
Hari esok begitu cepat datang. Zhang Ziyi keluar dari alam Jiwa. Setelah membersihkan diri, dia lantas turun turun untuk sarapan. Penginapan ini sendiri meski sederhana, namun memiliki lantai dua, dimana lantai satu adalah sebuah restaurant sementara kamar penginap terletak di lantai dua.
Zhang Ziyi membayar satu keping emas. Setelahnya beranjak dan berniat keluar dari penginapan. Awalnya dia mendapat cegahan dari pemilik restauran. Bukan apa-apa, hanya untuk memberikan uang kembali, sebab harga sewa satu malam di sertai dengan makanan tidak lebih dari beberapa puluh perak saja.
Zhang Ziyi menolak. Sempat terjadi perdebatan kecil, namun pada akhirnya Zhang Ziyi berhasil keluar sebagai pemenang.
Zhang Ziyi menghampiri sebuah pelelangan. Itu tidak lain adalah Pelelangan Awan Perak.
"Jika tidak mempunyai token, maka kau tidak di perbolehkan masuk!" ucap seorang penjaga, mencegah Zhang Ziyi untuk memasuki Pelelangan.
"Hmm, sudah ku duga!" batin Zhang Ziyi.
"Jika demikian, apakah aku bisa bertemu dengan manager kalian?" tanya Zhang Ziyi.
"Manager sedang banyak urusan. Dia tidak ada waktu untuk bertemu dengan mu!"
"Apakah kau yakin, dia tidak akan bertemu denganku?" Zhang Ziyi memandangi penjaga yang berbicara tadi dengan ekor matanya. Sunggingan kecil juga terlukis di wajah Zhang Ziyi.
Penjaga merasa curiga melihat ekspresi yang di tampakkan Zhang Ziyi. Namun tetap wajah datar dia perlihatkan, dan tidak berniat menjawab pertanyaan Zhang Ziyi.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Tolong katakan pada Manager pelelangan Awan Perak, bahwa aku telah membatalkan perjanjian kita. Tentunya dengan alasan bahwa aku telah di usir olehmu!" Zhang Ziyi mencari alasan.
Mendengar itu, sontak saja membuat penjaga merasa sedikit takut. Jika yang di katakan Zhang Ziyi memang benar adanya, maka tentu saja dia akan di pecat dari pekerjaannya karena telah mengusir orang penting.
Tapi dia tidak ingin gegabah. Dengan melempar pertanyaan untuk menguji kebenaran yang di katakan Zhang Ziyi tadi.
"Bagaimana kalau aku tidak akan mendatangi Manager?" Penjaga mengangkat sebelah alisnya.
"Maka kau akan menerima nasib sial setelahnya!" jawab Zhang Ziyi santai.
"Hohoho, bahkan token saja kau tidak punya, bagaimana mau ada janji dengan Manager?!" Penjaga memasang sunggingan sinis.
Zhang Ziyi tidak langsung menjawab. Dia berpikir untuk lima detik, baru dia membalas tersenyum sinis.
"Aku meninggalkannya di penginapan.Aku lupa mengambilnya ... lagi pula untuk bertemu dengan Manager kalian, aku tidak perlu menggunakan token untuk itu!"
"Hmm!"
Penjaga itu semakin menaikkan alisnya. memandangi Zhang Ziyi dengan seksama.
"Dasar Penipu!" ucapnya tiba-tiba.
Dia lantas menarik kerah baju Zhang Ziyi. Mengangkat kepalan tinju dan berniat menghajar wajah Zhang Ziyi.
"Kau hanyalah gembel yang mencoba untuk memasuki pelelangan ... Dan asal kau tahu, kami tidak mengundang gembel di pelelangan ini!" Penjaga berkata dengan intonasi di tekan sekaligus geram. Dia lalu melayangkan tinju.
Zhang Ziyi tidak terlihat risau sama sekali, bahkan masih sempat memperlihatkan sunggingan sinis.
"Satu ... Dua ... Tiga!"
