Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 80 ~ Mati?


__ADS_3

Pertarungan yang semakin di luar kendali. Baik Zhang Ziyi, maupun Han Yue versi keras untuk memenangkan pertarungan


Sama-sama berjuang, dimana Zhang Ziyi berjuang demi guru dan teman-temannya, sementara untuk Han Yue sendiri berjuang untuk harga dirinya.


"Hiyaahh!"


BUKK!


swosh!


Tinju Han Yue bertemu dengan tendangan Zhang Ziyi. Kontan, tolakan energi tercipta dan langsung menerbangkan Zhang Ziyi serta Han Yue ke belakang.


Baamm!


Tolakan energi tersebut diselingi dengan ledakan.


Baik Zhang Ziyi, maupun Han Yue sama-sama mendarat sempurna, namun keduanya harus di paksa termundur beberapa langkah karena tolakan energi tersebut.


"Sial! Anak ini bukan manusia biasa." Han Yue mulai mengira-ngira. "Atau mungkin dia adalah seorang orang tua yang mencapai tahapan tertentu sehingga bisa merubah bentuk tubuhnya menjadi kecil."


"Bodoh ah... Siapa pun dia, itu tidak penting. Yang terpenting bagiku adalah menang dari anak ini dan menyelamatkan harga diriku."


Han Yue mulai menggunakan enegi Qi untuk menyelimuti tubuhnya. Menggunakan kekuatan puncak di tujuh puluh persen dari kekuatannya. Hingga energi berwarna hijau muda tercipta mengelilingi lelaki itu.


"Aku tak akan menahan kekuatan ku lagi bocah. Mati atau tidak dirimu, itu bukan urusanku... Kau yang memaksaku hingga sejauh ini."


Maju selangkah, namun dalam sedetik, dia telah berpindah tempat sejauh 10 meter dari tempatnya berpijak sebelumnya.


Zhang Ziyi sendiri tidak tinggal diam. Melihat pria itu yang tampaknya tak akan menahan diri lagi, Zhang Ziyi juga berniat mengeluarkan kekuatannya hingga ke tahapan maksimal.


Semua Skill dia aktifkan, Begitupun juga dengan teknik pedang Naga langit.


-


Trang ....


Tring....


Trung ....

__ADS_1


Dentingan pedang kembali terdengar. Kali ini tempo pertarungan bertambah cepat dari sebelumnya. Bahkan tak ada yang bisa melihat pergerakan keduanya.


Percikan api tercipta di beberapa tempat dalam satu waktu. Menimbulkan tanda tanya di benak orang-orang yang menonton, akan di mana letak pasti kedua orang itu.


Panggung arena nampaknya mulai terjadi kerusakan pada lantainya. Bahkan dampak dari energi yang di lepaskan keduanya mulai menjalar di luar panggung.


"Sial, semakin seru namun semakin berbahaya pula." ucap salah satu dari penonton. Meski dia tidak bisa melihat akan apa yang terjadi di panggung arena pertarungan, namun entah mengapa dia merasakan darahnya yang mendidih. Menjadi Zhang Ziyi dalam pertarungan itu pasti sangatlah hebat.


-


Dua orang tetua mulai turun di arena. Menciptakan formasi perisai di sisi arena, guna menghalau dampak dari pertarungan dua orang itu agar tidak keluar arena dan malah mengenai salah satu atau dua dari para penonton.


Dinding transparan mulai terlihat dan membentuk kubah besar.


"Huhh, untung saja energi itu tidak mengenai ku, kalau tidak, mungkin aku sudah terbelah dua sekarang!" Zhang Meng berucap sembari memperhatikan lantai arena yang kini mulai di pasangkan formasi perisai.


"Ya, kak Ziyi benar-benar gila. Bahkan untuk ukuran Ranah Dewa pun bisa ia imbangi, bagaimana jadinya jika yang bertarung dengan kak Ziyi adalah Kultivator ranah langit?" Zhang Lan juga ikut menimpali.


"Bisa-bisa kultivator ranah Langit itu akan mati dalam hitungan detik."


-


Di sisi lain, Zhang Ziyi serta Han Yue masih tidak ada yang mau menyerah. Bahkan setelan yang dikenakan keduanya kini mulai sobek.


Kesal, karena pemuda itu masih bisa mengimbangi dirinya hingga sejauh ini, Han Yue kemudian berinsiatif untuk menambah kekuatannya sekitar 75 persen.


Pertarungan yang tadinya berimbang, kini mulai nampak berat sebelah. Zhang Ziyi mulai terasa terpojokkan.


"Cih, pak tua ini! Berani melanggar kesepakatan." Zhang Ziyi menyadari kalau lelaki ini telah melampaui batas yang telah di janjikan. Dimana dia berjanji akan menggunakan kekuatannya sekitar tujuh puluh persen. Namun nyatanya lelaki itu kini telah melewatinya.


