
Zhang Ziyi melesat, menembus gelapnya malam. Laju kecepatan yang semakin di percepat seiring dengan berjalannya waktu. Takut, pemuda itu terlambat dan berakhir dengan kematian kedua orang tuanya.
Sialnya, saat berada di depan gerbang masuk cabang klan Zhang di kota Binatang Zhang Ziyi langsung menghentikan aksinya kala melihat sesuatu yang ada di atas gerbang.
Bergetar tubuh Zhang Ziyi saat mengetahui pasti benda yang ada di atas gerbang. Dua buah kepala seseorang yang begitu dia kenali terpajang di sana. Dua kepala dari seseorang yang dahulu selalu bersama dengan dirinya. Dua kepala dari orang yang selalu mendukungnya ditengah banyaknya orang yang meremehkannya.
Ya... Benda bulat yang Zhang Ziyi lihat di atas gerbang itu adalah kepala milik Zhang Mao dan Kepala milik Zhang Hai. Darah mengalir membasahi pilar penyangga gerbang .
"A-ayah ... Ibu!" parau Zhang Ziyi.
Terdiam sembari mengingat kembali masa lalu. Kenangan tentang kebersamaannya bersama dengan kedua orang tuanya satu per satu mulai mengisi memorinya. Air matanya pun telah terjatuh dan mengaliri pipinya.
Zhang Ziyi terlalu larut dalam kenangan tersebut sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa saat ini berdiri lima orang di belakangnya.
"Saudara Ziyi, apa yang terjadi?" Suara dari seorang pemuda yang tak lain adalah Zhang Lan. Pemuda itu sendiri berbicara sembari memegangi pundak Zhang Ziyi.
Meski demikian, Zhang Ziyi nampak tidak menggubris. Pemuda itu terlalu larut dalam pikirannya sendiri.
"Ini semua salahku! Kalau saja aku tidak membuat masalah di klan utama! Kalau saja aku datang tepat waktu, mungkin aku masih bisa menyelamatkan kalian!" Zhang Ziyi mulai menyalahkan dirinya sendiri atas kematian kedua orang tuanya itu.
Zhang Ziyi bangkit dari posisi berlutut-nya. Darahnya terasa mendidih. Bahkan telapak tangannya pun ia rasa panas.
"Jangan harap aku bisa memaafkan kalian setelah apa yang kalian perbuat!" ucap Zhang Ziyi. Amarah serta dendam bersatu dalam setiap kata yang keluar dari mulut Zhang Ziyi barusan.
Tanpa pikir panjang, Zhang Ziyi langsung melesat, memasuki klan cabang Zhang, meninggalkan kawan-kawannya yang nampak bengong melihat dirinya.
"Apa yang terjadi pada saudara Ziyi?" Zhang Lan bertanya pada Master Zhang Zhili.
"Angkat pandanganmu dan arahkan pada dua benda yang ada di atas gerbang!" Pinta Zhang Ziyi.
Keempat murid-nya menuruti apa yang dikata Zhang Zhili barusan. Terkejut mereka kala melihat dua buah kepala yang berdiri tanpa kaki di atas tiang gerbang. Darah segar bercucuran membasahi tiang. Menandakan dua kepala itu baru saja di penggal.
Kini Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Meng serta Zhang Bie mengetahui penyebab perubahan sikap yang ditunjukkan Zhang Ziyi berusan.
__ADS_1
"Ambil kepala kedua orang tua Zhang Ziyi dari sana... Kita akan menguburnya!"
Tanpa ada yang membantah. Zhang Meng, serta Zhang Bie bergegas melompat dan mengambil kepala Zhang Mao serta kepala Zhang Hai.
"Zhang Meng serta Zhang Bie... Kalian kubur kepala dua orang tua Zhang Ziyi yang ada di tangan kalian itu, Sementara Aku, Zhang Yin, serta Zhang Lan akan masuk ke dalam klan dan mencari keberadaan Zhang Ziyi,. Takutnya anak itu akan bertindak gegabah dan berakhir dengan dirinya yang di tangkap!" jelas Zhang Zhili.
Baru saja kehilangan kedua orang tuanya, pastinya Zhang Ziyi akan begitu terpukul. Bahkan Zhang Zhili khawatir, Zhang Ziyi akan bertindak senonoh. Menyerang para anggota klan dengan sembarangan tanpa memedulikan konsekuensi yang akan pemuda itu dapatkan nantinya. Sehingga. Zhang Zhili berinsiatif untuk menghentikan anak itu, sebelum masalah besar menimpa Zhang Ziyi.
"Baik guru!" Zhang Meng serta Zhang Bie mengangguk.
Setelahnya, Zhang Zhili serta Zhang Lan juga Zhang Yin bergegas meninggalkan mereka. Sementara Zhang Meng dan Zhang Bie melakukan tugas mereka.
