Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 172 ~ Mutiara Darah Semesta


__ADS_3

"Baiklah, semuanya! Barang yang kalian tunggu telah datang. Ini adalah barang terakhir dari acara lelang hari ini. Ini adalah Mutiara Darah Semesta. Merupakan benda tingkat Suci Legendaris...


... Ini adalah Darah murni dari Dewa Semesta yang telah bertransfigurasi selama jutaan tahun. Salah satu fungsinya adalah tentunya meningkatkan kekuatan pengguna juga jika ada hewan kontrak atau hubungan antara tuan dan bawahan, maka selain majikan, bawahan pun akan merasakan peningkatan kekuatan signifikan!"


Wanita pemandu menjelaskan tentang benda yang menjadi barang terakhir itu.


Semuanya yang mendengar penjelasan dari wanita tersebut tidak bisa untuk tidak menganga. Mutiara Darah Semesta sangatlah berharga. Bahkan lebih berharga dari apapun yang mereka miliki.


Apalagi fungsinya tidak hanya satu seperti yang di jelaskan oleh Wanita Pemandu tadi, melainkan lebih dari pada itu.


"Benda ini akan kami berikan kepada orang yang memenuhi tiga persyaratan yang akan kami berikan!"


"Yang pertama, dia harus berasal dari suatu kelompok besar dan terkenal di Alam Atas. Tidak hanya terkenal namun juga di segani oleh banyak orang!"


"Yang kedua, dia harus membayar koin emas seharga sepuluh juta koin emas.... Sementara untuk persyaratan ke tiga, kami akan menjelaskan nanti setelah persyaratan pertama dan kedua terpenuhi!"


Mendengar itu peserta yang berada di lantai bawah yang tadinya sempat berpikir masih bisa mendapatkan benda tersebut, kini pikiran itu segera tersingkirkan.


"Kita tidak ada harapan untuk memenuhi persyaratan itu. Kita tidak memiliki pengaruh besar seperti yang di miliki oleh orang-orang yang berdiri di lantai atas."


"Ya, kau benar. Tapi ada untungnya kita tidak mendapatkan benda itu. Kalaupun kita mampu memenuhi persyaratan, belum tentu juga kita bisa membawanya pulang!"


Koar-koar terdengar begitu ramai dari lantai satu. Zhang Ziyi memperhatikan itu semua. Dia sendiri sangat tertarik untuk memiliki barang itu.


Dia memiliki banyak bawahan bersamanya, dengan memakai Mutiara Darah Semesta itu, tidak hanya dia yang akan mengalami peningkatan drastis, melainkan juga para bawahannya.


Tapi yang menjadi masalahnya sekarang adalah tiga kelompok di lantai atas bersamanya ini juga pasti memikirkan hal yang sama. Tampaknya persaingan akan terjadi dan tidak menutup kemungkinan pertumpahan darah akan terjadi sebentar lagi.


"Di sini, yang memiliki pengaruh besar hanyalah Sekte Pedang Langit. Dan juga ... sekte Pedang Langit tidak akan keruangan banyak harta hanya untuk mengorbankan Sepuluh juta koin emas saja, ku rasa untuk persyaratan ketiga, Sekte Pedang Langit juga tidak akan keberatan untuk menyanggupinya!" ucap salah satu dari anggota Sekte Kipas Terbang. Tampaknya dia yang paling tinggi ilmunya di antara anggota Sekte Kipas Terbang yang lainnya.


Pria paruh baya dari sekte Pedang Langit tidak segera memberi respons. dia tahu betul sifat dari kedua kelompok di lantai dua ini. Setelah mendapatkan Mutiara Darah Semesta itu, dia pasti tidak akan bisa lepas begitu saja. Baik kelompok Dewa Ruang, atau Sekte Kipas Terbang tidak akan membiarkannya membawa benda itu begitu saja. Belum lagi seorang pemuda bertopeng yang juga menunggu di sana.


Tapi pria paruh baya itu juga tidak bisa melepaskan kesempatan ini begitu Saja. Jika dia mendapatkan Mutiara Darah Semesta, pastinya sekte Pedang Langit akan mengalami kemajuan signifikan. Kalaupun dia ingin membawanya, maka dia hanya perlu menyuruh kelompok Sekte Pedang Langit yang di bawanya bertahan untuk beberapa waktu dari kejaran dua kelompok besar tersebut, sampai bantuan dari Sekte datang.

__ADS_1


"Baik, terima kasih Tetua, telah mengizinkan kami untuk memiliki Mutiara Darah Semesta. Jika ada kesempatan, kami akan membalas kebaikan tetua ini!" ucap Pria tersebut kepada Tetua Sekte Kipas Terbang. "Tentu saja membalas jika kau akan menyerang kami nantinya!" Dia melanjutkan dalam hati.


"Umm, silahkan!" Tetua Sekte Kipas Terbang mempersilahkan Pria tersebut untuk mengajukan diri. Dia juga menampakkan senyum samar yang penuh akan kelicikan.


Di sisi lain, Dewa Ruang juga menampakkan seringai sinis. Tentunya dia tidak akan melepaskan Mutiara Darah Semesta di tanah Sekte Pedang Langit. Meski dirinya diam dalam sejak tadi, tapi dalam hatinya, Dewa Ruang juga tengah menyiapkan suatu rencana.


