Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 152 ~ Mendapat Pertolongan


__ADS_3

Baamm!!


Baamm!!


Belasan penghuni alam atas saat ini tengah berusaha untuk menghancurkan Array yang melindungi suatu planet kecil. Namun sekuat apapun mereka berusaha, array itu tetap tidak hancur. Malahan memantul dan kembali menyerang mereka.


"Kurang Ajar! mengapa array ini begitu susah untuk di terobos?" ucap Dewa Perang yang mulai kesal.


Dia kemudian kembali mengulang serangannya. Ribuan pedang terkumpul mengelilinginya dengan kecepatan tinggi. Disertasi dengan angin kencang yang terhujam oleh pedang hingga menimbulkan bunyi bising.


Pedang yang mengelilingi Dewa Pedang telah mencapai ribuan pedang. Setelahnya Dewa Pedang lalu mengarahkan pedang-pedang itu ke satu arah. Dimana Array itu berada.


Ribuan pedang tajam bergerak satu arah dengan kecepatan tinggi. Namun sialnya, saat mengenai array, pedang-pedang itu malah kembali terpantul.


Dewa Pedang secara tidak sengaja telah beradu dengan serangan pedang miliknya sendiri.


Dewa Pedang tidak ingin menyerah. Dia semakin mempercepat laju pedang-pedang miliknya. Keselamatannya di pertaruhkan saat ini. Antara berhasil memecahkan array, atau malah dirinya yang akan terkena serangan pedang-pedangnya sendiri.


"Apa yang kalian perhatikan? Menunggu aku mati oleh serangan–ku sendiri?" ketus Dewa Pedang.


Mendengar apa yang dikatakan Oleh Dewa Pedang, sontak saja semuanya langsung tersadar. Mereka lalu melepaskan serangannya masing-masing.


Di serang secara bersamaan oleh kekuatan yang tidak main-main hebatnya, nyatanya membuat Array perlahan mulai melemah, hingga retak dan hancur.


Dewa Pedang menghela napas lalu mengembuskan–nya kasar


"Haaahh... Akhirnya array ini bisa di tembus, setelah sekian waktu berusaha untuk menghancurkannya," Ucapnya. "Tunggu...!" dia begitu tersentak kala melihat satu per satu penghuni Alam Atas mulai turun ke planet.


Kontan saja dia juga ikut melesat, dan tanpa memulihkan kekuatannya yang terkuras akibat serangan tadi.


***


Dua orang saat ini tengah menyatukan kekuatan. Sama-sama menguatkan array di atas sana. Namun tetap saja array itu hancur oleh serangan gabungan dari beberapa kultivator penghuni alam atas.


"Sial, bagaimana ini? Mereka berhasil menghancurkan Array yang kita buat!" Dewa Api berkata panik.


"Kita harus bersembunyi. Mari cepat kita kumpulkan semua orang yang ada di dunia ini ke alam lain," ucap Dewa Gou Liang. Sebelum melesat, dia melakukan perlambatan waktu terhadap orang-orang itu. Setelahnya langsung melesat ke arah para bawahan Zhang Ziyi.


Semua bawahan Zhang Ziyi yang bagaikan semut itu, langsung tersedot oleh sesuatu di atas sana. Mereka sempat terkejut namun juga tidak bisa berbuat banyak. Semuanya terhisap tanpa sisa.


Selesai memindahkan mereka semua, Dewa Gou Liang terbang ke arah istana. Dia mencari keberadaan Zhang Ziyi, namun tidak dia temukan anak itu di sana.


Memasuki ruangan, namun tetap tidak dia temukan jejak hidung Zhang Ziyi.


"Apakah kau tahu di mana Zhang Ziyi?" tanya Dewa Gou Liang kepada Dewa Api yang baru saja sampai.


"Tadi aku meninggalkannya di ruangan ini saat aku membuat array untuk menghalangi mereka! Saat itu posisiku sangat terdesak, sehingga aku langsung meninggalkan Zhang Ziyi." Dewa api menjelaskan yang sebenarnya.


"Hmm..." Dewa Gou Liang mengangguk kecil mendengar perkataan dari Zhang Ziyi. Dia lantas berjalan dan mengitari sekitar ruangan.


Hanya ada tungku di atas meja yang terletak di sisi ruangan. Dari sini, Dewa Gou Liang menebak bahwa sesuatu yang buruk telah menimpa Zhang Ziyi sebelumnya. Beberapa bagian ruangan yang sedikit berantakan menandakan telah terjadi pertarungan singkat di ruangan ini.


Tak sengaja abu hitam tertangkap pandangan Dewa Gou Liang yang berserakan di lantai. Dewa Gou Liang lantas berlutut dan memeriksa abu hitam itu.


