
Seruan MC yang mengatakan bahwa Zhang Ziyi keluar sebagai pemenang, itu membuat para penonton bersorak. Mereka tampak puas dengan pertandingan yang terakhir ini. Meskipun itu tidak semuanya yang bersorak.
"Cih, gadis ini. Bahkan dia masih bisa untuk melanjutkan pertarungan, tapi mengapa dia harus berhenti dan menyerahkan posisi Dewa Terkuat nomor satu kepada lelaki itu?" gerutu Jenderal Kaisar Langit.
"Heeh, bukannya kekalahan Dewi adalah sesuatu yang kamu nantikan? Mengapa sekarang jadi berbeda? Apakah kamu kerasukan Binatang Ayam?" Wanita perwakilan Kekaisaran kegelapan menanggapi pernyataan dari Jenderal Kaisar Langit tadi dengan nada sini.
"Cih!"
Kedua orang yang berdebat di sampingnya tidak membuat Raja Iblis terganggu sama sekali. Bahkan dia tampak tenang menunggu dan menyaksikan hingga MC memanggil para peserta yang sebelumnya lolos 5 besar.
Di atas panggung, sudah ada Zhang Ziyi, Hei An, Mu Ai, Tai Yang, dan Huang Shen.
Panggung sendiri kini kembali terbentuk setelah sebelumnya hancur berkeping-keping akibat pertarungan dari Zhang Ziyi dan Hei An.
"Baiklah semuanya, dalam tiga/empat hari terakhir, kita telah bersama dan menyaksikan sama-sama pula bagaimana perjuangan dari lima orang ini dalam mencapai posisi ini.
"Bukan hanya kita di sini mengetahui akan posisi dan status mereka saat ini. Namun seluruh alam akan mengakui tempat mereka sebagai Dewa terkuat di seluruh alam semesta."
MC berbicara, memulai pidatonya mengenai pernyataan atas pencapaian dari kelima orang ini.
Setelah beberapa, saat MC pun mulai memberikan hadiah kepada para pemenang ini.
"Selamat kepada kalian yang telah berhasil menjadi Dewa Dewi terkuat dalam periode tertentu. Untuk menunjang kekuatan kalian sehingga kalian tidak mudah untuk di kalahkan, dan layak mendapatkan label tersebut, maka kami memiliki hadiah untuk kalian."
MC memberikan kode pada beberapa orang yang berdiri beberapa meter di sampingnya.
Mengerti dengan kode tersebut. Beberapa orang itu langsung beranjak dari tempatnya.
Selang beberapa waktu, orang-orang tersebut kembali muncul, dengan membawa lima buah kotak dengan masing-masing tinggi tiga jengkal jari tangan dan lebar satu jengkal jari tangan.
Setelah meletakkan lima kotak tersebut berjejer, mereka segera pergi dari sana.
"Ini adalah hadiah khusus bagi kalian yang lolos dalam Lima Besar turnamen ini. Merupakan barang berharga, dimana dalam memilikinya dan sekali menggunakannya, itu akan langsung meningkatkan kekuatan kalian dengan drastis. Juga berpotensi menaikkan kultivasi kalian hingga beberapa tahapan dalam sekali terobosan." MC menjelaskan terkait dengan barang yang ada dalam kotak tersebut.
"Kepada Juara pertama, silahkan memilih barang Anda!" MC mempersilahkan Zhang Ziyi untuk maju dan memilih salah satu kotak tersebut.
__ADS_1
Maju, terlebih dahulu Zhang Ziyi memperhatikan lima kotak itu.
"Pada lima buah kotak ini, memiliki aura berbeda-beda. Selain itu, kekuatan yang terkandung di dalamnya sama-sama begitu kuat nan mendominasi," gumam Zhang Ziyi.
Dia tidak terburu-buru dalam memilih kotak. Sempat pula dia mengaktifkan mata Elang, melihat aura-aura yang terpancar dari masing-masing kotak, berniat memilih aura mana yang paling cocok dengannya.
"Pada lima kotak ini, ada dua kotak yang berisi–kan aura kegelapan dan aura emas. Dua aura ini cocok dengan ku, namun aku harus memilih salah satunya!"
Setelah beberapa detik, Zhang Ziyi memutuskan memilih kotak yang berisikan aura emas.
Setelah memasukkan kotak tersebut ke dalam cincin penyimpanannya, Zhang Ziyi pun lantas kembali ke tempatnya semula.
Di sisi lain, MC yang melihat Zhang Ziyi yang mengabaikan kotak berisikan aura gelap tersebut memasang sunggingan kecil.
"Dia bersedia menjadi seorang pewaris Dewa Kematian. Namun dia sendiri memilih aura emas yang notabenenya bertentangan dengan Dewa Kematian itu sendiri," gumam MC.
Setelah Zhang Ziyi, MC kemudian mempersilahkan Hei An untuk maju dan memilih empat kotak tersisa.
