran yang lumayan besar. Tentu saja identitas mereka harus di sembunyikan. Takutnya ada bagian dari anggota cabang Klan Zhang kota Awan yang ada di restauran itu.


Hancurnya cabang-cabang klan Zhang dalam beberapa hari terakhir, membuat cabang klan Zhang terakhir atau yang tersisa ini pastinya akan waspada. Tidak menutup kemungkinan mereka juga akan mengirimkan beberapa orang untuk memata-matai pergerakan lawan. Agar nantinya mereka dapat lebih siap jika saja orang-orang yang sebelumnya menghancurkan klan utama dan klan cabang lainnya datang bertamu.


-


Zhang Ziyi serta yang lainnya memasuki restauran. Pertama kali memasuki bangunan berlantai dua itu, mereka malah di sambut oleh suatu hal, dimana semua perhatian berpusat pada mereka.


Bukan apa-apa, namun agak aneh bagi para pengunjung Restauran itu kala melihat seekor harimau api berjalan bersama dengan lima orang kultivator. Dan tentu saj pusat perhatian mereka lebih banyak tertuju pada Laohu.


Merasa bodoh amat, Zhang Ziyi serta yang lainnya tetap melangkah masuk. Mereka memilih duduk di salah satu meja yang berada di sudut ruangan.


Ramainya orang-orang dalam restauran itu, membuat bisik-bisik terdengar seperti koar-koar. Meski begitu, Zhang Ziyi serta kelima orang lainya bisa mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan oleh orang-orang itu.


"Begitu naas! Kabarnya, yang menghancurkan klan Zhang tidak lebih dari enam orang serta seekor harimau saja!" ucapan seorang pria yang duduk di pojok di sudut seberang menarik perhatian Zhang Ziyi serta kelimanya.


"Ya. Bahkan, dari rumor yang aku dengar, orang-orang yang menghancurkan klan Zhang itu dulunya pernah menjadi bagian dari anggota Klan Zhang Sendiri." Teman dari pria tersebut juga ikut menimpali perkataannya.


"Kini tinggallah satu cabang klan Zhang yang tersisa. Dan tepat berada di kota ini!" ucap salah satunya lagi.


"Kau benar. Mungkin sebentar lagi akan ada pertunjukan menarik!"


"Hmm, tak salah. Perkiraan–ku, kalau bukan hari ini, berarti esok atau lusa pasti akan ada pertunjukan menarik di kota ini!"


"Hm.. um! Tunggu, apakah kau melihat orang yang baru saja memasuki restauran ini?" Tersadar, salah satu diantara pria tadi mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan. Mencari-cari keberadaan Zhang Ziyi serta yang lainnya.


"Ya! Seekor harimau dan enam orang" Menghentikan perkataannya. Mata pria lainnya mendadak melebar. "Tidak salah lagi!" Tampak lelaki itu tengah menahan rasa yang bergejolak di hatinya. Ingin rasanya dia meninggalkan restauran itu, takutnya terjadi kekacauan di sana.


Sementara pria yang tengah menilik, mencari-cari keberadaan Zhang Ziyi serta kelima orang lainnya, langsung menarik kembali pandangannya kala tatapan matanya bertemu dengan tatapan Zhang Ziyi. Nafasnya berhenti ber–deru beberapa saat. Jantungnya berdetak kencang. Ingin rasanya dia cepat-cepat berlari dan meninggalkan tempat itu, takutnya dirinya telah menyinggung orang-orang itu.


Tentunya, menyinggung seorang kultivator adalah bukan hal baik.


-


Mendengar pembicaraan kedua orang itu, Zhang Ziyi serta yang lainnya menampakkan senyum khas masing-masing. Senyum yang menggambarkan kelicikan, serta tidak sabar untuk melakukan sebuah pertunjukan besar, seperti yang telah dibicarakan oleh kedua orang itu.

__ADS_1


Tak lama menunggu, kini makanan yang mereka pesan akhirnya datang.


Setelah selesai menyantap makanan, mereka langsung beranjak dari sana. Berjalan keluar restauran, dan mengarah ke arah timur.