Sedangkan Zhang Ziyi sendiri, dia tidak bertindak lebih. Tapi dia juga tidak akan melepas Mutiara Dara Surgawi. Kekuatannya saat ini tidak cukup untuk bersaing secara terang-terangan, sehingga Zhang Ziyi hanya akan menunggu waktu yang pas untuk mencuri benda berharga itu.


-


Lelang kini telah berakhir setelah barang terakhir resmi jatuh ke tangan Sekte Pedang Langit.


Zhang Ziyi berjalan menuju ruangan dimana dia telah janji dengan Manager Su untuk bertemu setelah acara lelang. Mendadak langkahnya terhenti kala melihat Sekte Pedang Langit yang melesat buru-buru keluar dari rumah pelelangan.


"Urusanku dengan manager Su belum selesai. Tapi aku juga tidak bisa melewatkan mereka begitu saja."


Zhang Ziyi mengeluarkan Laohu dari cincin dari alam jiwa.


"Hu, kau ikuti mereka. Jangan biarkan mereka lolos dari pengawasan–mu ... Ingat usahakan mereka tidak mengetahui keberadaan mu. Setelah urusanku di sinis selesai, aku akan langsung mendatangimu!" ucap Zhang Ziyi.


Laohu mengangguk, setelahnya dia terbang dengan kecepatan tinggi. Mengikuti beberapa orang yang saat ini tengah melesat dengan sangat cepat dan tampak begitu terburu-buru.


***


Orang-orang dari Sekte Pedang Langit langsung menghentikan langkahnya, kala mereka yang tiba-tiba di hadang oleh beberapa orang yang sangat mereka kenal.


"Tch, dasar licik. Kau yang meminta kami untuk mendapatkan Mutiara Darah Semesta, dan kau juga yang menghalangi jalan kami untuk merebut Mutiara itu dari tangan kami!" Pria paruh baya dari Sekte Pedang Langit berkata dengan penuh tekanan.


"Hahaha, kau sudah tau bahwa hal ini akan terjadi, jadi jangan banyak bicara... Cepat serahkan Mutiara Darah Semesta kepadaku, maka mungkin kami akan melepaskan kalian dan membiarkan kalian kembali ke Sekte Pedang Langit dengan selamat!"


"Tch, jangan harap!"


"Owh, kau menginginkan kematian rupanya, baiklah aku akan mengabulkan permintaanmu itu... Bunuh mereka!" Tetua kipas Terbang langsung memerintahkan orang-orang di belakangnya untuk menyerang anggota Sekte Pedang Langit.

__ADS_1


Pertarungan pecah saat itu juga. Kedua kelompok saling bertubrukan. Bertarung dan berusaha untuk menjatuhkan lawan.


Tring!


Trang!


Tring!


...


Bunyi pedang terdengar mengisi senja yang perlahan mulai mengusir petang.


Pertarungan itu, nyatanya tidak begitu imbang. Saat Tetua Sekte Kipas Terbang maju dan melepaskan sekali serangan energi, hal itu nyatanya tidak bisa di tahan oleh pria paruh baya dari Sekte Pedang Langit.


Dia terlempar beberapa meter ke belakang. Tetua Sekte Kipas Terbang menghilang dan muncul kembali di hadapan Pria paruh baya tersebut.


"Serahkan Mutiara itu dan aku akan melepaskan–mu!" ucapnya dengan penuh ancaman serta tekanan. Kipas di tangannya ia kibas–kan pelan.


"Tch, kau tak akan mendapatkannya!" Pria dari Sekte Pedang Langit meludah.


Tetua Sekte Kipas Terbang memperhatikan murid-muridnya yang telah berhasil membunuh beberapa anggota sekte Pedang Langit. Sejenak, dia mengernyitkan alisnya kala merasa ada yang hilang dari anggota sekte Pedang Langit ini.


"Cih, kau cukup cerdik, Pak Tua! Kalian, lekas kejar putra Dewa Pedang dan rebut Mutiara Darah Semesta di tangannya. Jangan lupa untuk membunuh dia!" Perintah Tetua Sekte Kipas Terbang.


"Kau cukup berani... Dewa Pedang tidak akan melepaskan kalian!" ancam Pria Sekte Pedang Langit.


"Hahaha, bagaimana jika tidak ada dari kalian yang berhasil lolos!"


Selesai mengatakan itu, Tetua Kipas Terbang langsung melempar kipas di tangannya.


Kipas itu terbang, bergerak sendiri dan langsung memotong kepala pria paruh baya dari Sekte Pedang Langit.


***

__ADS_1


Zhang Ziyi telah menyelesaikan urusannya dengan Manager Su. Dia awalanya merasa senang kala mendapat uang yang begitu banyak. Di tambah, barang yang sempat dia beli dari pelelangan tadi, dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu. Tapi dia tidak terlaku memikirkan uang yang barusan dia dapatkan.


Segera Zhang Ziyi menggunakan teleportasi untuk berpindah tempat ke tempat dimana Laohu saat ini berada.


__ADS_2