Tanpa pikir panjang, dia langsung maju untuk kotak tersebut. Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan satu kotak. Aura gelap yang terkandung di dalam salah satu kotak yang sempat menarik perhatian Zhang Ziyi tadi, dia pilih.
Setelah Hei An, kini giliran Mu Ai. Dia sendiri memilih kotak yang memancarkan aura merah panas. Selanjutnya dua orang terakhir yang tidak lain adalah Tai Yang dan Huang Shen.
Setelahnya, muncul kembali beberapa orang berbeda, memasuki panggung arena dengan membawa tiga kotak lebih kecil dari kotak pertama, bersama mereka.
"Aku tidak perlu menyebutkan apa isi dalam masing-masing tiga kotak ini. Kalian bisa membuka dan melihatnya sendiri," kata MC.
MC mempersilahkan beberapa orang itu untuk memberikan kotak tersebut pada tiga kontestan.
Dimulai dari Zhang Ziyi, seorang wanita memberikan kotak sedikit kecil pada Zhang Ziyi. Memiliki aura yang sangat kuat. Bahkan lebih kuat dari hadiah sebelumnya.
Namun yang membuat Zhang Ziyi mengernyit adalah, aura yang terpancar dari kotak tersebut, saling berlawanan. Berwarna hitam dan berwarna emas. Meskipun aura tersebut sangatlah samar.
Setelah beberapa saat, akhirnya penyerahan hadiah kedua tersebut selesai dilakukan. Hei An dan Mu Ai pun juga mendapatkan hadiah mereka.
"Haashh... Akhirnya sampai pula kita pada tahap penerimaan hadiah terakhir. Ini adalah hadiah utama dari turnamen ini. Kami mendapatkannya di alam Nirvana. Hadiah ini tidak akan di temukan di belahan dunia manapun di alam Atas, alam Tengah maupun di alam manapun selain dengan Nirvana. Namun meski di alam Nirvana pun hadiah ini sangatlah langka." MC tidak melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
Menunggu beberapa orang untuk membawa hadiah tersebut.
Beberapa saat, datang seorang Wanita yang menenteng kotak berukuran lebih kecil lagi dari kotak kedua. Dia di kelilingi oleh beberapa orang yang memancarkan aura yang sangat kuat, mendominasi seluruh tempat itu. Hingga tidak ada yang berani mendekat.
Meskipun beberapa kelompok yang melihat hadiah tersebut sudah memikirkan rencana untuk merebut isi dalam kotak itu, tapi kali ini mereka memilih mengurungkan niatnya kala melihat orang-orang kuat tersebut.
"Aku tidak perlu menyebutkan hadiah dalam kotak ini. Dan untuk Zhang Ziyi, silahkan maju dan mengambil hadiah Anda!" ucap MC.
Zhang Ziyi melangkah menuju seorang wanita tersebut.
Wanita tadi menyerahkan kotak itu setelah mendapatkan persetujuan pada MC.
Zhang Ziyi menerima kotak itu dengan perasaan kacau. Antara senang, dan tidak senang.
Zhang Ziyi bisa merasakan niat jahat dari orang-orang yang ada di sekelilingnya saat pertama kali hadiah itu muncul.
"Terima Kasih!" Zhang Ziyi menangkupkan kedua tangannya, memberi hormat pada orang-orang itu, terutama pada MC.
MC berjalan mendekati Zhang Ziyi. Menepuk pundaknya sembari menyunggingkan senyum kecil.
"Nak, aku melihat potensi–mu begitu luar biasa. Kamu akan terus meningkat, dan ya, di alam ini saja tidak akan cukup untukmu. Teruslah kembangkan kekuatan mu, aku akan menunggumu di alam lain!" ucap wanita MC dengan berbisik.
"Baik Senior..."
"Namun, di sinilah ujian–mu akan dimulai. Semoga saja kamu berhasil lolos, dan tetaplah hidup, sampai kamu berhasil mencapai tujuanmu di sini, dan menemuiku di alam Nirvana nanti."
Mendengar itu, Zhang Ziyi tidak perlu bertanya-tanya terkait dengan pernyataan MC tadi. Sebab dia tahu arah mana maksud dari wanita MC.
"Aku mengerti senior... Terima Kasih!"
"Umm!"
MC kemudian berjalan kembali ke tempatnya.
"Baiklah, aku rasa cukup sampai di sini pertemuan kita. Bagi para penonton yang masih setia dalam menonton acara ini hingga sampai pada tahap ini, kami mengucapkan terima kasih... Dan untuk tiga tamu terhormat, kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah mau berpartisipasi dalam acara ini."
__ADS_1
Selepas dengan mengatakan kalimat tersebut. MC mendadak menghilang dari tempatnya. Bersamaan dengan itu, orang-orang yang tadi membawakan hadiah juga menghilang.
Zhang Ziyi telah menyimpan kotak hadiah tersebut dalam cincin ruangnya, dan kini dia mengeluarkan Pedang Naga Langit serta Pedang Pembalik Langit.