Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 89 ~ Berlatih Teknik.


__ADS_3

Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang yin serta Zhang Bie berjalan meninggalkan ketujuh orang pemuda yang sempat menahan langkah mereka.


Tujuan mereka kali ini adalah, ke graha Zhang Zhili.


Setelah melewati beberapa waktu berjalan, mereka akhirnya sampai di halaman graha Zhang Zhili.


Tampak, seorang pria yang keluar dari bangunan dan berjalan menuju ke arah Zhang Ziyi serta yang lainnya. Pria itu sendiri tidak lain adalah Zhang Zhili.


"Salam Guru!" semuanya memberi hormat pada Zhang Zhili.


"Umm!" Zhang Zhili tersenyum penuh makna. Tampak, ada sesuatu yang membuat Lelaki itu bahagia.


"Ehem... Guru, mengapa wajahmu begitu ceria? Apakah ada seseorang yang telah berhasil mencuri hati guru?" tanya Zhang Lan tanpa berdosa.


Kontan senyum yang semula merekah di bibir Zhang Zhili, mendadak menghilang.


Plak!!


Tamparan keras mendarat di kepala Zhang Lan bagian belakang.


"Jangan bertanya kalau hanya untuk menanyakan hal-hal yang tidak penting." Siapa lagi kalau bukan Zhang Yin yang mengambil tindakan memukuli lelaki itu.


"Apakah kau tidak bisa bercanda?" kesal Zhang Lan. Sejujurnya dia juga tau, bukanlah perkara wanita yang membuat Zhang Zhili tersenyum seperti itu. Namun dia hanya berniat menggoda gurunya itu. Namun sialnya, malah mendapat pukulan keras dari Zhang Yin.


"Bercanda matamu. Bukan saatnya untuk bercanda!" ucapnya dengan ketus.


"Cih!" Zhang Lan hanya bisa berdecih menanggapi gadis tersebut. Apa kata anak muda zaman sekarang, memang benar adanya. Lelaki selalu salah, sebaliknya wanita selalu benar.


"Sudah-sudah!" Zhang Bie mengambil tindakan dengan menengahi kedua temannya itu.


"Oh ya guru! Sepertinya ada sesuatu yang menarik sehingga senyum merekah begitu lebar di bibir guru!" Zhang Bie kembali berucap, namun kali ini di tujukan untuk Zhang Zhili.


"Ya! Aku berhasil menciptakan sebuah senjata rahasia, dengan kualitas yang lumayan tinggi."


Zhang Zhili mengangkat tangannya yang memegangi sebuah benda. Memperlihatkan benda tersebut kepada anak muridnya.


"Sekali di gunakan, maka akan mampu langsung membunuh kultivator ranah Langit tahap 3 ke bawah, dan akan memberikan luka serius pada kultivator ranah Langit tahap 4 ke atas, tergantung di ranah mana kultivator itu berada."


"Cara menggunakannya pun cukup mudah. Cukup dengan menekan ini, maka anak panah akan keluar melesat dengan kecepatan tinggi." Zhang Zhili mempraktekan apa yang dia jelaskan barusan.


Krak!


Swosh!


Tujuh buah anak panah keluar dari lubang depan senjata secara bersamaan, dan melesat dengan sangat cepat.


Whush!

__ADS_1


Whush!


Bukk!


Menembus dua buah batang pohon besar begitu mulus, dan Berakhir dengan menghancurkan batu besar.


Zhang Meng serta yang lainnya sampai dibuat terkagum dengan dampak dari senjata itu.


"Oh, ya... Kalau seandainya hanya bisa membunuh kultivator ranah Langit tahap 3 ke bawah, berarti kalau di gunakan ke dalam benua naga ini, bukankah hanya sia-sia saja?" ucap Zhang Ziyi.


"Ya, maka dari itulah, aku membutuhkan peran kalian!" Zhang Zhili terdiam sejenak. Beberapa detik, dia kembali melanjutkan perkataannya. "Tidak jauh dari sekte Tujuh Elemen ini, ada sarang dari kelabang hitam. Kita bisa menggunakan racunnya untuk menambah kualitas dari panah ini!"


Mengangguk tanda mengerti. "Oh ya, guru... Sebenarnya tujuan kami datang ke sini, adalah ingin mengajakmu ke alam jiwa." Zhang Ziyi mengutarakan maksud dia mengajak Zhang Lan serta yang lainnya ke graha Zhang Zhili.


"Ke alam Jiwa? Apakah ada sesuatu?" Zhang Zhili bertanya penasaran.


"Ya! Akan tetapi, sebaiknya kita mengurusi kelabang hitam terlebih dahulu, baru setelahnya kita ke alam jiwa. Sekaligus aku akan memberitahu kalian tujuanku mengajak kalian!"


Meski penasaran, namun Zhang Zhili tak mempermasalahkannya.


***


"Haha, setelah di campur kelabang hitam dengan sedikit racikan tangan, Akhirnya panah buatan-ku telah mencapai kualitas sempurna. Dimana Seorang Kultivator ranah Langit tahap 7 bisa langsung terbunuh dalam sekali terkena anak panah ini." Zhang Zhili memperhatikan panah buatannya itu.


Berbentuk seperti pistol, namun lebih besar serta memiliki tujuh buah lubang tempat keluarnya peluruh yang berupa anak panah tajam.


Panah yang Zhang Zhili beri sendiri memiliki satu buah anak panah, dengan kualitas yang tidak beda jauh dengan yang dia pegang.


