Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 147 ~ Tanda Bahaya


__ADS_3

Melihat pil melayang di hadapan mereka membuat bawahan-bawahan Zhang Ziyi begitu antusias. Ditambah aura yang terpancar dalam pil begitu kuat. Cepat-cepat mereka meraih pil tersebut dan menyimpannya.


Girang betul saat menemukan pil yang begitu berharga itu. Bahkan pil itu baru pertama kali mereka lihat. Apalagi mendapatkannya dengan cuma-cuma.


"Kalian bisa meningkatkan kekuatan kalian menggunakan pil itu. Itu akan membawa kultivasi kalian pada ranah Dewa Surgawi bagi yang berada di ranah Dewa. Dan Alam Surgawi bagi yang di ranah Dewa Surgawi."


Mendengar perkataan dari pemimpin mereka tadi, kontan saja membuat mereka kembali dibuat antusias. Kini bertambah kagum mereka terhadap pemimpin mereka ini.


"Terima kasih Pemimpin. Semoga Pemimpin senantiasa di beri umur panjang!" Beramai-ramai mereka menyerukan kata itu.


Zhang Ziyi tersenyum. Memandangi bawahannya yang begitu banyak. Terdiri dari dua ras, yaitu ras manusia dan ras Centaurus.


Ras manusia sendiri terbagi ke dalam dua kelompok. Dimana kelompok pertama yang menggunakan topeng, sementara kelompok kedua orang-orang yang tidak mengenakkan topeng. Dan orang-orang yang tidak bertopeng itu adalah Sekte Tujuh Elemen.


Selain itu masih ada lagi ras Duyung berada di kerajaan bawah laut. Mungkin dia tidak perlu untuk memberikan pil surgawi kepada mereka, sebab di sana telah banyak kultivator hebat.


Setelah semuanya mendapatkan pil, Zhang Ziyi pun menyuruh mereka untuk kembali ke tempat masing-masing. Sementara dia pergi ke istana dengan mengendarai Laohu.


"Kakek, kira-kira Kakek Gou kapan akan kembali?" tanya Zhag Ziyi kala sampai di tempat Dewa Api. Hari ini tampak begitu sepi setelah tidak ada kehadiran Zhang Lan serta yang lainnya. Zhang Ziyi sudah terbiasa dengan tingkah konyol yang di lakukan Zhang Lan. Apalagi di saat tidak ada aktivitas seperti ini. Mungkin kalau ada mereka, suasana tidak akan se–sepi ini.


Sebenarnya kalau berbicara sepi, ini juga tidak sepi. Masih ada Laohu, Dewa Api serta para bawahannya. Akan tetapi bagi Zhang Ziyi, semuanya masih kurang tanpa kehadiran mereka.


"Mungkin akan datang beberapa hari lagi."


Zhag Ziyi memberikan anggukan kecil sebagai respons.


"Aku akan ke dalam istana dan berlatih. Kakek lanjutkan saja santainya!"


"Umm!"


Zhang Ziyi memberikan hormat sesat, sebelum beranjak dari sana. Sedangkan Laohu ia biarkan berkeliaran di alam bebas.


Memasuki istana. Dia berjalan mengarah ke ruangan, tempat dimana sebelumnya Zhang Zhili serta yang lainnya melangsungkan ujian.


"Huuuhhh.... Haaaahh!" Zhang Ziyi menghirup udara yang ada dalam ruangan. Entah mengapa ini sangatlah sejuk.


"Bahkan pohon tidak ada di sini. Tapi mengapa banyak sekali energi spiritual yang ada di ruangan ini. Bahkan mungkin bisa lebih pekat dari energi yang ada di luar.

__ADS_1


"Dari pada tidak ada kerjaan, lebih baik aku kembali menyempurnakan keterampilan menyuling pil hingga ke tahap lebih tinggi. Namun sebelum itu, aku membutuhkan bahan-bahan yang memiliki kualitas lebih tinggi pula."


Zhang Ziyi langsung memasuki alam Jiwanya. Lalu dia melakukan hal yang sama pada beberapa tanaman herbal.


Dia akan mentransformasikan tanaman-tanaman herbal itu hingga pada usia seratus juta tahun. Tapi untuk mencapai hal itu, dia membutuhkan waktu yang tidak sedikit.


Selagi menunggu tanaman-tanaman herbal itu mencapai usia seratus juta tahun, Zhang Ziyi memilih melihat-lihat isi cincin ruangannya.


Sebenarnya sudah beberapa kali dia memeriksa cincin ruang di jarinya itu. Banyak benda-benda asing yang tidak dia ketahui nama serta fungsinya.


Lebih dulu Zhang Ziyi memeriksa kristal roh dalam cincin. Diantara banyaknya kristal roh yang dimiliki siluman dengan tingkat berbeda-beda, Zhang Ziyi lebih tertarik pada lima kristal roh yang berwarna emas. Lima kristal roh itu sendiri memancarkan aura yang begitu kuat.


Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan lima buah kristal roh itu. Dia memperhatikan mereka sejenak.


"Hmm, menarik. Mungkin siluman yang dahulu memiliki kristal ini telah hidup selama ribuan abad!" gumam Zhang Ziyi. Dia memiliki inisiatif untuk menjadikan dua diantaranya sebagai bahan utama pembuatan Pil.


