
Sibuk dengan Zhang Ziyi, sampai-sampai Mu Ai terlambat menyadari akan apa yan akan menimpa dirinya dari belakang.
Zhang Ziyi telah bersiap. Lain hal, orang yang bertarung dengan Mu Ai itu, bukanlah Zhang Ziyi yang asli, melainkan hanya sebuah duplikat yang memiliki kekuatan tujuh puluh persen dari kekuatan asli Zhang Ziyi.
Tanpa menunggu lama, Zhang menciptakan Es Abadi yang di campur dengan sedikit racun. Es Abadi itu langsung dia hunjamkan pada punggung Mu Ai. Bahkan Zhang Ziyi menekannya hingga Es tersebut langsung masuk ke dalam tubuhnya dan tembus sedikit ke dada Mu Ai.
"Arrkhh!"
Mu Ai terlambat menyadarinya. Matanya terbelalak, sedikit tidak percaya dengan apa yang menimpanya barusan.
Mu Ai membalikkan badan melihat siapa yang telah menusuknya. Dia mendapati sosok Zhang Ziyi yang saat itu memasang sunggingan kecil. Sisi lain, duplikat tubuh Zhang Ziyi tadi telah berubah menjadi air dan menguap dalam waktu singkat.
"Sialan, beraninya kamu menipuku!" kesal Mu Ai.
Dia mencoba untuk mencabut Es Abadi tersebut dari dalam tubuhnya. Dan tidak membutuhkan usaha lebih baginya untuk melepaskan Es Abadi dalam tubuhnya itu.
Tampak kemarahan jelas tergambar dari raut wajah Mu Ai. Apalagi saat ini, dia merasakan rasa nyeri pada bekas luka yang barusan dia peroleh dari tusukan Es Abadi. Dia menyadari kalau bersama dengan Es Abadi tadi, Zhang Ziyi juga telah menggunakan racun untuknya.
Segera dia menotok dadanya, berniat mengeluarkan racun tersebut. Dan berhasil Mu Ai lakukan.
Meski demikian, luka yang ada di belakang punggungnya tidak bisa sembuh dalam waktu singkat. Sehingga itu bisa dimanfaatkan oleh Zhang Ziyi nantinya sebagai sasaran serangan.
Tubuhnya dalam mengobarkan api ganas, Mu Ai kemudian maju menyerang. Tidak biasanya dia melakukan serangan terhadap lawan, melainkan dia akan bertahan membiarkan lawan menyerangnya hingga merasa bosan bertahan baru dia melakukan serangan.
Namun kali ini tampaknya berbeda.
Mu Ai mengeluarkan senjata yang tak pernah dia gunakan sebelumnya semasa pertandingan. Senjata itu berbentuk sebuah pedang, namun memiliki corak aneh serta gerigi besar. Memancarkan aura gelap yang begitu pekat.
Senjata itu kemudian melayang dan menyerang Zhang Ziyi dengan sendirinya.a
Pedang Iblis itu seperti memiliki jiwa. Bergerak sendiri dengan serangan yang terarah.
Zhang Ziyi sendiri menepis setiap libasan pedang Iblis. Juga sesekali akan menyerang.
Begitupun juga dengan Mu Ai yang tidak tinggal diam. Dia ikut bergabung dengan pedangnya, lalu keduanya melakukan kombinasi serangan terhadap Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi sendiri memainkan dua pedang di tangannya dengan lihai. Antara menepis serangan dari pedang tersebut atau serangan Mu Ai.
Whush!
Energi merembes keluar dari tubuh Zhang Ziyi. Menyerang Mu Ai, lalu pedangnya.
Mu Ai tergerak mundur, begitupun juga dengan pedang tersebut. Dia meraih pedangnya lalu menyerukan sesuatu.
"Tebasan Maut!"
Mengayunkan Pedang searah Vertikal, lesatan energi berbentuk bulan sabit tercipta. Ukurannya melebihi lima meter.
Zhang Ziyi yang melihat serangan itu, segera menciptakan array Ilusi di hadapannya.
