Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 155 ~ Phoenix Api


__ADS_3

Whush!


"Cepat, kita ke sana! Terdapat Siluman Dewa di sana," ucap Dewa Gou Liang.


Zhang Ziyi lantas mengendari Laohu untuk ke arah yang di tunjuk Dewa Gou Liang tadi. Bersama dengan Dewa Gou Liang dan Dewa Api yang melayang di samping Laohu.


Mereka menuju puncak gunung. Asap menyembul keluar dari gunung tersebut.


Hampir sampai, Dewa Gou Liang lantas menyuruh Zhang Ziyi untuk melepaskan kekuatan jiwanya. Guna memancing siluman yang bernaung di dalam gunung tersebut.


"Baik, Kakek!"


Kekuatan jiwa Zhang Ziyi tersebar cepat menyebar.


Tak berlangsung lama, guncangan hebat terjadi pada gunung tersebut.


Duarr!!!


Meledak dan memuntahkan batu-batu berapi. Batu-batu itu terlempar menyerupai hujan meteor.


"Kyaaakkk!"


Gelombang suara terlihat mengisi udara. Suara burung yang memekik dengan sangat keras, bahkan membuat Zhang Ziyi merasakan gendang telinganya yang nyaris robek.


Seekor burung Phoenix api muncul. Keluar dari dalam Gunung yang telah hancur. Dia terbang mengelilingi gunung sebentar. Bulunya yang merupakan api itu begitu memberikan kesan menarik pada tampilan sang Phoenix.


Zhang Ziyi awalnya terpukau, namun segera panik kala merasakan tekanan yang begitu besar tiba-tiba saja menghampirinya. Tidak hanya itu, semburan api juga keluar dari paruh Burung Phoenix, membakar apa saja yang masuk dalam radius semburan tersebut hingga menyisakan abu.


Semburan terus bergerak dan hampir mencapai tempat Zhang Ziyi, Dewa Api, Dewa Gou Liang dan laohu berada. Dewa Gou Liang segera menciptakan perisai untuk menghalangi Semburan itu.


Semburan api yang mengenai lingkaran perisai itu menyebar ke tubuh perisai, hingga tampak seperti bola api yang mengelilingi Zhang Ziyi, Dewa Api, Dewa Gou Liang dan Laohu.


Terus berlanjut hingga beberapa saat, Dewa Gou Liang menonaktifkan perisai kala semburan itu telah berhenti keluar dari mulut Burung Phoenix Api.


"Zhang Ziyi. Lawan burung Phoenix itu. Jinakkan dia ... Kekuatannya mungkin berada di tingkat Siluman Dewa, Namun jika dia bertarung dengan siluman Legendaris awal, mungkin dia tidak akan lebih lemah!" jelas Dewa Gou Liang.


"Baik, Kakek!"


Zhang Ziyi terbang lebih tinggi lagi. Dia berusaha menggunakan kekuatan mental untuk memengaruhi Burung Phoenix itu. Sayangnya selain tidak terpengaruh, siluman itu juga membalas serangan mental Zhang Ziyi, membuat Zhang Ziyi sedikit merasa pusing dalam sedetik.


"Sial, aku terlalu meremehkannya!" gumam Zhang Ziyi.


Burung Phoenix terbang lebih tinggi, Setelahnya menukik tajam ke arah Zhang Ziyi.


Srringg!!


Pedang Naga Langit bertemu dengan cakar burung Phoenix menimbulkan bunyi dentuman dua besi.


Terlihat energi api di bawah cakar Burung Phoenix, di sisi lain pedang Naga Langit mengeluarkan aura emas yang membentuk cekungan.


Zhang Ziyi berusaha untuk menguatkan dirinya. Tidak mau dipentalkan oleh burung Phoenix ini. Dia segera mengalirkan Energi Qi pada pedang Naga Langit serta kedua lengannya, baru setelah itu Zhang Ziyi mendorong Pedang Naga Langit. Bersamaan dengan itu Phoenix Api juga ikut terdorong ke belakang.


Burung Phoenix kembali terbang menjauh, setelahnya kembali muncul dan menyerang Zhang Ziyi. Zhang Ziyi tidak diam saja. Dia juga menepis setiap cakar yang dilayangkan Burung itu.


Srringg!!


Srringg!!


Srringg!!


Pertarungan keduanya telah berlangsung selama tiga puluh menit. Beberapa kali Zhang Ziyi mengeluarkan tekniknya. Semua gagal oleh sayap burung Phoenix yang kerasnya melebihi baja.

__ADS_1


"Kau cukup kuat ternyata!" Zhang Ziyi mulai melepaskan kekuatannya.