Suatu kediaman, dengan bangunan-bangunan banyak berdiri di sana. Berdiri di atas sebuah bukit beberapa ratus meter dari tempat dimana Zhang Ziyi serta yang lainnya berdiri. Di kelilingi oleh tembok raksasa yang kokoh. Dengan puluhan bangunan yang dibangun atau rumah-rumah para penduduk kota Awan di luar tembok yang mengelilingi kediaman tersebut.


Zhang Ziyi serta yang lainnya yang melihat keberadaan kediaman itu semakin mempercepat laju larinya. Tidak sabar untuk segera sampai dan membumi hanguskan kediaman tersebut.


Baamm!!!


Pagar yang terbuat dari beton. Dibuat kokoh dan tebal itu mendadak hancur di salah satu sisinya, hingga menimbulkan cela bagi siapa saja untuk masuk dari luar.


Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie, Zhang Yin, Zhang Zhili serta Laohu berjalan santai memasuki kediaman cabang Klan Zhang melalui celah yang tadi sempat dibuat Zhang Ziyi. Ya, dikarenakan pintu gerbang saat ini tengah tertutup rapat, sehingga tidak ada jalan lain selain menghancurkan tembok tersebut, agar bisa masuk.


Saat mereka telah masuk ke dalam gerbang, mendadak orang-orang klan mulai berlarian dengan membawa senjata bersama mereka.


"Tch, hanya seogokan sampah, berani menghalangi jalanku?" Zhang Meng berkata remeh.


Memperhatikan orang-orang klan yang mendatanginya itu, semuanya tidak lebih dari seorang kultivator ranah Pendekar. Palingan tertinggi berada di ranah langit dibawah tahap 3.


Sementara itu, Zhang Meng sendiri serta kawan-kawannya saat ini berada di ranah langit tahap 6 keatas.


Pasalnya, pasca kehancuran klan utama Zhang, Zhang Ziyi langsung membawa teman-temannya ke sebuah tempat yang disebut alam jiwa. Di sana, mereka bisa melatih kekuatan tanpa adanya halangan yang berarti.


Nah, di alam jiwa itulah Zhang Ziyi memberikan masing-masing dari kawan-kawannya satu tangkai kelopak mawar Lima warna. Memberikan mereka sesuai dengan dasar elemen yang mereka miliki. Sementara untuk bola elemen pemberian Pemimpin ras centaurus, Zhang Ziyi memberikannya pada harimau api peliharaannya.


Selain bisa berbuat apa saja di alam jiwa Zhang Ziyi, mereka juga tidak perlu repot-repot memikirkan waktu, dikarenakan perbedaan waktu yang cukup signifikan, dimana dunia jiwa yang berjalan begitu cepat dibandingkan dengan dunia nyata.


"Kak Ziyi, kau bisa bergerak ke arah pusat dari cabang klan ini! Biarkan aku serta guru dan yang lainnya yang akan mengurus semut-semut ini!" ucap Zhang Bie.


Setelah berlatih di alam jiwa, mereka sepakat untuk memanggil Zhang Ziyi sebagai Kakak, kecuali Zhang Zhili. Dikarenakan pemuda itu yang memiliki pengetahuan luas, juga Zhang Ziyi ini sangat berperan penting dalam hal peningkatan kultivasi mereka.


Zhang Ziyi menoleh ke arah Zhang Zhili, lalunya di memberi hormat. "Guru!" Zhang Ziyi sembari membungkukan badan.


"Pergilah Zhang'er. Biarkan kami yang mengurus orang-orang ini!" ujar Zhang Zhili.


Zhang Ziyi pun Beranjak dari sana. Menaiki punggung Laohu, Setelahnya Harimau Api itu melesat dengan kecepatan tinggi. Dalam sepersekian detik, Zhang Ziyi serta Laohu telah menghilang, bagaikan di telan waktu.


Melihat kecepatan Laohu dalam hal berpindah tempat, menimbulkan kebingungan di benak masing-masing anggota klan Zhang. Kini mereka mulai ciut. Belum juga bertarung, akan tetapi nyali mereka sudah kalah lebih dulu saat melihat sendiri bagaimana ngerinya kekuatan dari salah satu diantara enam orang yang datang bertandang ini.