Serangan kuat tersebut, menghantam array Ilusi buatan Zhang Ziyi. Namun bukannya terpantul, serangan tersebut malah berhasil menghancurkan Array Ilusi Zhang Ziyi. Dan terus melesat menemui Zhang Ziyi.
"Ini begitu kuat!" batin Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi menahan serangan tersebut menggunakan dua pedang yang disilangkan ke depan. Dia terdorong mundur oleh serangan energi Mu Ai tadi.
Berusaha menahan keseimbangannya, Zhang Ziyi kemudian menghancurkan Tebasan Maut Mu Ai dengan kedua pedang yang tiba-tiba saja terlapisi oleh energi gelap yang terlampau pekat.
Kemudian membalas serangan tersebut dengan serangan energi pula.
Keduanya bertarung dengan imbang, Pertarungan sengit, saling balas membalas dalam waktu dua jam.
Terus berlanjut, keduanya tidak ada yang mau kalah. Menyerang dan di serang, saling balas membalas. Meskipun Zhang Ziyi berada di bawah kultivasi Mu Ai, tapi tidak sedikit pun terlihat dari raut wajah Zhang Ziyi bahwa dirinya sedang bermasalah.
"Amukan Dewa Iblis!"
Mu Ai berseru lantang. Setelahnya, kedua garis runcing kurus mata Iblis itu kini telah berganti warna menjadi merah darah sepenuhnya. Dari matanya pun mengobarkan api panas. Tubuhnya juga semakin ganas dalam mengobarkan api yang memiliki hawa luar biasa panasnya.
Whush!
Energi panas pada tubuh mu Ai menyebar luas. Mereka yang merasakannya akan merasa ngeri. Sebab panas yang terpancar dari tubuh Iblis ini begitu berbeda dengan api pada umumnya. Dianna memiliki pengaruh ganas.
Dala Mode Kemarahan, Dewa Iblis melakukan suatu gerakan tangan.
"Bola Iblis Api Abadi!"
Whush!
Mendadak tercipta sebuah bola raksasa di atas kedua tangan Mu Ai. Bola itu sendiri mengandung kekuatan yang begitu gila. Para penonton yang notabenenya memiliki jarak sekitar beberapa ratus meter dari panggung arena, masih bisa merasakan panas yang luar biasa menyengat, bagaimana dengan Zhang Ziyi yang begitu dekat dengan Iblis itu.
Mencoba untuk tenang. Zhang Ziyi menghela napas sesaat, setelah mengembuskan–nya, dia langsung mengeluarkan keterampilan yang baru-baru ini telah dia pelajari dan sesudah dia sedikit kembangkan
__ADS_1
"Tapak Semesta!!"
Teriak lantang Zhang Ziyi.
Whush!
Dua energi berkekuatan sangat ekstrem itu bertemu di titik tengah.
Duaaarrtt!
Sontak saja hal itu menimbulkan sebuah ledakan yang sangat besar. Saking luar biasanya, satu wilayah terkena imbas dari ledakan tersebut. Bahkan Tebing Matahari seolah dibuat hancur karenanya.
Angin yang sangat dahsyat, berhembus kencang dalam beberapa menit. Beberapa sisi panggung telah rusak karenanya.
Ledakan tadi tidak bisa untuk tidak membuat kerusakan berat pada lantai arena. Hingga kini terbentuk sebuah kawah yang mencakupi seluruh wilayah panggung yang berdiameter 500 meter itu.
Kabut tebal mengepul hebat, tak terlihat dua kontestan oleh tebalnya kabut itu. Beberapa saat, lesatan energi datang dari arah dalam kabut. Nyaris mengenai penonton z beruntung penonton tersebut 7segera menepisnya.
Bukan hanya satu, melainkan ada beberapa lesatan tebasan energi yang datang dari arah kabut itu.
Kabut mulai menipis, memperlihatkan sosok Zhang Ziyi sert Mu Ai yang masih bertarung. Nyatanya ledakan dahsyat tadi tidak begitu menganggu keduanya sehingga terus bertarung.
Whush!
Whush!
Slash!
Bumm!
Pertarungan yang semakin memasuki tahap gilanya.