Tak butuh waktu lama bagi Dewa Gou Liang untuk mengetahui siapa pemilik abu ini.

__ADS_1


"Dewa Ruang! Berani sekali dia menampakan wujudnya di dunia ku," kata Dewa Gou Liang. Tersirat rasa geram dari intonasinya.


"Dewa Ruang? Pantas saja dia bisa menerobos Array yang kita ciptakan, tanpa ketahuan!" Dewa Api ikut bersuara.


Di luar Istana, Dewa Api dan Dewa Gou Liang merasakan hawa keberadaan seseorang. Bukan hanya satu, melainkan beberapa orang yang bergerak ke arah istana. Dalam sekejap mereka sudah bisa menebak akan siapa yang datang itu. Sesegera mungkin keduanya menghilang dari sana. Bersembunyi dari kejaran para penghuni alam atas itu. Tak lupa juga Dewa Gou Liang membawa serta tungku Zhang Ziyi bersamanya.


"Cepat, periksa di dalam sini!" Salah satu pemimpin rombongan berbicara dengan tegas. Rombongan yang dibawanya pun langsung berlari ke arah istana.


Tidak hanya satu warna baju, melainkan ada beberapa baju yang memiliki warna berbeda serta motif yang berbeda pula, menandakan kalau rombongan ini tidak hanya berasal dari satu fraksi.


***


Seorang gadis cantik berpakaian hitam dengan sabuk merah saat ini tengah berdiri di udara. Dia tengah memandangi beberapa orang yang merupakan penghuni alam atas yang berlari memperebutkan pil tingkat Suci Agung. Bukannya memperebutkan lebih tepatnya mencari keberadaan pil tingkat Suci Agung tersebut.


Gadis itu menggelengkan kepala. Dia sebenarnya datang karena juga tertarik dengan keberadaan pil tersebut. Namun ketika sampai, dia merasa sedikit kecewa kala tak merasakan kekuatan apa-apa di dunia ini.


Memang sempat dia merasakannya namun hanya sesaat sebelum kekuatan tersebut menghilang, menandakan pemilik Pil telah pergi lebih dulu.


Dia tidak berniat mengejar, karena menurutnya itu tidak penting. Memang bagi sebagian orang, pil tingkat Suci Surgawi ini sangat-sangat berharga. Sebab bisa menjadikan penggunanya memulihkan kondisinya hingga sembilan puluh sembilan persen setelah sebelumnya kekuatannya terkuras habis. Juga seorang pengguna akan merasakan kekuatannya yang bertambah berkali-kali lipat setelah mengonsumsi pil ini.


Tapi itu hanya akan berguna bagi seorang kultivator di ranah Semesta ke bawah, sementara untuk kultivator ranah Dewa Abadi, pil itu tidak akan terlalu berguna.


Saat tengah memperhatikan orang-orang penghuni alam atas yang kini telah berkeliaran di dalam planet, gadis itu tidak sengaja merasakan aura seseorang yang sangat lemah. Segera dia memalingkan wajahnya ke samping kiri dan kanan. Tak menemukan apa-apa, dia lantas berbalik ke belakang.


Tatapan yang sangat tajam itu, menangkap cahaya mati redup dari kejauhan. Dia yang penasaran segera menghilang dan muncul di dekat cahaya itu.


Seorang pemuda dapat dia lihat tengah melesat dengan keadaan terluka parah. Namun pemuda itu tetap berusaha untuk terbang. Hingga pada akhirnya dia energinya terkuras habis. Tanpa menunggu lama, gadis tersebut kemudian menolong pemuda itu. Membawanya pergi bersamanya.


***


Jarinya menunjukkan tanda-tanda pergerakkan. Perlahan matanya yang semula terpejam, terangkat. Pemandangan asing pertama kali tersuguh–kan olehnya. Dia lantas bangkit dan menilik tempat itu lebih jelas.


"Di mana aku?" ucapnya dengan suara lemah. "Uhukkk ... Uhukk!"


"Akhirnya kau sadar juga... Haiss, sangat merepotkan!" seorang gadis cantik datang ke arahnya. Dia memberikan gelas bambu berisikan air minum pada pemuda itu.


Zhang Ziyi dengan ragu menerima gelas.


"Terima kasih!"


"Umm!" gadis menganggukkan kepala.


"Dari mana asal–mu?" tanya gadis itu.


Setelah meneguk air dalam gelas, Zhang Ziyi lantas menjawab dengan ragu-ragu.


"Aku dari alam Tengah! Sebelumnya, kita ada di mana, dan mengapa aku berada di tempat ini!" Zhang Ziyi balik bertanya.


"Alam Tengah yah..." Alih-alih menjawab, gadis itu malah menatap tajam Zhang Ziyi.