Zhang Zhili serta dua orang murid di belakangnya melesat ditengah gelapnya malam, mencari keberadaan Zhang Ziyi. Cukup lama mereka mencari, namun tak kunjung mereka mendapati keberadaan anak itu. Apalagi mereka tidak tahu seluk beluk cabang klan Zhang ini.
"Bagaimana, apakah kau mendapati keberadaan anak itu?" tanya Zhang Zhili kepada Zhang Lan. Sebelumnya, pria itu memerintahkan dua muridnya untuk bergerak secra terpisah. Dalam kata lain, berpencar agar lebih mudah menemukan keberadaan Zhang Ziyi.
Zhang Lan menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan Zhang Zhili barusan. Pertanda dia tidak melihat Zhang Ziyi.
"Kau?" Zhang Zhili beralih bertanya pada Zhang Yin.
Ketiga orang itu pun kembali bergerak mencari keberadaan Zhang Ziyi. Kali ini Zhang Yin bersama Zhang Lan, sementara Zhang Zhili berjalan sendiri.
Melompati salah satu atap rumah, Zhang Zhili tiba di sebuah halaman yang dikelilingi oleh bangunan memanjang yang mengelilinginya.
Zhang Zhili menghentikan langkahnya kala melihat dua bayangan pada dinding yang diterangi oleh cahaya dari dalam salah satu ruang bangunan tersebut.
"Sepertinya ada yang mencurigakan!"
Zhang Zhili pun berinisiatif untuk mengintai kedua bayangan itu.
"Bagaimana rencana pencarian Mawar Lima Warna itu?" tanya salah satu orang dalam rumah tersebut.
"Sepertinya anggota klan utama telah mempersiapkan semuanya dengan matang." balas seorangnya lagi.
__ADS_1
"Hmm... Lalu bagaimana dengan rencana kita?"
"Kau tak perlu khawatir soal itu, aku bisa mengaturnya!"
"Hahaha... Bagus! Jalankan rencana dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan sedikitpun dalam misi ini."
"Aku mengerti... Percayalah, Mawar Lima Warna itu akan jatuh di tangan anda!"
"Baik.... Segera tinggalkan aku!" ucap pria tersebut.
Zhang Zhili segera bergegas menjauh dari sana, kala merasakan salah seorang yang ada dalam ruangan hendak keluar dalam ruangan tersebut.
Tepat setelah Zhang Zhili menemukan tempat persembunyian, Pria yang ada dalam ruangan tersebut membuka pintu dan keluar. Pria itu menghentikan langkah sejenak, saat merasakan sesuatu yang mencurigakan. Sempat pandangannya menilik sekitar, namun tak dia temukan sesuatu pun. Akhirnya pria itu meninggalkan tempat tersebut.
Di sisi lain, Zhang Zhili yang bersembunyi di Salah satu atap memperhatikan pria tersebut keluar ruangan, hingga lelaki tersebut melompat dan meninggalkan tempat tersebut.
"Mawar Lima Warna, yahh!" gumam Zhang Zhili.
Dia cukup tertarik dengan perbincangan kedua orang itu. Dia sendiri mengetahui apa khasiat dari tanaman tersebut. Mawar Lima Warna, tidak ada di alam Tengah. Untuk mendapatkan tanaman tersebut, maka mereka harus pergi ke dimensi lain.
Zhang Zhili memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, dan mencari keberadaan Zhang Ziyi.
Menyusuri kediaman Anggota klan Zhang cabang dalam diam. Beberapa saat, Zhang Zhili menemukan dua orang yang tergeletak tak sadarkan diri di tanah.
Memeriksa kondisi kedua orang itu, Zhang Zhili mengernyit kala mendapati kedua orang itu telah tewas. Naasnya, kedua orang itu meninggal dengan keadaan yang begitu mengenaskan. Leher patah, beberapa bagian anggota tubuh yang hilang. Mulut yang robek hingga di telinga.
Zhang Zhili menjadi khawatir melihat mayat dua orang itu. pria itu tahu siapa yang membuat dua orang ini seperti ini. Tentunya, siapa lagi kalau bukan Zhang ziyi yang melakukannya.
\=\=\=
N/A: Ada sedikit perubahan pada Chapter 10. Dan nantinya akan cukup berpengaruh pada cerita Zhang Ziyi kedepannya. Jadi supaya readers tidak bingung dengan alur yang begitu tiba-tiba, readers bisa membaca kembali di chapter 10 tersebut ya :)
Sebenarnya udah aku revisi dari 2 hari yang lalu, namun baru ku beritahu sekarang. Soalnya akhir-akhir ini author begitu sibuk. Update juga jadi sering terlambat. Bahkan sehari cuman 1 chapter... Tapi author bakal usahain untuk update normal, min. sehari 2/3 bab...
__ADS_1
Dan terima kasih untuk readers yang masih membaca Cerita Zhang Ziyi sampai sejauh ini. Mohon maaf jika author belum bisa memberikan kepuasan dalam ceritanya.
Sekian, dan selamat membaca...