Zhang Ziyi tidak bisa bertarung cukup lama. Dia bisa kehabisan energi dalam meladeni Mu Ai yang memiliki kekuatan di atasnya itu. Bertarung imbang saja sudah menjadi suatu keajaiban baginya.
"Baiklah, aku akan mulai serius!" gumam Zhang Ziyi.
Dirinya mendadak bergerak mundur. Tapi Mu Ai tidak berniat membiarkannya untuk mengambil nafas begitu saja.
"Cih, sialan ini!" Zhang Ziyi berdecih.
Dia mengaktifkan mode tubuh roh.
Swoshhhh!
"Baiklah. Mari kita gunakan elemen berbeda untuk pertarungan ini!"
Zhang Ziyi mengeluarkan salah satu keterampilan yang selama ini dia sembunyikan dari pertandingan babak pertama.
"Elemen Waktu, Penghentian Waktu!"
Sring!
Semua pergerakan yang ada di sekitarnya tiba-tiba saja berhenti. Dalam lima puluh detik, Zhang Ziyi harus bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menyerang habis-habisan Mu Ai.
Kekuatan roh dan kekuatan Cahaya dia gabung. Membentuk sebuah senjata tombak.
Whush!
Tombak itu langsung di arahkan Zhang Ziyi pada tubuh Mu Ai.
Slasshh!
Mendarat dengan sempurna. Tembus hingga membuat kekuatan Mu Ai turun empat persen.
"Ini masih belum cukup!"
Dia kemudian menyerang dengan jarak dekat. Menggunakan kekuatan yang besar. Dalam beberapa detik terakhir, Zhang Ziyi akan mencoba untuk menyerang bagian terlemah Mu Ai.
Swoosshh!
Dua serangan pada titik yang sama. Hendak melancarkan serangan terakhir, tiba-tiba saja sepasang mata menatap tajam Zhang Ziyi.
Hal itu membuat perasaaan Zhang Ziyi kacau balau. Beruntung dia memiliki kekuatan mental yang sangat besar. Kalau tidak, mungkin saat ini Zhang Ziyi akan jatuh mental.
Sring!
Waktu kembali berjalan normal.
Argh!
Sesuatu terjadi pada tubuh Mu Ai. Dirinya merasakan sakit sekaligus nyeri yang luar biasa di beberapa bagian tubuhnya. Kemudian menatap tajam Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Kamu berani menyerang ku secara diam-diam, maka kamu harus menerima setiap konsekuensinya."
Kemarahan dari Mu Ai semakin menjadi-jadi. Dia kemudian merubah wujudnya ke bentuk yang paling menyeramkan. Siapa saja tidak ingin melihat wajah itu.
Dengan sekali hentakan tubuh, telah banyak aura aneh datang menghadang Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi mencoba menggunakan energi kegelapan untuk menetralkan aura di sekitar. Namun bukannya bersifat netral, itu malah semakin memperparah keadaan.
Bagaimana tidak, sifat dari aura yang di keluarkan oleh Mu Ai ini adalah buruk atau sifatnya negatif. Begitupun juga dengan energi kegelapan yang dikeluarkan Zhang Ziyi.
"Elemen kegelapan tidak akan terlalu bekerja dalam hal ini. Apakah aku harus menggunakan elemen Cahaya?"
Zhang Ziyi membatin. Takutnya mengambil tindakan yang salah dan malah membuatnya semakin tersesat.
.Menoleh ke arah Jenderal Kaisar Langit sejenak, sementara Mu Ai kini telah melakukan suatu gerakan untuk kembali menyerang Zhang Ziyi dengan energi negatifnya.
"Api Pembakar Jiwa!"
Mu Ai kembali berseru pelan. Ribuan api tercipta di belakangnya. Membawa serta energi negatif yang begitu pekat. Entah mengapa Zhang Ziyi merasa khawatir dengan bola-bola api yang begitu tidak biasa itu.
"Aku tidak bisa menahannya menggunakan tubuh roh, ataupun kekuatan roh. Itu malah akan membuatku mendapatkan masalah."
Dengan mentekadkan niatnya, Zhang Ziyi berniat menggunakan elemen cahaya untuk ini.