Tidak hanya Zhang Ziyi, melainkan banyak orang yang mengetahui bahwa kelak itu telah melanggar kesepakatan.


"Hahaha! Sudah ku duga dia akan benar-benar mengeluarkan Kekuatannya di atas tujuh puluh persen!" ucap Seorang lelaki tua yang saat ini duduk di tempat khusus. Dia adalah Mo Lu. Seorang ketua divisi api yang awalnya menjadi wasit dari pertarungan keduanya malah saat ini duduk santai bersama dengan ketus divisi lainnya.


"Aku penasaran sama anak ini. Siapa dia? Mengapa dia bisa memiliki kekuatan yang begitu mengerikan ini di usianya yang terbilang sangat muda.... Aku yakin, identitas nya tidak sesederhana yang kita lihat." Seorang Wanita yang mengenakan setelan biru muda. Cantik bak seorang gadis, namun usia sebenarnya sudah tua dari yang terlihat.


Dia adalah Zen Wai. Ketua Divisi Es.


"Kau benar. Aku juga sempat berpikir sama seperti mu," ucap seorang lelaki yang mengenakan hanfu putih. Lelaki itu adalah Lei Dong. Seorang ketua divisi angin.

__ADS_1


"Aku yakin, dia ini akan menjadi orang besar dan berpengaruh suatu saat nanti ..." Mengentikan perkataannya sejenak. Pria yang mengenakan setelan biru itu lantas kembali mengucapkan kalimatnya,


"Ini kesempatan baik bagi kita untuk dekat dengannya. Bukan tidak mungkin dia juga akan membawa sekte Tujuh Elemen ini untuk menjadi sekte yang lebih besar dan bahkan tak terkalahkan di benua Naga ini." pria itu sendiri adalah ketua divisi halilintar, Kan Jui.


"Ya, kau benar!"


Tak alam mereka saling bertukar kata, mendadak datang seorang murid ke arah para ketua divisi itu.


"Ketua... Ketua Yue telah melanggar kesepakatan. Apakah kita harus menghentikan pertarungan dan menyatakan anak itu sebagai pemenang?" Seorang murid mendatangi barisan para ketua itu langsung melaporkan akan apa yang dia lihat. Memang murid itu juga mengetahui bahwa Han Yue saat ini telah melampaui batas kesepakatan.


"Tidak usah! Biarkan mereka bermain di sana," ucap Mo Lu. Sebagai seorang wasit, bukannya memperhatikan jalannya pertandingan dan menghentikan pertarungan apabila ada yang melakukan hal-hal curang, Mo Lu malah sebaliknya. Duduk santai sambil menyaksikan pertunjukan menarik di atas arena.


"Baik!"


Lelaki yang melapor tadi memberi hormat pada 6 ketua divisi sekte Tujuh Elemen. Setelahnya berlalu dari sana.


***


Zhang Ziyi melompat ke samping. Menghindari tebasan beruntung yang di lancarkan Han Yue.


Pertarungan yang berlangsung hingga beberapa waktu itu, begitu menguras tenaga. Meski begitu, Zhang Ziyi masih tak ingin menyerah.


Zhang Ziyi kemudian berusaha untuk kembali mengimbangi Han Yue. Anak itu mengeluarkan semua kemampuannya. Bahkan kali ini Zhang Ziyi bertarung mengandalkan sisa-sisa tenaga terakhir dan keberuntungan.


Kembali pertarungan berjalan seimbang. Zhang Ziyi menggerakkan tangan, melibaskan pedang Naga Langit ke atas, lalu ke bawah. Samping kanan dan kiri. Maju juga mundur. Semuanya telah Zhang Ziyi lakukan terhadap lelaki itu.


Sialnya, pria yang menjadi lawannya itu juga begitu agresif sehingga setiap serangan yang dia lancarkan akan di hindari, atau di tangkis dengan mudah oleh pria tua itu.


Waktu kembali berlalu dengan cepat. Terhitung, sudah beribu-ribu tebasan pedang yang telah mereka lakukan, dan kini sampailah mereka pada penghujung pertarungan.


Keduanya sama-sama mengambil jarak.


"Haah.. Huhhh... Haah!" Zhang Ziyi berusaha mengatur deru nafasnya yang kian memburu. Cepat-cepat dia mengeluarkan pil tingkat Langit dan langsung menelannya. Takutnya, terlambat bereaksi sehingga Han Yue akan kembali menyerangnya.


Di sisi lain, Han Yue mulai mengeluarkan kekuatannya hingga delapan puluh persen. Bergerak menghampiri Zhang Ziyi dengan tebasan pedang siap dia lancarkan.


Tidak ada keraguan sedikitpun di mata Han Yue. Dia tampak serius untuk membelah tubuh Zhang Ziyi.


"Hiiaah!!"

__ADS_1


Slash!


Pedang Bergerak lurus dari atas ke bawah. Sementara Zhang Ziyi terlambat menghindar.


__ADS_2