Setelah kepergian Zhang Ziyi, Zhang Lan serta yang lainnya juga tidak ingin berlama-lama langsung menyerang orang-orang klan yang mengelilingi mereka.


Slash!


Slash!


Slash!


"..."


Whoshh!


Duaarr!


Baamm!


Suara tebasan kulit serta ledakan terdengar menghiasi jalannya pertarungan itu. Bukannya pertarungan, melainkan pembantaian sepihak.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, Zhang Lan serta yang lainnya telah selesai membereskan orang-orang klan yang ada di pintu gerbang.


Terlihat, tanah kini telah dipenuhi oleh tubuh yang terpotong-potong juga tubuh yang hancur. Darah juga kini telah membanjiri seisi tanah tersebut, juga aroma darah telah tercium di sana.


Tak ingin berlama-lama di depan gerbang, Zhang Zhili serta yang lainnya kemudian bergerak menuju ke arah cabang klan lebih dalam. Namun sebelum itu, beberapa bangunan yang mereka lalui dihancurkan, sembari mencari keberadaan anggota klan Zhang yang ada di sekitaran situ.


-


Di sisi lain, Zhang Ziyi serta Laohu sampai pada suatu wilayah. Dimana di sana dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang bagus. Zhang Ziyi menebak bahwa bangunan-bangunan ini adalah kediaman para penatua serta kepala cabang klan Zhang.


Berjalan menuju tengah-tengah sebuah aula, Zhang Ziyi lantas berteriak lantang.


"SEMUANYA, AKU MENGUNDANG KALIAN UNTUK KELUAR DAN BERMAIN BERSAMAKU!" Suara pelan namun terdengar begitu lantang itu. Ibarat Guntur yang menggelegar dan menggema di seluruh ruang.


***


"Sayang, pelan-pelan saja kau melakukannya!" ucap seorang wanita di sebuah ranjang dalam ruangan tertutup.


"Iya sayang, kau tenang saja!" ucap seorang lelaki yang kemudian mulai memasukan batang berambut pada lembah yang ditumbuhi rumput-rumput liar.


Baru saja beberapa goyangan pinggul, mendadak lelaki itu menghentikan aksinya, kala mendengar suara yang begitu menggelegar.


"SEMUANYA, AKU MENGUNDANG KALIAN UNTUK KELUAR DAN BERMAIN BERSAMAKU!"


Refleks, wanita yang terkejut langsung memeluk si pria dengan tubuh polos tanpa busana. Suara itu terlalu menggelegar sekaligus menggetarkan hati.


"Apa-apaan ini!" ucap pria tersebut yang mulai marah, karena ada yang mengganggunya.


"Sayang, kau tenanglah di sini, aku akan memeriksa keadaan di luar!" ucap pria tersebut.


Melepaskan pelukan si wanita, lelaki itu kemudian turun dari ranjang, dan meraih pakaian yang semula di buang sembarang di atas lantai, kemudian kembali mengenakannya.


Selesai mengenakan pakaiannya, dia mulai melangkah keluar ruangan.


Tring!


Trang!


Trung!


Suara dentingan pedang dapat dia dengar. Tak lama berjalan, dapat di saksikan nya seorang pemuda yang saat ini tengah bertarung melawan beberapa penatua klan.


Juga seekor harimau yang tampak melepaskan bola-bola api ke arah bangunan-bangunan yang ada di sana.


Baamm!


Baamm!


Setiap bola api yang di lepaskan Laohu akan menimbulkan ledakan dan langsung menghancurkannya rumah-rumah yang terkena bola api tersebut.


Yang membuat lelaki itu mengernyit adalah, pemuda tersebut yang tidak nampak kesusahan sedikit pun meski telah di desak oleh para penatua klan yang satu per satu mulai berdatangan.


\=\=\=\=


Terima kasih masih membaca cerita Zhang Ziyi sampai sejauh ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


Gift, like, and komen bila perlu ;)


__ADS_2