Tepat hitungan kecil itu selesai dari mulut Zhang Ziyi, mendadak kepalan tinju penjaga berhenti saat ketika hampir menyentuh wajah Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi sendiri telah memprediksi akan hal ini. Sesuai dugaannya, Manager cabang pelelangan Awan Perak muncul dan dia pula yang menghentikan pergerakan tangan penjaga sebelum tangan itu mendarat di pipi Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Penjaga Yang, apa yang kau lakukan?" tanya manager.
"Eh, ini Tuan. Orang ini mengaku pernah ada janji dengan Tuan Manager!" ucap Penjaga dengan nada provokasi.
Manager menautkan kedua alisnya. Dia tampaknya bingung dengan pernyataan yang diutarakan Penjaga. Seingatnya, dia tidak pernah mengadakan janji dengan seseorang. Memang ada beberapa, tapi semuanya merupakan orang berpengaruh hebat yang namanya terkenal di beberapa daerah Alam Atas. Tapi untuk seroang pemuda yang saat yang tidak lain adalah Zhang Ziyi ini, dia tidak pernah melakukannya.
"Hmm, lepaskan dia!"
Penjaga agak ragu untuk melakukan sepeti apa yang di perintahkan oleh atasannya itu, akan tetapi, dia tidak ada pilihan lain selain dengan menurutinya.
Sunggingan miring kecil tercipta di salah satu sudut bibir Zhang Ziyi. Segera dia menghampiri Manager. Menangkupkan kedua tangan memberi hormat, setelahnya dia berucap.
"Sebelumnya, mohon maaf, Senior! Aku harus menggunakan namamu untuk ini. Tapi tidak ada maksud lain, aku hanya ing—!"
Belum juga menyelesaikan kalimatnya, Zhang Ziyi langsung menghentikannya, kala mendapat kode tangan Manager.
"Langsung saja ke intinya. Apa tujuanmu ingin menemui ku?!" Manager berkata dingin.
Tampaknya dia ini termasuk orang yang baik tapi cuek. Bahkan kejadian tadi saja Manager ini tampaknya sudah melupakannya.
"Hmm, aku tidak ada maksud lain. Hanya ingin menawarkan barang untuk di lelang hari ini!" ucap Zhang Ziyi dengan tenang.
"Mohon maaf, kami tidak membutuhkan barang apapun lagi. Kau bisa menjualnya di tempat lain." Manager berkata dengan cuek.
"Baiklah, Manager. Sebenarnya aku juga sangat menyayangkan barang ini untuk ku jual. Mengingat fungsinya yang terlampau besar, juga sangat berharga!" Zhang Ziyi mencoba untuk memancing. Dia juga telah mengeluarkan tiga botol pil kecil dari cincin ruang dan memain-mainkannya.
"Terima kasih karena telah meluangkan waktu Senior, untuk bercengkrama dengan junior. Aku izin pamit!"
Zhang Ziyi berbalik, melangkahkan kaki meninggalkan pelelangan itu.
"Tunggu!"
Zhang Ziyi mengentikan langkah. Dia membalikkan badan, setelahnya bertanya, "Ada apa, Senior!"
"Kau meninggalkan barang mu!"
Manager berjalan mendekati pil dan meraihnya. Pertama kali tangannya menyentuh botol Pil itu, dia sudah merasakan sesuatu yang sangat luar biasa.
"Terima kasih Manager!"
Zhang Ziyi langsung meraih pil dari tangan manager. Memberikan hormat sejenak, baru setelahnya dia berjalan meninggalkan Manager.
Melihat kepergian Zhang Ziyi, entah mengapa Manager begitu berat untuk melepaskan Zhang Ziyi begitu saja. Dengan ragu, dia lantas menghentikan Zhang Ziyi.
"Tunggu!" Kedua kalinya dia menyerukan itu.
Kali ini, Zhang Ziyi puas dengan rencananya. Meski belum jelas, namun dia sudah menebak akan hasil akhirnya.
"Sepertinya aku berubah pikiran!" ucap manager.
"Terima kasih Senior!"
"Mari, ikuti aku!" ajak Manager.
__ADS_1
Keduanya memasuki bangunan berlantai tiga di hadapan mereka.
"Sebelumnya, perkenalkan aku adalah manager cabang Pelelangan Awan Perak di kota ini. Tuan bisa memanggil ku Manager Su!"