Whush!
Tubuh Zhang Ziyi memancarkan energi emas. Dia mengeluarkan domain miliknya. Tekanan yang semula datang mendominasi wilayah sekitaran kawah, kini telah berhasil di ganti oleh dominasi Zhang Ziyi.
Banyak tatapan aneh yang melihat itu. Saya ini mereka tidak yakin bahwa Zhang Ziyi ini merupakan seorang Dewa Kematian. Mengingat aura yang dia pancarkan sekarang ini begitu suci nan agung.
Begitu melenceng dengan apa yang harusnya di miliki oleh Seorang Dewa Kematian sendiri.
Whush!
Whush!
Whush!
Bola-bola api ciptaan Mu Ai kini telah melesat lurus, jari menimpa Zhang Ziyi.
"Tameng Cahaya!"
Baamm!
Baamm!
Baamm!
Api-api tersebut langsung meledak saat terkena perisai cahaya Zhang Ziyi.
Sembari menahan serangan bola api yang datang itu, Zhang Ziyi juga mengumpulkan energi di tangan kanannya. Setelahnya membentuk sebuah tombak cahaya.
Kali ini, Zhang Ziyi menambahkan es abadi untuk melapisi bagian-bagian kecil dari permukaan Tombak cahaya itu.
Swoshhhh!
Tombak Cahaya melesat lurus dengan kecepatan tinggi, di atas rata-rata. Melewati bola-bola api, hingga sampailah pada tubuh Mu Ai.
Telat menebus jantungnya. Energi cahaya yang ada oada tombak, langsung menyebar dari dalam tubuh Mu Ai. Menekan semua apa yang ada di dalamnya, membuat Mu Ai kian mati rasa.
"Ledakan!" ucap Zhang Ziyi pelan.
Sontak saja, ledakan beruntun tiba-tiba terdengar keluar dari tubuh Mu Ai. Berlanjut selam dua puluh detik. Tapi itu sudah cukup untuk menumbangkan Mu Ai sendiri. Tubuhnya terjatuh di atas kawah.
Api-api ciptaan Mu Ai sendiri telah berhasil di bereskan oleh Zhang Ziyi. Masih dalam keadaan melayang dengan aura agungnya. Zhang Ziyi memandangi tubuh tak berdaya Mu Ai. Memastikan dia sudah tidak bisa untuk bangkit lagi, maka Zhang Ziyi pun menonaktifkan kekuatannya.
MC datang dan memeriksa keadaan. Melihat Mu Ai yang tergeletak tak berdaya, dengan Zhang Ziyi masih berada dalam keadaan baik-baik saja sehingga dia pun mengumumkan akan Zhang Ziyi sebagai pemenang dari pertandingan babak kedua partai semifinal.
Di sisi arena terlihat, Hei An yang kegirangan melihat Zhang Ziyi yang memenangkan pertandingan.
Namun tidak dengan Zhang Ziyi. Dia harus tampak lebih waspada sekarang. Aura agung yang dia keluarkan tadi, bukannya tidak mungkin akan di curigai Jenderal Kaisar Langit, bahwasanya dirinya memang seorang bayi yang dahulu sempat dibuang oleh jenderal kaisar Langit tersebut.
Zhang Ziyi melompat mendekat ke arah Hei An.
"Ahh, akhirnya aku bisa bertemu dengan kakak Ziyi di final." Hei An berseru senang.
Zhang Ziyi membalas dengan senyuman kecil.
"Ya, kita akan bertarung di final nanti. Aku harap, tidak ada belas kasih, yang ada hanyalah lawan. Dan kalaupun lawan, bukan berarti harus saling membunuh!" ucap Zhang Ziyi.
"Umm!"
__ADS_1
Mengenai hubungan mereka, Hei An telah mengkomunikasikan dengan Wanita yang menjadi perwakilan Kekaisaran kegelapan itu. Dan sepertinya di setujui olehnya.
Namun Zhang Ziyi sendiri belum memberitahu Hei An mengenai hubungannya dengan Shui Bing. Tapi Zhang Ziyi berencana memberitahukannya nanti, setelah pertandingan ini selesai.