"Waah!" Zhang Lan membuka mulutnya karena kagum. Dia pun berniat mencobanya dengan mengunakan tubuh Zhang Meng sebagai sasaran.


"Apakah kau gila!" Zhang Meng langsung membentak Zhang Lan.


"Sudahlah saudara Meng. Aku hanya ingin mengetes senjata ini pada tubuhmu. Apakah berfungsi atau tidak!"


"Owh, kau mau mukamu hangus karena bola api–ku ini!" Zhang Meng menciptakan bola api di kedua tangannya.


"Tidak-tidak! Aku lebih baik terluka di anggota tubuhku yang lainnya dari pada harus di wajah tampanku. Apa kata wanita yang melihatnya nanti!?'


"Makanya, Jangan terlalu banyak tingkah!"


"Iya-iya!" ucap Zhang Lan ketus.


"Baik, karena sudah selesai dengan senjata rahasia, maka kita bisa membahas sesuatu yang lain!" Zhang Ziyi megambil alih bicara.


Zhang Ziyi mengeluarkan beberapa kitab di tangannya. Kitab itu dia tulis sendiri dengan menggunakan teknik pemberian tujuh leluhur.


Sebelumnya, saat hendak berangkat menuju sarang kelabang hitam, Zhang Ziyi sempat meminta izin untuk ke alam jiwa sebentar. Dengan menggunakan sedikit alasan, Zhang Ziyi akhirnya ke alam jiwa sendiri, lalu mulai menulis beberapa teknik yang akan ia beri kepada Zhang Lan serta yang lainnya.

__ADS_1


-


"Teknik tingkat dewa ini mungkin bisa membantu kalian meningkat!" ucap Zhang Ziyi. "Juga, kalian bisa membalas perbuatan mereka yang sebelumnya merendahkan kalian saat ujian nanti!"


Zhang Ziyi memberi mereka masing-masing teknik sesuai unsur dasar elemen yang mereka miliki. Setelah sampai di Zhang Yin. Zhang Ziyi lantas menghampiri Zhang Zhili.


"Guru juga harus berlatih mulai sekarang. Untuk saat-saat seperti ini, mohon hentikan terlebih dahulu aksi meneliti guru, karena aku akan membutuhkan kekuatan mu untuk membantuku!" ucapnya, lalu menyerahkan kitab teknik kepada Zhang Zhili.


Mengambil kitab yang di sodorkan Zhang Ziyi kepadanya, Zhang Zhili pun mulai membaca sampul dari kitab tersebut, lalu mulai melihat-lihat isinya.


"Umm, cukup baik! Aku pikir, kau yang membuatnya sendiri bukan?" tanyanya.


"Hehehe... Sudah ku duga. Guru pasti akan mengetahuinya!" Zhang Ziyi berkata seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Meski kau yang membuatnya namun aku yakin betul, teknik ini memang teknik tingkat dewa... Bagaimana kau bisa mendapatkan teknik ini?" tanya Zhang Zhili.


"Aku akan memberitahu mu nanti, setelah guru dan yang lainya menguasai isi dari kitab itu!"


"Hmm baiklah. Tidak masalah!"


Tanpa banyak membuang waktu, mereka lantas melatih teknik yang baru saja mereka dapatkan itu, dan di saksikan oleh Laohu, 12 penatua serta Moi Hu dan Moi Wang.


Zhang Ziyi juga tidak diam saja. Ia juga akan membantu rekan-rekannya apabila mereka mengalami kesulitan.


-


Satu minggu di alam nyata sebelum Ujian, mereka gunakan untuk berlatih di alam jiwa. Selain melatih Teknik, mereka juga berlatih kultivasi.


Baamm!


Ledakan teredam terdengar dari tubuh Zhang Lan. Kini tinggal satu langkah pemuda itu untuk menerobos ranah Dewa. Sementara untuk rekan setimnya telah menerobos ranah Dewa semuanya.


Rasa pesimis, sempat dia rasakan. Namun tidak berlangsung lama karena teman-temannya akan selalu memberinya dukungan dan semangat.


"Dalam tiga pekan ini, aku telah berhasil menguasai teknik Angin Pembunuh yang dikombinasikan dengan Pisau Angin. Tinggal penyempurnaannya!" ucap Zhang Lan.


"Baguslah. Aku juga telah menyelesaikan teknik Roda Api. Juga tinggal penyempurnaan," ucap Zhang Meng, menanggapi perkataan zhang Lan.


Dalam tiga pekan, atau setara dengan empat hari di dunia nyata, mereka terus berlatih hingga berhasil menguasai teknik yang Zhang Ziyi beri.


Zhang Ziyi sendiri juga tidak tinggal diam. Selain berkultivasi, dia juga meningkatkan teknik Pedang Naga Langit tahap tiga. Dan kini pemuda itu telah bisa menciptakan tujuh buah pedang di belakangnya dalam satu waktu.


Sebenarnya dia bisa menciptakan lebih banyak duplikat pedang Naga Langit. Namun dia memilih menggunakan Tujuh buah pedang itu untuk menghadapi musuhnya. Akan tetapi jika musuh lebih kuat beberapa tahap di atasnya, maka Zhang Ziyi bisa menciptakan banyak duplikat pedang.


\=\=\=\=


Hai Readers. Author mau buat grub chat nih. Kalian bisa ikut bergabung, untuk memberikan saran, kritik ataupun masukan tentang cerita Zhang Ziyi kedepannya. Juga buat Author lain, bisa juga ikut bergabung di Grub chat yah... Di sana, kalian juga bisa mendapat poin gratis yah :)

__ADS_1


__ADS_2