Nada bicaranya tampak lebih sopan dari sebelumnya. Bahkan sifat cuek yang sebelumnya diperlihatkan Manager Su, kini tak nampak lagi.
"Baik..." Zhang Ziyi mengangguk.
"Oh—ya. Mengenai tiga buah botol pil itu, sepertinya memang bukan pil biasa!"
"Kau memang benar. Aku meramunya dengan sangat hati-hati dan menggunakan bahan langka. Sehingga tercipta tiga buah pil penawar racun ini. Aku menamainya dengan Pil Darah Surgawi," ucap Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi lalu memberikan pil pada Manager Su, untuk di periksa.
Sekali menghirup aroma dari obat yang telah dia buka tutupnya, dia langsung terbuai. Sangat harum, dan bahkan dia merasa sangat tenang setah menghirup aroma dari pil dalam salah satu botol.
"I–ini sangat luar biasa!!!" Manager Su histeris.
Di sisi lain Zhang Ziyi hanya bisa tersenyum puas melihat reaksi manager su terhadap pil yang dia buat.
"Meski masih di tingkat Agung, namun segala jenis racun dapat langsung sembuh setelah mengonsumsi pil ini!" Zhang Ziyi menjelasakan manfaat dari pil.
"Baik, aku percaya itu. Aku akan memasang harga satu botol pil 50.000 keping Emas."
Zhang Ziyi Merasa sedikit tersentak dengan harga yang di tawarkan oleh Manager Su. Jika satu botol pil saja sudah mendapat 50.000, kalau di kali tiga, maka dia akan mendapat 150.000 keping emas. Belum lagi harga yang nantinya akan terus naik seiring dengan orang-orang yang menawar.
"Itu tidak buruk," ucap Zhang Ziyi.
"Hasilnya nanti akan di bagi tiga. Pelelangan Awan Perak akan mendapat satu bagian. Sementara tuan akan mendapat dua bagiannya," ujar manager Su.
"Tidak masalah."
"Oh ya, kalau aku boleh tahu, siapa nama tuan?" tanya Manager Su.
"Kau bisa memanggilku Zhang Ziyi."
"Umm, .... Lelang akan dimulai sebentar lagi. Tuan bisa ke ruangan pelelangan untuk melihat-lihat jalannya lelang. Namun jika ada barang yang membuat Tuan tertarik, maka tuan bisa ikut menawar barang tersebut!"
"Baik, aku mengerti!"
"Tuan, jika tuan Ziyi hendak menjual sesuatu lagi, maka Tuan bisa mendatangi Pelelangan Awan Perak. Kami juga mendirikan cabang di beberapa kota yang ada di Alam Atas ini. Pusatnya berada di kota Kekaisaran Langit."
"Dan untuk memudahkan tuan, maka aku akan memberikan token ini, khusus untuk tuan. Pelelangan Awan Perak kami juga menyediakan berbagai macam barang berharga, jika tuan hendak membeli barang, maka tuan bisa menggunakan Token ini, untuk mendapatkan diskon 10%," jelas Manager Su panjang lebar.
"Baik, Terima Kasih!" ucap Zhang Ziyi.
Setelahnya Zhang Ziyi beranjak dari sana. Dia mengikuti seorang wanita pelayanan yang di minta Manager Su untuk melayani dirinya.
"Silahkan duduk, Tuan!" ucap wanita pelayan mempersilakan Zhang Ziyi untuk duduk di kursi sangat di sediakan.
Sebelum meninggalkan Zhang Ziyi, pelayan itu memberikan nomor kepada Zhang. Lalu pelayan tersebut pergi meninggalkan Zhang Ziyi.
Posisinya yang berada di lantai dua, membuat Zhang Ziyi bisa melihat jelas situasi lelang yang ada di bawah sana. Lantai atas ini sendiri merupakan tempat yang di khususkan untuk orang-orang tertentu.
__ADS_1
Zhang Ziyi memperhatikan satu per satu peserta lelang yang mulai berdatangan. Hingga salah satu dari peserta lelang itu begitu mengejutkan dirinya.
"Di–dia?!"