Aura emas mulai menyelimuti tubuh Zhang Ziyi, setelahnya menyebar luas. Pupil mata yang semula berwarna emas kecokelatan, kini telah berganti menjadi Emas menyala sepenuhnya. Bersamaan dengan itu. Kekuatan yang terpancar dari tubuhnya pun kian meningkat saat ini.


"Sial, kenapa harus sekarang," gumam Zhang Ziyi. Dia merasakan bahwa dirinya akan menerobos sebentar lagi. Sialnya keadaan ini bukanlah waktu yang tepat untuk menerobos.


Masih dalam mode pelepasan kekuatan, Zhang Ziyi menoleh ke arah Dewa Gou Liang dan Dewa Api. Dia yakin kalau kedua Dewa itu juga menyadari akan kondisinya saat ini.


Burung Phoenix kembali melancarkan serangannya, Zhang Ziyi menepis dengan melepaskan serangan energi.


Kekuatan tubuh Zhang Ziyi semakin meningkat. Takutnya jika Zhang Ziyi tidak segera fokus dalam penerobosan, maka dirinya akan mengalami masalah nantinya.


Laohu terbang mendekati Zhang Ziyi.


"Raawwrrr!!!" Harimau api itu mengeluarkan auman–nya.


Sejenak, Zhang Ziyi menoleh ke arah Laohu yang telah bertransformasi ke mode besar, seperti sebelumnya kala dia selesai memakan rumput hati.


Dimana tubuhnya yang berzirah, di sertai dengan api yang menyelimuti tubuhnya. Sayap api melebar dan terlihat sangat gagah.


"Laohu, kau tahan dia sebentar. Tunggu sampai aku berhasil menerobos, baru setelahnya aku akan mengambil alih!" ucap Zhang Ziyi.


Laohu mengaum kecil, di sertai dengan anggukan kepala. Setelahnya dia maju menggantikan tuannya itu.


Pertarungan antar dua siluman Dewa tercipta di atas sana. Dua siluman yang sama-sama berunsur elemen api, beberapa kali terlihat serangan energi melesat dan saling menghantam, hingga membentuk kembang api. Begitupun juga dengan kedua siluman itu yang juga saling kejar mengejar.


Sayangnya Laohu bukanlah lawan dari burung Phoenix ini. Meski mereka sama-sama berada di tingkat siluman Dewa, akan tetapi bagi Laohu, dia masih baru, sementara untuk burung Phoenix ini telah lama berada di tingkat ini. Hal itulah yang menyebabkan terciptanya jarak kekuatan kedua siluman itu.


Beberapa kali Laohu di buat terpental oleh burung Phoenix api, namun Laohu tidak menyerah dan terus berjuang sampai tuannya itu bisa menyelesaikan penerobosan–nya.


Di sisi lain, Zhang Ziyi masih dalam posisi kultivasi.


Baamm!!


Sejenak dia menoleh ke atas, dimana Laohu yang dibuat kewalahan oleh Burung Phoenix. Tampak harimau api itu kini telah mengalami luka, berbeda halnya dengan Burung Phoenix.


Zhang terbang. Pedang Naga Langit telah dia dia siapkan.


Serangan api yang melesat ke arah Laohu terpotong begitu saja. Terlihat Zhang Ziyi yang telah berdiri membelakangi Laohu. Lalu dia berbalik.


"Kau cukup bekerja keras untuk ini, Laohu. Terima kasih ... Dan sekarang salah giliran aku yang mengurusnya!"


Zhang Ziyi mengusap kening Harimau api itu. sembari juga mengaliri sedikit energi untuk menyembuhkan luka-luka yang menenteng di tubuh Laohu.


"Raawwrrr!"


Setelah di persilahkan Zhang Ziyi, Laohu lantas terbang ke arah Dewa Gou Liang dan Dewa Api.


"Heeh, Burung Cantik. Rupanya kau begitu beringas yah... Maka aku juga tidak akan menahan diri lagi."


Zhang Ziyi kembali melepas kekuatannya. Aura emas yang terpancar begitu mendominasi. Bahkan dua kali lebih besar dari sebelumnya, membuat Burung Phoenix merasa sedikit tertekan. Tidak hanya itu Bintang-bintang Buas yang sedari tadi memperhatikan pertarungan mereka dari jauh pun bisa merasakannya. Mereka memilih untuk semakin menjauh, hingga ribuan kilometer. Takut terkena imbas dari pertarungan Zhang Ziyi serta burung Phoenix Api.


"Terima lah ini, burung manis! ... Tornado Penghancur Surga!!" Zhang Ziyi berteriak lantang.