"Yang ku tahu, di sana tidak ada kultivator yang mencapai ranah Alam Surgawi. Apalagi melihatmu yang masih sangat muda, ku rasa kau berbohong!" tatapan tajam semakin di tampakkan gadis cantik itu.


Zhang Ziyi bingung hendak menjawab. Bukan karena tidak mendapat jawaban melainkan karena di tuntut, apalagi aura gelap yang terpancar dari gadis ini.


"Aku tidak berbohong, Nona! Ak—!"

__ADS_1


"Berani sekali kau memanggilku dengan sebutan itu." Dia semakin memperbesar auranya membuat Zhang Ziyi berkeringat dingin.


"Baiklah, siapa namamu?" Gadis menarik kembali auranya, membuat Zhang Ziyi bernafas lega.


"Kau bisa memanggilku Zhang Ziyi!"


Zhang Ziyi menangkupkan tangan memberi hormat.


"Nama yang baik ... Aku tidak ada banyak waktu. Aku akan segera pergi! Kekuatanmu juga telah pulih, harusnya kau bisa menjaga diri!" Selesai dengan mengatakan kalimatnya, dia lantas menghilang dari tempatnya.


"Tunggu dulu, Nona—!" Zhang Ziyi terlambat. Dia belum sempat menanyakan naman gadis tersebut, juga belum mengucapakan kata terima kasih padanya. Tapi gadis ini malah terlanjur menghilang.


"Aku yakin suatu saat nanti kita akan bertemu. dan jika saat itu tiba, aku akan membalas kebaikan mu ... Terima kasih!"


Dia mengingat kembali kejadian sebelumnya sebelum pingsan.


"Mungkin gadis ini yang telah menolongku, dari Dewa Ruang!" gumamnya.


Zhang Ziyi bangkit dan berjalan ke arah pakaiannya yang tergeletak tidak jauh darinya. Selesai mengenakan pakaian, dia berjalan keluar dari goa.


"Aku harus kembali ke dunia ciptaan Kakek. Takutnya mereka akan khawatir mencari–ku!" Setelahnya, Zhang Ziyi lantas menciptakan portal dimensi yang menghubungkan dengan dunia ciptaan Dewa Gou Liang.


Whush!


Portal menghilang saat Zhang Ziyi masuk ke dalam.


-


Whush!!


Zhang Ziyi muncul beberapa meter jauhnya dengan istana. Dia merasakan adanya beberapa aura yang tengah berkeliaran di dunia ciptaan Zhang Ziyi ini. Bahkan ada yang jaraknya dekat dengannya.


Tapi, aura-aura ini sangatlah terasa asing baginya.


"Orang-orang ini pasti penghuni alam atas yang datang untuk mencari pil tingkat Suci Agung." Mengatakan hal itu, Zhang Ziyi jadi teringat akan pil tersebut. Cepat-cepat dia memeriksa pil itu dari cincin ruangnya.


Namun saat tengah memeriksa, dia juga menemukan sebuah cincin ruang yang tampak asing.


Mengeluarkan dua benda itu. Zhang Ziyi sedikit merasa kaget kala melihat pil yang telah di sempurnakan.


"Siapa yang telah menyempurnakannya?" gumam Zhang Ziyi. Dia yakin bahwa tidak mungkin gadis yang dia temui tadi.l yang telah menyempurnakan pil tingkat Suci Agung ini. Sebab menurutnya kalau seandainya gadis itu, berarti otomatis dia akan mencurinya. Apalagi aura yang terpancar darinya begitu gelap. Ditambah baru kali pertama mereka bertemu, Zhang Ziyi yakin jika gadis itu akan merebut pil tingkat Suci Agung ini jika dia melihatnya.


Akan tetapi, Pil tersebut berada di tangannya. di tambah pil ini yang telah di sempurnakan, menambah keyakinannya kalau orang yang melakukan ini bukanlah sembarang orang. Juga kekuatannya pasti bukan main hebatnya.


"Orang yang menyempurnakan pil ini, pasti orang yang sama dengan orang yang menolongku dari Dewa Tua itu!" gumamnya.


Zhang Ziyi mengalihkan perhatiannya pada cincin ruang. Mengangguk Sejenak, lalu menyimpannya di cincin ruang miliknya.


Dia lalu melukai jari tangannya dan berniat meneteskan darahnya pada pil. Pil tersebut memancarkan cahaya menyilaukan. Kontan saja hal itu langsung mengundang perhatian dari orang-orang penghuni alam atas itu untuk mendatanginya.


"Sial, kenapa aku melupakan ini?"


\=\=\=


Waah, bisa tembus 40 like ternyata... terima kasih bagi kalian yang sudah memberikan like yh... kalian yang terbaik:)

__ADS_1


__ADS_2