Dia kembali melanjutkan penelusurannya terhadap isi cincin ruang. Berharap menemukan sesuatu berharga yang dapat dia jadikan untuk bahan selanjutnya dalam menyuling pil.


Beberapa saat, Zhang Ziyi melihat beberapa buah botol yang memancarkan cahaya merah. Penasaran, Zhang Ziyi lantas mengeluarkan botol pil itu.


"Hmm, botol kecil ini sangatlah tidak biasa." Dia lantas menghirup aroma dalam botol. Sontak Zhang Ziyi langsung membelalakkan matanya. Dia mencium aroma darah yang begitu murni. Dia menebak darah itu adalah darah milik siluman Legendaris.


Setelah merasa cukup, dia memilih untuk melihat tanaman-tanaman herbal yang diberikan elemen waktu itu.


Kini tinggal beberapa jam sebelum tanaman-tanaman herbal mencapai usia seratus juta.


Zhang Ziyi menghentikan kontrol elemen waktu pada tanaman herbal kala tanaman-tanaman herbal itu telah berhasil mencapai seratus juta tahun. Memindahkan mereka ke dalam cincin ruang, Zhang Ziyi lantas keluar dari alam jiwa.


Kembali dia berada di ruangan dalam istana. Zhang Ziyi menciptakan array di sepanjang sisi ruangan. Baru setelahnya dia mengeluarkan tungku.


Zhang Ziyi memulai ritual penyulingan pil. Setelah mengontrol nyala api, dia lantas memasukkan bahan-bahan ke dalam tungku.


Beberapa ritual penyulingan telah dia lakukan tinggal menunggu hasilnya. Tapi tangannya tidak berhenti melepaskan kekuatan jiwa untuk mengontrol nyala api.


Cukup lama dia menunggu, hingga dia telah berada di pertengahan sebelum mendekati tahap akhir. Aroma obat yang secara samar menyebar bersamaan dengan keluarnya asap dalam tungku. Meski tidak terlalu jelas, tapi Ini terasa sangat murni. Namun belum juga mendekati tahap finish.


Zhang Ziyi terus mengontrol nyala api pada tungku.

__ADS_1


Detik demi detik terlewat dan terasa begitu lambat. Pembuatan Pil ini nyatanya begitu menguras energi. Kekuatan jiwanya kian terkuras seiring dengan jalannya waktu. Apalagi dalam sekali saluran kekuatan jiwa yang di salurkan tidaklah sedikit jumlahnya.


Keringat membasahi pelipis Zhang Ziyi. Bukan hanya di situ, namun seluruh tubuhnya telah basah akan keringatnya sendiri.


Sesuatu yang aneh mulai terjadi pada tungku. Cahaya terang menyilaukan keluar dari dalam celah tungku. Zhang Ziyi sempat terkesima, namun sejurus kemudian dia langsung kembali menfokuskan perhatiannya pada tungku sepenuhnya.


Tungku mulai bergetar. Tampaknya telah terjadi sesuatu di dalamnya. Zhang Ziyi semakin menambah temperatur nyala api. Benda di dalamnya memberontak dan seperti berusaha untuk keluar dari dalam tungku.


Ini adalah pertama kalinya Zhang Ziyi merasakan hal demikian setelah beberapa kali membuat pil.


"Tampaknya, pil yang ada di dalam tungku ini memiliki jiwa obat. Sepertinya aku harus menggunakan darahku untuk menundukkan–nya," gumam Zhang Ziyi. Ada rasa gembira di hatinya kala mengetahui tingkat pil tersebut lebih tinggi dari pil tingkat Surgawi. Bahkan mungkin saja bisa lebih tinggi lagi dari tingkat Suci Surgawi.


Cahaya yang semakin terang, dengan aura yang semakin mendominasi. Zhang Ziyi sekuat tenaga berusaha untuk tidak lengah dan melakukan pekerjaannya dengan penuh hati-hati, guna memperoleh sesuatu seperti yang dia harapkan. Terus fokus, Zhang Ziyi tidak mengetahui bahwa bencana besar telah terjadi di luar sana akibat ulahnya.


***


"Aku merasakannya!" Seorang pria sepuh membuka kedua matanya secara mendadak. Tongkat kayu di pangkuannya ia angkat dan menjadikannya topangan untuk berdiri.


Lingkaran-lingkaran bola tasbih bundar tergantung di lehernya.


Pakaiannya yang sederhana serta kepalanya yang botak menandakan bahwa dia adalah seorang biksu.


Murid-murid pria sepuh botak itu langsung berlutut tatkala melihat guru mereka yang berdiri.


"Sotthi hotu... Apa yang biksu rasakan?"


"Pil tingkat Suci Agung! Tidak salah lagi. Seseorang telah menyempurnakan pil tersebut!"


"Sotthi hotu... Belum pernah terdengar pil tingkat itu di ciptakan sebelumnya. Atau mungkin sudah, namun aku tidak mengingatnya?" kata Biksu lain yang memiliki status sebagai tetua.


"Ya. Pil ini begitu berharga. Selain bisa menaikkan kultivasi secara signifikan, pil ini juga memiliki kelebihan lain yang sangat besar. Kita harus mendapatkannya sebelum kelompok lain!" ucap biksu besar.


"Sotthi hotu... kami mengerti Biksu Besar. Aku akan mengumpulkan beberapa biksu tetua dan kita akan turun mencari keberadaan pil itu."


\=\=\=\=


Hayolo...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like yah:)


__ADS_2