Energi angin membentuk pusaran cepat mengangkat pohon serta tanah yang ada di bawah. Tornado itu semakin mengganas seiring dengan berjalannya waktu. Awan-awan pun sampai tersapu olehnya.. Zhang Ziyi juga menyalurkan energi air pada tornado, sehingga membentuk tornado air.


Tornado itu berputar ganas ke arah Burung Phoenix. Tampak burung itu yang saat ini telah panik. Melihat pusaran air yang begitu kencang itu, yakin dan percaya api yang menyelimuti tubuhnya akan padam seketika tatkala terkena air dalam tornado.


Burung Phoenix melepaskan kekuatannya hingga ke tahap maksimal. Menghalau laju tornado air menggunakan energi api silang.


Kedua energi berkekuatan besar saling bertemu. Dua energi itu saling tolak menolak untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Ledakan!" ucap Zhang Ziyi. Bersamaan dengan itu, tornado air itu juga ikut meledak.


Air terciprat dan memadamkan energi yang barusan di lempar burung Phoenix. Tidak hanya itu, cipratan air yang bagaikan ombak itu mengenai tubuh burung Phoenix api hingga memadamkan sebagian dari apinya.


Burung itu terlempar oleh energi angin yang tiba-tiba menyapanya, hingga terjatuh ke tanah.


Zhang Ziyi yang masih terselimuti oleh energi emas menarik kembali energinya. Dia perlahan terbang ke arah burung Phoenix itu.


Takut. Burung Phoenix berniat untuk kembali menyerang Zhang Ziyi. Namun pergerakannya mendadak terhenti tatkala tekanan besar tiba-tiba menghantam tubuhnya.


"Kyaakk!" pekik sang Phoenix. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak, tekanan yang di sertai dengan aura agung yang menekan tubuhnya, membuat dia kian kesusahan untuk bergerak.


"Aku bisa melepaskan mu asal kau mau tenang!" Zhang Ziyi berkata pelan, mencoba untuk menenangkan burung itu.


Tapi tampaknya burung itu tetap tak mau tenang. Tersirat kemarahan dari gerak-geriknya. Dia tampak ingin mencabik-cabik Zhang Ziyi.


Dewa Gou Liang, Dewa Api dan Laohu saat ini telah berada di dekat Zhang Ziyi.


"Kakek!" ucap Zhang Ziyi.


"Ziyi'er, kau bisa membawa burung Phoenix ini ke alam jiwamu, Sekarang."


"Aku mengerti kakek!"


Whush!


Whush!


Whush!


....


Kelima orang itu menghilang dari sana. Berpindah ke alam jiwa Zhang Ziyi.


"Sekarang, kau bisa menarik kembali tekanan–mu terhadap burung Phoenix!" perintah Dewa Gou Liang.


"Baik, Kakek!"


Setelah Zhang Ziyi melepaskan tekanan serta aura yang menekan burung Phoenix, Dewa Gou Liang langsung menciptakan array yang membentuk kubah, mengurung burung Phoenix.


Baamm!!


Burung Phoenix memberontak. Membentur-benturkan tubuhnya pada dinding array, berusaha untuk melepaskan diri, tapi sayang hasilnya nihil.


Burung Phoenix itu tampak begitu marah. Berulang kali dia menyerang dinding Array dengan mengepak-kepakan sayap apinya.


"Ziyi'er, tampaknya burung Phoenix ini memiliki dendam terhadapmu!" ucap Dewa Api.


"Hmm, melihat tingkatannya yang lebih tinggi dari binatang buas yang ada di dunia itu, harusnya Phoenix ini adalah Pemimpin dari para binatang Buas yang ada di dunia itu," Dewa Gou Liang ikut berkata.


"Kalau demikian, kemungkinan dia dendam terhadapku karena aku yang telah mengambil anggotanya tanpa meminta izin!" pikir Zhang Ziyi.


"Ya, pemikiran–mu tidak salah!"


"Cih nona manis, mengapa kau begitu agresif seperti ini. Bos hanya ingin bekerjasama denganmu!" Laohu mencoba berkomunikasi dengan burung Phoenix Api dengan menggunakan bahasa siluman.


"Tch, salahkan bos–mu itu ... Aku ingin memakannya hidup-hidup, berani sekali dia mencuri anggota–ku!" balas Burung Phoenix dengan marah.


"Hayolo, para anggota mu itu, kalau bersama dengan bos, pasti akan baik-baik saja!"


"Omong kosong! Cepat lepaskan Aku!" Burung Phoenix semakin memberontak.

__ADS_1


Namun Laohu malah semakin memancing emosi burung itu. Dia menjulurkan lidahnya, setelah itu pantatnya juga ikut bergoyang, memamerkannya pada burung Phoenix. Tentu saja hal itu semakin membuat burung Phoenix kesal dan naik darah.


__ADS_2